Jurus-Jurus Maut Dalam Publikasi

Seberapa bagusnya acara Anda, mengundang artis/aktor/ pembicara kaliber nasional, menggunakan sound system teknologi yang tinggi, serta penyediaan door-prize mobil sekelas Lexus-nya Toyota, semuanya akan sia-sia kalau acara Anda tidak dipublikasikan dengan baik. Publikasi mempengaruhi lintasan pikiran seseorang untuk datang ke acara Anda atau tidak. Semakin baik publikasi yang Anda berikan, maka akan semakin banyak orang yang tertarik pada acara Anda. Mulai dari kekuatan kata, kombinasi warna, dan bentuk publikasi semua akan mempengaruhi ketertarikan seseorang untuk melihat publikasi acara Anda. Gampangnya istilah ini sering disebut dengan “eye catching”.

Publikasi dan marketing adalah dua hal yang sangat berdekatan. Publikasi memerlukan marketing yang baik agar bisa mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Dan dari buku yang saya baca dan training yang saya ikuti, saya menyimpulkan bahwa ada enam syarat yang harus dipenuhi agar publikasi acara Anda bisa jitu menarik perhatian orang untuk membaca, apalagi untuk mengikuti acara Anda. Enam syarat ini saya sebut dengan Enam Jurus Maut Dalam Publikasi. Enam jurus ini dapat disingkat menjadi suatu kata yaitu “SUCCESs“. Apa sajakah unsur-unsur kata itu? Mari kita bahas satu persatu.

1. Simple

Singkat. Itulah kunci publikasi. Orang-orang cenderung menyukai sesuatu yang dapat dibaca secara singkat dan langsung mengena. Mengapa? Karena otak manusia cenderung menyukai sesuatu yang mudah dan singkat. Oleh karena itu buatlah sebuah publikasi dengan kata-kata yang singkat saja tapi mengena. Hal terpenting yang tidak boleh tertinggal adalah keunggulan acara Anda, seperti pembicaranya siapa, doorprizenya apa, tempatnya dimana, dan waktunya kapan. Tonjolkanlah kelebihan acara Anda dengan mengkombinasikan ukuran tulisan publikasi Anda. Kalau memang kata-kata publikasi Anda memang panjang dan tidak dapat dipersingkat, ada beberapa kunci agar publikasi Anda masih dibuat simpel :

  • Gunakan huruf yang tebal dan besar pada kata yang menurut Anda bisa menjual acara Anda
  • Gunakan Kalimat Tanya pada kata yang menurut Anda bisa menjual acara Anda
  • Gunakan Tanda Petik pada kata yang menurut Anda bisa menjual acara Anda
  • Kombinasi antara ketiganya

Biasanya orang-orang akan cenderung lebih memperhatikan kata-kata yang tebal, diakhiri tanda Tanya, atau diapit tanda petik. Tidak percaya? Lihat contoh dibawah ini.

bla

Pasti Anda akan membaca kata-kata yang lain dari kata lainnya terlebih dahulu kan? Terutama yang tebal, tercetak miring, ukurannya relatif besar dari yang lainnya, dan ada kalimat Tanya-nya.

2. Unexpected

Publikasi dengan cara yang tidak diduga-duga juga biasanya mampu menarik perhatian orang banyak. Kata-kata yang kontroversial di media publikasi Anda akan mempengaruhi lintasan pemikiran seseorang, sehingga mereka tertarik untuk membaca publikasi acara Anda. Contoh sketsa poster yang unexpected buatan teman-teman LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) AL-Hayat adalah sebagai berikut :

kami-siap-dibunuh1

(garis horizontal diatas menggambarkan sketsa  tulisan-tulisan penjelasan)

Bayangkan ketika Anda melihat judul poster diatas. Apa yang akan Anda pikirkan?, apakah Anda akan berpikir bahwa ada beberapa orang bersedia dibunuh dalam suatu acara? Hal ini mungkin akan menarik bagi Anda, dan lebih lanjutnya Anda akan mendekat untuk membaca tulisan-tulisan penjelas dibawah judul itu. Judul diatas merupakan contoh publikasi yang unexpected (tidak diduga-duga). Padahal poster diatas adalah publikasi kegiatan Qurban dari LDF Al-Hayat. Yang dibunuh (alias disembelih) adalah hewan kurbannya. Tapi bagaimanapun juga, saya ucapkan selamat atas keterjutan Anda membaca judul diatas karena sudah terpedaya oleh jurus maut kedua untuk membuat publikasi ini.

3. Concrete

Si pembaca media publikasi acara Anda akan semakin percaya kepada Anda, ketika memang organisasi Anda memang benar-benar pernah berprestasi mengadakan suatu acara dan  profesional mengerjakannya. Bahkan penyebutan banyaknya peserta pada acara-acara Anda sebelumnya menjadi nilai penting yang dapat dijual kepada objek kegiatan. Untuk itu sudah sewajarnya didalam sebuah media publikasi perlu juga dicantumkan prestasi-prestasi apa saja yang telah dilakukan organisasi Anda, agar si objek kegiatan semakin mantap untuk mengikuti kegiatan acara Anda. Sebagai contoh, Profil Prestasi Gamais ITB dalam melaksanakan sebuah acara :

  • Penyambutan Mahasiswa Baru dan Ramadhan dengan partisipan 2500 orang
  • Training Pengembangan Diri Dan Kepemimpinan dengan alumni 900 orang
  • Training ESQ dengan alumni 800 orang
  • Try Out SPMB dengan peserta 700 orang
  • Kajian Islam Terpusat dengan peserta 600 orang
  • Annisa Day dengan peserta 350 orang

Anda tidak perlu menuliskan semua prestasi organisasi Anda. Yang penting-penting saja, dan Anda rasa bisa menarik perhatian. Semakin Anda bisa menunjukan prestasi dan kekonkretan organisasi Anda dalam mengadakan acara, maka semakin menambah kepercayaan objek kegiatan untuk mengikuti acara Anda.

4. Credible

Testimonial acara Anda terdahulu menjadi sebuah hal yang penting dari sebuah kredibilitas acara Anda berikutnya. Mengapa demikian? Testimonial peserta menjadi tolok ukur keberhasilan Anda dalam melaksanakan sebuah acara apakah tujuan ia ikut tercapai atau tidak. Hal ini menjadi lebih penting lagi karena berasal dari peserta sendiri sehingga objektivitasnya terjaga.

Pilihlah testimonial yang berasal dari orang-orang yang ternama atau terkenal di ranah Anda sehingga menjual. Testimonial dari seorang yang punya jabatan tertentu akan lebih menjual daripada testimonial orang biasa. Selain itu, cari pula testimonial yang kontennya powerful dan menjual sehingga mampu mempengaruhi pikiran dan emosi objek kegiatan acara kita berikutnya.

Contoh-contoh testimonial dapat dilihat dibawah ini :

Setelah saya mengikuti training ESQ saya mendapatkan bahwa diri saya begitu berharga dan mulai saat ini saya ingin menjadi terus menjadi lebih baik

(Esa, Presiden KM ITB)

Setelah mengikuti training akademik Gamais, IP saya naik drastis menjadi 3.7

(Alfi, Peraih Juara 1 Wirausahawan Muda Mandiri)

Acara Annisa Day-nya keren dan mantap ,adain lagi dong tahun depan

(Fetri, Mahasiswi Berprestasi Utama ITB)

5. Emotion

Kekuatan emosi pada media publikasi sangat mempengaruhi pesona jiwa dan pikiran objek kegiatan. Emosi dapat ditimbulkan melalui tulisan kata-kata mutiara atau gambar-gambar yang mendukung. Selipkanlah kata-kata mutiara di pojok media publikasi acara Anda dan sisipkan pula gambar yang menyentuh emosi objek kegiatan Anda.

Misalkan Anda ingin mengadakan kajian tentang Negara Palestina. Maka sisipkanlah hadits rasul seperti “Muslim ibarat satu tubuh, jika satu bagian sakit maka yang lain akan ikut menanggungnya” dan tambahkan pula gambar-gambar realita keadaan orang-orang yang ada di Palestina sana. Kedua hal itu akan sangat mempengaruhi emosi objek kegiatan kita dibanding jika mengandalkan kekuatan kata-kata publikasi Anda.

Satu tambahan lagi, kalau Anda menggunakan media publikasi maya, maka Anda akan lebih dapat mengoptimalkan media Anda tersebut dengan lagu-lagu yang sesuai, gambar yang bergerak/video, dan kata-kata mutiara yang dapat berganti.

6. Stories

Satu jurus maut terakhir dalam publikasi adalah kekuatan cerita. Biasanya orang tertarik kepada sebuah tulisan yang memiliki alur. Jurus ini banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan penghasil obat-obatan/produk kecantikan untuk menimbulkan respek dan kepercayaan dari calon pelanggannya. Biasanya mereka meminta salah satu pelanggan yang berhasil memakai produk mereka untuk bercerita tentang pengalamannya sebelum dan sesudah memakai produk.

Pengalaman sebelum dan sesudah pemakaian produk merupakan kekuatan inti dari jurus terakhir ini. Kekuatan ini mampu merasuk kepada calon pelanggan, karena calon pelanggan dibuat seolah-olah merasakan pula apa yang dirasakan oleh orang yang bersangkutan. Diharapkan setelah membaca cerita itu, calon pelanggan bisa tertarik  untuk membeli produk itu.

Hal ini juga bisa Anda lakukan pada publikasi acara Anda. Anda dapat meminta salah satu peserta pada acara Anda sebelumnya untuk bercerita tentang pengalamannya dalam mengikuti acara tersebut. Hal ini hampir sama dengan testimonial, namun lebih berfokus kepada seseorang. Dan seseorang itu bercerita pengalamannya sebelum dan setelah mengikuti acara itu secara lengkap.[]

5 thoughts on “Jurus-Jurus Maut Dalam Publikasi

  1. Boleh tau ngga anda membuat buku ini referensinbya dari mana? Pengalaman atau suatu buku?
    (Kereeeen banget maksudnya…)

  2. Dari buku dan pengalaman..
    Buku yang saya jadikan referensi adalah Buku “Crowd”..Tentang Marketing..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s