Kisah Perjalanan Seorang Pahlawan Kampus

Bila Anda punya hobi menonton dan membaca kisah-kisah kepahlawanan — baik dari dunia timur seperti kisah Pandawa Lima dari Mahabrata, dari dunia Islam seperti kisah  nyata kepemimpinan dan kenabian Nabi Muhammad, dari dunia barat seperti mitos Hercules, dari dunia Indonesia dengan kisah kepiawaian Sukarno cs. dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, kisah antar galaksi seperti kisah pertualangan Luke Skywalker dalam Star Wars, atau dongeng yang sangat laku saat ini seperti kisah Frodo dalam cerita Lord of The Ring dan Harry Potter — maka Anda akan menemukan sebuah benang merah dari semua cerita-cerita itu. Kesamaan itu terletak pada perjalanan hidup para pahlawan tersebut yang oleh pakar mitologi Joseph Campbell disebut dengan Hero’s Journey.

Joseph Campbell menyebutkan bahwa setiap pahlawan akan melewati enam tahapan penting dalam perjalanan hidupnya : innocence, the call to adventure, initiation, allies, breakthrough, dan celebration.Pada tahap innocence, mereka adalah orang-orang yang sama seperti orang biasa lainnya. Namun realita dan tantangan zaman yang ada, memanggil mereka (the call to adventure) yang tidak bisa mereka tolak. Pada tahap selanjutnya (initiation) mereka harus mengalami pergolakan dan permasalahan yang tidak mereka dapatkan ketika mereka menjadi manusia biasa. Untuk mengatasi hal itu, mereka akan mencari teman-teman (allies) untuk membantunya yang akhirnya membawa mereka semua mencapai sebuah capaian baru (breakthrough) dan keberhasilan menyelesaikan realita dan tantangan di zamannya itu (celebration).

Kisah kepahlawanan memang ada yang fiktif dan ada yang nyata. Kisah ini tertanam didalam alam bawah sadar kita, dan kita sering mengidentifikasikan kisah yang terjadi pada mereka dengan pergelutan kita sendiri. Kalau kita mau berpikir lebih dalam, ternyata ada kesamaan antara kisah kepahlawanan ini dengan kisah perjalanan hidup kita, mulai dari keberadaan di dalam rahim ibu (innocence), kelahiran (the call), kerentanan sebagai seorang bayi (initiation), keberadaan orang tua sebagai pelindung (allies), belajar mandiri (breakthrough), dan menjadi mandiri (celebration). Tahap tersebut kemudian berulang lagi ketika kita menginjak usia remaja, dewasa, paro baya, dan usia senja. Jadi sebenarnya semua manusia adalah pahlawan bagi dirinya sendiri.

Dalam konteks dunia kampus pun, semua mahasiswa/i bisa menjadi seorang pahlawan. Mungkin pada awalnya Anda adalah orang yang sama saja dengan orang lain, hidup tenang-tenang saja mengikuti arus (innocence). Namun tiba-tiba Anda merasa sesuatu yang berbeda, Anda merasakan sesuatu yang salah pada kampus ini dan Anda merasa terpanggil (the call to adventure) untuk memberantas sesuatu yang salah itu. Berawal dari ide yang cemerlang, ide itu terus berkembang menjadi sebuah kemauan yang  membara didalam hati dan pikiran Anda sehingga membuat Anda tergerak untuk segera melakukan sesuatu untuk kampus Anda. Ketika Anda memulai, maka disanalah Anda wajib menghadapi cobaan dan rintangan yang berat untuk menghadapi permasalahan itu (initiation). Terkadang Anda harus siap dianggap aneh/asing oleh orang lain dan bahkan Anda harus siap dengan pundak yang kuat karena beban yang harus Anda emban akan terus memberat sepanjang Anda mencoba melakukan tugas mulia itu. Pada tahap inilah banyak dari para calon pahlawan yang gugur dan menjadi orang yang biasa kembali. Maka untuk mengatasi hal itu, Anda harus berusaha mencapai tahap selanjutnya, yaitu mencari teman-teman (jamaah/allies) yang punya hasrat yang sama seperti Anda untuk memperbaiki kesalahan di kampus Anda. Cita-cita Anda tidak akan pernah tercapai kalau Anda hanya pejuang seorang diri. Nabi Muhammad saja membutuhkan para sahabat-sahabatnya untuk dapat melebarkan sayap dakwahnya di tanah Arab sana, dan Harry Potter pun membutuhkan Ron Weasley dan Hermione Granger untuk menghadapi musuh besarnya, Lord Voldemort.

Anda hanya bisa mencapai sebuah capaian baru dan dahsyat (breakthrough) ketika Anda telah menemukan teman-teman yang punya hasrat dan visi yang sama dengan Anda. Dan ketika capaian baru dan dahsyat itu bisa diterima oleh masyarakat kampus maka barulah Anda mencapai tingkatan terakhir (celebration) dalam perjalanan hidup pahlawan, sebuah keberhasilan di level dunia.[]

***

Tulisan ini saya persembahkan kepada seluruh teman-teman saya yang telah memilih jalan hidupnya menjadi pejuang dakwah kampus. Yang mereka tidak pernah mengenal kosakata “lelah dan letih” didalam hati dan pikiranya. Yang mereka hanya menginginkan kebaikan dan keberkahan kampus ITB ini. Mari kita terus berjuang kawan, menjadi pahlawan di kampus tercinta kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s