Yuk Kita Tambah Hobi Kita dengan Bertanya “Mengapa?”

Baiklah, sekarang mari kita kembali mencoba mengingat dan mencoba mengenang kembali masa kecil kita. Masa-masa puncak keingintahuan kita akan dunia ini. Keingintahuan mereka ini diimplementasikan dengan pertanyaan-pertanyaan “mengapa”. “Apa ini, pa?”, “Apa ini, ma?” “mengapa?” sering pertanyaan mereka taj kunjung berhenti sampai situ saja. Dia akan terus mengejar dengan pertanyaan “mengapa?” sampai kedua orang tuanya malas menjawab atau tidak tahu jawabannya.

Begitulah anak kecil. Mereka adalah pembelajar efektif yang pernah ada di dunia ini. Lewat pertanyaannya yang lugu seperti itu, mereka belajar hubungan sebab-akibat. Namun sayangnya, kemampuan tersebut berangsur-angsur berkurang begitu kita dewasa. Kita terbiasa menghafalkan data dan fakta. Kita percaya pada pendapat itu tanpa penilaian yang kritis. Kita juga jarang mempertanyakan “mengapa” ketika ada data yang masuk ke pikiran kita atau ketika diminta mengerjakan sesuatu.

Padahal pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi dasar kreativitas, inovasi, dan kekritisan. Para innovator atau pembaharu adalah orang-orang yang mampu mempertahankan sifat-sifat rasa ingin tahu laksana seorang anak kecil. Sebenarnya ada teknik yang diperkenalkan Toyota untuk menambah daya inovasi kita untuk melakukan sesuatu. Teknik ini dikenal sebagai 5-Whys (5-Mengapa). Melalui teknik ini kita diajak kembali untuk terus bertanya “mengapa” sekitar 5 kali sampai kita mendapatkan jawaban final. Angka 5 disini bukanlah angka yang mutlak/mati. Terkadang Anda dapat bertanya 3-4 kali saja untuk mendapatkan jawaban final, namun mungkin terkadang Anda harus bertanya 6 kali untuk mendapatkan jawaban final. Namun angka 5 sudah dianggap angka yang cukup representatif.

Teknik ini sebenarnya dapat dipakai untuk mengidentifikasi segala masalah di seluruh sektor kehidupan termasuk masalah yang muncul didalam sebuah organisasi. Misalnya, di sebuah organisasi dijumpai acara yang tidak efektif untuk meraup sejumlah besar objek massanya. Dengan menggunakan teknik 5-Whys ini kita mengajukan pertanyaan “Why” yang pertama, “Mengapa bisa terjadi?”. Jawaban : “Karena orang-orang yang terlibat di dalam acara tersebut tidak mempersiapkannya dengan baik”. Jangan puas dengan jawaban tersebut terlebih dahulu. Ingat, Anda baru memakai 1″Why” dan masih ada 4 “Whys” yang tersisa. Kejar terus dengan pertanyaan, “Mengapa orang-orangnya tidak beres kerjanya?” Jawabannya mungkin, “Karena mereka tidak mendapatkan ilmu-ilmu kepanitiaannya.” Tanyakan lagi, “Mengapa bisa seperti itu?” Jawaban berikutnya bisa jadi, “Karena steering comitee-ya tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik.” Tanyakan lagi “mengapa steering comitee-nya tidak melakukan tugasnya dengan baik?” Muncul Jawaban lagi “karena mereka hanya melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh pendahulu mereka.” Tanyakan lagi “Mengapa mereka tidak melakukan suatu perbedaan?” Jawaban yang datang kemudian, mungkin seperti ini : “Karena mereka tidak mengembangkan daya kreativitas mereka.” Anda tidak perlu lagi bertanya lebih lanjut jika merasa jawaban terakhir merupakan jawaban yang sudah findal dan sudah menyentuh akar permasalahan.

Contoh di atas adalah contoh penyelesaian masalah operasional dengan memakai teknik ini. Bagaimana dengan mendapatkan ide-ide untuk inovasi dan pertumbuhan? Apakah teknik “5-Whys” ini bisa dipakai? Why not?

Ambil contoh satu lagi, ketika sebuah organisasi besar yang mendapatkan laporan ketidakberjalanan departemen-departemen di bawahnya. Awalnya top management organisasi itu menganggap masalahnya hanya terdapat pada program kerja yang diberikan untuk mereka. Namun setelah program kerjanya terus diperbaiki, masalah yang sama tetap muncul. Curiga masalah tersebut secara sistemik, organisasi itu memutuskan menggunakan teknik “5-Whys“. Berikut kira-kira contoh pertanyaan dan jawaban yang diperoleh :

Mengapa departemen tersebut berjalan tidak efektif?

Karena pelayanan yang departemen itu berikan masih belum bisa menyentuh seluruh objek massa.

Mengapa mereka  tidak bisa menyentuh seluruh objek massa?

Karena objek massa merasakan ketidaknyamanan pada saat mendapatkan pelayanan departemen itu

Mengapa ketidaknyamanan itu bisa terjadi?

Objek massa biasanya baru merasa nyaman ketika mereka mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Mengapa departemen itu tidak bisa melakukan pelayanan sesuai dengan apa yang mereka inginkan?

Karena kita tidak pernah mengadakan sebuah survey kepada objek massa tentang sebenarnya apa yang mereka butuhkan.

Mengapa departemen itu tidak pernah melakukan survey kepada objek massa?

Karena perilaku organisasi ini cenderung masih bersifat inklusif, sehingga departemen ini pun ikut terkenan imbasnya, mereka melakukan sesuai dengan kultur yang terjadi didalam organisasi ini.

***

Melalui pertanyaan diatas, Anda akan mendapatkan sebuah pengetahuan baru bahwa ternyata survey pasar itu sangat penting. Hal itu akan membuat pekerjaan Anda lebih efektif dan efisien. Jika organisasi Anda kurang memperhatikan segmen ini, pengetahuan seperti itu sudah jelas menawarkan peluang inovasi dan pertumbuhan. Untuk memenangkan segmen ini, mulai sekarang organisasi Anda bisa melakukan survey pasar untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan organisasi Anda. Bayangkan sekarang bila Anda tidak melakukan “5-Whys” di sini dan hanya menggonta-ganti program kerja organisasi Anda.

5-Whys” bukanlah teknik yang misterius dan ajaib. Teknik ini termasuk murah meriah dan sangat berguna. Para anak kecil memakai teknik ini setiap hari dan menjadi bagian dari hidup mereka. Karena kita semua pernah menjadi anak kecil, kita hanya perlu melatih kembali pemakaian teknik ini.

Makanya, sekarang mari kita tambah yuk hobi kita dengan sering bertanya “mengapa”.[]

One thought on “Yuk Kita Tambah Hobi Kita dengan Bertanya “Mengapa?”

  1. Membuat suatu inspirasi buat saya.

    Namun selama ini saya rasakan bahwa setelah pertanyaan atas suatu masalah itu muncul, bagaimana menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s