Menjadi Kader Dakwah Digital

Internet telah membawa perubahan yang sangat besar bagi akselerasi ilmu pengetahuan dan teknologi di planet bumi. Bukan merupakan hal aneh lagi untuk bisa mencari dan mendapatkan informasi yang ada di belahan bumi lain (tanpa harus kesana) dengan menggunakan media maya ini. Adanya temuan spektakuler Berners Lee ini, juga memungkinkan Anda untuk dapat memperluas jejaring koneksi yang tidak terbatas hanya didalam negeri saja tetapi juga diluar negeri. Jejaring dunia ini juga memungkinkan pula untuk digunakan sebagai fasilitas pendongkrak popularitas seseorang secara cepat seperti apa yang dilakukan oleh Barrack Obama dalam masa kampanyenya yang lalu sebelum menjadi presiden. Fasilitas yang ada di Internet juga memungkinkan bagi Anda untuk mengeksperikan pikiran Anda sendiri, beropini, serta mengeluarkan suatu unek-unek agar dapat dilihat dan direspon oleh orang-orang diseantero bumi ini. Tampaknya benar apa yang tertulis Thomas L. Friedman dalam bukunya yang berjudul The World is Flat : “How Flat Are You?”, memang sekarang dunia serasa telah menjadi datar, menyempit dan jarak antar negara sangat berdekatan.

Di era digital ini, kehidupan seorang mahasiswa tidak bisa lepas dari yang namanya internet. Mulai dari mencari informasi bidang keprofesian, chatting dengan seseorang, mencari buku, membeli barang, dan bahkan bersenang-senang dengan bermain games secara on-line telah mengubah konsep kehidupan mahasiswa sekarang menjadi sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Jika boleh menapak tilasi kembali sejarah kemahasiswaan, pada awalnya sebagian besar waktu mahasiswa dahulu lebih condong untuk bersosialisasi lebih banyak kepada orang-orang sekitarnya, namun tampaknya hal itu  tidak cocok lagi direfleksikan untuk saat ini. Beberapa mahasiswa yang hidup di era digital ini cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menyendiri berasyik-asyikan dengan berselancar internet. Akibatnya beberapa mahasiswa tersebut mulai terkikis jiwa kepeduliannya karena jarang berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya. Maka tak heran jika beberapa mahasiswa ini dimasukan kedalam kategori mahasiswa yang apatis, mahasiswa yang paling sulit disentuh oleh syiar Islam dikampus karena mereka jarang menghabiskan waktu dikampus.

Sebagai seorang kader dakwah “thinking out of the box” dan mengikuti perkembangan IPTEK, kita harus mampu mencari peluang dakwah melalui media maya ini. Sebenarnya ada banyak peluang untuk berdakwah melalui media maya ini jika kita mau optimalkan. Mulai dari web-site organisasi LDK, blog pribadi, menjadi anggota suatu mailist, mengikuti perkumpulan komunitas seperti FaceBook, Friendster, Flixster, temanster ataupun yang lainnya, dapat dijadikan media dakwah maya yang jitu untuk menyentuh objek dakwah mahasiswa kategori ini. Ada tiga fasilitas internet yang saya sarankan untuk dioptimalkan, agar kegiatan syiar dakwah bisa terlaksana dalam dunia maya ini.

1. Membuat Website LDK

Marketing Publikasi LDK dengan media cetak belumlah cukup untuk mengeksiskan LDK kampus Anda karena umur media cetak itu terbatas. Anda juga harus merambah publikasi ke sektor media maya pula untuk menjaga keeksisan LDK Anda. Selain memberikan informasi tentang seluk-beluk LDK Anda, website juga berguna untuk digunakan sebagai  sarana syiar dan pelayanan kepada para pengunjungnya.

Bentuk sarana syiar yang dapat dimasukan kedalam website LDK adalah :

  • Adanya halaman khusus yang memuat artikel-artikel islami yang menarik dan terkait membahas problem kemahasiswaan (seperti materi berpacaran, mencontek, cara sholat yang benar, berhijab, dll). Dengan adanya artikel yang dekat kebutuhan mereka, membuat artikel islami Anda kemungkinan besar untuk dibaca.
  • Adanya halaman khusus yang membahas mengenai berita-berita islami ter-update secara kontinu. Sebagai satu bagian tubuh, kita sebagai orang islam harus mengetahui dan mengabarkan keadaan saudara muslim kita yang ada dibelahan lain di bumi ini kepada orang yang belum tahu lainnya.
  • Adanya kata-kata mutiara dan hadits yang menghiasi. Adanya kata-kata mutiara atau hadits yang menghiasi dinding website membuat para mengunjung mau tidak mau membaca secara sekilas tulisan itu.
  • Jangan lupa memasukan link-link website islami lainnya agar dapat di informasikan kepada pengunjung.

Bentuk sarana pelayanan yang dapat dimasukan kedalam website LDK adalah :

  • Membuat sebuah halaman Rubrik Tanya-Jawab Mahasiswa. Disini pengunjung dapat bertanya tentang problem kehidupannya sehari-hari dalam pandangan Islam.
  • Membuat time line Jadwal Agenda Syiar dan Pelayanan LDK Anda. Dengan demikian pengunjung dapat mengetahui agenda apa saja yang dilakukan oleh LDK Anda.
  • Dalam momen-momen tertentu, Anda harus membuat sebuah halaman khusus yang berisikan tentang informasi-informasi yang terkait dengan momen itu. Misalnya momen penyambutan mahasiswa baru (PMB), Anda dapat menyisipkan informasi-informasi yang terkait dengan momen itu seperti daftar kos yang murah, tempat makan murah, rute angkot, agenda akademik, dan lain-lainnya.
  • Membuat sebuah halaman Apresiasi. Apresiasi itu bisa kepada mereka yang berulang tahun, apresiasi kepada mereka yang berprestasi dibidang tertentu, apresiasi kepada mereka yang menang di suatu lomba, dan apresiasi kepada mereka yang baru menjabat amanah tertentu. Apresiasi bisa diberikan dengan ucapan selamat, penampilan profil, penampilan video, atau yang lainnya.

Berikut saya berikan satu cuplikan snap shot web Gamais ITB sebagai percontohan :

web-gamais

2. Membuat Blog Pribadi Kader

Sebagai seorang kader dakwah digital yang senang menulis, anda dapat membuat blog pribadi untuk menumpahkan ide-ide pemikiran Anda kedalamnya. Anda juga dapat menyisipkan hal yang sama seperti apa yang saya sarankan pada pembuatan website organisasi tadi. Marketing memegang peranan penting agar blog Anda dikenal dan dikunjungi orang. Untuk itu publikasikanlah blog Anda di mailist dan perkumpulan komunitas yang Anda ikuti. Anda bisa bayangkan semakin banyak kader dakwah yang menjadi kader dakwah digital, maka semakin banyak pula gaung syiar islam terdengar di dunia maya ini. Semakin besar pula jumlah orang yang tahu bahwa ada banyak kader dakwah yang pandai menulis serta solutif dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, kemungkinan terbacanya artikel atau tulisan kader oleh target dakwah akan menjadi lebih besar ketika pengunjung blog Anda semakin banyak. Untuk itulah saya sarankan mulai sekarang belajarlah menulis dan buatlah blog. Ayo kita warnai dunia maya ini dengan warna Islam.

Berikut saya berikan satu cuplikan snap shoot salah satu blog pribadi milik kader Gamais ITB (Panji Prabowo, Kepala Gamais 2009) :

blog-pribadiSemakin berkembangnya blogger yang punya cenderung punya kesamaan terhadap Anda, entah mungkin gaya penulisan, sesama jurusan, sesama fakultas, dan lain-lain, Anda dapat membuat sebuah blog baru yang merupakan gabungan dari blog-blog pribadi seorang kader digital. Dengan demikian pengunjung akan semakin memiliki banyak pilihan untuk mencari dan mendapatkan informasi dari blog tersebut.

Berikut ini saya berikan cuplikan snap shot dari kumpulan para blogger Gamais ITB :

blog-of-blogger-2

3. Mengikuti Perkumpulan Komunitas

Penting juga mengikuti Facebook, Friendster, Flixster, dan lain-lain. Karena disinilah kita akan berinteraksi dengan orang-orang yang heterogen secara langsung. Dengan menambah teman sebanyak-banyaknya, semakin besar pula peluang kita untuk dapat berinteraksi dengan mereka semua yang belum kita kenal. Ketika kita telah dekat dengan mereka, kita akan lebih mudah melakukan dakwah kepada mereka. Selain itu perkumpulan komunitas juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana publikasi acara syiar dan pelayanan LDK Anda.

Berikut ini saya berikan satu cuplikan snap shot komunitas Gamais ITB di Face Book :

facebook-gamaisMenjadi sebuah nilai tambah ketika komunitas LDK Anda dipenuhi oleh orang-orang yang heterogen (bukan hanya diikuti oleh kader LDK Anda sendiri). Dengan demikian, hal ini dapat juga dijadikan parameter Inklusifitas Dakwah Kampus Anda.

***

Jika ketiga hal diatas telah dibuat, maka tibalah saat kita memarketisasi website organisasi, blog pribadi kader, dan perkumpulan komunitas itu. Bahasan marketisasi ketiga hal diatas tadi akan saya bahas pada tulisan saya selanjutnya. Selamat mencoba dan jadilah kader-kader dakwah digital. []

One thought on “Menjadi Kader Dakwah Digital

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s