Mahasiswa Baru dalam Pandangan Syiar

Kawan-kawan, pada tulisan saya kali ini, saya ingin membeberkan sedikit pemikiran saya tentang “bagaimana” sih seharusnya LDK menyambut Mahasiswa Baru. Namun sebelum membahas tentang hal itu, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu “mengapa” Mahasiswa Baru perlu disambut dengan baik oleh sebuah LDK. Karena alasan bergerak jauh lebih penting daripada bergerak itu sendiri. Alasan bergerak menjadi bahan bakar utama dalam bergerak. Tanpa bahan bakar yang cukup, gerakan hanya akan terhenti dipersimpangan jalan sebelum mencapai tujuan akhirnya.

Pernahkah Anda mendengarkan ungkapan “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda“? Ya tepat!, itu adalah salah satu jargon iklan salah satu parfum yang ada di televisi. Agaknya ungkapan ini memanglah benar untuk diterapkan dalam setiap mengenal sesuatu, apapun itu. Jika Anda pernah kesebuah restoran café mewah, maka  pasti Anda akan merasakan sesuatu yang berbeda dari restoran cafe biasa. Mulai dari pelayanannya, kenyamanannya, ketenangannya, keramahan karyawannya serta kelengkapan fasilitasnya membuat Anda akan terkagum-kagum. Kesan pertama inilah yang membuat seorang pelanggan betah berlama-lama disana. Bahkan bisa jadi pelanggan tersebut akan menjadikan café itu menjadi tempat favoritnya. Satu kunci dari keberhasilan dari pemilik kafe tersebut adalah sambutan yang baik.

Beranalogikan hal tersebut, dakwah bisa diibaratkan seperti café tadi dan mahasiswa baru dapat diibaratkan seperti pelanggan yang  baru saja masuk kedalam café tadi. Bisa Anda bayangkan, ketika kita mampu mengemas dakwah ini dalam sebuah acara dan sambutan yang baik, Anda akan takjub sendiri nanti karena ternyata sambutan ini berefek besar terhadap psikologi mereka sebagai seorang mahasiswa baru. Dan dengan demikian juga, kesan eksklusifitas bahwa LDK hanya untuk pria yang berjenggot saja, wanita yang berjilbab saja, atau untuk orang yang sudah “ngaji” saja akan berkurang.

Kampus merupakan tempat berbagai macam ideologi berkumpul dan bercampur aduk didalamnya. Mulai dari ideologi keagamaan sampai ideologi sekuler ada di kampus. Mahasiswa baru merupakan sasaran “empuk” yang mampu dirasuki oleh ideologi-ideologi tersebut karena pemikiran mereka yang cenderung bersih dan lugu. Untuk itulah jargon “siapa cepat, dia dapat!” merupakan tolok ukur yang tepat untuk menggambarkan mengapa kita harus menyambut mahasiswa baru dengan acara yang terkemas dengan rapi. Semakin kita dapat melakukan sambutan yang baik kepada mereka, maka akan semakin besar pula peluang kita untuk dapat “merasuki” ideologi keislaman kedalam pemikiran mereka.

Yang terpenting dalam melakukan kegiatan penyambutan adalah PENGEMASAN. Karena mahasiswa baru yang ingin kita ajak adalah seluruh mahasiswa muslim baru, mulai dari yang tidak mengerti agama hingga yang mengerti agama ada disana, maka kita harus memperhatikan pengemasan acara kita. Jangan terlalu eksklusif dan jangan pula terlalu inklusif. Yang terpenting adalah sesuai dengan koridor dakwah yang dperbolehkan. Pengemasan yang baik dan menarik akan mampu menarik mahasiswa baru lebih banyak.

Sampai sejauh ini, parameter yang terbaik untuk mengukur keberhasilan sambutan ini adalah banyaknya mahasiswa baru yang tertarik untuk bergabung bersama kita, setidaknya untuk ikut mentoring atau lebih baik lagi menjadi seorang kader LDK. Disinilah batas peran sektor syiar dan dimulainya peran Sektor kaderisasi untuk beraksi. Pada umumnya, kaderisasi bertugas untuk membentuk dan mengarahkan pemikiran mahasiswa baru agar dapat menjadi kader LDK yang baik dan dapat berkontribusi untuk kemajuan dakwah kampus. Proses kaderisasi yang baik harus benar-benar dicanangkan agar penurunan/reduksi jumlah mahasiswa baru yang berminat dapat diminimalisasikan.

Syiar dan kaderisasi bisa diibaratkan seperti dua sisi mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan. Ketika berbicara tentang syiar maka kita berbicara tentang kuantitas. Ketika kita berbicara tentang kdaerisasi maka kita berbicara tentang kualitas. Syiar butuh follow up dari kaderisasi dan kaderisasi butuh syiar sebagai supporter penarik mahasiswa baru. Jadi dapat disimpulkan, syiar harus punya koordinasi yang jelas serta gamblang terhadap kaderisasi. Terjadinya missunderstanding/ kesalahpahaman antara keduanya adalah hal yang harus dihindari agar kuantitas dan kualitas kader LDK dapat dioptimalkan.

Hasil yang baik, bermula dari proses yang baik pula. Untuk itu mari kita lakukan proses kegiatan penyambutan mahasiswa baru dengan sebaik-baiknya. Acara penyambutan yang baik belum tentu perlu menghambur-hamburkan dana terlalu banyak. Tapi acara penyambutan yang baik adalah acara yang mampu melahirkan ide-ide kreatif dari kalian semua. Selamat bekerja! Kerahkan semua kreativitas Anda semua.

One thought on “Mahasiswa Baru dalam Pandangan Syiar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s