Penjelasan Visi dan Misi Aku sebagai:Cakep GAMAIS 2009 (Part 1)

Visi :

Terbentuknya Keluarga Mahasiswa Islam TB yang kokoh, sinergis, dan profesional dalam melayani.

Misi :

1. Optimalisasi fungsi, peran dan posisi Gamais wilayah.

Sebagian besar kader GAMAIS tahu, bahwa sejak adanya muktamar GAMAIS tahun lalu, telah ditetapkan struktur organisasi baru dalam GAMAIS. Seluruh Gamais Wilayah (LDF dan LDPS) mempunyai posisi yang jelas dalam struktur itu dan telah memiliki fungsi, peran dan posisi yang jelas pula. Namun setelah saya mengamati perjalanan Gamais selama satu tahun ini, Gamais Pusat (GP) sudah cukup baik, sebaliknya saya masih mengamati Gamais Wilayah (GW) belum optimal dalam kinerjanya. Seharusnya kekuatan Gamais Pusat dan Gamais Wilayah harus seimbang (jika ingin menjadi model LDK Nasional).

Ada beberapa faktor penyebab dari tantangan ini. menurut saya, analisis penyebabnya adalah sebagai berikut :

  1. Kurang meratanya distribusi antara kader GP dan GW dalam hal kapabilitas.
  2. Kaderisasi yang belum berjalan maksimal di GW sendiri.
  3. Kader GW cenderung adalah kader GP pusat pula sehingga kurang maksimal pem-fokus-annya
  4. Kurangnya sinergisasi dan sharing antar- GW yang satu dengan yang lainnya dan antar-GW dengan GP
  5. Beberapa GW masih mencari bentuk atau warna yang tepat sesuai dengan ranah wilayah kerjanya.

Maka solusi yang saya tawarkan adalah sebagai berikut :

  1. Pada awal pengkaderisasian 2009 nanti, 70% pendaftar kader Gamais nanti harus mendapatkan pembinaan yang baik. tadhrib amal (kepanitiaan) harus tersusun dengan rapi dan perlu pembagian kerja yang proporsional antara GP dan GW. Sehingga tarik-menarik kader dapat dikurangi.
  2. Kaderisasi dijalankan secara parallel oleh GP dan GW secara seimbang.
  3. Sharing antar GW setiap bulan (diluar Musyawarah Pimpinan Gamais) dan study banding dengan LDK yang telah memiliki LDF yang sudah berjalan dengan baik.
  4. Adanya Gamais Region Of the Month, sebuah bentuk penghargaan terhadap GW yang telah bekerja dengan baik dan sepenuh hati, sehingga memacu masing-masing GW untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

2. Mewujudkan karakter kader Gamais yang Intelek, Qurani, Profesional, Inklusif, Dinamis dan Sehat (IQPIDS).

Organisasi akan baik, jika orang-orang yang mengisinya juga baik. Sesuai dengan visi besarnya ,Gamais ingin menjadi model LDK Nasional. Sudah tentu orang-orang yang terlibat didalamnya  harus memiliki kapabilitas level nasional pula. Kini telah dibentuk profil kader gamais : IQPIDS. Apakah ini bisa diwujudkan? Saya meyakini ini bisa diwujudkan karena seiring dengan bertambahnya experience seorang kader berkontribusi di Gamais, sadar atau tidak, IQPIDS terbentuk secara sendirinya. Saya menyadari tidak ada manusia yang sempurna, tapi kalau melihat realitas yang ada, saya melihat betapa banyak kader GAMAIS memiliki potensi IQPIDS itu dan bahkan ada yang memilikinya. Bagaimana cara mewujudkannya? Satu jawaban dari saya : PROGRAM YANG BAIK DAN PENGHARGAAN.

Program ini dibuat, diformulasikan dan dilaksanakan oleh tim MSDA. Saya menyadari bahwa sebuah program yang baik untuk mencetak orang-orang berkapabilitas level nasional membutuhkan dana yang besar pula. Untuk itu, diperlukan pula kerja keras dari tim sektor ekonomi untuk mendanainya. (tapi ingat, dana harus cukup untuk membina dan juga untuk melayani masa kampus).

Satu lagi yang saya harapkan, adalah penghargaan. Saya berpikir bahwa sebaiknya kader diberi sebuah penghargaan ketika sudah melakukan tadhrib amal (misalnya selesai acara OASIS/PMB/lainnya) tidak mesti dengan memberikan sebuah piagam atau sertifikat namun bisa dengan melakukan rihlah (perjalanan) wisata, acara makan-makan, atau acara sejenisnya. Sehingga kader dapat men-tadabbur alam serta tidak cepat jenuh dan punya semangat baru.

3. Melakukan sinergisasi dengan organisasi/unit/lembaga ITB

Dalam salah satu misi GAMAIS tersebut : Syiar dan pelayanan kampus yang mengakar dan menyentuh seluruh elemen kampus. Gamais sekarang sudah cukup baik karena telah mampu bersinergi dengan beberapa elemen kampus ITB (KM ITB, Himpunan dan unit). Hal ini perlu dilakukan karena objek dakwah kita adalah seluruh mahasiswa ITB. Dan salah satu cara kita berdakwah adalah kita bersinergi (bermusyarokah) dengan organisasi yang mereka lakoni.

Contoh praktisnya adalah kita melakukan acara atau aktivitas bersama-sama dengan mereka, seperti buka puasa bersama unit-unit budaya ITB, pelatihan kader GAMAIS bareng Menwa, pertandingan bola antar unit agama dan ideologi ITB, atau kajian bersama dengan unit ideologi ITB. Pekerjaan kita dapat menjadi ringan karena bantuan mereka, dan kita dapat memasukkan nilai-nilai dakwah kita kepada mereka. Lainnya, lagi hal ini dapat menghilangkan persepsi bahwa kader Gamais adalah eksklusif. Gamais ITB ada untuk menjadi Al Wahdah dan Al Intifaah (lihat buku PLDK Bab II, Tentang GAMAIS)

4. Pengadaan agenda pelayanan kampus dan pembinaan yang seimbang, inovatif dan kreatif

Syiar (pelayanan) dan kaderisasi (pembinaan) adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Syiar dilakukan agar masa kampus tertarik dan akhirnya menumbuhkan simpatinya terhadap islam. Dengan proses yang berkesinambungan maka diharapkan nantinya masa kampus akhirnya mengikuti pembinaan dan akhirnya tercapailah salah satu tujuan dakwah kampus yaitu mencetak alumni kampus yang memiliki fikrah islam yang berafiliasi terhadap islam.

Sejauh pengamatan saya selama aktif di GAMAIS, perlu penyeimbangan antara agenda pelayanan kampus dan pembinaan. Melalui pengalaman yang lalu-lalu, ketika terlalu banyak agenda pelayanan kampus, pembinaan menjadi keteteran (tidak stabil). Dan ketika pembinaan sudah berjalan dengan baik, dan terjadi pengurangan agenda pelayanan, maka masa kampus mulai bertanya-tanya “Kemana Gamais, kok sepi kampus ya?”. Untuk itu perlu dilakukan agenda dakwah kampus (baik LDK maupun elemen dakwah kampus lainnya) yang selaras, serasi, dan seimbang selama setahun kedepan. Tentu saja, hal ini harus dilakukan diawal kepengurusan dan dengan evaluasi-evaluasi dalam keberjalanannya. Sehingga dakwah ini mampu berjalan dengan efektif dan efisien tanpa membuang tenaga dan dana terlalu banyak.

Agenda pelayanan kampus juga harus inovatif dan kreatif. Saya menyadari bahwa kini tantangan dakwah semakin kompleks. Salah satunya adalah semakin banyaknya kalangan elit yang kuliah di ITB. Ini merupakan tantangan bagi kader GAMAIS untuk menjadi seorang yang inovatif dan kreatif. Saya melihat sisi kelemahan GAMAIS saat ini adalah kurangnya evaluasi terhadap agenda pelayanan kampus yang telah dilaksanakan. Selain itu, data-data yang terkumpul oleh Badan Survey Gamais harus lebih spesifik sehingga dapat diukur tingkat keberhasilan agenda syiar GAMAIS, supaya dapat dilakukan inovasi dan kreativitas baru lagi.

Pun demikian dengan pembinaan. Saat ini GAMAIS telah melakukan pembenahan diri yang sangat baik dalam bidang pembinaan. Mulai dari evaluasi pekanan tiap mentor, program-program baru sampai dengan penyediaan materi pun terus mengalami evaluasi dan inovasi tiada henti.

5. Menjadi Pioner dalam perkembangan dakwah kampus nasional

Dalam salah satu misi GAMAIS lainnya disebutkan bahwa GAMAIS ITB sebagai akselerator dakwah kampus Nasional serta inisiator dakwah kampus Internasional. Tidak dapat dipungkiri bahwa GAMAIS memiliki andil besar dalam perkembangan dakwah kampus nasional selain harus menjadi LDK di kampus ITB. Menjadi impian besar GAMAIS bahwa nanti suatu saat LDK Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu perlu dibangun tim sektor jaringan yang kuat,siap siaga dan professional untuk dapat berkeliling Bandung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk menjadi pioner dakwah kampus ditempat itu.

Hal yang cukup fantastis yang baru-baru ini dilakukan oleh GAMAIS adalah ta’lim antar Negara. “Wow dan  dahsyat” ketika saya mendengar dan mengikuti langsung acaranya. Saya pikir ini harus terus dipertahankan dan di follow-up oleh tim sektor jaringan karena ini bisa menjadi inisiasi dakwah kampus Internasional. Selain itu, perlu diadakan pula ekspansi jaringan sampai menembus seluruh Asia Tenggara. Dengan media ini pula, dengan peran tim sektor jaringan, GAMAIS dapat melakukan study banding dengan LDK-LDK lainnya dinegeri luar sana untuk menjadi lebih baik dan terus berderap bergerak melangkah maju kedepan.

****

Silakan kepada para sobat yang mau bertanya, mengkritisi atau memberi saran, saya tunggu ya..


Untuk GAMAIS yang lebih baik

3 thoughts on “Penjelasan Visi dan Misi Aku sebagai:Cakep GAMAIS 2009 (Part 1)

  1. untuk semua cakep G, yang semoga tetap cakep niat, amalan, dan tampilannya…

    ini ada curahan hati dari 2007 (diambil dari suatu milist)

    banyak orang yang mengeluh kalau GAMAIS tu g bisa memberikan kesejukan rohani seperti yang diharapkan banyak orang gr2 anak2nya ngerasa lebih kaya masuk EO drpada organisasi muslim… dan acaranya lebih banyak yang sifatnya “very spectacular” , tapi g membekas di banyak orang… Nyadar g sih sebenarnya?? ??? Yang dibutuhkan orang dr GAMAIS itu kesejukan rohani, fasilitas dan pendampingan untuk bisa lebih dekat dengan Allah…, kalau mau ngerasain jd EO sih di himpunan n di kabinet dah banyak…..

    (sebel mode : on)

    Kok rasanya nampak kurang peduli, kita jadi kaya kuda ja, udah dikasih ide+idealisme, kita jalan aja maju terus g ngecek apa ide itu udah tepat atau belum, masih relevan atau nggak,…. kita rasanya jadi autis sendiri dengan status ke-aktivis da’wah-an kita, jadi kurang mau mengetahui apa yang terjadi dengan ummat, apa yang mereka rasakan, butuhkan….

    ingatkan kalau saya salah…..

    nggak, buktikan kalau saya salah…..

    ayo, kita benahi sama-sama

  2. asw. de gmn kabar da’wh di prodimu?

    cerita ya… (pertanyaan yang sama kutujukkan ke CAKEP yang lainnya juga)

    BTW foto diatas skip aja de…
    ada penampakan yang ga bagus..hehe (mas’ul saya…piSS^^V)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s