Cara Membuat Media Syiar yang Jitu dan “Mewabah”

Syiar islam dalam dakwah kampus merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai eksekusi dari tahapan-tahapan dakwah yang ada. Dalam melakukan kegiatan syiar ini, media memegang peranan yang sangat penting karena media merupakan sebuah sarana/means untuk menyampaikan pesan kepada objek dakwah yang kita tuju. Media yang dapat dipakai dapat berupa media cetak (kertas), media elektronik (website atau blog), media auditori (radio), atau media audiovisual (televisi).

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimanakah cara membuat media syiar yang efektif dan efisien? Yaitu media yang jitu mengenai sasaran dan dapat mewabahi objek dakwah kampus seperti wabah penyakit yang menyerang sekelompok manusia dan dalam hitungan waktu tertentu dapat menularkan kepada manusia lainnya. Sekali lagi bagaimanakah caranya? Apakah pasokan dana yang besar untuk menambah kuantitas media syiar? Atau apakah butuh kreator-kreator ulung untuk mendesain media syiar itu?

Kedua hal diatas memang penting. Adanya pasokan dana yang besar dan kreator ulung memang menunjang adanya media syiar yang elegan namun belum tentu jitu dan dapat mewabah. Ternyata ada hal yang lebih penting lagi dibanding kedua hal diatas untuk membuat media syiar menjadi jitu dan dapat mewabah. Sedikit mengutip kata-kata Malcolm Gladwell dalam Tipping Point, ia mengatakan bahwa ada tiga kaidah dalam mencuatkan suatu hal menjadi wabah”, ketiga hal itu adalah hukum kesedikitan (The Law of the Few), faktor kelekatan (The Stickness Factor) dan kekuatan konteks (The Power of Context). Ketiga hal inilah yang ingin saya jabarkan disini.

1. Hukum kesedikitan (The Law of the Few)

Hukum kesedikitan menjelaskan peran besar yang dimainkan oleh sekelompok kecil orang. Mengambil analogi epidemik sebuah wabah penyakit yang dipicu oleh beberapa orang saja mampu menulari orang lainnya sampai seribu kali lipat, maka media syiar juga seperti itu. Ketika media syiar sudah dapat “menjangkiti” beberapa orang saja, maka pesan yang ada di media syiar tersebut sudah dapat menyebar ke orang lainnya. Hal ini sering terjadi karena biasanya orang sekitar kita, ada orang-orang yang tidak tahan untuk tidak berbagi ketika mereka mendapatkan manfaat dari apa yang mereka rasakan. Mereka dapat menjadi agen “getok tular” yang sangat aktif. Hal ini akan mereduksi jumlah dana yang dikeluarkan karena dengan jumlah media yang sedikit sudah dapat mewabahi orang banyak.

Contoh praktisnya adalah misalkan ada sebuah LDK mengadakan acara syiar yang membahas tema ” Cinta dalam Islam” dan mengundang seorang penulis buku terkenal, sebut saja Habibburahman El Shirazy, sang penulis Ayat-Ayat Cinta. Media syiar yang dipilih adalah media cetak. Bagi orang-orang yang telah membaca buku tersebut tentu merasakan hal yang berbeda dengan orang yang belum membaca buku tersebut. Mereka pasti tidak tahan untuk tidak berbagi kepada teman-temannya tentang acara tersebut. Jadi walaupun jumlah media cetak yang digunakan sedikit, dengan menggunakan Law of the Few, informasi tentang acara tersebut secara langsung akan cepat tersebar dikampus. Hal ini disebabkan agen “getok tular” yang terbentuk secara tidak langsung telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Namun perlu diperhatikan sebelum menggunakan hukum ini, pesan dari media ini harus mempengaruhi setidaknya sedikit orang yang menjadi objek dakwah Anda. Kalau acara yang dibuat itu terlalu asing bahkan baru bagi objek dakwah Anda maka hukum ini tidak berlaku.

2. Faktor Kelekatan (The Stickness Factor)

Kalau Hukum kesedikitan membahas tentang si pembawa pesan, maka hukum kelekatan membahas tentang pesan yang dibawa itu sendiri. Supaya efektif disebarkan oleh para agen itu, sebuah pesan itu sudah harus melekat dibenak. Faktor kelekatan biasanya bukan terletak pada hal-hal besar namun justru pada hal-hal yang kecil. Little thing means a lot. Berilah sesuatu yang unik pada media syiar yang Anda gunakan, jadi ketika ada orang yang lewat dan melihat media tersebut, mereka tahu bahwa media itu adalah media syiar dari LDK Anda.

Gamais ITB memiliki ciri khas yang unik. Ciri khas itu terdapat pada lambangnya. Lambang Gamais yang berbentuk belah ketupat selalu menghiasi media-media syiar Gamais sehingga ketika ada orang yang baru saja sepintas melihat media tersebut mereka akan langsung tahu bahwa itu adalah media syiar Gamais karena didalam benak mereka telah tertanam bagaimana ciri khas dari media Gamais ITB. Jadi penggunaan Hukum kelekatan dapat dimaksimalkan dengan membuat ciri khas tertentu pada LDK Anda, jangan membuatnya terlalu sulit, namun buatlah dengan kreatif dan unik. Kemudian jangan lupa untuk selalu menampilkan ciri khas LDK Anda di media syiar yang akan digunakan. Dengan demikian nanti akan terjadi pelekatan ciri khas tersebut pada benak objek dakwah Anda.

3. Kekuatan Konteks (The Power of Context)

Kekuatan konteks dapat mengubah perilaku sosial. Terkadang kekuatan konteks ini mampu mengubah karakter seseorang jika terjadi pengulangan secara terus-menerus. Singkatnya, dengan kombinasi kekuatan konteks dan faktor kelekatan, maka media syiar yang Anda gunakan akan menjadi lebih maksimal. Gamais ITB sering menggunakan Kekuatan konteks didalam media syiarnya. Salah satu contoh dari media yang menggunakan kekuatan konteks adalah sebagai berikut :

tilawah

Konteks yang dibawa dalam pesan media syiar diatas sangat kuat. Mampu mengubah karakter seseorang walau hanya sesaat. Ketika ada seseorang selesai sholat dan melihat media syiar tersebut di sebuah mushola dan kebetulan di mushola tersebut terdapat mushaf Al Quran, maka orang itu cenderung melakukan tilawah karena terpengaruh oleh pesan tersebut. Dan ketika hal itu terjadi setiap hari, maka secara tidak langsung tindakan kecil itu akan mulai mengkarakter didalam dirinya.

**

Demikianlah ketiga faktor yang membuat media syiar dapat jitu dan mewabahi objek dakwah kampus Anda. Dengan menggunakan cara diatas, Anda akan dapat menghemat pembiayaan produksi media syiar Anda namun Anda masih tetap mempunyai media syiar yang efektif dan efisien.[]

One thought on “Cara Membuat Media Syiar yang Jitu dan “Mewabah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s