Aku Tak Bisa Bohong, Kalau Sekarang Aku sedang ……….

Selamat jika Anda adalah salah satu orang yang terburu-buru membaca tulisan saya kali ini..”Wah, maksud kata “sedang” itu apa ya?”, mungkin itulah pertanyaan yang terbayang di benak Anda kali ini.

Beragam jawaban yang mungkin terpikirkan bagi Anda yang telah lama mengenal saya, telah mengenal bagaimana perilaku saya, dan mengenal bagaimana kesehariaan saya. Mulailah Anda menggunakan pendekatan empirik untuk menebak lanjutan judul diatas. Terkadang jawaban itu bisa “baik”, “buruk”, dan “nakal”.

Saya berikan jawaban alternatif, yang mungkin salah satunya adalah tebakan jawaban dari Anda :

  1. Capek setelah mengisi training Syiar di tiga kota Provinsi Jabar
  2. Sedih karena belum mengerjakan PR Teknik Reservoir II dan akan dikumpulkan besok
  3. Bahagia karena Ivan telah terpilih menjadi Kahim PATRA
  4. Berempati kepada seseorang
  5. Ngantuk ketika mengetik tulisan ini

Mungkin jawaban Anda ada termaktub pada pilihan jawaban saya diatas. “Bener kan?”.

Sebelum saya memberitahukan lanjutan dari judul diatas, saya ingin membahas terlebih dahulu tentang hubungan antara perilaku dan paradigma. Aries Toteles mengatakan bahwa “Anda adalah apa yang Anda lakukan”. Perilaku kita sebagai manusia akan membentuk cara pandang orang lain kepada kita. Ketika kita menciptakan brand yang positif kepada orang lain, maka kita akan dianggap baik dan dapat dijadikan seorang teman oleh orang lain. Sebaliknya ketika kita menciptakan brand yang negatif kepada orang lain, maka kita akan dianggap buruk dan bahkan dapat dijadikan musuh orang lain.

Orang lain dapat mengetahui seperti apa diri Anda dari apa yang telah Anda lakukan. Paradigma penilaian seseorang kepada Anda akan terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan. Maka berhati-hatilah dengan apa yang biasa Anda lakukan dihadapan orang lain, karena hal itu akan mempengaruhi paradigma seseorang terhadap Anda.

Baiklah kita kembali pada 5  pilihan jawaban alternatif diatas. Semua jawaban diatas bisa benar dan bisa juga salah semua, bergantung siapa pembaca tulisan saya kali ini

  1. Aku Tak Bisa Bohong, Kalau Sekarang Aku sedang Capek setelah mengisi training Syiar di tiga kota Provinsi Jabar
  2. Aku Tak Bisa Bohong, Kalau Sekarang Aku sedang Sedih karena belum mengerjakan PR Teknik Reservoir II dan akan dikumpulkan besok
  3. Aku Tak Bisa Bohong, Kalau Sekarang Aku sedang Bahagia karena Ivan telah terpilih menjadi Kahim PATRA
  4. Aku Tak Bisa Bohong, Kalau Sekarang Aku sedang Berempati kepada seseorang
  5. Aku Tak Bisa Bohong, Kalau Sekarang Aku sedang Ngantuk ketika mengetik tulisan ini

Jawaban nomor 1 akan cenderung ditebak oleh orang-orang yang sangat perhatian kepada saya. Biasanya saya menuliskan sebuah status di Face book yang menunjukan bagaimana keadaan diri saya sekarang. Dan kebetulan saya menuliskan status kepergiaan saya di Face Book sebelum berangkat. Jadi orang yang sering memperhatikan saya akan cenderung punya paradigma bahwa sekarang saya sedang kecapekan.

Jawaban nomor 2 akan cenderung ditebak oleh kawan-kawan Teknik Perminyakan seangkatan saya. Mengapa? Karena saya telah menciptakan sebuah brand seorang Ryan yang bertipe akademisi dihadapan mereka. Akibat paradigma yang telah saya bentuk, maka saya pikir mereka akan lebih cenderung memilih jawaban nomor 2 dibanding yang lain.

Jawaban nomor 3 akan cenderung ditebak oleh massa PATRA yang saat ini sedang berbahagia karena terpilihnya Kahim PATRA yang baru, Ivan Kurnia. Karena saya termasuk dalam salah satu massa PATRA maka pasti mereka pikir saya pasti akan turut berbahagia pula. Inilah paradigma umum yang terbentuk dalam pemikiran mereka terhadap saya atas keaktifan saya di organisasi keprofesian itu.

Jawaban nomor 4 ini memang agak sedikit “nakal”. Tapi tak apalah. Tebakan itu bersifat bebas. Biasanya jawaban ini akan cenderung ditebak oleh orang-orang terdekat saya karena mereka mengetahui gerak-gerik keseharian saya dan gelagat saya, walaupun saya tidak pernah menyatakan hal ini terang-terangan. Terlepas dari apapun gendernya, yang  jelas memang saya sedang berempati kepada seseorang karena ia telah mengubah cara pandang hidup saya. Namun ingat, belum tentu jawaban ini benar.

Jawaban nomor 5 akan cenderung ditebak oleh orang yang berpikir secara instan dan cerdas. Mengapa mereka instan dan cerdas. Yang pertama mereka mungkin akan berpikir “anak ini sepertinya ingin menaikkan hits-nya, jadi membuat judul yang menggelitik orang lain untuk membacanya”. Kedua, mereka akan berpikir “jam berapa penulisan artikel ini?pasti kehabisan bahan untuk ditulis”.

**

Terlepas dari apapun jawaban Anda, saya harus menerima, bahwa itulah saya dalam pandangan dan paradigma Anda. Terkadang terlintas didalam benak pikiran saya, bagaimanakah diri saya selama ini?Apakah saya telah menjadi orang yang baik?ataukah saya menjadi seorang yang buruk?Memang sulit menilai diri sendiri karena adanya faktor kesubjektivitasan dan faktor keegoisan karena tidak mau mengakui kekurangan diri sendiri.Ya begitulah hidup, penuh dengan tanda tanya dan misteri. Namun dibalik semua itulah semua keindahan tersimpan didalamnya. Bagi mereka yang punya paradigma buruk terhadap saya, saya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya atas kekurangan saya selama ini.

Sebenarnya lanjutan dari judul diatas adalah…….Kelima-limanya benar..

One thought on “Aku Tak Bisa Bohong, Kalau Sekarang Aku sedang ……….

  1. hohoho…menaikan..hits…bener itu paradigma-ku…
    msekipun nyadar..kelima-nya bener..klo bukan karena judul..enggak bakal terbaca tulisan ini…he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s