Sayap-Sayap Dakwah yang Belum Terangkai

Entah mengapa saya sudah mulai bosan menunggu langkah-langkah kecil kemenangan dakwah kampus ini. Bukan karena saya lelah dan letih. Namun saya bosan karena belum melihat perkembangan yang merata di dakwah program studi. Ada program studi yang kaderisasi dan syiar lembaga dakwahnya sudah berjalan dengan baik, namun juga tidak bisa dinafikan ada program studi yang lembaga dakwahnya masih sulit mencari sumber daya manusia. Padahal yang saya tahu, dakwah program studi adalah ujung tombak dari dakwah kampus ini. Bagaimana dakwah kampus bisa menancapkan perannya lebih dalam, ketika ujung tombaknya saja belum tajam.

Hal yang paling mendasar yang saya coba analisis saat ini adalah pergerakan sayap-sayap dakwah kampus yang masih belum optimal. Saya akan membahasnya secara mikro yaitu dalam lingkup dunia dakwah kampus program studi. Sayap-sayap dakwah yang paling fundamental yang harus dimiliki program studi adalah sayap siyasi (himpunan), sayap dakwiy (Lembaga Dakwah Program Studi), dan sayap Fany (Keprofesian/akademik). Ketika ketiga sayap ini harus mampu terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh bagaikan titik sudut segitiga yang saling menguatkan satu sama lain. Ketika ada satu saja sayap yang hilang, maka dakwah kampus dilevel program studi tidak akan berjalan secara optimal.

Sayap siyasi adalah sayap dakwah di lingkungan himpunan. Bagaimanapun juga peranan ADK yang aktif di dalam himpunan adalah penting sekali. Bagaimana tidak? Hampir semua mahasiswa program studi yang bersangkutan ada didalam sini, baik dia beragama muslim, Kristen, hindu, dan lain-lain. Jadi objek dakwah yang menjadi sasaran menjadi lebih besar. Dakwah yang kita lakukan bisa lebih efektif karena objek yang kita tuju lebih besar. Untuk itu mengambil alih orang yang berpengaruh didalam himpunan itu sangat penting. Dan jika dikaitkan dengan relevansi yang ada sekarang maka punya orang paling berpengaruh dalam pengambilan kebijakan himpunan adalah Ketua Himpunan. Bisa kita bayangkan ketika ada ADK yang punya pemahaman islam secara komprehensif, memiliki integritas dan kredibilitas, punya jiwa kepemimpinan yang baik, dan jiwa nasionalisme yang benar memimpin himpunannya. Ia tidak hanya memberikan perubahan yang lebih baik pada himpunannya, ia dapat mewujudkan pluralisme yang baik dalam beragama, dan ia juga berhasil mengubah culture/budaya himpunannya menjadi lebih baik. Dan ketika itu terjadi, maka mahasiswa program studi yang bersangkutan akan memberikan trust dan respect lanjutnya terhadap orang yang menjadi pemimpinnya. Dan sekali lagi, ketika ini terjadi maka langkah kecil kemenangan dakwah sudah mulai terjejakan.

Sebenarnya kemenangan dakwah siyasi itu adalah side effect/efek samping dari adanya pelayanan yang baik dari Lembaga Dakwah Program Studi-nya (LDPS-nya). Jadi sayap kedua yang terpenting adalah sayap dakwiy. LDPS memiliki tugas dasar kaderisasi untuk melakukan tugas kaderisasi serta syiar untuk melakukan syiar islam dan pelayanan kepada mahasiswa program studi yang bersangkutan. Tugas dasar ini bukanlah tugas yang mudah dan dapat dianggap remeh. Tugas ini harus dilaksanakan secara professional. Betapapun sulitnya kondisi yang dihadapi, LDPS itu harus bisa melakukan manajemen terhadap dirinya untuk dapat memaksimalkan sumber daya yang ada. Algoritma berpikirnya adalah, ketika LDPS telah melakukan syiar dan pelayanan dakwah kampus yang baik maka mahasiswa akan menaruh simpati kepadanya. Dan ketika ada kadernya yang mencalonkan diri sebagai seorang ketua himpunan, maka kemenangan dakwah disayap siyasi kelak akan berpeluang lebih besar karena mahasiswa telah percaya bahwa apa yang diberikan oleh LDPS adalah yang terbaik bagi mereka.

Sayap dakwah kampus terpenting ketiga adalah sayap faniy (keprofesian). Mengapa demikian? Karena sebagai mahasiswa tidak akan luput dengan namanya kegiatan akademik yaitu kuliah. Para ADK yang aktif di sayap ini harus menunjukan bahwa ia memang bisa menjadi teladan di bidang akademik. Mereka harus bisa mendorong kawan-kawannya untuk dapat berprestasi pula didalam bidang akademik. Hal ini sangat penting karena akademiklah yang membentuk kompetensi seseorang. Dan kompetensi inilah yang menentukan karier seseorang dalam kehidupan masyarakat. Bisa dibayangkan, jika semakin banyak alumni muslim yang berafiliasi dan berkompetensi berkeliaran di masyarakat.

Sayap-sayap ini harus dirangkai dengan rapi oleh suatu badan musyawarah yang bernama syuro program studi (SPS). Syuro inilah yang mengatur dan mempersiapkan strategi bagaimana menjalankan dakwah kampus di program studi yang bersangkutan. Syuro ini pula yang  akan membagi-bagi porsi tugas para ADK yang ada disana.

One thought on “Sayap-Sayap Dakwah yang Belum Terangkai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s