Bidang Pengembangan Karakter Mahasiswa ITB (Bagian 2)

Bidang Kaderisasi

Kaderisasi merupakan keniscayaan dalam sebuah organisasi, baik itu organisasi berbasis profit dan non profit. KM ITB yang notabene merupakan organisasi non profit wajib melakukan kaderisasi untuk memastikan kontinuitas organisasi KM ITB agar dapat menjadikan mahasiswa sebagai insan akademik seutuhnya. Adanya RUK KM ITB sebagai landasan dasar kaderisasi KM ITB belum mencapai titik optimal dalam penerapannya.

Hingga saat ini masih terasa jelas terpisahnya proses kaderisasi dengan proses pendidikan berbasis keilmuan-keprofesian. Himpunan -yang menurut RUK- merupakan wadah utama pengembangan karakter mahasiswa ITB belum sepenuhnya menggunakan masa kaderisasi untuk membentuk pola pikir yang sesuai dengan bidang ilmunya. Sehingga tak jarang terdengar sebutan ‘omdo dan ‘gak konkrit’ bagi aktivis kaderisasi, kemudian julukan ‘study oriented’, ‘kutu buku’ atau ‘hantu lab’ bagi mereka yang memilih fokus pada bidang ilmu dan keprofesian. Ini merupakan kesalahan paradigma yang masih banyak terjadi di kemahasiswaan kita.

Kemudian masih sering kita dapati kegiatan-kegiatan pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan masih dititikberatkan pada momen-momen eventual, seperti kaderisasi awal, LKO dan sejenisnya. Padahal pada hakikatnya penanaman nilai dan pembentukan watak tidak akan mampu dicapai dalam waktu sebentar, melainkan dibutuhkan upaya konsisten dalam pelaksanaannya. Baru kemudian fungsi acara-acara eventual tersebut menjadi akselerator proses pembentukan karakter mahasiswanya.

Pola dan konten kaderisasi dalam KM ITB pada umumnya adalah sebuah model kaderisasi yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan adaptif dengan kondisi. ITB yang memiliki input mahasiswa yang sangat dinamis tiap tahunnya –terutama dari segi budaya dan cara pandang- merupakan faktor yang harus diperhatikan dengan baik. Hal-hal yang harus tetap dipertahankan dan menjadi harga mati adalah nilai dan esensi dari kaderisasi, sedangkan metoda dan pola kaderisasi adalah hal-hal yang termasuk pada ranah yang lebih adaptif terhadap perkembangan kondisi dan kebutuhan.

Diharapkan kaderisasi yang dilakukan oleh KM ITB saat ini dapat menjadi gerbang awal dan sekaligus pemantik pola pikir mahasiswa, untuk dapat menjawab pertanyaan kritis seperti: ‘mengapa saya harus beraktivitas?’, ‘mengapa saya harus mengkritisi pemerintah?’, ‘mengapa saya harus berkarya?’, ‘mengapa saya harus mengabdi kepada masyarakat?’ dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang tidak jarang menimbulkan stagnansi dan melumpuhkan gerakan konkret mahasiswa ITB.

Bidang Keprofesian

Tampaknya gerakan mahasiswa mengalami pergeseran sejak era reformasi dimulai. Pergeseran yang dimaksud adalah pergeseran gerakan mahasiswa dari sekedar vertikal (politis) menjadi horisontal (karya). Hal ini ditandai dengan semakin maraknya berbagai macam karya yang dihasilkan oleh mahasiswa hingga layak mendapatkan acungan jempol. Beberapa himpunan prodi dari kampus ITB mulai menunjukan karakter berkaryanya dalam bentuk kegiatan eventual dan partisipasi kompetisi lomba sesuai dengan kompetensi inti dari mereka.

Sejak era pasca reformasi dimulai, kegiatan keprofesian mulai menjadi populer dikalangan mahasiswa ITB. Dari yang tadinya hanya sekedar ajang pembuktian prestasi kini berkembang menjadi sebuah pembudayaan dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Dari yang tadinya sifatnya gerakan dependen satu himpunan, maka kini bergeser menjadi gerakan inter-dependen (kolaborasi) antar himpunan di ITB. Untuk itu, perlu sekali pengupayaan agar kegiatan ini tetap menjadi budaya di ITB, dan yang lebih penting lagi adalah agar kegiatan keprofesian ITB benar-benar menciptakan insan yang berkarya secara kontinu. Pun, saat ini juga tengah dioptimalkan pemanfaatan momentum berkarya bersama (PKM dan sejenisnya) sebagai sarana mahasiswa ITB untuk berkarya.

Kegiatan keprofesian dan inovasi mahasiswa ITB pun kini diupayakan agar dapat tumbuhkembang lewat komunitas independen (I3M) yang dimiliki mahasiswa ITB. Komunitas ini memastikan semangat berkarya dan inovasi dapat tersebar merata dan tertanam pada seluruh himpunan yang ada di ITB lewat Board of Innovator yang ada di tiap himpunan. Selain itu, pengembangan keprofesian dan inovasi mahasiswa ITB kini juga telah diupayakan agar benar-benar dapat tepat guna dan sasaran. Hal ini dilakukan dengan terus didampinginya kegiatan keprofesian dan inovasi dari himpunan, agar nantinya segala permasalahan strategis dan teknis didalamnya dapat direduksi.

Dengan semangat apresiasi yang tinggi, pada akhirnya kabinet saat ini ingin mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua mahasiswa dan elemen organisasi KM ITB yang telah berkarya dan telah membawa manfaat bagi masyarakat disekitarnya. Hal ini dilakukan dengan kerjasama kabinet dengan elemen kemahasiswaan institusi ITB agar acara ini benar-benar menjadi sebuah ajang dokumentasi dari  arogansi berkarya dari mahasiswa ITB.

Bidang Pengabdian Masyarakat

Secara sederhana, “senjata” mahasiswa yang dapat dibawa kepada masyarakat adalah informasi. Sejatinya, dengan adanya pengantaran informasi yang baik, maka masyarakat manapun yang tadi kita sebut tertinggal akan mampu mengejar ketertinggalan, bahkan mungkin berada di paling depan. Yang menjadi sorotan utama kini adalah bagaimana keberlanjutan dari penyampaian informasi ini dapat terus berlangsung tanpa terputus. Sekali saja penyampaian informasi ini terputus, maka pengembangan masyarakat (community development) yang ingin dilakukan mahasiswa tidak akan optimal.

Membukakan masyarakat kepada arus informasi berarti harus pula menyiapkan masyarakat untuk mulai menyikapi isu sosial dan isu politik yang berkembang. Mustahil sebuah masyarakat akan maju jika informasi yang telah terbuka kepada mereka tidak dikelola. pengelolaan ini tentu akan dibantu oleh jaringan yang harus dirintis dan dibangun oleh masyarakat yang bersangkutan. Jika berbalik pada kehidupan mahasiswa ITB kembali, maka penanaman “minat” ataupun pembentukan “karakter” terhadap mahasiswa ITB harus dikelola secara baik dan menyeluruh.

Hari ini, kegiatan pengabdian masyarakat  mahasiswa ITB masih cenderung bersifat eventual dan menjadi pelengkap dalam kegiatan kaderisasi. Belum lagi, cakupan konsep dari apa yang disebut ‘community development’ ini belum benar-benar tercerdaskan kepada seluruh elemen KM ITB. Dua hal inilah yang memotori mengapa karakter peduli tidak benar-benar terbangun dalam diri mahasiswa ITB. Untuk itulah, dengan segala kegiatan dan pemanfaatan momentum pengabdian masyarakat ITB saat ini, kabinet ingin menumbuhkan kepedulian mahasiswa ITB terhadap masyarakat yang ada disekitarnya. Dan tidak berakhir sampai disana, kabinet juga ingin mensinkronkan kegiatan pengabdian masyarakat dengan kegiatan keprofesian dan kaderisasi semua elemen KM ITB.

Keberadaan kampus ITB yang kini disangsikan sebagai kampus perjuangan dapat di analisis lebih lanjut karena semakin jauhnya mahasiswa ITB dari masyarakat sekitarnya. Untuk itu, kabinet saat ini akan mengangkat semboyan ‘mendekatkan mahasiswa kepada masyarakat’ dalam ranah gerak pengabdian masyarakatnya. Setiap gerakan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan akan memiliki misi besar “Mendekatkan Mahasiswa kepada Masyarakat”. Kalau selama beberapa tahun kebelakang semangat mahasiswa untuk berkarya mulai membudaya, maka kini giliran semangat mahasiswa untuk peduli kepada masyarakat menjadi langkah untuk mengawali kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa ITB kedepannya.

Hal ini akan terus diupayakan lewat sinergisasi dan aktivasi gerakan pengabdian masyarakat setiap elemen ITB agar dapat optimal untuk melibatkan mahasiswa yang ada didalamnya untuk berkontribusi pada masyarakat sekitarnya. Yang benar-benar diharapkan dari ini adalah stigma menara gading ITB dan lunturnya kampus ITB sebagai kampus perjuangan akan hilang seiring dengan semakin konkretnya gerakan mahasiswa bersama masyarakat sekitarnya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s