Home » My Life's Diary » Trip Akhir Tahun: Karimun Jawa

Trip Akhir Tahun: Karimun Jawa

Setelah berpenat pada aktivitas kampus selama setahun kebelakang, akhirnya saya memutuskan untuk ikut berekreasi bersama beberapa kawan ITB saya di Karimun Jawa sebagai penyegar kembali pikiran. Pada awalnya, saya sebenarnya bukan termasuk bagian dari mereka. Tetapi karena desakan dari mereka sendiri, akhirnya saya mengiyakannya dan mempersiapkan apa-apa yang perlu dibawa dalam waktu satu hari. Ya, lebih tepatnya 6 jam sebelum keberangkatan. Rekreasi ini memakan waktu 4 hari, terhitung mulai tanggal 24 Desember 2010 hingga 28 Desember 2010.

Karena kawan-kawan saya telah mendahului perjalanan untuk menghadiri suatu pesta pernikahan di kota Semarang, maka saya melakukan perjalanan sendiri pukul tujuh malam dari Kota Bandung menuju Kota Jepara dengan salah satu jasa bus antarprovinsi kota Bandung. Perjalanan ini memakan waktu 12 jam. Karena waktu perjalanan cukup panjang, maka waktu kosong itu saya gunakan untuk mengerjakan LPJ Bulanan Kabinet KM ITB, surfing internet, membaca, makan malam, shalat dan kemudian tidur.

Tanpa terasa, matahari pagi 24 desember tiba, dan saya sampai di kota Jepara (kalau orang sana menyebutnya dengan ‘Jeporo’) dengan selamat. Dan saya pun bergegas menyusul semua kawan-kawan saya yang telah menunggu di  pelabuhan Kartini, yang terletak tidak cukup jauh dari terminal Kota Jepara untuk menaiki Kapal Motor Muria menuju TKP (baca: Karimun Jawa). Dan bukan main, ternyata perjalanan ini akan memakan waktu 6 jam.

Sesampainya kami di Pulau Karimun Jawa, kami disambut hangat oleh tour guide yang bernama Alex dan kemudian diantarkan ke tempat penginapan kami: home stay Arriani. Suasana Karimun Jawa bisa dibilang masih asri dan terjaga. Baik dari alamnya maupun kultur masyarakatnya. Dibeberapa sektor, terlihat sekali bahwa alamnya masih rindang dan masih ditumbuhi pepohonan kelapa yang lebat. Sejak awal mula sampai disana, saya pun sudah merasakan sekali aura humor, aura gotong royong masyarakat, aura kesederhanaan, aura kebersahajaan dari masyarakat sekitarnya. Mereka memang belum mendekati berbagai modernisme kota pada umumnya, namun mereka juga tidak bisa dibilang kuno.

Sebelum diulik lebih dalam tentang Karimun Jawa. Saya ingin menjelaskan terlebih dahulu asal-muasal nama pulau ini. Menurut cerita di brosur yang saya ambil di loket informasi,  pelabuhan,  ternyata nama Karimun Jawa berasal dari kata ‘kremun’. Kata kawasan ‘kremun’ sendiri diistilahkan oleh Sunan Muria ketika beliau memerintahkan anaknya yang bernama Amir Hasan (Sunan Nyamplungan) untuk pergi berdakwah islam disana. Sejak Sunan Nyamplungan menjejak kaki dikawasan inilah, nama Karimun Jawa mulai diperdengungkan.

Lika-liku kapal selama 6 jam tadi telah membuat kepala saya cukup cenat-cenut. Untungnya kegiatan hari pertama tidaklah cukup memberatkan, sehingga saya bisa beristirahat cukup lama hingga malam tiba. Sebelum bintang mulai nampak dilangit, kami semua bergegas mencari tenggelamnya matahari sebelum malam tiba, tepat di pinggir pelabuhan lama. Setelahnya, barulah kami pergi ke alun-alun Karimun Jawa mencari makan malam.

Suasana alun-alun bisa dikatakan cukup ramai. Ada sebuah lapangan rumput terhampar luas menghadap ke laut. Di sisi sebrangnya, terdapat kantor pak camat yang memiliki halaman yang sangat luas. Menurut warga disana, biasanya halaman itu selalu digunakan untuk nonton bareng warga sekitar. Entah itu film dari DVD, pertandingan sepak bola, sinetron, atau film lainnya semua bisa ditongkrongi bareng oleh semua warga. Kemudian, disisi kanan-kirinya berjejer rumah warga sekitar tempat para wisatawan lain tinggal. Di pojok lapangan terdapat sederet pedagang kaki lima yang menjajakan makanannnya kepada siapa saja yang lapar. Kami pun bergegas kesana dan langsung memilih makanan disana yang kebanyakan seafood. Setelah makan, kami berfoto-foto ria sebagai bentuk dokumentasi yang nantinya dapat dipamerkan bahwa kami pernah ke Karimun Jawa.

Kemudian hari kedua dan hari ketiga adalah hari yang melelahkan dan sangat kelam. Melelahkan karena kami diajak berputar-putar ke 3 pulau (Pulau Tengah, Pulau Gosong, dan Pulau Menjangan Kecil) sambil ber-snorkeling ria di lautan lepasnya. Saat saya mencoba melihat keindahan bawah laut, saya merasa berada di dunia yang berbeda sama sekali. Kumpulan terumbu karang, school of fish, bulu babi, anemon, bintang laut, dan berbagai mahluk hidup lainnya yang membuat semesta hidup mereka sendiri di bawah sana. Mengapa dua hari itu menjadi sangat kelam bagi diri saya? dua hari itu sangat kelam bagi diri saya karena Indonesia kalah 0-3 dari Malaysia di Bukit Jalil dan kulit saya yang menghitam (hohohoho..).

Oh iya, selama  4 hari disana kami tidak sendirian. Dalam home stay, kami juga mendapatkan kawan-kawan baru yang berasal dari kota yang sama. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswi Unpad dan Unpas. Bersama mereka, liburan kami menjadi lebih berwarna dan lebih ‘ribut’.  Keramahan Ibu Arriani (pemilik homestay) dan anak-anaknya yang lucu menambah kehangatan saya di Karimun Jawa. Di hari terakhir, kami semua diajak ke sebuah sisi lain pantai Karimun Jawa untuk melihat sunrise. Namun hal itu gagal kami lakukan karena langit ternyata tak mendukungnya. Rupanya, pagi itu matahari hanya mau memperlihatkan dirinya di celah-celah langitnya.

Pada akhirnya, kami pulang kembali ke homestay untuk bersih-bersih diri dan packing barang masing-masing. Dan kami bergegas menuju ke kapal Muria kembali. Ada berbagai pengalaman berharga yang banyak saya dapat dari sini dan tidak dapat saya konversikan kedalam sebuah kata-kata. Serta yang terpenting adalah kepenatan dan kelelahan kampus pun seketika lenyap saat saya ada di pulau ini. Kapan-kapan saya ke pulau ini lagi ah.[]

About these ads

3 Comments

  1. Agung Rangga says:

    suasana disana memang nyaman sekali untuk liburan… :D

    http://popnote.wordpress.com

  2. Denny says:

    ka, total biaya perjalanan karimun jawa 4 hari berapa ?
    buat referensi nih..hehe

    • ryanalfiannoor says:

      Saya lupa…hmm…mungkin sekitar 300ribuan (atau kurang) kalau gak salah. kami ambil paket “backpacker” jadi agak lebih murah..hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 147 other followers

%d bloggers like this: