Featured

Dear, De

Tidak terasa, sudah 1 tahun 1 bulan kita menikah. Aku ingat hari pertama kita sebagai suami-istri. Aku memandangmu yang terkulai tidur, sembari bermunculan keraguan  dan kegelisahan didalam diri. Benarkah kamu yang akan menemaniku hingga tua nanti? Benarkah kamu seorang yang akan kucintai hingga akhir hayatku?

Aku coba berinteraksi dengan alam sekitar. Sesekali aku coba buka dan tutup gorden tebal di kamar, sambil kucoba susun ulang keyakinan yang acapkali samar. Aku coba pilah-pilah kembali antara harapan, realita, dan kemungkinan.

Beberapa saat kemudian, kamu sudah membuka mata dan tersenyum kepadaku. Dalam hati aku berkata, inilah yang membuatku luluh lantak padamu. Bibirmu yang tersenyum. Ada empat senyummu yang sangat berarti untukku. Senyuman pertama, adalah ketika pertama kali kita bertemu. Senyuman kedua, adalah saat kau tersipu disaat aku mengkhitbah dirimu. Senyuman ketiga, adalah tatkala kugenggam erat tanganmu setelah ikrar akad nikah kutuntaskan dengan sempurna. Dan senyuman yang terakhir adalah senyuman dimalam itu, meskipun kamu tidak menyadarinya. Ia hadir dalam nuansa magis dan puitis. Misterius. Lalu kamu mendekatkan diri padaku. Menyenderkan kepala di bahuku.

Aku luluh. Aku membelai rambutmu.

Hari itu, hari pertama kita sebagai suami-istri, tanpa kamu tahu keraguanku, kita habiskan waktu dengan berbagi cerita. Tentang orang-orang yang tak kita kenal tetapi terlihat begitu akrab menyalami kita. Tentang dokumentasi foto pernikahan kita yang begitu aneh. Tentang teman-temanmu yang terbawa perasaan ingin juga menikah sewaktu melihat kita di pelaminan. Dan tentang hal menyenangkan lainnya.

Namun….

Dibalik wajah ceriamu, apakah kamu juga gelisah dan ragu waktu itu? Sama sepertiku?

Hari demi hari telah kita jalani. Kita tumbuh menjadi suami istri yang mungkin menyimpan keraguan kita masing-masing. Kita menyimpannya dengan rapat tanpa pernah mengungkapkannya, barangkali karena malu atau ingin menundanya sampai waktu yang tidak pernah ditentukan. Kita bersikap seolah segalanya biasa saja dan baik-baik saja. Hingga momen itu terjadi…

Pertengkaran pertama.

Aku masih ingat ketika kamu menangis karena tersinggung oleh kata-kataku. Aku mengingatnya dengan jelas. Aku merekam semuanya dengan jelas. “Kamu nggak melibatkanku!” Katamu. “Kamu yang nggak minta!” Bentakku. Bagaimana kita bisa saling mengerti maksud kita masing-masing, jika memang ada yang kita sembunyikan?

Tiba-tiba segala hal tentang hubungan kita menjadi -sesaat- berubah.

Kamu ternyata tak selalu terlihat cantik, apalagi saat tertidur menggunakan pakaian formal sewaktu pulang dari kampus. Kamu ternyata tak menyukai dengkurku. Kamu ternyata merendahkan selera makananku. Kamu ternyata tidak tertawa pada lelucon-leluconku. Kita ternyata punya sudut pandang yang berbeda tentang banyak hal.

Kita belajar satu hal. Cinta bukan tentang kesamaan standar penilaian.

Tetapi, kemudian kita menemukan film yang sama-sama kita sukai. Film yang terkadang kita bahas dan kritik melebihi para kritikus film ternama didunia. Kita menemukan permainan-permainan untuk mengisi waktu perjalanan kita. Kita menemukan tempat-tempat yang ingin kita kunjungi. Kamu membuatkan mie goreng kesukaanku. Aku menemanimu belanja. Hingga kita kembali… tertidur.

Adalagi hari, dimana kita berada dalam perjalanan. Aku mengemudikan kendaraan dan kamu jadi navigatornya. Kita bermain sepanjang perjalanan, tetapi kita juga bertengkar di sepanjang perjalanan. Karena kamu tidak hafal nama jalan yang kita lalui. Karena kita berselisih untuk menyikapi polisi yang menilang kita. Karena kita bertengkar untuk memutuskan mau makan dimana. Karena aku menyetir dan kamu malah tertidur. Karena kita belum dewasa…

Kemudian keraguan itu muncul lagi. Apakah pernikahan ini keputusan yang benar? Apakah keputusan memilih dirimu adalah tepat? Mungkin diam-diam kamu juga pernah memikirkan dua pertanyaan yang sama.

Tetapi kita memilih untuk meneruskan perjalanan. Aku tetap memegang kemudi dan kamu jadi penunjuk arahnya. Perlahan aku mulai mengerti bahwa saat kamu tertidur dalam perjalanan, maka kutahu kamu pasti telah bangun lebih pagi dariku untuk membereskan rumah di hari itu . Lama-lama aku juga tahu saat aku bertanya “Mau makan di mana?” dan kamu jawab “Terserah” itu sama artinya dengan “Coba ke kedai makanan jepang kesukaanku.” Kita mulai saling menghargai pandangan masing-masing.

Kita belajar tentang hal lainnya. Cinta butuh proses untuk menjadi dewasa.

Kemudian kita membeli rumah baru. Kita belajar untuk saling mengerti dan memahami satu sama lain. Kita persiapkan perabotan-perabotan rumah bersama. Kemudian, kita menjadi sepasang insan yang kembali jatuh cinta lagi secara lebih sadar. Cinta tak sekedar memamerkan segala hal baik dan menafikan hal buruk didalam diri kita. Cinta adalah tentang berbagi semua hal.

Akhirnya, perlahan keraguanku telah sirna. Karena kegelisahan itu pergi seiring dengan perjalanan yang kita lalui. Satu tahun ini telah menumbuhkan kedewasaan dalam cinta kita. Namun, masih banyak hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan kita jalani. Persiapkan! Sambil kita menikmati perjalanannya dan terus memaafkan semua detil-detil tidak sempurna di sekeliling diri kita.

Dear, De…

Selamat ulang tahun pernikahan pertama, istriku. Terima kasih untuk cinta yang kamu berikan selama ini. 

IMG_9500

Dari suamimu,
Ry

Featured

Baguskah Memulai Karir pada Perusahaan Kecil?

big_small_company

Ada saatnya ketika kita harus memilih. Saat kita sampai di fase pendidikan kuliah, di fase pernikahan, atau bahkan di fase karir kita sampai disuatu titik dimana kita harus memilih. Tidak salah jika dikatakan bahwa fase-fase kehidupan kita selalu dipenuhi dengan keharusan untuk memilih satu dari banyak pilihan.

Sejak tahun 2013, saya memilih untuk berhenti pada salah satu perusahaan migas besar Indonesia dan mulai mencari pengalaman baru membangun perusahaan migas yang lebih kecil. Tentu tidak sedikit kawan saya dan senior saya di perusahaan saya yang mewanti-wanti saya agar menimbang kembali hal tersebut. Dengan keyakinan dan tekat untuk mengejar passion, akhirnya saya membuat keputusan bulat untuk resign dari perusahaan besar tersebut dan memulai fase kehidupan baru ditempat yang baru.

Tiga tahun berlalu, Alhamdulillah saya mendapatkan banyak pembelajaran yang sangat berarti dalam pilihan hidup saya. Pengalaman yang saya dapatkan sewaktu bekerja pada perusahaan lama sangat berguna pada perusahaan yang saya bangun. Produksi meningkat, biaya produksi menurun, terjadinya transfer knowledge, sistem yang lebih rapi, dan beberapa hal lainnya. Walaupun demikian masih terdapat juga permasalahan seperti gesekan sosial, premanisme, tekanan politik, yang turut mewarnai menjadikan saya lebih dewasa.

Selanjutnya, tidak jarang banyak pertanyaan kepada saya, “Baguskah Memulai Karir pada Perusahaan Kecil?”, hal ini adalah pertanyaan mendasar dan bukan sekedar pertanyaan teknis menurut saya. Untuk merespon pertanyaan ini, saya akan coba jawab dalam beberapa poin.

  1. Apa yang kamu kejar dalam bekerja?

Jika kamu adalah lulusan kuliah baru (fresh graduate) dan mengejar “gaji yang tinggi” maka lupakan saja pilihan karir pada perusahaan kecil! Mengapa? Karena perusahaan kecil tentu memiliki pertimbangan yang besar dalam biaya operasional. Selamanya kamu tidak akan pernah puas jika nantinya kamu membandingkan gajimu dengan gaji kawan-kawanmu diperusahaan besar. Namun jika kamu mengejar “pembelajaran”, maka perusahaan kecil adalah perusahaan yang tepat untuk belajar. Mengapa? Karena dalam perusahaan kecil kamu akan mudah sekali mempelajari banyak hal termasuk didalamnya proses teknis hingga proses bagaimana komersialisasi pengembangan bisnis sebuah perusahaan berjalan.

  1. Bisakah saya naik jabatan lebih cepat pada perusahaan kecil?

Tidak juga. Walaupun dari segi struktur organisasi, level posisi dari perusahaan kecil lebih cepat tapi tidak secara otomatis juga membuat kamu naik jabatan lebih cepat. Perusahaan kecil tetaplah perusahaan. “The company must delivers a profit” . Sepandai-pandainya nilai kamu waktu kuliah, serapih-rapihnya pekerjaan kamu dikantor, atau sebaik-baiknya kamu pada atasan kamu, tetapi jika kamu tidak memberikan nilai tambah atau profit pada perusahaan, maka karir kamu akan cenderung stagnan atau lambat. Maka dari itu, cobalah terus menggali potensi terbaikmu untuk memajukan perusahaan.

  1. Bagaimana cara membuat perubahan besar di Perusahaan Kecil?

Menurut saya, waktu yang paling tepat untuk melakukan perubahan besar di perusahaan kecil adalah dimana saat kamu bisa mendapatkan posisi “pengendali” pada perusahaan tersebut. Dengan posisi pengendali, maka kamu punya power untuk mengarahkan dan mengubah perusahaan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan perusahaan untuk dirimu. Posisi “pengendali” ini tentu baru bisa kamu dapatkan melalui pengalaman dan capaian-capaian kamu di masa sebelumnya.

  1. Jika ada pilihan bekerja di Perusahaan Besar atau Kecil, mana yang harus saya pilih?

Saya menyarankan untuk memilih bekerja di Perusahaan Besar hingga waktu tertentu. Mengapa? Karena perusahaan besar menawarkan sebuah pembelajaran besar tentang sistem dan pengembangan bisnis yang terbukti membuat perusahaan itu menjadi besar. Ambil pelajaran yang banyak dari perusahaan tersebut, hingga suatu saat kamu merasa cukup maka kamu dapat berhenti dan memilih untuk dapat melakukan perubahan besar di perusahaan Kecil atau membangun perusahaanmu sendiri.

  1. Bagaimana jika tak ada pilihan lain lagi selain berkarir di Perusahaan Kecil?

Tidak ada alasan untuk tidak berbuat yang terbaik. Walaupun kamu memulai karir di perusahaan kecil. Coba baca buku terkait pengembangan dirimu pada perusahaan tempat kamu bekerja, belajar pada mentor-mentor yang dapat membimbing kamu menjadi lebih baik, ikuti training yang dapat meningkatkan kapasitas profesionalisme dirimu. Bukan tidak mungkin bekal-bekal tersebut akan menjadikan dirimu menjadi agent of change pada perusahaan tempat kamu berada.

**

Kira-kira demikian apa yang bisa saya sampaikan. Perlu diingat, yang saya maksud perusahaan kecil ini adalah perusahaan yang baru berdiri namun memiliki visi untuk menjadi perusahaan besar. Jadi jangan dianggap perusahaan kecil yang saya maksud adalah perusahaan yang stagnan tanpa ada inovasi didalamnya.[]

Featured

30 under 30: What We can Learn?

2016_30under30_Logo_Horizontal

Recently, Forbes Magazine introduces the inaugural 30 Under 30 List, 300 of the top promising young leaders, daring entrepreneurs and game changers in 10 different sectors. It also inaugurates specially for Asia. Surprisingly, some youth from Indonesia are appearing in there. One of my best friends, Muhammad Alfatih Timur, is so incredibly chosen as one in Social Entrepreneurs. My sincere congratulation upon your election. But to be honest, I really disappointed because no Indonesian are chosen in the Manufacture and Energy Forbes list 2016.

Okay, every year, I always interest to learn more about all elected people in Manufacture and Energy 30 under 30 List especially in Oil and Gas Industry. Due to almost person focus in manufacture sector instead of energy sector, so I cannot take so many learn in Asia 2016 List. So lets move to 30 under 30 United States.

In 30 under 30 US list, I find some inspirational people in Energy Sector especially in oil and gas industry that we can take a lesson. All of them can struggle in hard condition of oil price at the moment. Some people focus on how making a deal and to make efficiency in working in upstream business, some people focus on how to innovate the service in downstream business.

And here are them:

  1. Dakin Sloss, 25 (Founder Tachyus)
    The modern oil and gas industry has equipped every nook and cranny of their operations with sensors. But the voluminous amounts of data, including second-by-second records of temperatures, pressures and flow volumes, generated by this equipment are still not totally understood. Twenty-five-year-old Sloss is building a business around that problem with his software startup Tachyus. His software combines machine learning with physics-based modeling to inform operators how best to engineer their wells—where to drill, how much to drill and using what method. Sloss says the software boosts production about 20% on average, and he has raised $20 million in venture financing. Founded in 2013, Tachyus’ software is already being used on 6,350 wells operating in 13 fields, mostly in California.
  2. Scott Hempy, 23 (Cofounder Filld)
    Filld (his application) is like the Uber for filling up your tank with gas. Just pull up their iPhone app, mark the location of your car, and their truck will come to fill it up. You pay the average price of gas in your hood, plus a $5 filling fee. So far the company has attracted $3.25 million in funding, has 10 employees, and expects to do more than $ 5 million in revenue in the coming year.
  3. Nathan Ganser, 27; Austin Morrell, 26; Chris Saum, 26 (Cofounder MUD Geochemical)
    MUD Geochemical has created an innovative service for oil companies that uses x-ray fluorescence and high-resolution scanning to analyze core samples recovered from oil and gas wells. Their tool and software helps determine the mineral makeup of rock layers, which helps companies determine where to drill and how best to engineer their fracking operations to maximize recovery
  4. Wei Chien, 30  (CEO Observ’s Commodities)
    Observ’s software deciphers the cost of transporting natural gas across North America. It is used by natural gas buyers and traders to gain better insights on market movements. Prior to founding Observ Commodities, Wei was product manager at Genscape and a gas fundamentals analyst at Barclays.
  5. Matthew Owens, 29 (President, Oil and Gas Extraction)
    In 2012 Owens launched Extraction to acquire acreage and drill wells in the Wattenberg field in Colorado. He and his partners have attracted $1 billion in capital to acquire acreage in areas not believed to be economically viable to develop, with the belief that technology would continue to progress to the point of making the economics works. Despite the oil downturn, the company now has more than 100 employees and produces more than 20,000 barrels per day.

You can directly continue to make a learn deeply by see one by one of them (just click the link). Hopefully, we are -as a youth of course- can get an inspiration or more to duplicate and modify all of their ideas to implement in our place. As we know, the problem of energy is a  multi-generational problem. So it’s not impossible that you are the solution.

Featured

Capaian Terbesar 2015

 
Capaian terbesar saya di tahun 2015 bukanlah karir, destinasi, rekening tabungan, atau berat badan.

Capaian terbesar saya adalah menikahi seorang istri yang insya Allah sholehah dan bertambahnya keluarga inti. Adalah sebuah kenikmatan terbesar dalam dunia dan akhirat ketika kita memiliki rumah tangga yang penuh keberkahan.
Dari keluarga, kita bisa menambah amal jariyah. Dari keluarga, kita bisa menyebarkan lebih banyak lagi ilmu bermanfaat. Dari keluarga, kita bisa melahirkan generasi-generasi yang sholeh.

Featured

Diary 2016.

Foto ini diambil dari storage suatu Perusahaan Furniture terbesar didunia. Disana ada banyak barang bagus sebenarnya, tapi kita gak perlu semua. Cukup ambil barang terbaik yang kita butuhkan, dengan tetap memperhatikan budget. Rumah kita pasti punya batas juga untuk menampung barang tersebut.

Tahun 2016 telah tiba. Sebenarnya kita dihadapkan hal yang sama seperti storage tadi. Setiap awal tahun baru kita disajikan banyak mimpi, resolusi, visi atau apapunlah namanya, yang bisa kita buat sebanyak-banyaknya diatas kertas.

Tapi….pada akhirnya kita harus memilih yang terbaik, mana yang mau (dan perlu) kita jalankan dan mana yang tidak. Tentu proses pemilihan itu juga tidak melupakan batas kemampuan kita. Buat apa bermimpi terhadap sesuatu yang kita tahun bahwa mimpi itu dibatas kemampuan dan usaha kita?

Masa depan kita adalah ibarat rumah. Dengan demikian, isilah masa depan kita dengan pilihan mimpi dan usaha terbaik, sebagaimana pilihan peralatan terbaik untuk rumah kita.

Bismillah. Barusan nulis resolusi bersama yang mau kami capai ditahun ini. Semoga bisa tercapai.

Featured

Strategi Pasca Kampus Ditengah Kelesuan Industri Migas

praying for oilfield“Harga Minyak Turun!” Mungkin isu inilah yang paling mewarnai -kalau tidak mau dikatakan mengguncang- jagat perminyakan di dunia saat ini. Berbagai efek domino mulai terjadi. Penurunan investasi pengeboran, merger perusahaan migas besar, pelucutan benefit perusahaan, atau yang paling parah adalah penggembosan jumlah karyawan.

Dalam dunia perkariran migas, saya rasa efek penurunan harga minyak ini akan memukul keras psikologi para lulusan baru, terlebih buat mahasiswa akhir yang akan memasuki fase baru didunia pasca kampus: Mencari Kerja. Bagaimana tidak? Perusahaan migas kini mulai mengencangkan ikat pinggang dengan efisiensi sana-sini, memperketat perekrutan karyawan baru, dan pemangkasan benefit tertentu yang mungkin pernah dirasakan oleh karyawan di middle up career level (karir pertengahan).

Tidak jarang juga saya menemukan pertanyaan di akun ask.fm saya yang berisi curhat calon lulusan baru menghadapi tantangan didunia migas saat ini. Memang saya tidak mudah memberikan jawaban yang memuaskan untuk para penanya. Tetapi the show must go on. Tiap generasi punya tantangannya. Ada beberapa strategi yang saya sarankan untu menghadapi situasi industri migas seperti saat ini.

  1. Tetap Tunjukan Prestasi Akademis Terbaik
    Acapkali ketika menghadapi situasi yang buruk, kebanyakan dari kita merasa bahwa situasi ini akan terjadi selamanya. Pemahaman seperti ini akan berlanjut dengan turunnya semangat kita untuk berprestasi dan bahkan menjalani aktivitas kuliah apa adanya. Hal ini akan membahayakan diri kita sendiri.
    Sebenarnya situasi harga minyak turun ini bersifat sementara. Memang kita tidak mengetahui kapan harga minyak akan berubah, tetapi banyak ekonom migas mengatakan harga minyak akan membaik. Dan apakah kita akan menyia-nyiakan waktu belajar kita padahal situasi ini akan berubah?
    Untuk itu, tidak ada alasan untuk tidak menunjukan prestasi akademik terbaik kita. Jangan kendorkan semangat untuk menjadi yang terbaik dikelas. Prestasi kita itu ibarat bekal karir kita didunia pasca kampus. Makin bagus prestasi kita, maka makin besar pula potensi karir cemerlang kita selepas lulus.
  2. Mengambil Kuliah Master
    Terbatasnya lowongan kerja migas saat ini, sebenarnya membuka peluang kita untuk mencoba -kalau tidak terpaksa- untuk mengambil kuliah Master. Beberapa kawan saya bahkan mengatakan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil kuliah lagi sembari menunggu harga minyak kembali membaik.
    Sebenarnya, jika kita lihat orang-orang migas yang berkarir diluar negeri, kebanyakan bergelar master. Jika tidak percaya, cobalah lihat sendiri statistik di linkedin.com. Gelar master tidak hanya dibutuhkan seorang spesialis, tapi juga untuk orang-orang yang masuk ke level manajer.
    Saat ini banyak kampus didunia yang membuka beasiswa program studi tidak hanya terbatas pada teknik. Ada yang membuka program studi terkait dengan Ekonomi Migas, Bisnis Migas, bahkan dunia energi yang lebih umum. Ada banyak pilihan yang bisa kita ambil, untuk mempertajam keahlian kita.
  3. Mulai Berkarir di Perusahaan Migas “Lokal”
    Beberapa lulusan kampus ternama biasanya agak alergi untuk masuk kedalam perusahaan migas “lokal”. Maksud Lokal disini adalah perusahaan migas kecil-menengah, tidak dikenal namanya, dan bergaji kecil. Kebanyakan lulusan tersebut pasti membayangkan bisa masuk perusahaan migas yang bonafide termasuk beragam  fasilitasnya.
    Dalam situasi dunia migas saat ini, terkadang pilihan berkarir di Perusahaan Migas “Lokal” adalah opsi yang tidak buruk. Malahan, bisa jadi pilihan ini bukan pilihan yang bisa dipandang sebelah mata. Mengapa? Banyak perusahaan migas “lokal” yang tidak terpengaruh pada situasi global migas seperti saat ini. Jadi artinya, segala proses bisnisnya tetap berjalan lancar kendati harga migas terus turun. Tidak sedikit juga karyawan-karyawan disana juga mendapatkan benefit yang tidak kalah dengan benefit perusahaan migas besar.
    Diluar itu semua, sebenarnya berkarir di Perusahaan Migas “Lokal” juga memberi kesempatan kita untuk belajar berbagai macam hal yang tidak akan kita dapatkan diperusahaan besar. Kita bisa belajar dunia akuntansi migas, aset, HSE, SCM, SDM, dan dunia lainnya disamping bidang keahlian kita.
    Jika suatu saat kita pindah ke perusahaan yang lebih besar, maka saya yakin pengalaman tersebut akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan karir kita lebih cepat.
  4. Putar Haluan Karir
    Dari semua strategi yang saya berikan, mungkin ini yang paling ekstrim: Putar Haluan Karir. Buat yang tidak berani mencoba, mungkin jangan pernah melakukan hal ini. Tetapi buat orang yang berpikiran terbuka, mungkin hal ini bisa dicoba. Hehe.
    Jika kita melihat trend pekerjaan yang benefitnya setara dengan perminyakan, maka kita memutar haluan karir kita pada dunia konsultan, dunia tambang, atau dunia bank. Bahasan memutar haluan karir ini sendiri sebenarnya tidak bisa dilepaskan dengan passion diri kita. Buat saya, selama kita tetap senang dengan perubahan haluan karir kita, maka bisa dikatakan kita masih berada pada area passion kita. Tidak sedikit kawan-kawan saya yang sukses setelah memutar haluan karir mereka.
    Sebenarnya saya pun termasuk orang yang telah memutar haluan karir saya. Saya berusaha membangun perusahaan saya sendiri dan kembali kedaerah untuk membangun sektor energi daerah tersebut. Alhamdulillah, sampai saat ini saya tidak pernah menyesal dengan pilihan saya.
    Buat siapapun yang memutuskan memutar haluan karir, sebaiknya coba berkonsultasi dulu dengan beberapa kawan, orang tua, dan pasangan agar kita mendapatkan kesimpulan yang terbaik. Ada baiknya, saat memutar haluan karir kita juga memiliki seorang mentor. Mentor akan mengarahkan dan mendidik kita agar dapat terarah dengan baik dalam karir yang kita pilih.

 

Featured

Untukku

IMG_2350

Istri saya tidak terlalu suka musik. Tetapi dia pernah berkata bahwa dia suka dengan lagu Chrisye yang berjudul ‘Untukku’.

Walhasil saya langsung download lagu tersebut dari itunes di iphone saya. Dan mulailah lagu ini menjadi salah satu lagu favorit di playlist saya.

Kemana langkahku pergi
Slalu ada bayangmu
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti

Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku percaya hati kecilku
Kau takkan berpaling

Walau keujung dunia, pasti akan kunanti
Meski ke tujuh samudra, pastu ku kan menunggu
Karena ku yakin, Kau hanya untukku

Pandanglah bintang berpijar
Kau tak pernah tersembunyi
Dimana engkau berada
Disana cintaku

bagus liriknya ya say🙂

Featured

Membangun Benua Saya, Benuo Taka

Waktu itu mungkin akan jadi momentum yang tidak akan saya lupakan. Saya berdiri dihadapan Bapak Yusran Aspar, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) dan Wakilnya untuk mempresentasikan ide-ide saya untuk mengembangkan lapangan migas disana. Mungkin momen presentasi itu bisa dikatakan proses fit and proper test secara tidak langsung untuk mencari kandidat pemimpin divisi usaha bidang migas dari BUMD daerah PPU. Saya masih ingat kata-kata Pak Yusran, “Kamu siap buat membangun daerah?”, tanpa ragu sedikitpun saya mengatakan “Insya Allah, saya siap Pak. Mohon dukungannya.”

Sejak dahulu saya punya cita-cita untuk punya kontribusi besar untuk negeri ini. Saya terinspirasi oleh kisah Erdogan sang Presiden Turki yang memulai kontribusi besarnya dari memimpin Istanbul. Lalu, kisah Ahmad Dinejad menjadi walikota Teheran dulu baru memimpin Iran. Atau cerita Vladimir Putin yang memulai karirnya sebagai Direktur Badan Intelejen Rusia sebelum menjadi Presiden Rusia. Dari inspirasi itu, akhirnya saya punya keyakinan bahwa prestasi besar adalah kumulasi dari prestasi-prestasi kecil yang konsisten. Untuk membangun negeri ini, kita harus berpikir besar dan memulainya dengan tindakan sekecil apapun. Inilah keputusan saya: membangun negeri ini dari daerah saya sendiri: Kalimantan Timur.

Dan babak baru kehidupan saya pun dimulai. Setelah saya resign dari salah satu perusahaan Multi National Company migas lama saya, cukup banyak kawan-kawan yang bertanya dan ada pula yang memandang sebelah mata keputusan dari saya. Rata-rata pertanyaannya seperti ini: kok bisa ya saya rela meninggalkan fasilitas kesehatan, fasilitas pembelian rumah, fasilitas bergengsi untuk bekerja di gedung yang tinggi, dan malah memilih sebuah perusahaan daerah yang notabene jauh dari fasilitas itu dan kental dengan ketidakprofesionalannya. Kok Bisa?

Sebenarnya tidak ada yang kurang dari perusahaan saya yang lama: Vico Indonesia. Tiga hal yang biasanya menjadi perhatian seseorang untuk menetap disebuah perusahaan: Lingkungan Kerja, Karir, dan Benefit, sudah saya dapatkan disana. Malahan saya benar-benar meras sangat bersyukur bisa kerja disana dengan berbagai pengalaman yang ada mulai dari field engineer, well intervention engineer, petroleum engineer, sampai facility enginer. Dan saya malah merekomendasikan pada para lulusan mula yang mau bekerja di industri migas memilih Vico Indonesia sebagai tempat kerja bagi mereka yang ingin mendapatkan pengetahuan yang luas mengelola lapangan migas yang sudah mature dan tentu saja remunerasi yang tinggi😉. Namun kata-kata Steve Jobs terus mengaung ditelinga saya “Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition.”  Namun passion saya untuk membangun daerah dan merintis usaha sendiri tidak dapat saya elakkan lagi. Sejak tahun 2014 saya menjadi General Manager dari Perusda Benuo Taka (selanjutnya menjadi Direktur PT Benuo Taka Wailawi setelah spin off menjadi perseroan terbatas http://www.wailawi.com) bersama teman-teman lain disana.

Selama memimpin PT Benuo Taka Wailawi alhamdulillah ada banyak capaian yang belum pernah dicapai pada masa kepengurusan sebelumnya. Namun tidak dielakkan juga beberapa evaluasi saya dapatkan dari pemerintah daerah selaku pemegang saham maupun DPRD yang turut mengawasi kinerja perusahaan secara tidak langsung. Insya Allah perusahaan ini akan terus berbenah agar dapat mencapai tujuan utamanya tercapainya kemandirian energi daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah. (cerita ini akan saya tuliskan pada kesempatan berikutnya).

Tak lupa pula saya ucapkan sebesar-besarnya pada Vico Indonesia beserta seluruh tim-tim yang telah bekerja sama dengan saya selama hampir 4 tahun kebelakang ini. Semoga Vico Indonesia bisa berkembang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Saya minta izin untuk membangun benua saya, Benuo Taka.

Production Engineering Software

FeaturedProduction Engineering Software

I ever write this post five years ago and get it in broken links yet. So I rewrite this post with new link in my personal dropbox. So I post some of Petroleum Production Engineering Softwares in excel mode, that I make when I studied in college. Hopefully, this post can help you to calculate all of your interests in petroleum production engineering. Feel free to give me a couple feedbacks if it need to be improved.

These are the lists:

Bab Oil Properties
Brill-Bregs_Z.xls
OilProperties.xls
MixingRule.xls
Hall-Yarborogh.xls
Carr-Kobayashi-Burrows-GasViscosity.xls

Bab Wellbore Performance
AverageTZ.xls
Guo-GhalamborBHP.xls
HagedornBrownCorrelation.xls
Poetmann-CarpenterBHP.xls

Bab Choke Performance
GasDownChokePressure.xls
GasUpChokePressure.xls

Bab Well Performance
WellheadNodalOil-HB.xls
WellheadNodalOil-GG.xls
WellheadNodalGas-SonicFlow.xls
BottomHoleNodalGas.xls
BottomHoleNodalOil-PC.xls
BottomHoleNodalOil-HB.xls
BottomHoleNodalOil-GG.xls
WellheadNodalOil-PC.xls

How to download :

  1. Please click this: my dropbox
  2. Click Unduh/Download.
  3. Last, please click Unduh sebagai .zip/ Download as .zip
  4. Finished 🙂

Persebaran Profesional Migas Indonesia

FeaturedPersebaran Profesional Migas Indonesia

Tidak sedikit banyak mahasiswa yang bertanya di ask.fm atau di twitter saya secara langsung yang intinya adalah tentang bagaimana prospek jurusan anu di industri migas. Jujur, saya bingung harus menjawab apa. Saya tidak bisa menjawabnya secara kuantitatif karena saya tidak tahu metode perhitungannya seperti apa. Saya pun juga bingung ketika saya harus menjawabnya secara kualitatif, karena saya sering mendapatkan pertanyaan yang sama sehingga terjadi pengulangan jawaban.

Baru-baru ini saya mendapatkan hal bagus dan bisa memberikan gambaran tentang persebaran profesional migas Indonesia dari berbagai kampus Indonesia. Iseng-iseng saya menggunakan fitur dari linkedin disini, Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan dari kawan-kawan yang sangat berminat untuk masuk ke industri migas.

Jadi melalui hal tersebut, kita dapat mengetahui persebaran para alumni kampus Indonesia berdasarkan tempat dia bekerja, perusahaan dia bekerja, dan bidang apa dia bekerja di industri migas. Dengan demikian, kita dapat mengetahui dengan mudah persebaran secara statistik setiap kampus di Indonesia secara menyeluruh.

Jadi kalau misalkan ada yang bertanya, seberapa banyak alumni kampus X bekerja di Indonesia? Perusahaan apa saja? dan bidang apa saja? semoga statistik yang dibuat oleh linkedin ini dapat membantu kawan-kawan sekalian untuk mengobati rasa penasaran terhadap dunia migas Indonesia dan dunia.

Sebagai contoh awal, berikut ini saya tampilkan grafik persebaran dari alumni kampus saya sendiri yang telah berkecimpung di industri migas, Institut Teknologi Bandung (ITB). Jika dilihat gambar, tedapat tiga kolom dimana kolom satu menjelaskan tentang lokasi tempat para alumni sekarang bekerja, kolom kedua menjelaskan statistik nama perusahaannya, dan kolom ketiga menjelaskan bidang pekerjaannya. (klik gambarnya untuk memperbesar)

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

ITB

Selanjutnya, terlampir statistik persebaran untuk alumni kampus lainnya. Saya melampirkan statistik alumni Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Trisakti, dan Universitas Indonesia (UI) yang kini berkarir didunia migas di Indonesia dan dunia.

UNIVERSITAS GAJAH MADA

UGM

UNIVERSITAS PADJAJARAN

Unpad

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL

UPN

UNIVERSITAS TRISAKTI

Trisakti

UNIVERSITAS INDONESIA

UI

Sekian tulisan saya kali ini. Semoga bisa bermanfaat untuk semua teman-teman yang membutuhkannya ya. Jika ada permintaan untuk kampus lainnya, silakan menuliskan komentarnya ditulisan ini ya. []

Catatan 14: Itukah Passion-mu?

FeaturedCatatan 14: Itukah Passion-mu?

Jangan pernah lupa bersyukur ketika kita menemukan passion kita. Kenapa? Karena tidak semua manusia diberi “izin Tuhan” untuk menemukannya. Passion bisa membuat orang menjadi gila. Tentu gila yang dimaksud bukan berada pada kondisi pikiran orang yang sinting. Gila yang saya maksud adalah sebuah cara berpikir dan tindakan yang melebihi cara bepikir dan tindakan orang biasa. Mereka bisa saja melakukan hal-hal yang sama seperti orang kebanyakan: melakukan sesuatu seperlunya dan sekena-nya. Tapi mereka memilih jalan yang lain, jalan hidup yang jarang orang lain mau lewati. Kerja keras tanpa paksaan.

Pernahkah kamu menemukan orang yang dengan gilanya mempelajari sesuatu hingga mencapai apa yang dia cari? pernahkah kamu menemukan orang yang dengan gilanya berkeliling mencari investor untuk membiayai bisnisnya? atau pernahkah kamu menemukan orang yang rela tidak tidur untuk mengerjakan sesuatu yang disenanginya? Kalau pernah, berarti kamu telah bertemu dengan salah seorang yang telah diberi izin Tuhan bertemu dengan Passion-nya. Ini bukan masalah mereka gila pekerjaan atau gila waktu. Ini adalah masalah visi yang tidak akan pernah bisa dilihat oleh orang biasa-biasa saja.

Sejarah telah menunjukan bahwa orang-orang yang selalu memiliki passion-lah yang akan jadi penguasa didunia ini. Mari belajar pada salah satu pelakon tersebut. Belum lama ini misalnya, kita dikejutkan oleh seorang warga Cina, Jack Ma, yang menjadi salah satu orang paling kaya di Cina karena Alibaba Group-nya. Sebagai informasi, Alibaba Group adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang e-commerce yang kini dlirik oleh seantero dunia.

Kalau saja kita ulang sedikit masa sulit Jack Ma diawal membangun raksasa perusahaannya, mungkin bisa saja kita termasuk orang-orang yang mengatakan bahwa ide Jack Ma itu adalah omong kosong dimasa lalu. Buat orang-orang yang passion-nya lemah -atau bahkan tidak punya-, mereka tidak akan bisa melihat masa depan yang jelas dibandingkan dengan Jack Ma. Betapa tidak, ada banyak raksasa bisnis yang sudah menjamur dan rasa-rasanya tidak akan mungkin tersaingi diwaktu itu. Untung saja masih ada manusia seperti Jack Ma yang punya passion didalam hidupnya. Visi dan passion dari lelaki kurus ini terekam jelas dalam pidatonya seperti dibawah ini:

jack ma quote

Telah gamblang dia sebutkan bahwa “This change is an opportunity for everyone. Grab this chance”. Perubahan ini adalah kesempatan semua orang, maka genggamlah kesempatan itu. Mungkin semua orang tahu bahwa kesempatan itu ada, tapi tidak semua orang mau menggenggamnya. Ada yang merasa bahwa mereka tidak mampu, ada yang merasa tidak yakin, dan bahkan yang lebih parah adalah orang yang tidak sempat tahu dan baru menyesal dikemudian hari.

Jika kita mau jujur kepada hati sendiri, saya yakin kita pasti punya keinginan terhadap sesuatu. Namun kebanyakan keinginan ini pupus sejak dalam pikiran. Artinya keinginan itu lenyap seiring dengan adanya rutinitas yang membentuk realita berpikir kita. Passion kita tergerus sebelum menjadi tumbuh dan mengakar. Selalu saja ada alasan yang membuat kita menjauhkan “izin Tuhan” bertemu dengan passion kita.

Kebiasaan menunda, kebiasaan menggampangkan sesuatu, kebiasaan melepas kesempatan yang hadir disetiap hari kita. Semua hal itu memupuk sedikit demi sedikit dalam pikiran hingga menjadi penghalang untuk menjemput Passion kita. Persis seperti batu-batu kecil yang secara tidak sadar kita tumpuk hingga akhirnya menjadi tembok buat diri kita sendiri.

Sebagai akhir, saya ingin mengutip kata-kata ekonom Inggris abad ke-19 Nassau William Senior “Menjauhkan diri dari kenikmatan yang bisa kita rasakan atau mendahulukan hasil jauh di masa depan ketimbang saat ini adalah salah satu pemerasan tenaga paling sulit dari keinginan manusia.” Tulisan ini sebenarnya ingin saya tujukan secara khusus pada diri saya sendiri, sebagai pengingat dan pemacu semangat passion saya sendiri. Saya ingin memeras tenaga saat ini untuk mendapatkan hasil masa depan yang lebih baik. Mudah-mudahan tulisan ini juga bisa ditujukan buat teman-teman semua pembaca blog ini juga.

Semoga bermanfaat []

Mengulik Ruang Fiskal Subsidi BBM Indonesia

FeaturedMengulik Ruang Fiskal Subsidi BBM Indonesia

Kemenangan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia ketujuh membawa sebuah harapan baru. “Revolusi Mental” dan “Jalesveva Jayamahe”(justru dilaut kita jaya) menjadi sebuah semangat baru untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Adapun di sektor energi, Presiden pun mulai mengulik ramuan baru (atau bisa jadi ramuan lama, namun tak terimplementasi) untuk membangun sebuah kemandirian energi di negeri kita sendiri.

Berbicara tentang energi di Indonesia tentu kita tidak akan lepas dari berbicara tentang kementrian ESDM. Selama ini negeri kita tidak pernah menjadi seorang pemain dalam bisnis migas. Padahal Indonesia memiliki potensi sebagai pembeli yang sangat besar. Yang terjadi saat ini adalah sebagian besar kebutuhan produk hilir berasal dari impor. Potensi hilir Industri migas kita tidak tumbuh. Hampir semua jasa industri migas didapatkan dari pihak asing.

Apa penyebab dari masalah ini? Masalah ini berasal dari keterbatasan ruang fiskal APBN untuk melaksanakan program yang telah direncanakan. Kita ketahui bersama bahwa program untuk menambah kilang minyak dan pengembangan sumber daya alam terbarukan masih berjalan sangat lambat. Ruang fiskal ini terbatasi oleh biaya rutin yang selalu mendapatkan porsi besar dalam APBN.

gambar 1

Dalam APBN 2015, mentri keuangan (sekarang sudah mantan) Chatib Basri mengatakan bahwa target defisit anggaran mencapai Rp245,9 triliun atau 2,21 persen terhadap PDB. Target defisit anggaran tahun 2015 itu, mengalami penurunan sebanyak Rp11,7 triliun dari yang diusulkan dari draf awal RUU APBN 2015 sebesar Rp257,6 triliun atau setara 2,32 persen terhadap PDB. Dan ruang fiskal tadi, pemerintahan SBY menyisakan 0,18 persen saja atau sekitar 20 triliun untuk pemerintahan baru tanpa menaikkan BBM.

gambar 2

Jika berkaca pada postur APBN tahun 2015 ini, ada salah satu pos yang dianggarkan paling besar: subsidi BBM (414,7 T atau sebesar 20% dari total APBN). Andaikan pos subsidi BBM dikurangi maka pada waktu bersamaan harus ada kebijakan nyata dibidang Migas khususnya mekanisme import BBM yang efisien dan khususnya kemampuan refinery dalam negeri. Andaikan bisa dihemat 10% saja belanja rutin maka akan ada tambahan ruang fiskal sebesar Rp.200 triliun.

gambar 3

Tidak bisa dipungkiri bahwa subsidi BBM tidak serta merta dikarenakan kebutuhan negeri dua kali lipat dari kemampuan produksi saja. Tetapi perlu ada evaluasi dan efisiensi dari bagaimana impor BBM itu sendiri. Selama ini mekanisme untuk membeli BBM dari luar negeri ada dua: Government to Government langsung dari pertamina korporat melalui Integrated Supply Chain Management (ISCM atau sering disingkat ISC saja) dan Business to Business melalui Petral.

ISC menggabungkan fungsi pengadaan minyak mentah dan BBM yang sebelumnya terpisah di bawah kewenangan Direktorat Pengolahan dan Direktorat Pemasaran dan Niaga. ISC bisa memesan minyak melalui Petral secara periodik ataupun langsung membeli minyak seperti ke Saudi. ISC tetap menentukan pemenang dan penetapan harga dalam tender Petral.

Keberjalanan bisnis Petral sangat tergantung dengan posisi ISC Pertamina, karena dari impor ekspor ‘requistion’ volume, ‘schedule’, jenis, term and condition, semua keputusan terletak di tangan ISC Pertamina. Posisi Petral untuk pengadaan  import crude oil dan BBM mulai dari seluruh proses pengadaan sampai persetujuan pemenang dan harga semuanya melewati persetujuan ISC Pertamina.

Di sisi lain Petral hanya melakukan import Crude dan product BBM kepada tiga pihak, National Oil Company (NOC), International Oil Company (MOC) dan Producer/Refiner bukan pada trader lagi, seperti yang di asumsikan ke publik selama ini. Petral membeli bensin Premium setiap bulan lebih dari 8 juta barrel. Supplier yang sering memenangkan tender bensin Premium adalah Arcadia, Total, Glencore, Vitol, Concord, Verita, Gunvor, PPT, Kernel, Bp, Unipec, Petrocina, Petronas, Shell, Trafigura, SK, Conoco.

 Sebagai terobosan baru pemerintahan baru Indonesia, Jokowi telah melakukan terobosan untuk membeli langsung minyak dari Angola melalui Sonangol hingga secara hitungan kasar bias menghemat sekitar 11 triliun rupiah. Minyak Angola adalah tipe minyak dahlia (39 API) dan kuito (31 API) yang masih kompatibel dengan kilang minyak di Indonesia yang selama ini mendapat pasokan dari Arab light (Saudi) dan Azeri (Azerbaijan) yang dibeli langsung juga melalui mekanisme ISC.

Still Continuing…

Tetapi Benarkah?

FeaturedTetapi Benarkah?

Tetapi Benarkah?
Ketika sekali aku percaya hati
Akan menjadi sebuah jawab 
Yang kucari selama seperempat abad ini.

Tetapi Benarkah?
Ketika kutemukan seorang dari rentetetan kata
Kuukirkan semua itu pada apa yang kusebut jiwa
Sambil berharap, juga berpayah selama ini

Tetapi Benarkah?
Waktu dentang diriku akan tiba sebentar lagi
Detik-detik yang kini tlah berbeda
Detak-detak yang tak menentu
Tuhan tampaknya sudah mau mengetok palu-Nya.

Featured

Menulis Lagi

Lagi-lagi saya harus mengatakan pada diri saya sendiri, “susah banget sih kamu buat konsisten menulis lagi Yan!”. Benar saja, blog ini sudah saya telantarkan dari Juni lalu. Walaupun saya telantarkan demikian lama, saya terus memantau pengunjung blog ini. Dan kabar gembiranya setiap hari masih saja tetap ada yang mengunjungi blog saya loh, kira-kira ada 600-an  pengunjung padahal saya tidak menulis apa-apa.

Kembali pada concern saya untuk menulis. Jika saya ingat-ingat kembali ke beberapa tahun silam, saya masih ingat bahwa sebenarnya blog ini lahir karena tugas dari lembaga beasiswa yang memberi saya beasiswa sampai lulus, PPSDMS Nurul Fikri. Saya pun membuat blog ini awalnya hanya dalam rangka memenuhi hal tersebut, gak ada maksud tambahan. Tapi rupanya Allah berkehendak lain. Dia masih menitipkan hobi menulis ini terus-terusan hingga jadilah blog seperti yang kalian baca saat ini.

Entah kenapa, malam ini saya merasa bahwa momentum yang tepat untuk kembali mengisi blog ini. Ya tepat! Ada banyak momentum-momentum didepan yang ingin saya abadikan dan saya bagi untuk sesama. Ada banyak ide pikiran segar didalam otak yang ingin saya dokumentasikan disini. Ada banyak perjalanan diwaktu lalu yang saya rasa, sayang banget kalau hanya tersimpan dalam memori kamera saya. Dan banyak lagi. Syukur-syukur ada bagian dari blog ini yang bisa dibukukan dan bisa melipatkan manfaat buat sekitar saya.

Singkat katanya, saya ingin menulis lagi🙂 []

The Best Petroleum Engineering

FeaturedThe Best Petroleum Engineering

Berikut ini adalah 10 perguruan tinggi yang yang mempunyai jurusan teknik perminyakan terbaik di dunia.

 

10. Heriot-Watt University

 10

Universitas ini terletak di Inggris, Universitas Heriot-Watt telah dikenal dalam menghasilkan insinyur perminyakan terbaik di dunia. Pada kenyataannya, Jurusan Teknik Perminyakan universitas ini merupakan salah satu yang terbaik di seluruh dunia. Hal ini juga diakui untuk prestasi yang luar biasa dengan yang diberikan penghargaan oleh salah satu jenderal pendidikan tinggi di negara tersebut. Siswa melakukan berbagai karya penelitian dalam teknik perminyakan terutama penelitian mengenai pemulihan ekonomi hidrokarbon yang membuat universitas Heriot-Watt terkenal.

9. University of Tulsa

  9

Universitas Tulsa ini yang berada di Oklahoma ini patut berbangga pada McDougall School of Petroleum Engineering dimana siswa-siswa yang sedang dipersiapkan  untuk menjadi insinyur perminyakan profesional adalah orang-orang yang mempunyai prestasi akademik ataupun non akademik yang sangat baik. Universitas ini juga berfungsi sebagai tempat pelatihan yang baik bagi mereka yang ingin melanjutkan untuk gelar yang lebih tinggi di bidang teknik perminyakan. Selain gelar sarjana, Universitas ini juga menawarkan gelar Master di Teknik dan Master di bidang Ilmu serta Ph.D. program. The McDougall Sekolah Teknik Perminyakan terakreditasi oleh ABET. Siswa di Universitas ini diharapkan dapat membuat karya penelitian lebih lanjut dan penerapan teknologi modern dalam kegiatan eksperimental yang kebanyakan melibatkan pengeboran dan teknik reservoir.

8. University of Stavanger

 8

Terletak di Norwegia, University of Stavanger adalah rumah dari Para peneliti di Norwegia. Ini adalah tempat penelitian teknik perminyakan dan pembangunan. Bahkan, lembaga ini selalu digunakan oleh instansi swasta dan pemerintah ketika datang ke penemuan dan produksi minyak ekonomi. Sementara itu, sekolah memiliki Departemen Teknik Perminyakan yang mengawasi pelatihan dan pengembangan akademik mahasiswa teknik perminyakan. Sekolah ini mempunyai perhatian khusus pada teknik pengeboran, teknik gas alam, investasi dan analisis keputusan, minyak bumi geosains, teknik produksi dan teknik reservoir. Departemen ini memiliki 60 instruktur dan staf yang memberikan ajaran kepada mahasiswa sarjana, Master dan gelar Doktor.

7. Al-Habeeb College of Engineering and Technology

 7

Universitas ini adalah salah satu kebanggaan India ketika datang ke tempat  pelatihan akademis rekayasa minyak. Di sini, siswa yang diajarkan berbagai strategi, analisis, eksperimen dan teori dalam teknik perminyakan. Mahasiswa lulusan sekolah ini banyak diminta untuk bekerja di perusahaan minyak bumi besar di dunia. Fakultas Teknik dan Teknologi Al-Habeeb memberikan fokus pada geologi, petro fisikawan, geofisika, evaluasi formasi, teknik produksi, teknik pemboran, stimulasi waduk, metode pengukuran eksperimental, teknik reservoir, termodinamika dan mekanika fluida. Sekolah juga memiliki hubungan baik dengan berbagai minyak / minyak perusahaan swasta dimana siswa yang pada akhirnya dapat menemukan pekerjaan setelah lulus.

6. Universiti Teknologi Petronas

 6

Universitas yang berada di negara tetangga Indonesia ini dimiliki oleh Perusahaan Petronas yang terkenal di Malaysia, Universiti Teknologi Petronas memiliki kampus seluas 4km2 yang terletak di Bandar Seri Iskandar, Tronoh, Perak, Malaysia. Sekolah ini terkenal dengan pelatihan teknik perminyakan dan akademis mengajar yang sangat baik. Siswa tidak akan sulit mencari pekerjaan setelah lulus karena mereka selalu dapat memilih untuk bekerja dengan Petronas, menjadi perusahaan minyak nasional Malaysia. Universiti Teknologi Petronas adalah salah satu universitas terbaik di Asia dandan banyak dipertimbangkan banyak orang, termasuk orang Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah di Malaysia.

5. Marietta College

 5

The Marietta College menempati jurusan teknik perminyakan terbaik selanjutnya. Jurusan yang  terakreditasi oleh Komite Akreditasi Rekayasa dan menduduki peringkat kesembilan di Amerika sebagai salah satu sekolah teknik perminyakan terbesar di dunia. Jurusan ini sedang ditunjang oleh instruktur dan organisasi yang ahli dalam bidang penelitian dan pengembangan rekayasa perminyakan. Sekolah ini juga menawarkan jaminan kerja yang tinggi dimana siswanya setelah lulus  mereka akan mulus dalam karir teknik perminyakan mereka.

4. Petroleum Institute

 4

Didirikan pada tahun 2001, Institut Petroleum terletak di Sas Al Nakhl, Abu Dhabi. Selain kursus teknik perminyakan, sekolah juga menawarkan gelar sarjana di bidang teknik lain seperti Metalurgi dan Polimer Science and Engineering dan Geosciences Petroleum. Gelar Master di Teknik dan Sains program juga tersedia dalam sekolah ini. The Petroleum Institute terkenal di seluruh dunia dengan Abu Dhabi National Oil Company yang salah satu sponsor utama. Siswa mendapatkan laboratorium modern dan fasilitas sekolah yang lengkap dengan teknologi modern state-of-the-art modern. Sekolah ini terakreditasi dengan Departemen Uni Emirat Arab ‘Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah dan berafiliasi dengan University of Maryland dan Colorado School of Mines.

3. University of New South Wales

 3

Terletak di Australia, University of New South Wales telah lama dikenal dengan jurusan teknik perminyakannya,  Pada dasarnya permintaan dari industri minyak sejauh ini masih belum mencukupi karena sumber daya manusia yang bersangkutan masih sedikit. oleh karena itu universitas ini didirikann pada tahun 1985, University of New South Wales telah menghasilkan individu brilian yang unggul di bidang teknik perminyakan. Pengerjaan cepat terjamin untuk lulusan sebagai sekolah berafiliasi dengan industri minyak bumi Australia. Sekolah Teknik Perminyakan sedang dipertimbangkan untuk menjadi lembaga tertua dan terbaik yang menawarkan sarjana dan pascasarjana di bidang teknik perminyakan.

2. Curtin University

 2

Masih berlokasi di Australia, Universitas Curtin adalah rumah staf fakultas kelas tinggi yang menyediakan ajaran kualitas terbaik dan pelatihan kepada mahasiswa yang tertarik dengan bidang teknik perminyakan. Sekolah juga menawarkan program-program lanjutan dan berafiliasi dengan perusahaan minyak besar dan lembaga di seluruh dunia. Siswa dikarantina di tempat pelatihan terutama pada pusat minyak sekolah.

1. Colorado School of Mines

 1

Colorado School of Mines sedang dipertimbangkan untuk menjadi universitas dengan jurusan teknik perminyakan terbaik di dunia. Teknik Perminyakan di universitas ini memiliki reputasi dunia untuk menjadi yang terbaik dalam penelitian dan pengembangan pelatihan teknik perminyakan . Siswa dilatih secara ekstensif dan termotivasi untuk menjadi insinyur perminyakan terbaik di masa depan. Ditambah dengan pelatihan brilian, siswa juga memperoleh manfaat fasilitas kelas dunia sekolah dan teknologi yang sangat modern. Dengan ini, industri dapat mengharapkan lulusan Colorado School of Mines menjadi setara dengan apa kebutuhan industri saat ini.

Featured

Ditegur Allah

Dalam sesekali keseharian saya, pernah saya mendapati ada saja kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana saya. Misalkan mau pergi jam sekian ternyata jadinya jam sekian ++, ada barang saya yang tertinggal karena saya lupa, atau seringkali saya merasakan ada saja rintangan yang seharusnya tidak muncul jika saya lebih teliti. Secara logika, bisa saja saya berasumsi bahwa perencanaan saya yang kurang baik, “poor planning” dalam istilah manajemennya. Tapi saya rasa penyebabnya adalah lebih dari itu.

“Ditegur”. Saya meyakini bahwa saya sedang ditegur waktu itu. Bukan ditegur oleh atasan saya, bukan rekan saya, dan bukan orang tua saya. Saya rasa saya sedang ditegur oleh Allah. Saya tidak tahu apakah para sahabat juga pernah merasakan apa yang saya alami atau tidak, tapi kenyataannya demikian yang saya alami. Setiap ada amal harian yang kurang dalam satu hari saya, maka teguran itu pasti hadir. Semakin banyak amalan yang saya tinggalkan, maka semakin “jelas” tegurannya.

Teguran yang terakhir terjadi tadi malam. Karena saya terlalu lelah mengendarai mobil, akhirnya saya putuskan untuk pulang dari Rancaekek menuju Jakarta dengan menggunakan bus PrimaJasa. Tidak ada hal yang terjadi saat menuju Jakarta, saya masih bisa membaca-baca email dan berita online lewat ipad saya. Sesampainya di UKI Jakarta, saya melanjutkan perjalanan pulang saya ke apartemen dengan menggunakan Taxi.

Dan teguran pun dimulai setelah saya turun dari taxi. Biasanya, saya selalu mengencek semua barang-barang saya terlebih dahulu sebelum keluar dari taxi. Tapi rupanya tadi malam Allah menegur dengan menghilangkan ingatan saya untuk melakukan hal tersebut. Baru beberapa detik setelah saya turun, saya coba merogoh-rogoh kantong saya tempat dimana HP selalu tersemat. Dan ternyata kantong tersebut kosong. Singkat kata: HP saya tertinggal didalam taxi tepat tengah malam.

Parahnya, sepanjang perjalanan saya tertidur didalam taxi dan saya tidak mencatat nomor dan nama driver taxi tersebut. Jadi lengkaplah sudah teguran Allah buat saya di hari itu. Bisa saja waktu itu saya langsung mengikhlaskan kepergian HP tersebut untuk selama-lamanya karena saya tidak memiliki informasi apa-apa. Tapi itu bukanlah sifat saya membiarkan sesuatu hilang begitu saja. Saya yakin dibalik teguran itu, pasti akan ada kemudahan dari Allah jika kita mau berusaha.

Saya coba bergerilya bertanya driver taxi sekitar. Dan Alhamdulillah ternyata ada satu driver yang mengenali pool asal taxi yang saya naiki itu (ada di pool PondokGede), tetapi dia tidak mengingat nomor taxinya. Langsung saja saya meminta driver tersebut mengantar saya ke pool PondokGede. Sesampainya disana, saya diarahkan oleh pihak security menuju ke ruangan operation. Tampak disana terdapat dua operator yang tetap ramah melayani, walau saya meyakini jam dua malam bukanlah waktu yang tepat untuk bertamu. Saya ceritakan apa yang saya alami, dan mereka pun mulai memperlihatkan foto driver satu-persatu kepada saya.

Saya sudah merasa seperti detektif dadakan yang mencari DPO waktu itu. Dan kemudahan Allah pun tiba, saya mendapatkan foto driver, nomor pribadi, beserta nomor identitas taxinya. Saya kontak langsung driver bersangkutan dan driver itu pun baru sadar ada HP tertinggal dibelakang karena HP saya dalam keadaan mati. Singkat cerita, akhirnya kami bertemu kembali didepan gapura apartemen saya, dan HP saya pun bisa dikembalikan secara utuh. Praise to God.

Akhirnya saya bisa pulang dengan lega karena HP saya telah ditemukan. Saya menyadari bahwa di hari itu memang ada amalan yang biasa dilakukan, tetapi tidak saya lakukan karena saya tidak menyempatkan melakukannya. Dan pada hari itu pun saya banyak-banyak bersyukur pada Allah masih menegur saya.

Saya meyakini bahwa Allah masih menyayangi saya lewat teguran-tegurannya. Allah masih ingin saya tetap berada dalam tingkat keimanan yang biasanya selalu saya jaga. Akhir kata, saya menutup malam tersebut dengan doa: Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang bisa terus istiqomah dalam ibadah dan amalan.[]

Featured

Pidato Muhammad Yunus di MIT

yunusatmitGood Morning:

It as a very special privilege for me to speak at the commencement ceremony of this prestigious institution.

What a wonderful feeling to be here today. To be with all of you, some of the brightest minds in the world, right at a moment when you decide the path you will embark on in life. You represent the future of the world. The choices that you will make for yourself will decide the fate of mankind. This is how it has always been. Sometimes we are aware of it, most of the time we are not. I hope you’ll remain aware of it and make an effort to be remembered not simply as a creative generation but as a socially-conscious creative generation. Try it.

I had no idea whether my life would someday be relevant to anyone else’s. But in the mid-seventies, out of frustration with the terrible economic situation in Bangladesh I decided to see if I could make myself useful to one poor person a day in the village next door to the university campus where I was teaching. I found myself in an unfamiliar situation. Out of necessity I had to find a way out. Since I did not have a road-map, I had to fall back on my basic instinct to do that. At any moment I could have withdrawn myself from my unknown path, but I did not. I stubbornly went on to find my own way. Luckily, at the end, I found it. That was microcredit and Grameen Bank.

Now, in hindsight, I can joke about it. When people ask me, “How did you figure out all the rules and procedures that is now known as Grameen system ?” My answer is : “That was very simple and easy. Whenever I needed a rule or a procedure in our work, I just looked at the conventional banks to see what they do in a similar situation. Once I learned what they did, I just did the opposite. That’s how I got our rules. Conventional banks go to the rich, we go to the poor; their rule is — “the more you have, the more you get.” So our rule became — “the less you have higher attention you get. If you have nothing, you get the highest priority.” They ask for collateral, we abandoned it, as if we had never heard of it. They need lawyers in their business, we don’t. No lawyer is involved in any of our loan transactions. They are owned by the rich, ours is owned by the poorest, the poorest women to boot. I can go on adding more to this list to show how Grameen does things quite the opposite way.

Was it really a systematic policy æ to do it the opposite way ? No, it wasn’t. But that’s how it turned out ultimately, because our objective was different. I had not even noticed it until a senior banker admonished me by saying : Dr. Yunus, you are trying to put the banking system upside down.” I quickly agreed with him. I said : “Yes, because the banking system is standing on its head.”

I could not miss seeing the ruthlessness of moneylenders in the village. First I lent the money to replace the loan-sharks. Then I went to the local bank to request them to lend money to the poor. They refused.

After months of deadlock I persuaded them by offering myself as a guarantor. This is how microcredit was born in 1976. Today Grameen Bank lends money to 7.5 million borrowers, 97 per cent women. They own the bank. The bank has lent out over $ 7.0 billion in Bangladesh over the years. Globally 130 million poor families receive microcredit. Even then banks have not changed much. They do not mind writing off a trillion dollars in a sub-prime crisis, but they still stay away from lending US $ 100 to a poor woman despite the fact such loans have near 100 per cent repayment record globally.

While focusing on microcredit we saw the need for other types of interventions to help the rural population, in general, and the poor, in particular. We tried our interventions in the health sector, information technology, renewable energy and on several other fronts.

Since we worked with poor women, health issue quickly drew our attention. We introduced health insurance. We succeeded in developing an effective healthcare program based on health insurance, but have not been able to expand this program because of non-availability of doctors. Doctors are reluctant to stay in the villages. (It has become such a big bottleneck that we have now decided to set up a medical college to produce doctors.) Under the program a villager pays about US $ 2.00 a year as health insurance premium, to get health coverage for the entire family. Financially it is sustainable.

I became a strong believer in the power of information technology to change the lives of the poor people. This encouraged me to create a cell-phone company called Grameen Phone. We brought phones to the villages of Bangladesh and gave loans to the poor women to buy themselves cell-phones to sell their service and make money. It became an instant success.

Seventy percent of the population of Bangladesh do not have access to electricity. We wanted to address this issue by introducing solar home system in the villages. We created a separate company called Grameen Shakti, or Grameen Energy. It became a very successful company in popularising solar home system, bio-gas, and environment-friendly cooking stoves. It has already reached 155,000 homes with solar home systems, and aims to reach one million homes by 2012. As we started creating a series of companies around renewable energy, information technology, textile, agriculture, livestock, education, health, finance etc, I was wondering why conventional businesses do not see business the way we see it. They have different goals than ours. We design our businesses one way, they design theirs in another way.

Conventional businesses are based on the theoretical framework provided by the designers of capitalist economic system. In this framework ‘business’ has to be a profit-maximizing entity. The more aggressively a business pursues it, the better the system functions æ we are told. The bigger the profit, the more successful the business is; the more happy investors are. In my work it never occurred to me that I should maximize profit. All my struggle was to take each of my enterprises to a level where it could at least be self-sustaining. I defined the mission of my businesses in a different way than that of the traditional businesses.

As I was doing it, obviously I was violating the basic tenet of capitalist system æ profit maximization. Since I was engaged in finding my own solution to reach the mission of my business, I was not looking at any existing road maps. My only concern was to see if my path was taking me where I wanted to go. When it worked I felt very happy. I know maximization of profit makes people happy. I don’t maximize profit, but my businesses are a great source of my happiness. If you had done what I have done you would be very happy too! I am convinced that profit maximization is not the only source of happiness in business. ‘Business’ has been interpreted too narrowly in the existing framework of capitalism. This interpretation is based on the assumption that a human being is a single dimensional being. His business-related happiness is related to the size of the profit he makes. He is presented as a robot-like money-making machine.

But we all know that real-life human beings are multi-dimensional beings æ not uni-dimensional like the theory assumes. For a real-life human being money-making is a means, not an end. But for the businessman in the existing theory money-making is both a means and also an end.

This narrow interpretation has done us great damage. All business people around the world have been imitating this one-dimensional theoretical businessman as precisely as they can to make sure they get the most from the capitalist system. If you are a businessman you have to wear profit-maximizing glasses all the time. As a result, only thing you see in the world are the profit enhancing opportunities. Important problems that we face in the world cannot be addressed because profit-maximizing eyes cannot see them.

We can easily reformulate the concept of a businessman to bring him closer to a real human being. In order to take into account the multi-dimensionality of real human being we may assume that there are two distinct sources of happiness in the business world æ 1) maximizing profit, and 2) achieving some pre-defined social objective. Since there are clear conflicts between the two objectives, the business world will have to be made up of two different kinds of businesses –1) profit-maximizing business, and 2) social business. Specific type of happiness will come from the specific type of business.

Then an investor will have two choices æ he can invest in one or in both. My guess is most people will invest in both in various proportions. This means people will use two sets of eye-glassesæ profit-maximizing glasses, and social business glasses. This will bring a big change in the world. Profit maximizing businessmen will be amazed to see how different the world looks once they take off the profit-maximizing glasses and wear the social business glasses. By looking at the world from two different perspectives business decision-makers will be able to decide better, act better, and these decisions and actions will lead to a dramatically better world.

While I was wondering whether the idea of social business would make any sense to the corporate world I had an opportunity to talk to the chairman of Danone Group Mr. Franck Riboud about this subject. It made perfect sense to him right away. Together we created Grameen Danone company as a social business in Bangladesh. This company produces yogurt fortified with micro-nutrients which are missing in the mal-nourished children of Bangladesh. Because it is a social business, Grameen and Danone, will never take any dividend out of the company beyond recouping the initial investment. Bottom line for the company is to see how many children overcome their nutrition deficiency each year.

Next initiative came from Credit Agricole of France. We created Grameen Credit Agricole Microfinance Foundation to provide financial support to microfinance organizations and social businesses.

We created a small water company to provide good quality drinking water in a cluster of villages of Bangladesh. This is a joint venture with Veolia, a leading water company in the world. Bangladesh has terrible drinking water problem. In a large part of Bangladesh tubewell water is highly arsenic contaminated, surface water is polluted. This social business water company will be a prototype for supplying safe drinking water in a sustainable and affordable way to people who are faced with water crisis. Once it is perfected, it can be replicated in other villages, within Bangladesh and outside.

We have already established an eye-care hospital specializing in cataract operation, with a capacity to undertake 10,000 operations per year. This is a joint venture social business with the Green Children Foundation created by two singers in their early twenties, Tom and Milla, from England and Norway.

We have signed a joint-venture agreement with Intel Corporation, to create a social business company called Grameen-Intel to bring information technology-based services to the poor in healthcare, marketing, education and remittances.

We also signed a social business joint venture agreement with Saudi German Hospital Group to set up a series of hospitals in Bangladesh.

Many more companies from around the world are showing interest in such social business joint ventures. A leading shoe company wants to create a social business to make sure that nobody goes without shoes. One leading pharmaceutical company wishes to set up a joint venture social business company to produce nutritional supplements appropriate for Bangladeshi pregnant mothers and young women, at the cheapest possible price.

We are also in discussion to launch a social business company to produce chemically treated mosquito-nets to protect people in Bangladesh and Africa from malaria and other mosquito-borne diseases.

Your generation can bring a breakthrough in changing the course of the world. You can be the socially-conscious creative generation that the world is waiting for. You can bring your creativity to design brilliant social businesses to overcome poverty, disease, environmental degradation, food crisis, depletion of non-renewable resources, etc. Each one of you is capable of changing the world. To make a start all that each one of you has to do is to design a business plan for a social business. Each prototype of a social business can be a cute little business. But if it works out, the whole world can be changed by replicating it in thousands of locations.

Prototype development is the key. In designing a prototype all we need is a socially-oriented creative mind. That could be each one of you. No matter what you do in your life, make it a point to design or be involved with at least one social business to address one problem that depresses you the most. If you have the design and the money, go ahead and put it into action. If you have the design but no money, contact your dean — he will find the money. I never heard that MIT has problem in finding money when it has a hot idea in its hand. MIT can even create a social business development fund in anticipation of your requests.

I can tell you very emphatically that in terms of human capability there is no difference between a poor person and a very privileged person. All human beings are packed with unlimited potential. Poor people are no exception to this rule. But the world around them never gave them the opportunity to know that each of them is carrying a wonderful gift in them. The gift remains unknown and unwrapped. Our challenge is to help the poor unwrap their gift.

Poverty is not created by the poor. It is created by the system. Poverty is an artificial imposition on people. Once you fall outside the system, it works against you. It makes it very difficult to return to the system.

How do we change this? Where do we begin ?

Three basic interventions will make a big difference in the existing system : a) broadening the concept of business by including “social business” into the framework of market place, b) creating inclusive financial and healthcare services which can reach out to every person on the planet, c) designing appropriate information technology devices, and services for the bottom-most people and making them easily available to them.

Your generation has the opportunity to make a break with the past and create a beautiful new world. We see the ever-growing problems created by the individual-centered aggressively accumulative economy. If we let it proceed without serious modifications, we may soon reach the point of no return. Among other things, this type of economy has placed our planet under serious threat through climatic distortions. Single-minded pursuit of profit has made us forget that this planet is our home; that we are supposed to make it safe and beautiful, not make it more unliveable everyday by promoting a life-style which ignores all warnings of safety.

At this point let me give you the good news. No matter how daunting the problems look, don’t get brow beaten by their size. Big problems are most often just an aggregation of tiny problems. Get to the smallest component of the problem. Then it becomes an innocent bite-size problem, and you can have all the fun dealing with it. You’ll be thrilled to see in how many ways you can crack it. You can tame it or make it disappear by various social and economic actions, including social business. Pick out the action which looks most efficient in the given circumstances. Tackling big problems does not always have to be through giant actions, or global initiatives or big businesses. It can start as a tiny little action. If you shape it the right way, it can grow into a global action in no time. Even the biggest problem can be cracked by a small well-designed intervention. That’s where you and your creativity come in. These interventions can be so small that each one of you can crack these problems right from your garage. If you have a friend or two to work with you, it is all the more better. It can be fun too.

You are born in the age of ideas. Ideas are something an MIT graduate, I am sure, will not run out of. The question I am raising now — what use you want to make of them ? Make money by selling or using your ideas ? Or change the world with your ideas? Or do both ? It is upto you to decide.

There are two clear tasks in front of you — 1) to end poverty in the world once for all, and 2) to set the world in the right path to undo all the damage we have done to the environment by our ignorance and selfishness. Time is right. Your initiatives can produce big results, even lead you to achieving these goals. Then yours will be the most successful generation in human history. You will take your grand-children to the poverty museums with tremendous pride that your generation had finally made it happen.

Congratulations, for being part of a generation which has exciting possibilities, and advance congratulations to you all for your future successes in creating a new world where everyone on this planet can stand tall as a human being.

Thank you.

rebloged from: http://jadugar.wordpress.com/2008/12/25/pidato-muhammad-yunus-di-wisudaan-mit/

Featured

Perbandingan Gaji Fresh Graduate

Buat teman-teman SMA yang menyenangi dunia teknik dan ingin masuk kedalam universitas yang diimpikannya, tentu pertanyaan “mau pilih jurusan apa ya?” menjadi momok utama di masa-masa masuk ke era kampus. Ada banyak orang yang mengatakan, pemilihan jurusan harus didasarkan pada cita-cita, diskusi orang tua, kesesuaian tempat tinggal bekerja dimasa depan, dan penghasilan.

Berikut ini saya snapshot perbandingan gaji fresh graduate dari kampus teknik ITB yang mungkin bisa kawan-kawan jadikan SALAH SATU (bukan paling utama loh ya) dalam mencari informasi berapa penghasilan yang didapatkan oleh seorang lulusan teknik. Grafik dibawah saya dapatkan dari situs karir.itb.ac.id dan merupakan output dari hasil kuesioner pertanyaan dimana angkatan 2006 (asumsi lulus kuliah adalah tahun 2011) yang menjadi objeknya.

Semoga bermanfaat buat teman-teman SMA yang membutuhkan informasinya.

Sumber: http://karir.itb.ac.id/tracerstudy/uploads/REPORT_TRACER_STUDY_2013_ALUMNI_2006.pdf

Featured

Mimpi Disuatu Malam

Jadi ini merupakan mimpi yang aneh buat saya. Mimpi ini sudah terjadi beberapa minggu lalu dan saya sendiri hampir melupakannya. Tetapi, semakin kesini tokoh-tokoh yang hadir dalam mimpi saya malah sering bermunculan di televisi karena masa pemilu telah tiba. Hal ini membuat saya jadi terus-terusan mengingatnya. Pada akhirnya, saya putuskan saja untuk menuliskannya sebelum benar-benar lupa.

Cerita mimpinya begini. Suatu hari Ibu Ani Yudhoyono mendapatkan telepon untuk menghadiri talkshow besok di studio Metro TV, dimana Surya Paloh yang langsung menjadi host-nya. Sontak Ibu Ani kaget karena begitu mendadak. Selain itu, beliau sebenarnya memiliki agenda kenegaraan lain yang tidak dapat ditinggalkan. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya kedua juru bicara presiden pun dipanggil kehadapan Ibu Ani. Mereka akan ditugaskan untuk mewakilkan beliau.

Beberapa menit kemudian dua juru bicara presiden pun datang. Dan saya pun langsung terkejut bukan kepalang. Ternyata dua orang tersebut adalah Dino Patti Djalal dan diri saya sendiri (baca: Ryan). Saya ulangi ya, saya jadi juru bicara presiden. Gak usah protes, namanya juga lagi mimpi. Sebenarnya aneh juga sih, saya berperan ganda didalam mimpi saya: disatu sisi saya adalah spectator, tapi disisi lainnya saya adalah pemain. Ah, sudahlah. Lanjut ke cerita mimpi ini kembali yuk. Tanpa berbasa-basi, Ibu Ani langsung memberikan instruksi tentang apa saja yang harus kami sampaikan pada acara talkshow besok.

Beberapa detik kemudian, hari yang dinanti pun tiba. Saya dan Dino pergi bersama menuju studio Metro TV. Lagi-lagi terjadi sebuah keunikan. Dimimpi saya, studio Metro TV mirip seperti istana Disney Island. Jadi cara masuk kedalam studionya pun sangat unik. Kami melewati pintu gerbang buka-tutup ala kerajaan kuno Eropa dan kemudian disambut oleh pria yang berpakaian hitam-hitam setelah masuk didalamnya. Kami diantar keatas bertemu Surya Paloh.

Sesampainya di depan pintu studio Metro TV, Surya Paloh langsung membuka pintu dan terlihat agak sedikit geger. Dugaan saya benar, ternyata Surya Paloh berharap Ibu Ani yang akan datang kesana. Namun itu tidak berlangsung lama, setelah kami jelaskan keadaannya, si pemilik Metro TV itu akhirnya meminta kami masuk, menyalami  tangan kami, dan mempersilakan duduk di kursi tamu yang telah disediakan. Sebelum acara dimulai Surya Paloh ingin mengobrol lepas dengan Dino dan saya. Saya sudah tidak ingat lagi apa yang diperbincangkan. Surya Paloh mengatakan bahwa talk show ini akan dibagi kedalam dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Dino dan sesi kedua oleh saya. Siaran talkshow ini akan disiarkan di televisi pada akhir pekan.

Saya tidak ingat dengan pasti apa yang dibicarakan oleh Dino waktu itu. Kalau tidak salah, yang diperbincangkan adalah tentang isu kenegaraan dan ekonomi. Setelah sesi pertama selesai, nama saya disebut.  Saya dipersilakan untuk maju kedepan dan duduk disamping Surya Paloh. Kemudian acara pun berlanjut kembali. Saya juga sudah tidak bisa ingat lagi apa yang saya bicarakan diacara itu. Yang pasti, saya tahu bahwa saya telah berbicara lancar dan dapat apresiasi besar dari penonton.

Selang hari demi hari berlalu dengan cepat, dan akhir pekan telah tiba. Saya waktu itu sudah berada dirumah dan siap didepan TV menyaksikan acara talkshow Surya Paloh. Acara pun dimulai, dan terlihat Surya Paloh yang sedang memanggil Dino Patti Djalal kedepan dan memulai talkshow. Ditengah saya menonton TV, dinding kamar saya bergetar keras diiringi dengan bunyi alarm kebakaran. Dan tiba-tiba semua gelap. Iya benar, semua menjadi gelap.

Sesaat kemudian semua menjadi terang kembali. Saya bisa melihat plafon dan lampu kamar saya sendiri. Mimpi! ternyata semua hal tadi hanyalah mimpi disuatu malam. Bunyi alarm kebakaran tadi ternyata bunyi alarm jam waker saya. Haha. Sayang, saya tidak sempat untuk melihat penampilan diri saya sendiri mengobrol bersama Surya Paloh di di Metro TV. Ah, berpikir positif saja, bisa jadi memang mimpi saya ini memang ditunda, supaya direalisasikan didunia nyata. Hehe. []

Featured

Mengupas Potensi Pengembangan Sumur Tua Indonesia

imagesSampai hari ini, pengeboran sumur-sumur migas Indonesia terus dilakukan. Beberapa merupakan sumur kosong, beberapa sumur produktif, beberapa sumur sudah terkuras, dan beberapa sumur telah dinyatakan sumur tua. Sumur-sumur ini tersebar di seluruh pelosok negeri, dan dikelola sebagiannya oleh IOC (international Oil Company), Pertamina, swasta nasional, dan pemerintah daerah.

Sumur produktif yang telah dibor, pada awalnya akan menghasilkan profit yang sangat ekonomis buat perusahaan migas besar. Namun produksinya akan menurun seiiring dengan waktu dan sampai diakhir kontrak, mulai dipertimbangkan oleh pemegang KKS apakah akan diteruskan atau dilepaskan. Ketika dilepaskan, maka secara otomatis akan langsung diserahkan kembali pada pemerintah. Dalam ketentuan yang berlaku, pemerintah dapat menyerahkan lapangan ini pada pertamina atau KKS yang tertarik, tapi juga dapat menyerahkan pengelolaannya langsung pada pemerintah daerah.

Yang menarik, kendati sumur-sumur yang tidak lagi diteruskan oleh pemegang KKS semula, sebenarnya sumur itu tetap bernilai ekonomis. Apa pasalnya? Hal ini disebabkan karena harga minyak cenderung terus naik atau gas yang selalu masih bisa dijual dalam bentuk listrik. Tentu potensi tersendiri ini bisa dipandang sebelah mata. Bahkan, para ahli memperkirakan pengoptimalan sumur-sumur tua ini mampu meningkatkan produksi minyak Ketentuan detil mengenai sumur tua sudah jelas dituangkan dalam PerMen ESDM No. dalam negeri sebesar lima ribu hingga dua belas ribu barrel per hari.

Ketentuan detil mengenai sumur tua sudah jelas dituangkan dalam PerMen ESDM No. 01 Tahun 2008. Menurut data ESDM terakhir, sumur-sumur tua di Indonesia terdapat kurang lebih 13.824 sumur, antara lain 3.623 sumur berada di Sumatera bagian selatan, 3.143 sumur di Kalimantan Timur, 2.496 sumur di Jawa Tengah, Timur, dan Madura, 2.392 sumur di Sumatera bagian utara, 1.633 sumur di Sumatera bagian tengah, 100 sumur di Kalimantan bagian selatan, 208 sumur berada di Papua dan sebanyak 229 sumur di Seram. Semua potensi ini terbuka luas buat untuk semua pemerintah daerah yang mau mengelolanya.

Pemerintah daerah dapat membentuk KUD atau BUMD dan menggunakan model kerja Cost & Fee dan Bagi Hasil. Kedua metode ini hampir mirip dengan metode PSC dimana tetap ada share pemerintah dan kontraktor. Yang membedakan adalah pembebanan operation cost-nya. Model kerja Cost & Fee membebankan operation cost-nya ke BUMD/KUD, dan model kerja Bagi hasil membebankannya pada kontraktor. Kedua model kerja ini memiliki analisis keekonomian masing-masing sesuai dengan potensi dari lapangan tempat sumur itu berada.

Walaupun potensi yang sangat besar, tetapi beberapa kendala sering ditemukan dalam keberjalanan BUMD/KUD. Permasalahan tersebut adalah birokratis, teknikal, dan finansial.

Permasalahan birokratis yang paling besar kemungkinan terjadi adalah ketidaksinkronan korespondesi surat menyurat antar pemerintah daerah (pemkab/pemkot dengan pemprov) beserta keberlanjutannya pada level mentri, dirjen, dan BP migas. Tanpa menjalani proses due-diligence ini, kegiatan pengembangan potensi sumur tua daerah tersebut tidak akan bisa terlaksana. Kemudian, bisa jadi momentum waktu saat harga minyak naik akan terlewatkan.

Permasalahan kedua adalah permasalahan teknikal dan keselamatan. Pengembangan sumur tua memerlukan analisis data-data subsurface dan pengoperasian yang aman di lapangan. Terkadang pemerintah daerah masih kesulitan mencari putra-putra menjadi tim ahli dalam mengoperasikan secara integratif lapangan. Ketiadaan tim ahli dilapangan akan membuat pengembangan potensi sumur.

Permasalahan terakhir dan yang tidak kalah penting adalah permasalahan finansial. Pengembangan sumur tua terkadang memerlukan teknologi yang tidak sederhana dan memerlukan operational cost yang besar. Keterbatasan suntikan modal yang dimiliki pemerintah kedalam sektor migas akan membuat pengembangan sumur tua menjadi tersendat-sendat.

Permasalahan-permasalahan tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan persiapan yang matang dari pemerintah daerah. Koordinasi antar pihak terkait, persiapan SDM sejak dini, dan pencarian investor swasta dapat dilakukan menjelang lapangan sumur tua tersebut ditawarkan oleh pemerintah pusat. Selain itu, sinergi antara BUMD/KUD antar satu daerah dengan daerah lain perlu dibangun agar terjadi sebuah transfer pengetahuan dan permasalahan yang sering terjadi dilapangan.

Featured

Kelas Inspirasi 2014

Buat dirimu yang punya panggilan hati untuk menginspirasi para tunas-tunas harapan bangsa! Buatmu yang merasa bahwa pertautan mimpi antar generasi itu penting! Yuk berbagi cerita untuk menumbuhkan sebuah cita buat adik-adik kita.

Menginspirasi mulai dari mana? dimulai dari profesi kita, di kelas inspirasi. Mereka mungkin masih kecil, tapi dari merekalah negara ini bertumpu masa depannya.

kelas inspirasi

“Kehadiranmu Menginspirasi Seumur Hidup”

Featured

Kiat Masuk Teknik Perminyakan

  1. Mkn kesini,mkn bnyk temen2 sma yg nanya ttg gimana masuk jurusan petroleum engineering. Sy twit-in ya biar bs dibaca lbh bnyk org :) #petro
  2. Petroleum engineering adlh jurusan teknik favorit bkn hanya diindonesia tapi jg didunia. ilmunya sampai saat ini msh trus berkembang. #petro
  3. Jurusan perminyakan menjanjikan karir dgn gaji yang (sangat) besar dan kesempatan berkeliling dunia. Mungkin ini yg buat jd favorit #petro
  4. PT negri jurusan minyak ada di ITB, UIR. Diswasta di UPN, Trisakti, akamigas balongan, akamigas palembang, dan stt migas balikpapan #petro
  5. Sebagaimana jurusan lainnya, syarat masuk jurusan minyak adlh dgn mengikuti ujian bersama (SNMPTN) atau ujian mandiri masing2 kampus. #petro
  6. Semua info ujian bersama atau mandiri itu bs kawan2 searching langsung via internet. Kunjungi website kampusnya, dan cari jadwalnya. #petro
  7. Gmn strategi lulus ujiannya? Sy bs katakan bhw g ada strategi yg saklek karna tiap orang punya strategi masing2 sesuai cara mereka. #petro
  8. Yg saya tahu syarat sukses ujian 90% adalah persiapan kt. Persiapan tiap mata pelajaran yg diujikan,persiapan mental, dan doa #petro
  9. Persiapan mata pelajaran bs belajar mandiri, ikut bimbel, atau beli buku master yg dijual didepan kampus atau bukunya bob foster #petro
  10. Gak ada kata lain selain latihan..dan latihan ujian… Sampai hari H ujian tiba. Latihan membuat kt terbiasa dan akan menghemat waktu #petro
  11. Persiapan mental adlh mempersiapkan diri bhw diri kt akan bersaing dgn ribuan orang yg ingin masuk jurusan yg sama dengan kita #petro
  12. Spy mental kt siap. Kt harus pastikan bhw kt memang pantas ada dijurusan itu.Ingat kembali prestasi2 kt yg bs nambah kekuatan mental #petro
  13. Kalau lupa, g yakin ada, atw blm ada prestasi. Maka jadikan momentum ujian ini jd momentum pertamamu untuk berprestasi. #petro
  14. Lanjut twit kemarin. Yg terakhir adlh doa. Berdoalah kepada Tuhan sebelum, saat, dan setelah ujian #petro
  15. Dalam kesehariannya, ilmu perminyakan adlh kombinasi matematika ,fisika,dan kimia. #petro
  16. Imu perminyakan diterapkan dalam teori yg lbh detil lg: reservoir,drilling, production. Dilapangan ilmunya diterapkan dlm operation #petro
  17. Jd..jika ada temen2 sma yg nanya bs gak setelah lulus lngsng bekerja di industri migas? Sy jwb bisa. Tp bekerja di operation lapangan #petro
  18. Bs jadi operator (sma/smk), asisten engineer (smk), technician (smk). Lowongan bs ditemukan di poster sekolah atau dikoran. #petro
  19. Tp jk kawan2 punya kesempatan, maka sgt direkomendasikan untuk kuliah dulu. Saat ini demand ahli perminyakan msh besar #petro
  20. Kalaupun memilih lngsng bekerja, sy tetap menyarankan tuk mengambil kuliah ekstensi perminyakan. Bbrp kampus tlah menyediakannya #petro
  21. Terakhir..ilmu & bisnis perminyakan trus berkembang: shale gas,heavy oil, geotermal, oil sand, dll. Msh bnyk peluang yg bs dipelajari #petro

Sumber: @ryanalfiannoor

Mengintip Stratosfer

FeaturedMengintip Stratosfer

Malam ini. Iya malam ini. Kubuka laptopku kembali, sembari melihat deretan impian-impianku yang pernah kubuat empat tahun lalu. Adakalanya aku tersenyum, terdiam, dan bahkan terbelalak untuk membandingkan kualitas diriku saat ini dengan kualitas yang kubayangkan waktu aku masih berumur 20 tahun waktu itu.

Realita dan idealisme, pengkhianatan dan persahabatan, kebebasan dan kenyamanan, bergelayut didepan diriku seolah terus menarikku pada arah yang berlawanan. Terkadang lebih berat kekiri, tapi tidak jarang juga berat kekanan. Mungkin bisa dikatakan, keduanya masih seimbang.

Aku melihat kembali laptopku. Aku rapikan semua rencanaku yang belum tercapai. Aku kembali bersemangat melakukan semuanya. Buktinya, bunyi tuts keyboard laptopku lebih kencang dari biasanya. Mataku bisa lebih kuat untuk mengurangi waktu tidur. Dan aku merasakan bahwa Tuhan semakin memantapkan dan merapihkan jalanku menuju cita-citaku. Kemantapan hati ini yang kubutuhkan. Kemantapan akan membuat aku akan terus memperjuangkan apa yang aku inginkan dan harapkan.

Terakhir, loh kok judulnya mengintip stratosfer? Ya gak papa dong. Aku hanya ingin kok. Lagian aku sudah lama tidak mengisi blog diriku. Mungkin ada seseorang yang bisa memahami maksud judul ini. Mungkin loh, kalau tidak ada ya tidak apa-apa.

Peta Karir Dunia Perminyakan

FeaturedPeta Karir Dunia Perminyakan

Akhirnya saya menulis kembali di blog ini. Hehe…. Dan bahasan yang ingin saya angkat kali ini adalah tentang peta karir dunia perminyakan. Sebenarnya hal ini sudah sering saya tuliskan secara singkat dalam balasan komentar tapi hanya secara singkat dan tidak menyeluruh.Dan lebih sering menjadi pertanyaan yang berulang. Supaya lebih mudah, maka saya tuliskan dalam satu tulisan.

Secara singkat, Dunia industri perminyakan (migas lebih tepatnya) adalah industri yang berbisnis untuk mengangkat cadangan minyak dan gas (hidrokarbon) yang ada dibawah bumi menuju kepermukaan untuk kemudian dijual kepada para konsumen yang membelinya.  Jadi, bisa dikatakan industri migas sama dengan industri lainnya, ada produsen, ada barang yang dijual, ada konsumen.

Sifat dari industri migas adalah industri mahal (butuh modal besar), global, dan penuh resiko. Mengapa mahal? Industri migas memerlukan peralatan dan teknologi canggih untuk memastikan keberadaan hidrokarbon dibawah bumi. Selain itu, industry ini juga memerlukan orang-orang yang ahli dibidang spesifiknya. Jadi dibutuhkan seorang engineer, ahli konstruksi, ahli pengadaan barang, ahli personalia, dan sebagainya yang terintegrasi membangun sebuah industry migas.

Mengapa global? Bisnis perminyakan bukanlah hal yang baru lagi didunia ini. Bisnis migas sudah berkembang sejak awal era 1900-an di era Rockafeller dengan Standard Oilnya. Sejak perusahaan Rockefeller dipecah-pecah, setiap perusahaan tersebut berkembang dan berekspansi keberbagai negara dunia ini. Jadi jangan heran, jika saat bekerja di industri migas nanti kita akan bertemu dengan berbagai ras manusia. Ada yang dari Arab, India, Eropa, Amerika, dan lain-lainnya.

Mengapa penuh resiko? Karena minyak dan gas yang diangkat kepermukaan memiliki tekanan tinggi dan mudah terbakar menyebabkan industri ini memiliki operasi dengan resiko yang besar. Hal inilah yang menyebabkan biaya pengangkatannya (lifting cost) sangat mahal. Dan karena itu jugalah, orang-orang migas yang bekerja dilapangan secara langsung, selalu memiliki gaji yang sangat tinggi karena mereka bekerja dengan resiko yang sesuai.

Baiklah, kita masuk pada pembahasan peta karir industri perminyakan. Buat yang rajin untuk membuka website IOC (International Oil Company), sebenarnya sudah banyak penjelasan tentang “career opportunities” dan bahkan telah dibedah secara mendetail. Dan dalam tulisan saya ini, saya menukil sedikit penjelasan dari website perusahaan BP (Beyond Petroleum) buat yang ingin mengetahui karir didunia migas. Saya akan menuliskan tulisan ini dalam bentuk Tanya dan Jawaban.

Pertanyaan 1:

Apakah lulusan SMU atau sederajat bisa masuk ke industri migas?

Jawaban:

Bisa. Ada beberapa kawan saya yang setelah lulus SMU langsung masuk kedalam industri migas. Posisinya bermacam-macam, untuk yang bekerja dilapangan bisa bekerja menjadi field operator atau helper engineer, dan yang bekerja dikantor bisa bagian administrasi dan data supporting. Tetapi saya harus jujur, karena kompetisi dalam bekerja semakin meluas, maka para lulusan SMU harus berjuang terlebih dahulu selama beberapa tahun untuk bisa mendapatkan posisi yang sama dengan engineer. Tapi peluangnya tetap besar asalkan kita mau bekerja secara sungguh-sungguh.

Pertanyaan 2:

Apakah saya bisa berkarir di industri migas dengan atau tanpa pengalaman?

Jawaban:

Bisa. Bagaimanapun juga setiap perusahaan pasti memiliki perekrutan karyawan baru seiring dengan pensiunnya karyawan senior. Jadi setiap perusahaan akan merekrut karyawan baru tanpa atau dengan pengalaman. Yang perlu diperhatikan adalah volume perusahaan itu sendiri. Untuk perusahaan yang memiliki volume kerja besar pasti telah memiliki sistem perekrutan terintegrasi untuk merekrut karyawan dari yang masih nol pengalaman. Perusahaan yang memiliki volume kerja kecil dan memerlukan dengan cepat karyawan, maka bisa jadi perusahaan ini tidak akan merekrut karyawan yang belum punya pengalaman.

Pertanyaan 3:

Bagaimana memilih perusahaan migas yang bagus?

Jawaban:

Pertanyaan ini sulit untuk dijawab. Terkadang perusahaan yang tidak kita kenal, tidak pernah ada iklannya atau dengar sebelumnya, belum tentu tidak bagus. Menurut saya, perusahaan yang bagus adalah perusahaan yang memiliki kejelasan career development, punya keberjalanan bisnis yang baik, memberikan benefit yang sesuai untuk karyawannya, dan yang terakhir lingkungan kerjanya menyenangkan. Jadi, walaupun perusahaan itu tidak dikenal, coba tetap cari informasi yang banyak tentang perusahaan tersebut. Dan jika kita memiliki kesempatan diwawancarai, jangan segan-segan untuk melakukannya, kita juga bisa mendapatkan informasi yang banyak tentang perusahaan tersebut lewat wawancara yang kita lakukan.

Pertanyaan 4:

Apa syarat atau ketentuan untuk bisa masuk perusahaan migas?

Jawaban:

Secara singkat adalah kita memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut. Setiap pengumuman yang disampaikan oleh perusahaan migas dikoran atau dimedia online, pasti akan disebutkan apa requirement (prasyarat) dari perusahaan tersebut. Biasanya akan disebutkan beberapa hal sebagai berikut:

–       Posisi apa yang dibutuhkan

–       Jurusan/Lulusan SMA yang bagaimana yang dibutuhkan

–       Keterampilan yang dibutuhkan

–       Syarat dokumen tertentu (TOEFL/Transkip akademik/sertifikat/dll)

Hal diatas tidak baku, bisa jadi disuatu perusahaan dibutuhkan, tapi diperusahaan lain tidak dibutuhkan. Yang pasti, jika kita sudah memenuhi kriteria yang disebutkan oleh perusahaan tersebut maka silakan untuk mendaftarkan diri kita kesana.

Pertanyaan 5:

Jika saya adalah lulusan dari jurusan xxxxxxx (jurusan apapun itu), apakah saya bisa masuk perusahaan migas?

Jawaban:

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling banyak ditanyakan di blog ini. Ya, memang perusahaan migas adalah perusahaan yang sangat menarik buat berbagai orang di dunia. Tercatat didunia ini, perusahaan migas adalah perusahaan yang selalu memberikan kesejahteraan paling cepat dan besar buat karyawannya. Baiklah…Untuk menjawab hal ini, saya ingin mengutip sedikit penjelasan dari BP (British Petroleum) pada website resminya.

(http://www.bp.com/en/global/corporate/careers/opportunities.html).

Perusahaan migas memiliki beberapa divisi yang punya tugas dan membutuhkan orang sesuai.

–       Health, Safety, Security, Environment == Kesmas, Teknik Lingkungan, Mikrobiologi

–       Operations and Supply Chain == Teknik Industri

–       Sales and Support == Marketing, Penjualan

–       Commercial == Ekonomi

–       Trading == Ekonomi, Teknik Perminyakan

–       Business Infrastructur/ Shared Services == Hukum, Pajak, Manajemen SDM, Finansial, Akutansi

–       Technology == Informatika, Sistem Informasi

–       Engineering == Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Metalurgi, Teknik Kelautan

–       Wells  == Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Perminyakan

–       Technician == Teknik Mesin, Teknik Fisika, lulusan SMA

–       Subsurface == Teknik Perminyakan, Teknik Kimia

–       Project == Teknik Industri, Teknik Kimia

Untuk penjelasan lebih detil setiap sektor diatas, silakan dicek langsung diwebsite BP tersebut ya. Soalnya kalau dituliskan disini, terlalu panjang. Atau silakan berkomentar pada tulisan ini, jika ada yang masih kurang jelas. Sekali lagi, jurusan diatas tidak mutlak dan baku. Jadi bisa saja satu jurusan tertentu bisa masuk kesektor lainnya. Semua bergantung bargaining position kita, pengalaman kita, dan takdir.

Selain perusahaan diatas, kita juga telah mengenal service company (Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, dll) juga melakukan perekrutan. Yang unik adalah biasanya perusahaan service company melakukan perekrutan lintas jurusan apapun dan terbuka juga untuk lulusan SMA/SMK. Jadi buat kawan-kawan yang tidak tersebutkan jurusannya diatas maka buat siapa saja yang tertarik ke dunia perminyakan, maka pilihan service company juga bagus sebagai langkah awal membangun karir didunia perminyakan.

Note:

Tulisan ini akan saya update secara berkala jika ada hal-hal yang mau saya tambahkan serta sesuai dengan request pertanyaan dari kawan-kawan. Semoga bermanfaat ya.

Featured

Catatan 14: Membangun Kebiasaan Kita

Benarkah mengubah kebiasaan itu sangat sulit? Beberapa waktu yang lalu, saya membaca sebuah tulisan di Forbes tentang cara mengubah sebuah kebiasaan seorang manusia. Sebuah cara yang unik dilakukan seorang kenamaan Amerika yang telah berhasil membangun banyak kebiasaan positif didalam hidupnya: Benyamin Franklin.

***

Sekitar tiga ratus tahun yang lalu, Benjamin Franklin pernah mencoba melakukan pendekatan tentang cara mengubah sebuah kebiasaan (habit). Sebagai seseorang yang ingin menjadi orang yang lebih baik dalam berbagai karakter, Franklin membuat daftar tigabelas habit yang ingin dia capai, dan kemudian dia tuliskan kedalam sebuah kertas dengan penjelasan yang singkat ditiap habit tersebut. Dia tahu, bahwa menguasai habit tersebut akan membuat perubahan positif didalam hidupnya.

Dimulai dari daftar paling atas, Franklin menghabiskan waktu satu minggu untuk mengaplikasikan satu habit yang ingin dia bentuk. Saat bangun dipagi hari, dia berpikir keras bagaimana cara menjalani satu habit baru itu sepanjang hari. Saat siang, dia melihat kembali daftar kertasnya sebagai pengingat. Saat malam, dia menghitung kembali berapa kali dia gagal dan jatuh kembali pada kebiasaan lama.

Pertama kali, Franklin sangat terkejut melihat betapa “rusak” habit lamanya. Tetapi dia terus melakukan setiap daftar habit barunya dalam tiga belas minggu secara berulang dan akhirnya dapat benar-benar bias membangun karakter barunya dalam waktu tahunan. Sebagai hasilnya, dia menyebutkan dalam buku autobiografinya bahwa perubahan lebih baik itu pasti bisa dicapai dan dia dapat melakukan perubahan-perubahan lebih besar lagi.

Franklin mungkin lebih dikenal sebagai Founding Father dari Amerika Serikat. Tapi Franklin sebenarnya juga ahli Polymath, penulis, pelukis, politisi, musician, kritikus, cendikiawan fisika, aktivis sipil, negarawan, dan diplomat. Walaupun tidak pernah menjadi presiden, Benjamin Franklin telah berjasa buat negaranya. Sampai sekarang, Benjamin Franklin masih bisa kita lihat gambarnya pada lembaran uang seratus dolar Amerika.

***

Jujur, cerita diatas tidak mengindikasikan bahwa saya adalah seorang yang pro pada Amerika dengan segala intrik dan konspirasinya. Hehe. Tapi saya ingin berbagi kepada kawan-kawan bahwa kita harus belajar pada orang-orang luar biasa di dunia ini. Salah satunya adalah Benjamin Franklin. Dalam satu masa hidupnya, Franklin telah menghasilkan berbagai macam karya yang berguna buat orang lain.

Kalau kita melihat cerita diatas, setidaknya ada tiga hal yang dilakukan oleh Franklin untuk membangun kebiasaan barunya: komitmen pada habit baru, bentuk satu habit di satu waktu, dan tuliskan dalam sebuah reminder.

Cukup singkat sepertinya bukan? Tapi tidak semua dari kita berhasil melakukannya. Ada banyak dari kita yang ingin menjadi lebih baik didalam hidupnya, tapi tidak mendefinisikan dengan jelas apa parameter didalam hidup. Habit suka membaca kah? Habit membangun jaringan kah? Habit berbicara didepan umumkah? Habit untuk lebih bersabar kah? atau habit-habit lainnya. Habit terbentuk dari sebuah kebiasaan. Kalau tidak pernah mendefinisikannya, kita tidak akan pernah memulainya. Dan kalau tidak pernah memulainya, mana mungkin kita akan mendapatkan sebuah habit baru yang membuat kehidupan kita lebih baik.

Dan jika kita telah menentukan habit-habit baru apa saja yang ingin kita capai, lakukan secara perlahan dan jangan diborong semua sekaligus. Habit yang kuat berasal dari konsistensi dalam bertindak. Dan konsistensi butuh sebuah pembiasaan Kita tidak akan bisa langsung melahap semua daftar habit yang kita inginkan sekaligus dalam waktu yang sangat singkat karena akan membuat kita jadi tidak fokus. Franklin pun menghabiskan satu minggu untuk membangun satu habit baru dengan evaluasi setiap harinya.

Jangan lupa, siapkan selalu buku yang mencatat tentang daftar habit baru kita. Percayalah, memvisualisasikan berbagai impian atau apapun yang kita inginkan akan “lebih” melecut semangat kita untuk mengejarnya dibandingkan hanya sekedar diingat didalam pikiran. []

Featured

First Experience with Batik Air

When I first saw Batik Air advertisement, I decide one day I will flew with Batik Air. what is the factor that drive me to do that? So simple. I just really impressed with experience and the services which is offered in ads. It just like Garuda Indonesia, but with low cost.

Couple days ago, I got a news from HR department that I had a chance to follow one of workshop from my company in a cross island. So I thought that is a good moment to make a first experience with Batik Air. So I quickly had a phone call to my travel agency and make a deal with the schedule. In short, I got the ticket. “Yes, I just reached my plan in the past”, a little word is blown in my mind.

Finally, the day has come, and I capture some picture and notes so it can be a consideration if you confuse with question “is it worth to fly with Batik Air?”. I Almost forgot, I will fly from Balikpapan to Jakarta and it  will take around 2 hours at travel time.

The Schedule 

At first moment, I really surprise why Batik Air just slightly have a “same culture” with Lion Air (even I know both this plane in one holding groups) in term of boarding time. You can look at the picture sorry for poor angle, the time is show 14:59, instead of boarding time in 14:50. But don’t judge early, the Batik Officer announce to passenger that they are apologize for this late due to bad weather. Do you want to fly in high risk weather? I think you will agree with my untold answer.

20130610_145507

The Plane

I really amazed with exterior design body of Batik Air. As its name, there is some “java batik” motive in edge of tail. And  “Batik” logo has decorated ahead wings at both of side but I think something wrong with the font. For your information, this plane is use Boeing 737-900 ER and renowned as the high technology machine today.

20130610_145609

The Interior

What about the inside of the plane? Actually, I don’t find any significant difference from Garuda Indonesia. Both of them is equally give a good furniture. The distance between the seatpitchs wider to 32 inches than ordinary plane, but it can’t comparable yet with Garuda’s seat that have a wing. But, with this facility you able to relax without worry about a disturbing motion of people in front of you.  You also will find a larger cabine so you can put your rest luggage at there.

20130610_150337

The Service

All service is good. But unfortunately, you won’t got a newspaper when you aboard to the plane compare than Garuda.  The safety induction still demonstrated manually by stewardess and not use a video. Others, you will get entertained by a touch screen as known as AVOD system ahead of your seat. You can hear a music, watch a movie or television series (you will find bing bang theory too in this plane..haha..), or play a mini games.

Something new in this screen, it use more responsive screen than Garuda’s screen and it already active in the ground. It also have USB prot, and jack up for ear phone. But, I don’t know why the stewardness not come to give me an earphone, so I just look the screen without a sound, so sad of me.

20130610_152700

The Food

Food service is good. Same as Garuda, stewardness will give you a choice of food and beverage. At this flight, I chose spaghetti as my food. After you finish your lunch, you will be offered once again by stewardness to add your drinks or not. What an excellent service. Good Job Batik Air.20130610_154125

Summary

If you’re include a ‘low cost flight hunter’ but with high quality service, you can chose with Batik Air as your choice. Eventhough it must  improved in some manners, I think it already give a good service for all passengers. Thank you Batik Air, I will fly with you again soon.

Others, pardon me for a poor picture, I think I must buy an SLR camera for the good documentation than use phone camera.🙂 []

Featured

Wahai Lelaki Bertanggungjawablah!

Berikut ini saya kutip tulisan dari Jamil Azzaini. Tulisan ini bagus dan ingin sekali saya masukkan tulisan ini di blog saya, agar jadi reminder saya bahwa lelaki itu harus bertanggung jawab. Silakan dibaca ya.

WAHAI LELAKI BERTANGGUNGJAWABLAH!

Sejak tahun 2004 atau sembilan tahun yang lalu, secara berkala saya datang ke Hongkong untuk berbagi ilmu dengan para pahlawan devisa. Di sela-sela acara seminar atau training saya selalu menyempatkan diri mendengarkan “curhat” dari mereka. Hingga kunjungan kali ini (16-18 Maret) isi “curhatnya” hampir seragam, mereka dijadikan ATM hidup bagi keluarganya di Indonesia.

Ada seorang sarjana elektro yang sudah bekerja di Hongkong selama 9 tahun. Ia tak pernah ambil cuti, fokus mengumpulkan uang untuk kuliah dua adiknya. Uang pensiunan orang tuanya tak cukup untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Ia rela menunda pernikahan demi keluarga dan kuliah adik-adiknya. Kini usianya sudah 32 tahun.

Wanita ini pekerja keras. Dari ceritanya, saya mendapat banyak pelajaran. Pertama, jangan pernah berharap dari uang pensiun. Nilai rupiah yang selalu mengalami inflasi setiap tahun menjadikan uang pensiun yang diterima saat tua tak cukup untuk membiayai keluarga. Nilai 5 juta saat ini, menjadi sangat tak berharga 20 tahun yang akan datang.

Persiapkan kehidupan usai pensiun Anda sejak sekarang. Jangan berharap belas kasih dan balasan dari anak-anak untuk kehidupan masa tua Anda. Kelebihan penghasilan yang Anda terima, investasikan untuk sesuatu yang menghasilkan. Jangan habiskan penghasilan Anda hanya sekedar untuk memperbaiki gengsi dan penampilan, itu bisa menyiksa Anda di masa tua.

Kedua, latihlah anak laki-laki bertanggungjawab. Saat keluarga tak berdaya, seharusnya penanggungjawab utama adalah anak laki-laki bukan perempuan. Latihlah sejak kecil, anak lelaki Anda bertanggungjawab. Setiap saya hendak ke luar kota, saya membiasakan diri berkata kepada anak lelaki saya, “Jaga ibumu, kakakmu, dan rumahmu. Kau anak laki-laki, kau pemimpin, kau pelindung mereka.”

Sebagai lelaki seharusnya malu apabila ada anggota keluarganya yang perempuan harus pergi jauh ke Hongkong atau tempat lain demi membiayai keluarga. Apalagi sampai saudara perempuannya rela menunda pernikahannya. Lebih tak tahu diri lagi, apabila ada lelaki yang rela meminta uang dari hasil tetesan keringat saudara perempuannya. Malulah, bercerminlah wahai lelaki…

Laki-laki itu pelindung bagi keluarga dan saudara perempuannya. Laki-laki itu memuliakan kaum perempuan. Laki-laki itu bertanggungjawab atas keluarga dan saudara perempuannya yang belum menikah. Ayo kaum lelaki, bertanggungjawablah…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Featured

Kuterka Gerimis

Kuterka gerimis mulai gugur
Kaukah yang melintas di antara lensa dan bingkai kacamataku
sambil melepaskan isarat
yang sudah sejak lama kulupakan kuncinya itu
Seperti nanah yang meleleh
dari ujung-ujung jarum jam dinding yang berhimpit ke atas itu
Seperti badai rintik-rintik yang di luar itu

Kuterka gerimis mulai jatuh
Kaukah yang melintas di antara riak dari sepatu kulitku
sambil menyeruakkan tanda
yang akan menjawab bermacam tanyaku
Seperti lampu yang berpijar
dari pelipis atap plafon yang berangsur menggelap 
Seperti malam, malam yang sepi

Karya: Sapardi Joko Darmono (dengan sedikit gubahan)

Featured

Catatan 13: Kekuatan Pengaruh

Social-InfluenceSetelah banyak menulis tentang kecintaan perminyakan, saya mau menulis tentang hal yang umum lagi. Sahabat, saya percaya bahwa setiap orang bisa mengartikan arti pemimpin sesuai dengan pemikiran masing-masing. Dan menurut pakar leadership, sebagian besar orang  mendefinisikan  pemimpin sebagai orang yang bisa mempengaruhi orang lain. Mau bagaimanapun rupa dan karakter orang tersebut, selama bisa membawa pengaruh pada lingkungan sekitar maka ia berpotensi menjadi seorang pemimpin.

Berbicara tentang pengaruh, saya kembali teringat kisah Habibie saat kembali ke Indonesia, ketika ditugaskan oleh Presiden Suharto untuk membangun industri pesawat terbang dalam negeri. Seperti yang kita ketahui, Habibie adalah seorang jenius ahli konstruksi ringan yang diaplikasikan pada pembuatan pesawat terbang. Dalam kehidupan sosialnya, ia tergolong orang yang mampu mentransformasikan semangat dan apa yang ada dipikirannya kepada orang lain.

Menariknya, ternyata tidak semua cendikiawan Indonesia yakin pada gebrakan seorang Habibie. Pasalnya, mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan Habibie adalah hal yang meragukan dan bisa saja menuai kegagalan. Mengapa demikian? mereka menganggap Indonesia harusnya dikembangkan berdasarkan sumber daya agrarisnya. Mereka bahkan bertanya, bagaimana mungkin Indonesia bisa berkembang industri dirgantaranya sementara masih miskin SDM dan teknologinya.

But show must go on…

Dengan bekal “pengaruh” yang ada pada dirinya, Habibie berlari kencang membangun industri penerbangan yang akhirnya dinamai IPTN. Luar biasanya, industri ini menjadikan posisinya sebagai pembuat pesawat disegani dan pertama di Asia Tenggara.  Sejak waktu itulah Indonesia mulai terkenal menjadi negara industri dirgantara dan tentu saja terkenal bersama nama “Habibie” itu sendiri. Kalau boleh saya berterus terang, sebenarnya saya baru tahu nama pak Habibie saat mendengar lagu “kapal terbang” Joshua Suherman sewaktu masih kanak-kanak.. Hehe..

Sejenak kita tinggalkan kisah diatas. Kita beranjak pada kisah yang lain. Pernahkah kita berpikir bahwa Jepang yang hanya memiliki sumber daya alam terbatas dapat menjadi industri mobil dan elektronik teranyar saat ini? Pernahkah kita berpikir bahwa Swiss yang tidak memiliki lahan coklat dinegerinya bisa menjadi industri coklat terbesar di dunia? Mengapa bisa demikian? Semua jawaban itu berada pada pemimpinnya. Pemimpinlah yang melahirkan sebuah pengaruh pada rakyatnya, sehingga rakyatnya percaya bahwa mereka bisa melakukan apa yang pemimpinnya percayai.

Mari kita ke konteks cerita yang lebih kecil lagi. Tidak sedikit orang yang bisa sukses di dunia ini karena dia bisa memimpin dirinya sendiri. Dia memberikan pengaruh positif kepada dirinya sendiri dan dia juga bisa memberikan pengaruh positif juga pada keluarganya. Maka tak heran jika pernah kita temukan dalam satu keluarga punya potensi yang luarbiasa. Ada keluarga hafidz Al Qur’an, keluarga pengusaha, keluarga dokter, keluarga insinyur, dan lainnya. Lagi-lagi semua berpulang pada kekuatan pengaruh dari pemimpinnya.

Kekuatan pengaruh tidak bisa dibeli dengan uang atau sekedar menunggu. Kekuatan pengaruh lahir dari ide segar seseorang yang dipadukan bersama kemampuan bersosialiasi dan kematangan dalam menghadapi masalah. Jadi, mumpung ada kesempatan muda. Perbanyaklah membaca buku, perbanyaklah teman, dan perbanyaklah pengalaman berorganisasi agar kita bisa mengembangkan kekuatan pengaruh kita. Niatkan semuanya untuk beribadah.

Pengaruh yang baik akan membawa kebaikan, dan pengaruh buruk akan membawa keburukan. Yang manakah yang mau kita pilih? []

Featured

Mengapa Gaji Karyawan Migas Besar?

Setelah membahas besar gaji seorang karyawan perminyakan pada tulisan sebelumnya, kali ini saya ingin membahas tentang penjabaran sumber dari gaji itu sendiri. Ada yang bilang bahwa gaji karyawan migas itu besar, tapi saya rasa itu relatif. Kendati starting salary untuk bekerja di industri ini besar dibanding industri lainnya, tapi saya rasa dalam rentang waktu tertentu, salary ini bisa jadi terkejar oleh industri lainnya.

Kita perlu tahu bahwa gaji seorang karyawan migas merupakan akumulasi dari beberapa parameter yang dijumlahkan. Apa saja parameter  itu? Nah, supaya memudahkan sahabat untuk memahaminya, saya membuat sebuah matriks pendapatan karyawan migas. Matriks ini saya buat berdasarkan apa yang saya ketahui dan sifatnya sangat subjektif, bisa jadi salah atau benar. Jadi mohon koreksi dan tambahannya bila ada sahabat yang punya informasi lain terkait dengan hal ini. Berikut matriks pendapatan yang saya maksud:

matriks

Sebelum dilanjutkan, buat  sahabat yang belum mengerti apa beda oil company (selanjutnya saya sebut OC) dan service company (selanjutnya saya sebut SC), bisa baca tulisan saya sebelumnya terlebih dahulu. Walaupun tulisan itu tentang peran wanita di industri migas, tapi sahabat akan mendapatkan informasi tentang perbedaan dua company tadi.

Baiklah, secara sederhana, gaji karyawan migas akan semakin membesar jika dia bekerja dilapangan (red: banyak bonusnya dan besar resikonya). Tapi ada beberapa hal yang ingin saya tekankan disini, supaya sahabat (terutama fresh graduate) bisa mulai berhitung-hitung tentang finansialnya dimasa depan.

Basic Salary

Sesuai namanya, parameter basic salary  berarti gaji pokok kita. Seminimal-minimalnya kita bekerja dan tidak mendapatkan bonus, kita pasti akan mendapatkan gaji ini. Perlu diketahui, walaupun  gaji total SC sangat besar dibandingkan dengan gaji OC, tapi faktanya gaji pokok SC lebih kecil daripada gaji OC. Apakah ini bermasalah? Sebenarnya tidak dalam jangka pendek. Tapi jika diukur dalam rentang jangka yang panjang, maka dana pensiun karyawan OC akan lebih besar daripada karyawan SC. Kok bisa? Uang pensiun seorang karyawan (Jamsostek atau DPLK) selalu dihitung dari gaji pokok bukan gaji total.

Staffing Bonus

Sejalan dengan waktu, pasti karir seseorang akan menanjak naik dengan bertambahnya pengalaman. Dalam industri migas (walau gak semua menerapkan), biasanya ada yang namanya Staffing Bonus yang bertambah seiring naiknya karir seseorang. Sebagai ilustrasi, berikut saya lampirkan hirarki karir dari yang junior (paling atas) hingga yang paling super junior…eh…maksud saya paling senior (presiden). Dengan sendirinya, semakin tinggi karir seseorang akan mendapatkan staffing bonus lebih besar.

strata

Yearly Bonus

Jumlah bonus tahunan biasanya sama dengan jumlah gaji pokok atau lebih bergantung dari performa seseorang. Bonus ini terhitung diluar Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan perusahaan. Jadi gaji karyawan migas (dan saya kira juga di industri lainnya) dalam satu tahun gajinya bisa lebih dari dua belas kali. Sampai saat ini, saya mendapati bahwa ada perusahaan yang membayar karyawannya 14-20 kali gaji selama satu tahun.

Reward Job Bonus

Bonus ini biasaya diberikan kepada seseorang yang telah memberikan suatu terobosan/ metode baru yang efektif dan efisien sehingga menghasilkan penghematan pada biaya operasi perusahaan OC maupun SC. Selain mendapatkan bonus, karya orang-orang ini biasanya akan didokumentasikan dalam Jurnal Teknologi Minyak dan Gas Bumi (JTMGB) dari IATMI atau bahkan Paper Society of Petroleum Engineers (SPE). Dokumentasi ini adalah bentuk apresiasi sebuah perkembangan ilmu dan diharapkan bisa jadi bahan pembelajaran buat perusahaan lainnya.

Field Compensation

Jika seorang karyawan OC bekerja dilapangan, biasanya akan mendapatkan gaji kompensasi yang tidak akan didapatkan oleh karyawan yang bekerja di kantor. Besarnya kompensasi ini dihitung dari persentase dari gaji pokok. Bisa 10-50 persen bergantung kebijakan perusahaan. Kalau istilah dosen saya, kompensasi lapangan itu adalah biaya kita karena “kesepian” dilapangan.  Karena bekerja dilapangan sangat beresiko tinggi, tentu tidak salah jika perusahaan mengkompensasinya lebih daripada orang yang bekerja dikantor.

Zone Bonus

Sedikit berbeda dengan Field Compensation, Zone Bonus adalah bonus yang terhitung berdasarkan dilapangan mana kita ditempatkan. Semakin jauh dari pemukiman, maka akan semakin besar bonusnya. Bonus karyawan yang bekerja di onshore akan berbeda dengan yang bekerja di offshore. Bonus karyawan yang bekerja ditempat aman tentu pasti akan berbeda dengan daerah konflik. Nilai bonusnya kira-kira mungkin bisa 10-50 persen dari gaji pokok.

Daily Compensation

Di SC, setiap harinya karyawan akan mendapatkan kompensasi harian. Jadi semakin lama seseorang bekerja dilapangan, maka semakin banyak pula kompensasi yang akan orang itu dapatkan. Saya bisa katakan bahwa jadwal karyawan SC adalah tidak bisa dipastikan. Terkadang bisa seseorang punya masa kerja 2 minggu, tapi bisa juga punya masa kerja 2 bulan. Selalu dinamis dan harus siap dipanggil kelapangan jika sedang waktunya off. Suka tantangan? silakan coba masuk SC kalau ingin merasakan sensasinya…hehe..

Attempt Job Bonus dan Additional Job Compensation

Setiap karyawan SC selesai melakukan pekerjaan yang diminta oleh OC pasti akan mendapatkan bonus lagi. Besarnya berbeda-beda bergantung pada tingkat kesulitan dan lamanya pekerjaan. Setelah pekerjaan selesai, biasanya keberhasilan pada pekerjaan tertentu akan membuat karyawan tersebut mendapatkan bonus lagi (additional job compensation). Nilai bonus ini besarnya beberapa persen (2-5%) dari biaya pekerjaan itu. Jadi andaikata ada pekerjaan lapangan yang selesai dengan harga 5000 dollar, maka karyawan akan mendapatkan tambahan bonus sebesar 100-250 dollar. Lumayan kan itu? kalau pekerjaan itu dilakukan setiap hari..apa gak gede banget tambahan bonusnya..Hehe..

 ***

Demikian tulisan ini saya buat. Semoga bisa membantu dan menjawab keingintahuan sahabat tentang gaji karyawan migas di Indonesia. Lain kali, kita bahas buat gaji luar negeri ya. Doakan ada kesempatan untuk jadi pengusaha migas negeri ini atau berkarir didunia perminyakan internasional ya. Amin.[]

 

Featured

Catatan 12: Menikmati dan Mengejar Karir

image_preview-286x300

Dalam beberapa kesempatan yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk ngobrol banyak dengan alumni senior kampus saya. Bahan obrolan mengalir begitu saja, mulai dari masalah teknikal, berbagi pengalaman, hingga cara berkarir yang benar. Tentang hal terakhir inilah yang ingin saya bahas pada catatan ini: tentang karir.

Terlepas apakah kita ingin terus berkarir dalam dunia profesional sampai posisi puncak atau pindah kuadran ke jalur pengusaha, ada baiknya kita mengetahui cara berkarir yang benar. Hal ini penting untuk kita ketahui, supaya kita bisa menikmati perjalanan karir kita.

Teringat dalam salah satu kata Rene Suhadono: “karier adalah totalitas kehidupan profesional seseorang, karier adalah milik diri sendiri yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan hakiki melalui pemahaman atas passion dan kepedulian akan purpose of life.” Karena karir kita bukan milik orang lain atau perusahaan, maka tidak ada lagi yang menentukannya selain diri kita sendiri. Karena itulah, kita nikmati sajalah.

Sadar atau tidak, karir kita terbangun dalam setiap detik-detik kehidupan kita. Apa yang kita capai hari ini, adalah semua hasil yang kita peroleh kemarin. Dan apa yang kita hasilkan dihari esok, adalah hasil apa yang kita lakukan hari ini. Jadi semua tidak ada yang ajaib. Semua para profesional yang mencapai puncak karirnya sebagai CEO perusahaan, sebagian besar memulai karirnya dari bawah. Kita akan melihat bahwa mereka memiliki berbagai syarat kesuksesan: kerja keras, ide brilian, kemampuan memimpin, dan yang paling penting adalah mereka selalu bergembira (joyful) dalam mengarungi kehidupan sehari-harinya.

Lalu bagaimana cara menemukan kegembiraan dalam karir kita? Senior saya mengatakan bahwa kegembiraan itu muncul ketika kita dapat menjawab pertanyaan “kita ingin menjadi apa”. Ketika kita tahu tujuan kita, maka kita akan selalu memunculkan sebuah respon positif pada setiap pekerjaan kita. Kita tahu bahwa apa yang kita kerjakan pada saat ini adalah cikal bakal kesuksesan dimasa depan.

Tapi tentu ini tidak mudah. Apalagi sekali kita memilih menjadi apa, maka mau tidak mau, kita harus mengorbankan semua keinginan kita yang lain. Kalaulah memang waktu kecil kita pernah bercita-cita menjadi dokter, insinyur, penyanyi atau bahkan seorang mentri, pada akhirnya kita harus memilih salah satunya untuk kita kejar karena kita tidak mungkin bisa hebat dalam semua bidang.

Setelah kita tahu bidang apa yang ingin kita kejar, maka tahap selanjutnya adalah memilih jalan untuk mengejar hal itu sendiri. Misalnya kita ingin mengejar cita-cita sebagai seorang pekebun kelapa sawit, maka ada beberapa jalan alternatif untuk mengejar apa yang kita cita-citakan. Kita bisa langsung dengan menjadi pengusaha dengan membeli tanah dan menanaminya dengan kelapa sawit, bisa dengan bekerja terlebih dahulu di perusahaan kelapa sawit dan mempelajari strategi bisnis manajemen perusahaannya, atau bisa juga dengan langsung mengambil alih tanah kebun kelapa sawit warisan orang tua (hehe….).

Perkara ada orang lain yang sukses lebih cepat dibidang yang sama dengan kita, harusnya tidak akan jadi masalah buat kita. Tapi  kita tidak bisa bohong bahwa pertanyaan “mengapa kita tidak bisa sesukses mereka? kapan giliran kita?” selalu merisaukan kita. Kita kehilangan fokus pada apa yang kita kejar karena kita memikirkan orang lain. Akhirnya kegembiraan awal kita untuk mengejar cita-cita, perlahan-lahan lenyap. Kita mulai memperlambat lari kita, kita mulai menurunkan semangat bekerja kita, dan kita mulai mengecilkan harapan yang ingin kita kejar. Disinilah tanda-tanda karir kita akan berjalan ditempat. Dan jangan sampai hal ini terjadi pada diri kita.

Tetaplah bersabar, tetaplah bergembira kawan. Jika memang kita merasa bahwa kita tidak cocok pada jalan yang kita jalani, maka segeralah menerobos mencari jalan yang baru. Dalam bukunya yang berjudul “Change!”, Rhenald Kasali juga menguatkan “seberapa jauh kita salah melangkah, putar arah sekarang juga”. Jangan biarkan pengaruh negatif yang diciptakan oleh kita sendiri malah menjadi penghalang dijalan karir kita. Boleh jadi kita salah memilih jalan, tapi kita tetap harus fokus pada tujuan yang ingin kita tuju. Jalan karir itu ada banyak, tinggal kita yang memilihnya, tinggal kita mau berlari dijalan itu atau diam ditempat.[]

Featured

Catatan 11: Yang Dipandang Sebelah Mata

never give upAda yang bilang, hal yang paling tidak diinginkan oleh manusia didunia ini adalah dipandang sebelah mata. Kebanyakan orang sangat takut dipandang remeh orang lain karena sangat memalukan. Dilain sisi, ada banyak orang pula yang seringkali secara tidak sadar memandang sebelah mata orang lain ketika merasa kedudukan dirinya lebih tinggi.

Ya begitulah kenyataannya. Konon, memang seringkali seseorang diniliai dari keadaan dirinya saat itu. Keadaan itu bisa berupa tingkat kekayaan, asal suku, intelejensia, nama keluarga, atau bahkan sebuah jabatan. Tapi benarkah demikan?

Jika kita merujuk pada takdir Tuhan, setiap manusia pasti lahir dalam keadaan yang sangat beragam. Pasti akan ada seseorang yang lahir dalam keadaan miskin, ada seseorang yang lahir dari orang tua yang kaya, ada yang punya kekurangan, dan ada yang punya kelebihan. Apakah Tuhan memang mendesain bahwa pasti ada manusia yang dipandang sebelah mata?

Kalau saja Tuhan mau, tentu dia akan melakukannya. Tapi, nyatanya tidak sama sekali. Allah mendesain sedemikian hingga setiap manusia punya track record memulai kehidupannya dan Dia memberikan keleluasaan buat manusia untuk mengubahnya. Makanya, jangan heran ketika kita melihat ada orang yang tadinya biasa-biasa saja menjadi luar biasa, atau sebaliknya, yang tadinya luar biasa menjadi biasa-biasa saja sekarang. Berbagai kisah orang berpengaruh didunia ini telah jadi bukti yang nyata.

Tidak ada sesuatu dalam semesta ini yang permanen. Semuanya pasti akan terus berubah. Tidak ada yang terus-terusan berada dibawah ataupun diatas. Hidup ini juga seperti roda kehidupan, kadang diatas dan kadang dibawah, jadi kita jangan berlama-lama bersedih ketika berada diposisi bawah atau terlena karena posisi diatas. Karena setiap posisi punya waktunya. Ketahanan mental dan kemampuan kita lah yang akan menentukan apakah waktu berputar roda hidup kita akan cepat atau lambat.

Kawan-kawan, lebih baik kita selalu berprasangka positif dan mengambil hal yang terbaik dalam hidup kita. Jika ada banyak hal buruk disekitar kita, cari yang terbaik diantara yang terburuk itu. Kata Umar Bin Khattab, waktu itu ibarat pedang, jika kita lama-lama berada pada posisi bersedih atau terlena, maka tunggu saatnya waktu akan menebas kita.

Bersegeralah untuk berubah, karena kehidupan kita tidak akan berubah jika hanya diam berharap semuanya menjadi lebih baik. Saya percaya setiap usaha manusia itu pasti akan dibalas oleh Tuhan sesuai kadarnya. Ketika kerja kita sudah maksimal, Tuhan pasti tidak akan ragu untuk memberikan apa yang kita perjuangkan.

Selamat berjuang kawan. Tuhan pasti akan membalas segala usaha terbaik kita semua. Jaga ketahanan mental dan asah terus kemampuan agar kita bisa jadi yang terbaik. Jangan pernah berhenti untuk menegakkan kepala kita. Tunjukan pada dunia bahwa kita bukan orang yang bisa dipandang sebelah mata.[]

Featured

Retire Young, Retire Rich #kutipan

Saya habis membaca buku Robert Kiyosaki yang berjudul “Retire Young, Retire Rich” yang kurang lebih artinya Pensiun Muda, Pensiun Kaya.  Buku ini bercerita tentang perencanaan pensiun muda seseorang dan merencanakan kekayaan finansialnya sendiri. Ada beberapa kata-kata penting dari dirinya yang ingin saya  sampaikan disini. Kepada yang ingin lebih tahu detil penjelasan dari kata kutipan saya dibawah ini, silakan baca sendiri bukunya ya. Semoga bermanfaat. []

“keuntunganmu dihasilkan ketika kamu membeli, bukan ketika kamu menjual.”

“salah satu sebab orang kaya menjadi semakin kaya adalah karena setelah kamu menemukan formula untuk menjadi kaya, makin mudah untuk menjadi kaya. jika kamu belum pernah menemukan formulanya, menjadi kaya selalu kelihatan sulit dan tetap miskin seolah-olah alamiah.”

“semakin besar jaringan, semakin ekonomis kekuatannya.”

“bukan tugas bos anda untuk menjadikan anda kaya. tugas bos anda adalah membayar anda atas apa yang anda kerjakan, dan merupakan tugas anda untuk menjadikan diri anda kaya di rumah dan dalam waktu luang anda.”

“jika anda ingin pensiun muda dan pensiun kaya, anda perlu bekerja lebih keras dan lebih cepat. uang anda harus melakukan hal yang sama. membiarkan uang anda menganggur di satu tempat adalah seperti memperhatikan tumpukan daun-dau kering musim gugur, menunggu percikan api … percikan api yang akan mengubah daun-daun itu menjadi api unggun.”

“uangmu harus seperti anjing pemburu burung. ia membantumu mencari burung, menangkap burung, kemudian pergi dan menangkap burung lagi untukmu. uang sebagian besar orang bertingkah laku seperti burung yang hanya terbang menjauh.”

“kalau anda bisa bekerja dengan orang yang berbeda anda bisa menjadi kaya melampaui impian anda yang terliar.”

“ada perbedaan yang sangat besar antara karyawan dengan wiraswasta tidak peduli dari industri mana mereka berasal.”

“kalau anda ingin pensiun semuda dan sekaya mungkin, anda perlu memikirkan dunia tanpa gaji. jika dalam realitas, konteks, atau pola pikir anda, anda membutuhkan gaji, kemungkinan anda untuk pensiun muda dan pensiun kaya tipis. ayah kaya sering berkata. orang yang butuh gaji adalah budak uang. kalau kamu ingin bebas kamu tidak boleh butuh gaji atau pekerjaan.”

“saya bekerja untuk membangun aset, yang dilakukan oleh orang kuadran B, atau bekerja keras untuk memperoleh aset, yang dilakukan oleh orang kuadran I. setelah saya memiliki aset, kemudian aset itu bekerja keras untuk memberikan uang kepada saya… tetapi saya tidak akan bekerja hanya untuk uang. saya harus mempunyai aset. itulah sebabnya saya hanya bekerja untuk membangun atau membeli aset… aset yang pada gilirannya akan membuat saya semakin kaya, sementara kerjanya makin sedikit. itulah yang dilakukan orang kaya, sementara orang miskin dan golongan menengah bekerja keras untuk uang lalu membeli liabilitas bukannya berinvestasi di aset.”

“jangan memboroskan waktu dengan berusaha melarikan diri dari perlombaan tikus dengan berinvestasi dalam investasi orang banyak. bangunlah bisnis anda dan berinvestasilah dalam investasi orang kaya… orang-orang yang berinvestasi karena mempunyai masalah kelebihan uang. jangan ber- investasi seperti orang yang kekurangan uang… karena mereka keku- rangan uang, mereka berharap memperoleh uang dari investasi mereka. orang-orang itu tidak pernah mendapat investasi yang terbaik. inves- tasi terbaik hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang kelebihan uang.”

Featured

Mau Tau Tentang Teknik Perminyakan?

Seiring dengan banyaknya kawan-kawan SMA yang tertarik pada dunia perminyakan, dalam tulisan ini saya mau berbagi tentang dunia perminyakan. Apa itu teknik perminyakan? Teknik perminyakan dalam bahasa inggris dikenal sebagai petroleum engineering. Kalau boleh saya ambil pengertian petroleum engineering dari Universitas Teknik Texas disebutkan sebagai berikut:

Petroleum engineering is the practical application of the basic and physical sciences of mathematics, geology, physics, and chemistry and all of the engineering sciences to the discovery, development, and production, and transportation of petroleum.

Kalau boleh saya artikan dalam bahasa Indonesia versi saya, teknik perminyakan adalah aplikasi lapangan dari fisika, matematika, geologi, kimia, dan berbagai ilmu lainnya untuk menemukan, mengembangkan, memproduksi, hingga mendistribusikan minyak dan gas yang ada didalam bumi.

Supaya kawan-kawan lebih terbayang tentang apa yang dipelajari dari teknik perminyakan, dibawah ini saya membuat matriks sederhana tentang apa saja yang akan kawan-kawan pelajari jika tertarik untuk melanjutkan kuliah di teknik perminyakan.

Matrix Petroleum Engineering

Secara sederhana, terlihat bahwa ilmu fisika dan matematika sangat mendominasi di teknik perminyakan. Untuk itu, jika ada pertanyaan ilmu apa saja yang harus dikuasai di teknik perminyakan, maka jawabannya kawan-kawan harus punya basic ilmu fisika dan matematika yang baik agar dapat menjalani kuliah dengan baik.

Walaupun sistem pendidikan Indonesia mensyaratkan penjurusan IPA, IPS, Bahasa, ataupun SMK setelah memasuki masa SMP, tetapi tidak pernah ada larangan untuk lulusan non-IPA buat masuk teknik perminyakan. Jadi jangan takut buat kawan-kawan semua yang benar-benar tertarik untuk masuk jurusan ini. Tapi syaratnya kawan-kawan harus bersiap kembali mempelajari ilmu fisika dan matematika lebih dalam lagi.

Buat kawan-kawan yang tertarik, setidaknya ada lima kampus yang saya ketahui telah membuka jurusan teknik perminyakan. Sebagai gambaran umum, saya lampirkan beberapa kampusnya:

ITB (baca: http://snmptn.itb.ac.id/nas-t-2.htm):
Uang masuk ==> 55 juta
Biaya Semester ==> 7.5 juta + 750 ribu/sks

UPN (baca: http://www.upnyk.ac.id/main/?mod=beritastatis&nid=27):
Uang masuk ==> 14-16.5 juta
Biaya Semester ==> 1,8-2 juta + 150 ribu/sks

Unisakti (baca: http://online.trisakti.ac.id/pmbonline/SppTa20122013.pdf):
Uang masuk ==> 24-30 juta
Biaya Semester ==> 6.5 juta + 200 ribu/sks

STT Migas Balikpapan (info brosur):
Uang masuk ==> 15 juta
Biaya Semester ==> 3 juta (include paket sks dalam satu semester)

Universitas Islam Riau
Uang masuk ==> 7.5 juta
Biaya Semester ==> 700 ribu per sks.

Demikian info yang bisa saya sampaikan, semoga berguna buat semua yang berminat. Silakan buat kawan-kawan yang ingin sharing tulisan saya ini ke tempat lain dengan tetap mencantumkan sumber aslinya. Saya membuka diskusi jika ada pertanyaan disini. Semoga sukses buat kawan-kawan yang sudah meniatkan dirinya untuk masuk teknik perminyakan ya.🙂 []

Featured

Kita dan Tahun 2030

Belum lama ini saya membaca publikasi yang dirilis oleh lembaga konsultan McKinsey yang berjudul “The archipelago economy: Unleash Indonesia’s potential“. Disebutkan dalam publikasi berbahasa Inggris itu bahwa pada tahun 2030, Indonesia akan menjadi negara superpower papan atas menyamai China dan India.

Dan saya pun semakin perhatian pada artikel tersebut, terutama ketika disebutkan Indonesia tumbuh sebagian besar dari pasar domestiknya sendiri, bukan dari kegiatan ekspor impor. Jadi roda ekonomi negeri ini masih bisa berjalan ketika situasi internasional memburuk, asalkan kita menjadi tuan di negeri sendiri.

Mata saya sempat tertegun ketika membaca potongan kata-kata “We expect that cities including Pekanbaru, Pontianak, Karawang, Makassar, and Balikpapan will lead growth among small middleweight cities, each having annual growth rates of more than 7 percent.” Ternyata kota kelahiran saya masuk dalam kategori yang akan berkembang pesat dalam waktu yang akan datang. Wah semakin menarik ini.

Sadar atau tidak sadar kita sadari, Indonesia hanyalah sebuah negara yang bersifat objektif. Ekonomi negeri ini sebenarnya akan tetap terus berjalan karena adanya pasar. Tapi kemana arah negara ini mau dibawa hingga nanti tahun 2030, semuanya bergantung kepada sumber daya manusianya. Indonesia hari ini telah menjadi sebuah emerging market country dimana pertumbuhan ekonominya sangat cepat. Bahkan mentri keuangan kita mengatakan bahwa negeri ini adalah negeri kedua dengan Ekonomi terpesat didunia setelah negeri Cina.

Akankah kita tetap bisa optimis pada negeri ini walaupun prahara koruptor bukan lagi sekedar hal yang tabu? Akankah kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri di tahun 2030 nanti? Mudah-mudahan kita masih tetap termasuk orang-orang yang optimis dan percaya bahwa negeri ini lebih baik.

Tapi….hanya optimis ternyata tidaklah cukup. Kita butuh kerja nyata untuk membangun negeri ini. Kita butuh sumber daya manusia yang punya kompetensi untuk memberdayakan dan mengelola berbagai potensi Indonesia. Saya percaya, kita pasti tidak mau selamanya bergantung secara dominan terhadap negara asing bukan?

Mari kita belajar banyak dari negeri gingseng, Korea Selatan. Tahun 2011, presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak memberikan pidato di hadapan kongres Amerika Serikat. Dengan penuh kebanggaan Lee menyatakan bahwa negerinya sudah setara dengan Amerika Serikat. Dan ketika Lee ditanya oleh berbagai pemimpin dunia, “bagaimana bisa negara tanpa sumber daya alam, tanpa uang, dan tanpa pengalaman mencapai sebegitu banyak prestasi hanya dalam satu generasi?”, Jawaban Lee cukup sederhana: “Kekuatan pendidikan.”

Kekuatan pendidikan ternyata bisa menggerakan sesuatu yang tadinya tidak berdaya menjadi berdaya. Kalau negara Korea yang tidak memiliki sumber daya alam kini bisa setara dengan negara Amerika, lalu apakah Indonesia yang kaya sumber daya alam ini tidak yakin bisa menjadi negara superpower?

Jika dihitung mundur kebelakang hingga hari ini, kira-kira kita punya waktu 17 tahun untuk menyongsong prediksi tahun emas Indonesia kembali. Kita harus berusaha menguasai ilmu-ilmu penting untuk membangun negeri ini dan punyailah visi masa depan. Lalu, melalui berbagai ilmu-ilmu penting ini kita padukan dalam satu gerakan utuh untuk merekonstruksi negeri ini agar bisa berdiri tegak dihadapan bangsa-bangsa lain di dunia ini.

Mari bekerja untuk Indonesia.[]

Featured

Satu Lembaran Baru

Wah rasanya lama sekali tidak menyapa disini. Kalau saja blog ini diibaratkan sebagai sebuah buku diary dalam kehidupan nyata, mungkin sekarang sudah berdebu karena jarang diisi. Kalau juga keinginan menulis ini bisa diibaratkan sebuah pisau, mungkin waktu itu sedang dalam keadaan tumpul sekali. Kini waktunya membersihkan debu dan mengasah pisau kembali.  Sudah saatnya saya kembali membangunkan blog saya yang sedang tertidur pulas ini.

Setelah melihat statistik blog saya pada satu tahun kebelakang, ada banyak yang tertarik dan bertanya tentang dunia perminyakan, dunia kampus, dan opini untuk beberapa sektor strategis di Indonesia, maka pada tahun ini saya akan memfokuskan tulisan saya tidak jauh dari isu-isu tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan, akan tetap ada tulisan nyeleneh-nyeleneh yang mungkin akan hadir disini. Insya Allah, saya akan berikhtiar untuk selalu mengupdate blog ini. Bukan sekedar untuk sebuah keeksisan, tapi saya dedikasikan blog ini sebagai sarana untuk Share ilmu, pemikiran, dan opini kepada kawan-kawan sekalian.

Saya berharap tulisan saya bisa selalu bermanfaat buat kawan semua. Atau kalau boleh berharap lebih, semoga tulisan saya  juga bisa menjadi nutrisi atau sumber tenaga buat kawan-kawan, untuk bergerak dari keadaan Good menjadi Great.  Tulisan ini adalah tulisan pembuka pada lembaran  baru DIARYan pada tahun ini. Sekian dulu postingan pendek saya kali ini.

New Year, New Age, New Plans, and New Achievement.

Wassalam.

Featured

Skenario Tata Kelola Migas Pasca Revisi UU Migas No. 22 Tahun 2001

Berikut ini adalah telaah saya mengenai UU Migas yang kiini telah ditinjau ulang oleh Mahkamah Konstitusi. Tulisan ini saya tulis pada tahun 2010. Tapi sepertinya masih relevan.

Sejalan dengan diketuknya palu Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan keberadaan UU No. 22 Tahun 2001, maka tak elak lagi bahwa revisi UU Migas harus menjadi agenda utama Komisi VII DPR untuk diselesaikan. Akses pengusahaan dan pengelolaan migas yang belum memberikan jaminan seutuhnya kepada bangsa ini sendiri, kemudian tidak membaiknya kondisi hulu dan hilir pengelolaan migas di Indonesia hingga saat ini, termasuk didalamnya kecenderungan produksi minyak yang terus menurun, sepinya investasi migas, hingga belum ditemukannya lapangan baru di negeri ini, merupakan beberapa implikasi dari keberjalanan UU ini. Jika ditengarai lebih dalam, sudah pasti pembahasan revisi ini harus dilakukan secara menyeluruh, hingga menyentuh kelemahan-kelemahan serta akar problematika tatakelola migas Indonesia.

Pijakan mendasar revisi UU Migas ini dikuatkan oleh tinjauan geopolitik migas internasional, tinjauan historis dan tinjauan kinerja sektor migas yang bekerja selama ini. Dalam tinjauan geopolitik migas internasional, UU Migas ini sebenarnya masih menyatakan bahwa mineral rightsmasih berada ditangan negara, namun sayangnya tidak memberikan kepastian seutuhnya kepada pihak nasional untuk dapat menjadi pihak pertama untuk menguasainya. Bagaimana mungkin amanat negara pada Pasal 33 UUD 1945 untuk memaksimalkan sebesar-besarnya pengelolaan dan penguasaan wilayah migas dapat terjadi, jika sumber daya strategis ini tidak diprioritaskan pada bangsanya sendiri. Kemudian, tinjauan historis pun menunjukan bahwa diberlakukannya UU No. 22 tahun 2001 tidak sepenuhnya murni berlatar belakang permasalahan migas internal Indonesia, karena didalamnya juga tersirat sebuah tuntutan pihak internasional tertentu untuk melakukan perubahan struktural dalam perekonomian nasional. Jadi, sebenarnya UU Migas ini bisa dikatakan sebagai bentuk kompromi politik yang tidak memihak pada rakyat Indonesia. Dan yang ketiga, tinjauan dari kinerja sektor migas selama ini juga sudah dipastikan menjadi satu faktor utama penyebab tidak kondusifnya investasi di sektor migas. keberadaan BP Migas dan BPH Migas sebagai badan yang lahir setelah UU No. 22 tahun 2001 diberlakukan, ternyata tidak memberikan sebuah kemajuan yang signifikan alih-alih memberikan efek yang tidak membawa angin segar bagi perkembangan dunia migas Indonesia.

Jika memang revisi pada hal-hal mendasar ini dapat terlaksana, setidaknya ada tiga aspek yang harus dipertimbangkan, agar nantinya proses perubahannya tidak hanya bersifat artificial seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya. Aspek pertama yang harus disorot adalah pembuatan formula yang lebih tegas mengenai keberpihakan negara terhadap perusahaan negara di dalam pengelolaan sumber daya migas. Kemudian, aspek kedua adalah pengukuran efisiensi birokrasi dalam arti bisnis sesungguhnya. Dan aspek ketiga adalah peninjauan kembali status dan kewenangan Badan Pelaksana dan Pengaturan kegiatan usaha di sektor hulu dan hilir migas.

Hingga saat ini, kondisi faktual saat ini mengemukakan dengan jelas bahwa UU Migas yang berlaku sekarang mengarahkan pada ketidakberpihakan pada negara. Disektor hulu, hal ini dapat dilihat pada realita pengajuan tender awal dan perpanjangan kontrak saat ini dengan menyamaratakan semua calon kontraktor migas, termasuk Pertamina harus pula bersaing didalamnya tanpa ada suatuprevilege apapun. Kemudian kebijakan DMO yang tertera di pasal 22 ayat 1 UU Migas saat ini masih belum dapat menjamin pemenuhan kebutuhan migas dalam negeri. Target ekspor dalam bentuk bahan mentah guna mencapai penerimaan negara ini seharusnya dibandingkan dengan pemenuhan dalam negeri lewat kebijakan DMO ini. Dan kesalahan ideologis terbesar negeri ini di sektor hilir adalah menetapkan harga BBM yang diserahkan pada mekanisme pasar -pasal 28 ayat 2-. Semua kondisi faktual tadi membuat kondisi migas Indonesia kian terpuruk dari sektor hulu hingga ke hilirnya.

Pengkerdilan peran Pertamina di sektor hulu saat ini, merupakan pengingkaran dari “azas manfaat” dalam pengelolaan migas negara. Bagaimana tidak? kini dibentuk sebuah badan hukum sebagai regulator dan perusahaan negara kini hanya menjadi aktor dalam tender dalam bisnis migas. Padahal jelas sekali perubahan posisi ini sarat dengan muatan geopolitik internasional bagi pihak-pihak yang mau memanfaatkannya. Untuk itu, revisi UU Migas saat ini dipandang harus mengembalikan posisi perusahaan migas negara sebagai prioritas pertama dalam penawaran blok migas Indonesia baik yang baru atau yang sudah lama. Bahkan untuk lapangan yang telah habis masa kontraknya, tidak menutup kemungkinan langsung diserahkan saja pada perusahaan migas negara karena dari segi pengelolaan dan manajemen, lapangan tua relatif lebih mudah dan tidak beresiko sebagaimana lapangan baru yang perlu di eksplorasi terlebih dahulu. Jika pandangan ini dapat diwujudkan, sudah tentu amanah UUD 1945 mengelola sebesar-besarnya kekayaan alam (dalam hal ini migas) untuk kemakmuran rakyat dapat tertunaikan.

Saat ini, kegiatan hilir migas domestik Indonesia masih belum membaik karena pemenuhannya belum terealisasi. DMO (Domestic Market Obligation) yang ditetapkan maksimal 25% untuk keperluan dalam negeri Indonesia belumlah dipandang suatu hal yang benar-benar menganut prinsip sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat seperti yang digariskan pasal 33 UUD 1945. Namun sebelum mengevaluasi kembali besaran minimum DMO tersebut melalui kajian intensif, perlu juga dipertimbangkan aktivasi kembali sistem perpajakan lex specialist. Ketentuan pasal 31 ayat 1 dan ayat 4 mengisyaratkan penghapusan asas lex specialist, sehingga kontraktor migas harus membayar pajak-pajak, bea masuk, dan pungutan lain atas impor dan cukai pada tahap eksplorasi. Sudah tentu peningkatan angka DMO akan cenderung merugikan investor jika tidak diimbangi dengan kembalinya sistem perpajakan migas pendahulunya. DMO menuntut adanya penjualan harga minyak 10% dari harga pasar sehingga pasti mengurangi keuntungan kontraktor. Untuk itulah perlu ada sebuah penyeimbangan agar dapat iklim dan minat investasi migas di Indonesia tetap terjaga. Dengan demikian, fokus pencapaian target penerimaan negara tetap bisa dilakukan, tanpa melupakan pemenuhan dalam negeri.

Pengembalian hak penentuan harga BBM pun harus menjadi aspek yang diperhatikan dalam pembahasan revisi UU Migas saat ini untuk selanjutnya kembali diserahkan pada pemerintah. Memang penetapan BBM bersubsidi masih ditetapkan oleh pemerintah. Namun untuk harga BBM non-subsidi pada kenyataannya harus diserahkan pada mekanisme persaingan usaha, tanpa adanya kejelasan mengenai peran pemerintah untuk melakukan intervensi bilamana diperlukan. Ini adalah titik penting dan mendasar yang harus dibenahi dalam revisi UU Migas ini. Harus ada ketentuan tambahan yang mengatur dengan jelas dan tegas bahwa pemerintah dapat melakukan intervensi penetapan harga BBM jika dipandang tidak wajar atau merugikan konsumen. Adanya upaya penerapan liberalisasi sektor migas yang mengedepankan pasar bebas ini harus diakhiri dan dikembalikan pada pengelolaan migas yang benar-benar seutuhnya untuk kemakmuran rakyat.

Lalu, dari aspek pertama tadi mari beralih pada aspek kedua tentang pengukuran efisiensi birokrasi sektor migas. UU Migas saat ini menyatakan bahwa investasi di sektor migas harus melalui tiga pintu, yaitu izin dari Dirjen Migas pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha (BP) Migas dan Dirjen Bea Cukai (Depkeu). Dengan demikian, para kontraktor migas semakin dipersulit untuk menginvestasikan modalnya di sektor migas Indonesia dikarenakan proses birokrasi yang semakin panjang. Berbeda dengan sebelum adanya BP Migas, hal ini secara administrasi diurus oleh Pertamina –sebagai badan usaha yang berkontrak bagi hasil dengan kontraktor– sehingga kegiatan kontraktor tidak dirumitkan oleh persoalan administrasi/birokrasi semacam ini. Hal ini menunjukan pembentukan BP Migas di sektor hulu akan menambah jalur birokrasi, sehingga prosedur administrasi seperti perizinan, peraturan, persyaratan dan lainnya akan semakin berbelit.

Selain itu, walaupun BP Migas bertugas untuk mengelola sektor hulu migas, tapi dalam keberjalanannya institusi ini tidak bisa menjual langsung minyak bagian negara tanpa perantara pihak ketiga. Selain mengharuskan adanya biaya brokerage, keberadaan pihak ketiga rawan juga terhadap conflict of interest, seperti apa yang terjadi pada kasus penjualan gas Tangguh ke Fujian oleh BP. Perubahan ini juga mengakibatkan Pertamina yang berperan perusahaan migas negara, harus membeli minyak pemerintah melalui pihak ketiga dengan harga ICP (Indonesia Crude Price). Sebelum adanya proses birokrasi ini, minyak bagian negara bisa dialirkan ke kilang Pertamina untuk selanjutnya diolah dan diangkut ke pompa bensin dalam pola usaha terpadu (vertically integrated). Dengan sistem birokrasi baru yang lebih rumit, biaya BBM pun menjadi lebih mahal bagi negara, dan begitu pula dengan rakyat.

Aspek ketiga adalah terkait dengan keberadaan dua badan baru pasca UU No.21 tahun 2001diberlakukan. BP Migas, yang dalam konteks ini dibentuk sebagai badan usaha yang diberi wewenang untuk melaksanakan dan mengawasi kegiatan hulu migas Indonesia, hingga saat ini belum bisa membuktikan realisasi tugasnya dengan baik. Pada tabel 1.1 berikut, terlihat bahwa BP Migas belum berhasil untuk mendongkrak -atau setidaknya mempertahankan- produksi minyak Indonesia selama masa didirikannya badan ini. Tidak lepas dari hal itu juga, terlihat pula bahwa cost recovery yang harus digantikan oleh pemerintah kepada kontraktor migas terus meningkat setiap tahunnya, padahal BP Migas bertugas untuk mengawasi dan mengontrolnya dengan baik. Sangat miris sekali, mengingat menurunnya produksi minyak tidak berimbang dengan cost recovery yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Maka tidak salah jika ketika BPK berulang kali memberi opini adverse (penilaian buruk audit laporan keuangan) kepada BP Migas, karena dinilai gagal mengawasi keuangan negara dengan memasukkan biaya-biaya yang tidak seharusnya dihitung kedalam cost recovery. Hal ini menguatkan argumentasi bahwa memang keberadaan BP Migas perlu ditinjau dalam aspek keefektifannya untuk mengelola migas nasional.

Keberadaan BP Migas pun sebenarnya mengundang banyak tanya karena statusnya sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Pasal 12 ayat 3 UU Migas 22/2001 mengartikulasikan bahwa badan ini memiliki wewenang untuk menandatangani kontrak-kontrak pengusahaan migas bersama kontraktor migas yang ada. Namun karena statusnya sebagai bukan pengusaha kena pajak –sebagai implikasi status BHMN-, mengakibatkan semua masalah perpajakan selalu ditujukan langsung kepada para kontraktor migas sebagai subyek pajak langsung. Berbeda dengan sebelum adanya BP Migas, dimana hal tersebut secara administrasi diurus oleh Pertamina –sebagai badan usaha yang kena pajak– sehingga kegiatan kontraktor tidak dirumitkan oleh persoalan administrasi/birokrasi semacam ini. Segala sesuatunya akan menjadi urusan internal Pertamina. Inilah sebagian imbas turunan yang terjadi, akibat kesalahan fundamental tercampuradukannya antara administrasi usaha dengan administrasi negara. Maka tidak salah jika keberadaan BP Migas dapat dianggap tidakinvestor friendly, karena kontraktor telah dibebani dengan proses birokrasi dan administrasi yang semakin panjang dibandingkan sebelumnya, serta ditambah berbagai jenis pungutan pajak sebelum menemukan cadangan migas.

Lalu dalam posisinya sebagai BHMN, kekayaan BP Migas terpisah dari kekayaan negara. Biaya operasional BP Migas selama ini diambil melalui fee dari pemerintah dan kontraktor, dan bukan diambil dari APBN sehingga neracanya independen. Sistem seperti ini sebenarnya sangat rentan dengan “penggelapan” pendapatan negara yang berasal dari sektor migas. Sayangnya, tugas berat badan ini untuk mengelola aset yang sangat besar ini hingga kini belum memiliki standar laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Bagaimana pula dengan kondisi faktual BPH Migas? Pada awal tujuan didirikannya, BPH Migas memiliki tugas untuk melakukan pengawasan secara independen dan transparan atas pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian BBM dan gas bumi. Namun ada dua hal yang patut dianalisis untuk mencermati keberadaannya. Hal pertama adalah walaupun BPH Migas bertugas untuk penyediaan dan pendistribusian BBM, tetapi badan ini tidak dapat menentukan harga BBM itu sendiri. Hal ini didasari pada pasal 28 ayat 2 UU Migas No. 22 Tahun 2001 yang menyatakan bahwa penentuannya didasarkan pada mekanisme pasar. Kemudian hal kedua adalah mengenai penyediaan dan pendistribusian gas bumi. BPH Migas tidak berperan secara signifikan untuk menanggulangi permasalahan ledakan tabung LPG yang dalam beberapa bulan lalu menjadi kasus marak terjadi di Indonesia. BPH Migas tidak dapat mengambil peran apa-apa dalam permasalahan itu, karena memang batas pengawasannya hanya terbatas gas dalam pipa.

Keadaan BPH Migas kini tak ubahnya pula dengan keadaan BP Migas, terutama dalam konteks ketidakefektifannya. Posisi BPH Migas saat ini yang notabene adalah mengatur gas yang melalui pipa saja, tidak terlalu signifikan sebagaimana yang termaktub dalam Pasal 46 UU Migas No.21 Tahun 2001. Padahal jika ditinjau pengelolaan sektor hilir migas lebih luas, sebenarnya tugas BPH Migas dapat didiversifikasikan ruang lingkup kerjanya untuk pengaturan gas didalam tabung seperti LPG. Jika hanya terbatas pada pengelolaan gas didalam pipa, tidakkah sebenarnya hal itu dapat dilakukan oleh DESDM melalui Direktorat Jendral Migas?

Berangkat kondisi faktual dua badan tadi, maka jelas bahwa keberadaan dari dua badan ini tidaklah efektif untuk tetap diteruskan ada pasca revisi UU Migas. Dengan tetap mengutamakan keberadaan perusahaan negara sebagai priorias utama pengelola sektor migas, setidaknya ada dua skenario tatakelola lembaga yang dapat direalisasikan untuk dapat menjaga agar pengelolaan migas nasional yang lebih berdaulat, lebih mandiri dan lebih bebas dari konflik kepentingan dalam hal inisiatifnya tanpa mempersulit investasi yang diciptakannya. Dalam konteks ini, sistem pengelolaan migas yang ada di Negara Malaysia dan Negara Norwegia merupakan contoh sistem yang patut untuk dicontoh sebagai skenario yang tetap menempatkan negara sebagai pemegang hak kuasa tertinggi dalam tatakelola migasnya.

Jika berkaca pada sistem yang digunakan oleh Negara Malaysia, maka adalah sama ketika berbicara tentang UU Migas Indonesia sebelum UU Migas No. 22 Tahun 2001, yakni UU Pertamina No. 8 Tahun 1971. Negara Malaysia mengadopsi langsung UU Pertamina Indonesia sebagai regulasi pengelolaan migas di negaranya, dan diadaptasi menjadi nama Petroleum Development Act Malaysia 1975 (PAD 1975). Hingga kini, Malaysia masih menggunakan PAD 1975 dan terbukti sukses menjaga ketahanan produksi minyak dalam negerinya serta melejitkan Petronas menjadi perusahaan migas papan atas dunia. Di sektor hulu migas Malaysia, semua investor asing berada di bawah pengawasan Petronas secara langsung. Petronas memiliki hak istimewa untuk menjadi pengatur sekaligus pemain dalam tatakelola migas negaranya tanpa ada suatu badan perantara pemerintah yang ada didalamnya. Kemudian di sektor hilir, pemerintah Malaysia (Ditjen Perdagangan Dalam Negeri) langsung memegang peranan penting untuk menetapkan harga jual BBM di pompa bensin sekaligus mentetapkan marjin yang diperoleh oleh perusahaan minyak. Harga jual yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut selalu diatas biaya dan mengacu kepada harga minyak dunia, sehingga Petronas dapat memperoleh keuntungan/ marjin dari menjual BBM dalam negeri. Sedangkan di Indonesia, harga jual BBM ditetapkan oleh Pemerintah tidak pernah memperhitungkan marjin bagi pelaku usaha sehingga mereka tidak dapat mengakumulasi dana dari menjual BBM.

Berangkat dari contoh pengelolaan migas dari negara Malaysia tadi, skenario kuasa menambang, mengelola, dan mengembangkan wilayah migas di tanah air Indonesia yang sepenuhnya diberikan sepenuhnya kembali pada Pertamina -kembali seperti pada UU No. 8 Tahun 1971- merupakan sebuah hal yang layak dipertimbangkan sebagai hal penting untuk dibahas pada revisi UU Migas yang berlaku saat ini. Sebagai konsekuensi logis dari skenario ini, maka keberadaan dari BP Migas dan BPH migas tidaklah diperlukan lagi. Pertamina seutuhnya kembali menjadi pengatur sekaligus pemain untuk selanjutnya melakukan kerjasama dengan para kontraktor migas lainnya. Dengan demikian, pengawasan Mentri ESDM yang dalam hal ini ditujukan pada Ditjen Migas harus memiliki fungsi dan kedudukan yang diperkuat untuk dapat mengawasi dengan baik keberjalanan pengelolaan sektor hulu hingga ke sektor hilir migas di Indonesia.

Demikian pula dengan sistem pengelolaan migas yang digunakan Negara Norwegia. negara ini juga menggunakan sebuah sistem yang tetap menempatkan negara sebagai pemegang hak kuasa tertinggi dalam tatakelola migasnya. Sesuai dengan apa yang diputuskan oleh Parlemen Norwegia (Storting) pada tahun 1972 untuk mengelola sumber migas Norwegia, maka berdirilah sebuah direktorat Norwegian Petroleum Directorate (NPD) dan perusahaan migas negara Den Norske Stats Oljeselskap (StatOil) yang keduanya berada dalam kendali Kementrian Minyak dan Energi Norwegia. NPD memegang peran kunci dalam batas-batas administratif dan penasehat Kementrian Minyak dan Energi dalam pengelolaan sumber daya minyak bumi, tanpa wewenang berlebih didalamnya. Sedangkan StatOil memainkan peranan dalam pelaku usaha bisnis migas yang diutamakan Norwegia agar pengelolaan bisnisnya tetap memberikan keuntungan bagi negara ini. Dalam keberjalanannya, dibentuk lagi dua dibentuk lagi badan usaha milik negara Norwegia dalam bidang migas yang bernama Petoro AS dan Gassco AS. Petoro AS adalah perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan State’s Direct Financial Interest ( sebuah investasi negara di lapangan migas Norwegia yang dioperasikan oleh operator asing dalam bentuk saham interest. Petoro bukan pemain usaha migas, tetapi perusahaan ini dalam mengoptimalkan pendapatannya secara profesional karena bisa ikut campur dalam setiap langkah yang akan dilakukan operator migasnya dengan aturan bisnis standar. Sedangkan Gassco AS adalah perusahaan negara yang bertanggung jawab untuk pengangkuan gas alam dari Norwegia Continental Shelf (NCS). Sebagai operator gas, Gassco adalah perusahaan netral yang bisa digunakan oleh semua kontraktor gas.

Dalam hal ini, model pengelolaan migas Negara Norwegia juga patut juga dijadikan bahan bahasan pasca revisi UU Migas sebagai skenario tatakelola lembaga migas masa depan Indonesia. Dengan adaptasi sistem KPS yang ada di Indonesia dan sistem SDFI yang ada di Norwegia, kuasa pertambangan tetap ada di tangan Departemen ESDM, tetapi pemerintah Indonesia wajib memberikannya terlebih dahulu kepada Pertamina untuk menjalankannya. Artinya hanya jika Pertamina tidak berkeinginan ataupun tidak mampu mengelola dan mengusahakan sendiri wilayah yang ada, wilayah tersebut dapat diusahakan oleh pihak lain, tetapi tetap dengan berkontrak usaha dengan perusahaan negara (yang lain). Dalam skenario ini, perusahaan migas negara yang lain (baru) dapat merupakan ‘modifikasi’ dari BP Migas dan BPH Migas. Maksudnya BP Migas dan BPH Migas dapat disatukan dan diubah statusnya dari Badan Hukum Milik Negara menjadi Badan Usaha Milik Negara yang khusus menangani kontrak-kontrak pengusahaan wilayah migas non-Pertamina dengan profesional (seperti halnya Petoro yang hanya berfokus pada pengelolaan SDFI). []

Featured

Ufuk Harapan

Katanya….Berlari itu melelahkan, menjemukan, dan selalu bermandi keringat. Tapi buat setiap orang yang percaya harapan, pasti berbeda. Ia tidak suka berlama-lama pada keluh dan kesah. Ia lebih suka bergelut dengan keyakinan, menembus dimensi keterbatasan, daripada melebur bersama rasa sedih, marah, cemburu, dan kecewa.

Tahukah kamu kawan? tentang rahasia jiwamu yang rindu berlari untuk bertemu pada jutaan hamba, yang melesatkan tombak belenggu ke langit harapan, yang bernyanyi bersama bayi pelosok yang wajahnya selalu riang, dan yang menapak tiap langkah cita-citanya. Jiwamu rindu untuk berlari.

Kepada engkau yang dirudung pada ketidakpastian, kepada engkau yang memperjuangkan cinta, kepada engkau yang mungkin terbaring sakit disana, berlarilah di ufuk harapan. Jamahlah puncak kepenatan, berbaurlah dengan jengkal semesta, beraraklah mengikuti angin, dan menggelegarlah bersama guntur.

Ketahuilah…..Tuhan kita, suka pada hamba yang yakin dan bersegera. Makanya, ia titipkan didunia ini orang-orang hebat sebagai sebuah pelajaran buat kita. Agar kita yakin…ketidakpastian itu sifatnya hanya sementara, perjuangan akan menghasilkan sebuah hasil, dan sebuah sakit akan berujung pada sebuah kesembuhan. Singkatnya, semua hal itu pasti ada hikmahnya. Tinggal kita ingin berlari mengejarnya, atau hanya pasrah pada keputusasaan.

Featured

Catatan 10: Respek Itu Gak Gratis

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan hari-hari terberat dilapangan karena harus on duty dilapangan selama tiga minggu. Untungnya, dihari-hari itu selalu terbayar dengan berbagai pelajaran dan hikmah baru dari para kru lapangan lainnya. Dari sekian banyak hikmah tersebut, hal yang paling saya sukai adalah “mater kuliah pagi” yang selalu ada sebelum morning meeting dari Pak Manajer. Selalu ada pesan-pesan baru buat semua kru lapangan, termasuk saya, yang berguna untuk menunjang karir dan masa depan.

Dan kali ini Pak Manajer bercerita tentang apa itu “Respek”…

Respek itu bukan ilmu baru buat kita. Setiap orang pun tahu apa itu respek. Respek adalah rasa hormat orang lain kepada kita. Bukan berarti gila hormat atau minta disegani, tetapi respek didalam berbagai aktivitas dengan orang lain (entah itu kehidupan rumah tangga, memimpin organisasi, bekerja, atau bahkan berbisnis)  akan membuat seseorang memiliki bargaining position yang tinggi, sehingga seseorang tidak akan dipandang sebelah mata atau malah diremehkan orang lain. Respek membuat apa yang kita inginkan didengar dan dikerjakan oleh orang lain. Selain itu, respek membuat hubungan manusia menjadi langgeng dan membuat kawan atau lawan selalu mengenang kita. Setiap pemimpin butuh nilai respek didalam dirinya.

Kendati banyak orang yang sudah tahu apa itu respek, tapi ternyata tidak mudah dan gratis untuk mendapatkannya. Kalau kata manajer saya, kita perlu empat poin untuk bisa membangun nilai respek dari dalam diri kita. Empat poin itu adalah knowledge mastery (penguasaan ilmu), attitude (tingkah laku), fair (adil), dan assertive (tegas).

Yang pertama, Setiap manusia pasti respek terhadap orang yang memiliki penguasaan kompetensi pada bidang tertentu. Orang yang menguasai suatu bidang akan membuat orang disekitarnya percaya dan mengikuti apa yang kita minta. Knowledge mastery juga akan membuat martabat seseorang terangkat. Setiap orang yang ingin membangun nilai respek harus berusaha untuk terus mengasah ilmu yang menjadi bidangnya. Kebalikannya, orang-orang yang tidak memiliki suatu bidang keahlian, pasti akan kesulitan untuk mendapatkan respek dari orang lain.

Kedua, attitude kita sangat mempengaruhi respek orang lain terhadap kita. Boleh jadi kita telah memiliki knowledge mastery pada bidang tertentu. Tapi tanpa ada attitude yang baik, maka kita akan dianggap sebagai seorang pribadi yang sombong atau arogan. Attitude kita sebenarnya juga secara tidak langsung akan menunjukan kedewasaan dan seberapa dalam knowledge mastery yang kita punya. Jangan pernah lupa juga, bahwa kita juga mesti respek terhadap orang lain sebelum orang lain respek kepada kita. Dalam istilah pepatah kita mengenal “semakin berisi semakin meruduk”. Semakin orang berilmu, maka semakin ramah dan rendah hati pulalah orang tersebut.

Ketiga adalah berlaku adil. Apakah adil itu? Adil adalah sebuah sikap yang diberikan seseorang kepada dirinya sendiri maupun orang lain untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya. Setiap hak dan kewajiban diberikan pada seseorang sesuai dengan porsinya, tidak kurang dan lebih. Jadi adil bukan selalu berarti sama rata atau sama rasa. Sikap adil ini sangat dirindukan oleh setiap orang didalam sebuah lingkup komunitas kecil (keluarga) hingga lingkup komunitas yang lebih besar lagi (negara). Sikap adil akan menimbulkan sebuah keharmonisan dan menekan laju permasalahan yang mungkin terjadi didalam sebuah komunitas.

Yang terakhir adalah ketegasan. Setiap masalah butuh ketegasan tindakan! Ketegasan bukan sebuah omongan belaka, tapi adalah sebuah pelaksanaan dari kata-kata. Sudah terlalu banyak kehidupan kita sudah terisi oleh berbagai macam persaingan antara kemampuan kita dan masalah-masalah dalam komunitas kita. Pada kenyataannya, semua orang yang berhasil mendapatkan respek adalah orang yang tegas untuk menjadikan diri mereka lebih kuat daripada masalah itu sendiri. Ketegasan berbeda dengan nekat. Setelah sebuah keputusan tegas dibuat, biasanya jarang sekali terpengaruh opini miring dari sekitar. Sebaiknya, sebelum memutuskan sesuatu dengan tegas kita perlu sebuah argumen dan analisis yang akurat untuk meminimalisasi sebuah kesalahan.

Jadi, yuk kita evaluasi diri kita masing-masing. Empat poin tadi mungkin hanya sebagian dari berbagai poin lainnya untuk membangun nilai respek didalam diri kita. Tetapi yang pasti, setiap manusia perlu untuk saling respek untuk menciptakan sebuah keharmonisan hidup dan menciptakan sebuah sikap saling menghargai antarsesama. []

Macam-Macam Perusahaan Migas

FeaturedMacam-Macam Perusahaan Migas

imagesKurangnya pengetahuan mengenai jenis-jenis perusahaan migas sering membuat fresh graduate (secara tidak sadar) hanya terfokus untuk mengejar karir di perusahaan migas yang memang paling sulit dimasuki, yaitu jenis KKKS , padahal sebenarnya banyak jenis perusahaan Oil Gas lain yang relatif lebih mudah dimasuki dan memberi remunerasi cukup baik serta bisa menjadi batu loncatan menuju karir di KKPS (bila mau) saat telah menjadi senior melalui jalur “experienced”, atau bekerja di luar negeri.

Memahami jenis-jenis perusahaan migas akan berpengaruh besar terhadap STRATEGI yang dibuat untuk memburu karir Oil & Gas kerena lebih mengetahui PETA karir bidang migas secara keseluruhan, bukan hanya di KKKS saja seperti yang umum terjadi dan menjadi langkah awal upaya peningkatan kompetensi guna memenuhi persyaratan atas posisi yang akan dilamar.

Berdasarkan kegiatannya, perusahaan Oil & Gas di klasifikasikan menjadi :

Oil Company (PSC)/Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)

Yaitu perusahaan yang memiliki Production Sharing Contract (PSC) dengan pemerintah, sering disebut juga KKKS. Perusahaan jenis ini memiliki hak pengelolaan ,explorasi dan exploitasi minyak & gas suatu blok minyak di wilayah Indonesia dan memproduksi minyak mentah/gas tersebut menjadi bahan bakar, pelumas, LPG dll.
Contoh: SHELL, CHEVRON, TOTAL E&P, CONOCOPHILIPS, EXXON,ENI, VICO, HESS, PETROCHINA, INPEX
Jurusan yang cocok: Teknik perminyakan, teknik geofisika, teknik geologi, teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia

Exploration Company

Exploration Company melakukan kegiatan penyelidikan atas suatu kawasan yang diperkirakan memiliki kandungan minyak dengan melakukan berbagai metode survey geologi & geofisika(seismic,resistivity,gravity,magnetic,magnetotellu rik) untuk memetakan struktur permukaan bawah bumi dalam upaya lebih memastikan adanya cadangan minyak/gas di bawah permukaan:
Contoh : Western Geco(SLB), FUGRO, FAIRFIELD, Elnusa
Jurusan yang cocok: Teknik perminyakan, teknik geofisika, teknik geologi, teknik geodesi

Drilling Company

Setelah tahap survey (explorasi) memastikan terdapat kandungan minyak di area tersebut, perusahaan jenis Drilling Company akan melakukan pengeboran (drilling) untuk mengeluarkan kandungan minyak tersebut ke atas permukaan bumi.
Contoh : TRANSOCEAN (DEEPWATER), APEXINDO
Jurusan yang cocok: Teknik perminyakan, teknik mesin, teknik elektro, teknik kelautan

Oil Service Company

Perusahaan ini bekerja bersama Drilling Company saat pengeboran berlangsung dan memberikan layanan Cementing, Mud Logging, Vertical Drilling, Directional Drilling, dan Horizontal Drilling.
Contoh : SCHLUMBERGER, HALIBURTON, BAKER HUGHER, GEOSERVICES, WEATHERFORD, WELLTEKINDO, BBS, ELNUSA WELL SERVICES
Jurusan yang cocok: Semua jurusan teknik berpeluang masuk di perusahaan ini

Survey Company

Perusahaan ini bekerja bersama Drilling Company saat pengeboran berlangsung dan memberikan layanan Seismic Survey, Rig Move, Laying PipeLine, Hydrography survey.
Contoh : Fugro, Seascape, Elnusa, Pageo
Jurusan yang cocok: Teknik geologi, teknik geofisika, teknik kelautan

Engineering (only) Company

Setelah sebuah ladang minyak dinyatakan siap untuk di exploitasi, maka Oil Company (PSC) akan meminta Engineering Company untuk mendesain fasilitas pengambilan minyak dan proses produksi minyak / gas (misal Jacket Platform) dari kawasan tersebut).
Contoh : AMEC, Singgar Mulia, WOODGROUP, KBR, REKAYASA INDUSTRI
Jurusan yang cocok: Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Elektro

Procurement & Construction (only) Company

Perusahaan ini memiliki kegiatan utama pada Procurement & Construction, kegiatan engineering yang ada dalam perusahaan ini biasanya hanya untuk membackup analysis dalam phase Construction seperti desain rangka pengangkat (spreader bar), perkuatan kapal pembawa dll.
Misal : Gunanusa, Thiess, Kalirayasari, Meindo
Jurusan yang cocok: Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Elektro

Catatan : Sehubungan bentuk kontrak kerja proyek Oil & Gas berupa paket EPC -Engineering Procurement & Construction (maksudnya ruang lingkup pekerjaan mulai dari desain, pengadaan peralatan dan pembangunan dalam satu kontrak) , perusahan Engineering (E) sering bermitra (join venture) dengan perusahaan PC/EPC untuk melaksanakan paket proyek EPC tersebut. Dalam banyak proyek, tidak tertutup kemungkinan bagian Procurement dilaksanakan oleh perusahaan perusahaan Engineering

Engineering,Procurement & Construction Company

Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan EPC karena memiliki divisi yang lengkap dari mulai Engineering, Procurement hingga Construction. Terkadang perusahaan ini juga merangkap sebagai Installator yang memasang Jacket Platform ini di tengah laut.
Contoh : MC DERMOTT, SAIPEM, NISCONI, Technip, IKPT, JGC
Jurusan yang cocok: Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Elektro

Installation Company

Perusahaan ini memberikan layanan untuk membawa konstruksi Jacket Platform tersebut dengan kapal pembawa (barge)yang mereka miliki/sewa dan memasangnya di tengah laut.
Contoh : DMB, Merlasakti
Jurusan yang cocok: Teknik Sipil, Teknik Kelautan

Inspection Company

Perusahaan ini memberikan layanan pemeriksaaan beberapa jenis pekerjaan kontraktor yang mengharuskan diadakan pengujian oleh pihak ketiga, misal pengelasan, prosedur pemasangan Jacket Platform di laut dll.
Contoh : Noble Denton, Indospec, Biro Klasifikasi Indonesia
Jurusan yang cocok: Teknik Sipil, Teknik Kelautan

Equipment Vendoor Company

Perusahaan ini menyuplai mesin & peralatan instrumen, electrical dll kepada perusahaan EPC yang memiliki kewenangan untuk memilih mesin/peralatan sesuai dengan spesifikasi yang diminta pada phase desain, atau mensuplai Oil Company (PSC) saat fasilitas Oil & Gas tersebut telah beroperasi.
Contoh : BINDER (supplier pipe support), Siemen, Sempec Indonesia, GE Electric
Jurusan yang cocok: Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Fisika

Supplier Company Lain-Lain

Banyak perusahaan yang memberikan jasa layanan lain untuk menunjang kegiatan oil gas, misalnya jasa penyewaan helikopter hingga perusahaan penyedia catering bagi karyawan Oil & Gas yang bekerja di tengah laut. Contoh : Indocater, Pangansari Utama (Catering), AIT (Helicopter)

source : kaskus dengan beberapa tambahan nama perusahaan

diambil dari blog: http://msudarman.wordpress.com/2011/11/11/jenis-jenis-perusahaan-oil-gas/ dan juga beberapa tambahan dari saya sendiri.

***

bagi kawan-kawan yang ingin bertanya lebih dalam tentang dunia perminyakan, bisa menaruh komentar di tulisan ini atau juga bisa follow saya di twitter: @ryanalfiannoor