Sahabat Kita : Ryan Alfian Noor

Berikut saya lampirkan wawancara tertulis saya bersama guru saya tercinta, Bapak Arief Munandar (Manajer Program PPSDMS).

Sumber : http://ppsdms.org/sahabat-kita-ryan-alfian-noor.htm

Bagaimana perasaan Ryan setelah dinyatakan merupakan peserta terbaik dalam Evaluasi Semester I yang lalu?

Terkejut, senang dan berat. Terkejut karena tidak menyangka akan mendapatkan predikat sebagai peraih nilai tertinggi dalam evaluasi semester I. Senang karena bisa menjadi yang terbaik, setidaknya dalam semester pertama ini, dan berat karena saya harus mempertahankan nilai saya.

Menurut Ryan, faktor apa yang menyebabkan Ryan berhasil meraih predikat terbaik tersebut?

Bagi saya faktor yang terpenting adalah mempraktikkan setiap ilmu atau pelajaran yang saya dapatkan dari setiap program PPSDMS dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari ilmu terapan yang mendasar sampai yang terbesar, saya coba amalkan secara konsisten.

Selain meraih predikat terbaik dalam Evaluasi Semester I Ryan juga pernah beberapa menjadi Leader of the Month, baik di tingkat Regional dan Nasional. Apa kiat-kiat Ryan untuk meraih prestasi tersebut?

Ada tiga kunci yang saya pegang selama menjalani kehidupan sehari-hari di PPSDMS ini. Dua kunci yang pertama adalah konsisten terhadap amalan harian dan target bulanan yang ingin dicapai. Saya telah membuat standardisasi tersendiri untuk amalan harian saya dan untuk target bulanan. Biasanya saya mencanangkan untuk membaca dua buku dan mengikuti minimal dua seminar sebulan sekali. Kunci yang ketiga adalah selalu berusaha menyeimbangkan kehidupan pribadi (kebutuhan pikiran, jasad dan ruhiyah) dan kehidupan sosial saya.

Tolong Ryan ceritakan gambaran latar belakang keluarga Ryan.

Saya adalah seorang putra daerah kota Balikpapan, kota yang berada di pinggiran pantai provinsi Kalimantan Timur. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, yang lahir dari satu keluarga yang alhamdulillah berkecukupan. Profesi Ayah (Syahran Napiah) dan Ibu (Lina Kurniawan) saya adalah pengusaha. Walaupun keduanya sibuk bekerja, saya tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari keduanya. Tidak ada latar belakang militer dari kedua ornag tua saya. Namun semenjak kecil saya sudah diajarkan untuk disiplin dan mandiri terhadap apa-apa yang saya lakukan setiap harinya. Mulai dari membersihkan tempat tidur, melipat pakaian hingga waktu belajar akademik, semuanya sudah diatur. Selain itu pendidikan agama dan penanaman nilai kejujuran sangat kental sekali saya rasakan selama menjalani masa kecil saya. Walaupun demikian, alhamdulillah waktu itu saya masih bisa menjalani aktifitas saya sebagai anak kecil dengan normal, sama seperti anak kecil lainnya.

Tolong Ryan ceritakan sedikit perjalanan dan aktifitas Ryan, termasuk juga prestasi-prestasi yang pernah diraih, sebelum masuk ITB.

Kalau ditanya tentang aktifitas, sebenarnya saya sudah aktif diorganisasi sejak SD. Waktu SD saya diamanahi menjadi komandan regu, yang mampu membawa nama harum sekolah saya untuk merebut beberapa kejuaraan lomba pramuka di kota saya. Kemudian tingkat pendidikan saya berlanjut pada SMP favorit kota Balikpapan, SMPN 1 Balikpapan. Karena adanya tuntutan akademik yang tinggi, saya mulai mengurangi aktifitas ekstrakulikuler saya untuk menambah waktu belajar intrakulikuler, dan alhamdulillah prestasi tertinggi saya waktu itu adalah Juara 2 Umum berturut-turut. Nah waktu SMA, saya masuk SMAN 1 Balikpapan. Saya ingin mencoba suatu hal baru yang menantang yaitu menjadi seorang siswa yang aktif berorganisasi dan berprestasi akademik yang tinggi. Mulai saat itulah saya aktif membaca buku-buku berkaitan dengan pengembangan diri untuk bisa mengembangkan diri saya. Walhasil, alhamdulillah saya tetap bisa berprestasi pada kegiatan ekstrakulikuler organisasi di sekolah saya dan tetap berprestasi akademik. Waktu itu saya diamanahi menjadi ketua pengembangan sumber daya anggota Rohis SMAN 1 Balikpapan dan sempat menjadi ketua panitia dalam beberapa kegiatannya. Dan prestasi akademik saya waktu itu adalah juara 2 umum lagi sama seperti waktu SMP dan menjadi peserta olimpiade matematika tingkat kota.

Apa yang mendorong Ryan masuk ITB? Faktor-faktor apa pula yang mendorong Ryan memilih Teknik Perminyakan?

Wah sebenarnya ITB hanya ada selintas dipikiran saya waktu lulus. Waktu itu saya tidak dapat membayangkan bahwa saya akan kuliah di luar pulau dan bertemu dengan pemuda-pemuda cerdas dari berbagai daerah Indonesia untuk duduk bersama di kampus itu. Atas restu dari orang tua, dorongan teman-teman serta motivasi pribadi saya akhirnya saya bertekad kuat untuk menembus ITB.

Terus terang, pada awalnya saya memilih teknik perminyakan karena saya pikir meniti karir di bidang itu akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan bidang lainnya karena kota Balikpapan sendiri adalah kota yang kaya dengan minyak. Namun seiring berjalannya waktu ketika saya mengenal kemahasiswaan dan PPSDMS, paradigma awal saya kini telah berubah. Ada sebuah hal besar yang bisa saya lakukan untuk bangsa ini daripada hanya menghabiskan masa hidup untuk diri sendiri tanpa ada kontribusi untuk bangsa dan umat ini.

Tolong Ryan gambarkan life plan yang Ryan miliki. Sejak kapan Ryan memiliki life plan tersebut? Apa yang melatarbelakangi penyusunan life plan tersebut? Apakah pernah terjadi perubahan-perubahan signifikan dalam life plan tersebut? Jika pernah, faktor-faktor apa yang menyebabkannya?

Saat ini saya diamanahi menjadi kepala sektor dalam Organisasi Islam kampus saya, Gamais ITB (Keluarga Mahasiswa Islam ITB) hingga Desember yang akan datang. Rencananya setelah itu saya ingin beralih ke ranah organisasi yang lebih heterogen lagi yaitu KM ITB (Keluarga Mahasiswa ITB). Namun bukan ingin menjadi Presiden KM ITB (karena sudah ada teman saya yang punya keinginan kuat jadi presiden), melainkan menjadi salah satu menteri dalam kabinetnya nanti. Dalam kiprah saya dalam dunia akademik, saya ingin menjadi salah satu asisten laboratorium lumpur pemboran, yang merupakan ilmu yang cukup sulit dalam dunia perminyakan.

Life Plan yang selanjutnya adalah lulus dari ITB pada tahun 2010 dengan predikat Cum Laude. Setelah itu saya akan meniti karir secara professional dibidang saya. Di samping itu pula, saya ingin membangun sebuah Perusahaan Pelayanan Perminyakan (Service Oil Company) yang nantinya mampu berkontribusi untuk berkiprah dalam kemajuan dunia industri perminyakan Indonesia. Untuk itulah saya ingin melanjutkan jenjang pendidikan S2 di bidang manajemen di Harvard University. Setelah perusahaan minyak saya berkembang dan maju, saya akan berhenti dari perusahaan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. Setelah itu saya akan mengambil peran dalam dunia perpolitikan Indonesia yang sekaligus menjadi impian terbesar saya yaitu menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia. Dengan mengambil peran itu, saya mengharapkan dapat membuat sebuah kebijakan strategis industri tambang dan migas Indonesia ke arah yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia sekaligus pula memanjukan negara ini.

Tolong Ryan ceritakan aktifitas Ryan di luar perkuliahan. Mengapa aktifitas-aktifitas tersebut yang Ryan pilih?

Ada dua aktifitas luar perkuliahan saya yang ditekuni, staff guest lecture department pada organisasi Society of Petroleum Engineer (SPE) dan Presiden Ikatan Alumni Muslim SMAN 1 Balikpapan (Ikadza). Dengan aktif di SPE, saya bisa menambah jaringan saya kepada orang-orang yang berperan strategis dalam dunia perminyakan Indonesia yang mungkin nantinya berguna dan diperlukan untuk membangun perusahaan saya. Kalau menjadi presiden alumni, itu sudah konsekuensi karena terpilih pada Musyawarah Besar Anggota tahun lalu. Walaupun bagaimana pun juga memang ada beberapa perubahan mendasar yang harus saya lakukan secara cepat untuk mengakselerasi kemajuan organisasi ini agar dapat berperan untuk kota Balikpapan nantinya.

Tolong Ryan ceritakan bagaimana Ryan menjalani kegiatan perkuliahan saat ini. Apakah Ryan memiliki kiat-kiat khusus dalam belajar dan menyiasati beratnya beban perkuliahan di ITB? Lalu bagaimana Ryan menyeimbangkan tuntutan kuliah, organisasi, dan PPSDMS?

Yang jelas kini saya tahu benar bahwa sumber daya “waktu” itu sangat berharga. Untuk itu saya saya punya buku agenda kegiatan harian, mingguan, dan bulanan apa saja yang harus saya lakukan saat ini. Semua kegiatan kuliah, organisasi dan PPSDMS tertulis di sana. Dengan memetakan semua waktu kegiatan, saya dapat mengelola diri saya, kapan bisa memanfaatkan waktu luang, kapan untuk belajar, dan kapan harus bersosialisasi.

Sejak tinggal di asrama PPSDMS, manajemen waktu saya berubah total, terutama dalam hal waktu tidur. Untuk itu sejak masuk asrama PPSDMS saya selalu menyempatkan diri untuk berolahraga secara teratur setiap minggunya untuk menjaga kebugaran saya.

Tolong Ryan ceritakan berbagai prestasi yang pernah Ryan raih selama kuliah, baik akademik maupun non-akademik.

Dalam dunia akademik, alhamdulillah saya masih mempertahankan IPK saya di atas 3. Selain itu saya pernah mendapatkan beasiswa dari alumni Gamais (berakhir tahun lalu) dan kini masih mendapatkan beasiswa dari Tanoto Foundation.

Dalam dunia non-akademik, saat ini saya aktif menjadi seorang trainer PMLDK (Pelatihan Manajemen Dakwah Kampus) di beberapa kota di Indonesia. Pernah waktu itu mengisi di kota Bandung, Sukabumi, Bogor, dan beberapa kota provinsi Jawa Barat lainnya.

Disela kesibukan ini pun, sebenarnya saya juga aktif dalam grup nasyid islam ITB yang bernama KAHFI. Dan sampai saat ini sudah 3 prestasi lomba nasyid tingkat kota yang telah kami raih.

Hal apa yang dulu mendorong Ryan masuk PPSDMS? Setelah 8 bulan berada di PPSDMS, apakah Ryan menemukan hal yang diharapkan tersebut? Hal-hal apa saja yang Ryan pelajari dan temukan di PPSDMS?

Yang mendorong saya untuk masuk ke PPSDMS adalah karena saya memang ingin mengembangkan diri saya untuk menjadi seorang pemimpin yang terbangun di atas pondasi keislaman yang baik. Pemimpin bagi diri sendiri dan pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi orang lain. Selain itu saya ingin menantang lagi diri saya, apakah saya mampu menjadi seorang mahasiswa yang tetap berprestasi walaupun dengan segudang aktifitas.

Alhamdulillah setelah 8 bulan berada di PPSDMS saya menemukan hal yang diharapkan tersebut. Jika ditanya apa yang saya temukan dan pelajari di PPSDMS ini adalah keunikan dari kawan-kawan Asrama PPSDMS Regional 2 Bandung ini. Dari merekalah saya belajar banyak hal, mulai dari menghargai perbedaan, cara berwirausaha, cara berbicara di depan umum yang baik, hingga hal-hal lainnya yang membuat hidup saya lebih dinamis dan tidak bosan tinggal di asrama perjuangan ini. Selain itu, para guru-guru PPSDMS yang dahsyat ilmunya membuat hidup saya makin bermakna.

Apa yang Ryan lakukan untuk mengisi waktu luang? Adakah hobi yang ditekuni saat ini?

Biasanya waktu luang saya isi dengan membaca buku, browsing internet, dan olahraga. Buku yang saya sukai adalah buku bertemakan pengembangan diri, agama dan manajemen. Untuk browsing internet, biasanya saya gunakan untuk mengisi tulisan di blog, mengecek email dan facebook. Dan olahraga, biasanya saya lari setiap hari sabtu atau minggu pagi. Selain itu, saya juga menyempatkan aktif di Gym Center untuk menjaga kebugaran saya.

Apakah ada prestasi yang sedang dikejar dan ingin diraih dalam waktu dekat ini?

Ada. Yang pertama saya ingin menyelesaikan buku saya tentang “syiar dakwah kampus” hingga dua bulan yang akan datang. Selain itu saya juga ingin mempertahankan prestasi akademik saya. Kemudian target yang kedua adalah mengikuti International Petroleum Technology Conference pada tanggal 7-9 Desember 2009 yang akan dilaksanakan di kota Doha, Qatar.

Punya makanan dan makanan favorit? Warna favorit? Acara televisi favorit? Program PPSDMS favorit?

Ada dong. Makanan favorit saya adalah brownies kukus dan nasi Padang. Minuman favorit juz alpukat dan susu. Warna favorit saya adalah hitam dan biru muda. Semua acara berita di TV saya suka. Wah kalau program PPSDMS favorit saya adalah Training Pengembangan Diri-nya Pak Arief Munandar.

Apa pesan-pesan Ryan untuk teman-teman, para peserta PPSDMS yang lain?

Kawan-kawan, tetaplah semangat untuk beramal nyata bagi umat ini. Konsistenlah dalam beramal dan naikan terus standar-standar amal kita. Ada atau tidaknya penghargaan dari PPSDMS jangan sampai membuat salah niat dalam beramal, biarkan Allah nanti yang menilai amal kita di dunia ini. Mari kita buat Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta mendapatkan ridho dari Allah pencipta alam semesta dengan kompetensi kita semua.

One thought on “Sahabat Kita : Ryan Alfian Noor

  1. wah…kayanya….aku perlu beberapa penjelasan..ya..biasalah…rasa ingin tahu yang tak terkontrol bisa jadi bumerang. next time kita ngobrol2 lagi kalau ada waktu luang….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s