Membentuk Manusia Kreatif dalam Organisasi

Setiap organisasi harus senantiasa berubah karena setiap zaman punya tantangan yang berbeda-beda. Dan ketika sebuah organisasi melakukan hal yang sama setiap zaman tanpa adanya sebuah perubahan maka organisasi itu akan kalah bersaing dengan organisasi pesaingnya dan akhirnya akan mati. Maka tidak heran ketika C.K. Prahalad berkata bahwa “if you don’t change, you die!”.

Sebuah perubahan menuntut konsekuensi adanya orang-orang yang punya pola pikir yang beda dari biasanya didalam organisasi itu. Mereka berbeda dengan orang-orang yang berpikir konstan/statis seperti golongan tua/konservatif yang ada didalam organisasi itu. Mereka itulah yang sering disebut dengan orang-orang yang kreatif. Biasanya antara orang kreatif dengan orang yang “aneh/gila/tidak waras” hampir dikatakan sama karena orang kreatif berpikir peluang yang terkadang tidak terpikirkan oleh orang lain. Kadang-kadang orang kreatif bisa terjadi juga pada orang-orang yang cerdas yang mengembangkan wawasannya dengan baik.

Mungkin muncul dibenak Anda sebuah pertanyaan, apakah orang-orang kreatif ini dapat dibentuk atau sudah ditakdirkan lahir di dunia ini? Saya menjawab bisa dibentuk. Kalau memang Tuhan telah menakdirkan lahirnya orang-orang kreatif di dunia ini, maka kita tidak akan menemukan seorang manusia jenius sekaliber Albert Einstein yang sulit berbicara sampai umurnya lima tahun, kita tidak akan menemukan orang-orang dengan berbagai kekurangannya bisa mencetak sebuah rekor dunia di dalam Guinness World Record, mereka mampu melakukan sesuatu yang luar biasa, yang mungkin dianggap manusia yang punya pola pikir konservatif tidak mungkin bisa dilakukan.

Bagaimana sebuah pola pikir kreatif dapat dibentuk? Dari beberapa website dan buku yang saya baca, saya menyimpulkan ada empat cara terpenting bagaimana cara membentuk sebuah pola pikir kreatif.

1.       Berpikir sebuah peluang

Bagi mereka yang berpikir kreatif, mereka selalu berpandangan bahwa segala sesuatu mempunyai peluang untuk dilakukan. Mereka meyakini bahwa Tuhan selalu mengabulkan apa yang mereka inginkan ketika mereka telah memberikan kinerja terbaik mereka dalam hal kebaikan. Ketika orang lain berkata “Hal ini mungkin dilakukan, tapi sulit”, maka orang kreatif akan berkata “Hal ini sulit dilakukan, tapi mungkin”.Tidak jarang orang kreatif yang rela “mati-matian” menguras tenaga dan pikiran mereka untuk mewujudkan suatu hal yang dianggap tidak mungkin/sulit dilakukan bagi orang lain karena mereka optimis terhadap apa yang mereka lakukan.

2.       Buang belenggu pola pikir konservatif

Betapa banyak manusia yang terjebak pada kebiasaan-kebiasaan yang telah organisasi lakukan di masa lalu. Tidak heran ketika muncul sebuah pernyataan “Kami hanya melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan oleh pendahulu kami”. Hal ini sangat berbahaya karena orang-orang itu akan terbelenggu dengan sebuah kestatisan dan mereka akan terjebak dalam zona nyamannya. Mereka takut ketika mereka melakukan sebuah perubahan maka mereka merasa akan memasuki sebuah ketidakpastian. Beruntunglah bagi organisasi yang memiliki orang-orang kreatif didalamnya. Mereka berani melawan main stream pemikiran-pemikiran konservatif yang telah membelenggu kebanyakan orang didalam organisasi itu. Mereka berani keluar dari zona nyaman mereka karena mereka punya keyakinan bahwa berubah atau tidak, dunia ini memang tidak pasti. Orang-orang inilah yang biasa disebut pemikir “Out of the Box”.

3.        Tambah wawasan Anda

Sebenarnya apa-apa yang dibuat manusia di dunia ini merupakan sebuah penyempurnaan dari kekurangan-kekurangan yang pernah dibuat oleh pendahulu mereka. Mereka menambah wawasan mereka dengan terus melakukan riset terhadap hal yang ingin disempurnakannya itu. Sama seperti pola pikir kreatif. Kreatif dapat dibentuk pula dengan penambahan wawasan. Tidak sedikit orang yang sukses berbisnis karena mereka terinspirasi oleh acara televisi yang mereka tonton. Tidak sedikit pula penulis buku yang mampu menulis berlembar-lembar halaman buku hanya dari sebuah peristiwa yang dia lihat. Untuk itu, tambahlah wawasan Anda untuk menambah kreativitas Anda.

4.       Belajar dari Alam

Sesungguhnya Allah telah mengajarkan kepada kita semua didalam surah  Ali Imran ayat 190 yang berbunyi sebagai berikut :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”

Bumi, langit, laut telah mengajarkan kepada kita banyak hal. Penemuan pesawat terbang terinspirasi dari burung yang dapat terbang, penemuan struktur bangunan yang baik terinspirasi dari sarang rayap yang buta, penemuan robot-robot pembantu manusia yang terinspirasi dari manusia itu sendiri, penemuan hukum gravitasi pun tidak lepas dari sebuah tanda Tanya Isac Newton terhadap jatuhnya apel dari pohon dan tidak jatuhnya bulan dari langit. Maka jika Anda ingin menambah daya kreativitas Anda, maka belajarlah dari alam. Tafakurilah alam raya sempurna ciptaan Allah ini, karena tidak ada kesia-siaan ciptaan Allah di dunia ini. Kita mampu mengambil pelajaran dari apa yang telah diciptakan Allah ini agar kita bisa lebih kreatif.

4 thoughts on “Membentuk Manusia Kreatif dalam Organisasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s