Platform Dasar Ikatan Alumni SMANZA Balikpapan

Sejenak mari kita lihat kembali dari tujuan dari dakwah kampus :

Perbaikan Individu

Individu atau mahasiswa dalam konteks dakwah kampus perlu dibina sejak dini agar ia sebagai pribadi memiliki kepahaman keislaman yang komprehensif. Sebagai seorang pria , ia akan menjadi seorang kepala keluarga yang akan memimpin sebuah keluarga dan menjadi teladan bagi anak-anaknya. , begitu pula dengan seorang perempuan yang akan menjadi sosok Ibu untuk keluarganya. Dimana ia akan mendidilk anak-anaknya untuk menjadi seorang yang berdedikasi terhadap umat.

Perbaikan Negara

Mahasiswa setelah lulus akan terlibat dalam struktur sosial masyarakat. dalam bentuk ia bekerja di bidangnya masing-masing. Ada mahasiswa yang nantinya akan menjadi dosen, profesional, birokrat, seniman, dan lainnya yang akan menjadi unsur perbaikan bangsa dalam masyarakat. Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara fikriyah, jasadiyah, dan ruhiyah mengisi pos-pos dalam masyarakat ini, secara bertahap akan mampu mengubah strukur masyarakat di negara ini.

—xxx—

Menurut saya, dakwah kepada mahasiswa adalah ranah/objek dari dakwah kampus itu sendiri. Jadi saya lebih menyoroti tujuan dakwah kampus yang kedua karena ini akan berimbas pada kehidupan pasca kampus, yaitu pada peran kita nanti pada perbaikan negara. Pada dasarnya kita akan berada disalah satu dalam tiga sektor kehidupan ketika nanti kita hidup di masyarakat , ketiga sektor kehidupan itu adalah:

1. Sektor Publik

2. Sektor Privat

3. Sektor Ketiga

Yang saya pahami dari kondisi negara ini, umat muslim sangat lemah dalam berbagi peran dalam ketiga sektor kehidupan itu sehingga dakwah berjalan lambat karena tidak adanya integrasi antara ketiganya. Ada yang berdakwah di sektor publik dengan menjadi seorang birokrat, ada yang berdakwah di sektor privat dengan menjadi seorang profesional, dan ada yang aktif berdakwah disektor ketiga dengan menjadi penggiat sosial dalam LSM/NGO yang ada. Mereka memang giat berdakwah, namun mereka tidak pernah memikirkan strategi bersama bagaimana agar dakwah ini dapat lebih terakselerasi.

Jadi saya membayangkan, jika orang-orang yang mengisi ketiga sektor itu disatukan dalam satu wadah, sehingga orang-orangnya memiliki satu arah gerak yang sama pada tujuan yang kita inginkan, maka insya Allah akselerasi dakwah akan tercapai. kita bisa lihat contoh keberhasilan Negara Turki untuk mengislamisasi kembali Pemerintahan Negaranya. Betapa terpadunya gerakan dakwah mereka (antara semua pengisi sektor kehidupan) sehingga dalam waktu 30 tahun saja mampu mewarnai pemerintahan Turki yang terkenal dengan kesekulerannya pada waktu itu menjadi terwarnai oleh nilai-nilai Islam saat ini (walaupun militernya masih sekuler sampai sekarang).

Perdana Menterinya : Recep Toyib Erdogan memulai langkah dakwah negaranya dengan lingkup yang kecil dulu yaitu menjadi walikota Istanbul terlebih dahulu. Dengan politik keteladanan, karya nyata, dan bantuan pemeran sektor kehidupan lainnya, dia mampu merombak secara keseluruhan kota Istanbul menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Sama pula dengan Presiden Iran Ahmadinejad. Beliau memulai perbaikan negaranya dengan perbaikan lingkup yang kecil terlebih dahulu dengan menjadi walikota Teheran.

Maka saya melihat betapa pentingnya keselarasan dan keserasian ketiga sektor kehidupan tersebut. Jika dikaitkan dengan bagaimana dengan peran ikadza?maka saya berpandangan bahwa ikadza punya peluang untuk berperan besar dalam mentransformasi kota Balikpapan menjadi kota yang lebih baik dan islami. Karena bisa jadi kita punya banyak alumni-alumni kampus/alumni SMA bekerja yang telah berafiliasi terhadap islam namun kita tidak punya sesuatu yang menyatukan langkah mereka dan menggerakan mereka untuk berdakwah dan memperbaiki kota Balikpapan.

Dan hal yang paling pas adalah ikadza yang berbasis keprofesian, karena dengan demikianlah kita dapat mengetahui mana saja orang-orang yang tertarik untuk aktif berperan dalam sektor publik, sektor privat dan sektor ketiga. Sehingga pada akhirnya kita lebih mudah untuk mencerdaskan mereka yang tadinya mengetahui (berafiliasi) menjadi bergerak (berdakwah/berkontribusi) untuk berperan dalam sektornya masing-masing

Jadi inilah asal-muasal maksud dari Ikadza sebagai organisasi yang berbasis profesi.

*

Ryan Alfian Noor

Presiden Alumni Muslim SMANZA Balikpapan

2 thoughts on “Platform Dasar Ikatan Alumni SMANZA Balikpapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s