4 Alasan Kegagalan Rencana Hidup

Apaka kamu termasuk orang yang memiliki rencana besar tetapi tidak pernah mendapatkan satupun dari apa yang telah kamu rencanakan? Apakah kamu membuat resolusi di awal tahun 2009 dan kini telah mengabaikannya?

Jika kamu memiliki permasalahan pada pertanyaan-pertanyaan tadi, ada jawaban yang bagus untukmu.  Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa otak manusia terdiri dari “mekanisme membayangkan tujuan”.  Tujuan pertama kita dan yang menjadi paling utama tentunya adalah bertahan : kita membutuhkan makanan, air, sebuah rumah dan beberapa kebutuhan lainnya. Dan otak kita lah yang akan melakukan sebuah mekanisme untuk memaparkan rencana-rencana apa saja yang dapat kita lakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup itu.

Dan kali ini saya ingin menjelaskan 4 alasan mengapa seorang manusia bisa gagal terhadap rencana-rencana yang ingin mereka capai. Semoga tulisan ini berguna bagi kita semua, terutama kepada manusia yang memiliki cita-cita atau rencana besar didalam hidupnya.

1. Membatasi Keyakinan

Waktu itu, saya gagal meraih apa-apa yang telah saya rencanakan.  Sebenarnya itu mudah, namun hanya saja saya benar-benar tidak yakin bahwa saya akan mampu meraihnya. Beberapa teman saya menjelaskan bahwa, tidak akan bisa kamu melakukan sesuatu berdasarkan keyakinan saya dimasa lalu. Mungkin waktu itu kita pernah gagal. Sehingga itu menjadi sindrom ketakutan yang membatasi keyakinan kita untuk melakukan hal yang sama atau setidaknya hal yang mirip dengan hal yang gagal kita lakukan dimasa lalu.

Whether you think that you can, or that you can’t, you are usually right – Henry Ford

Jika kamu mulai meragukan potensi dirimu, maka hal itu akan membuat dirimu menyerah pada tujuan atau cita-cita yang telah kamu rencanakan dan terus mengubah-ubah arah hidupmu. Jalan yang paling baik untuk melewati keterbatasan ini adalah mencari dan menemukan orang-orang yang telah sukses pada jalan yang sama seperti apa yang telah kamu cita-citakan dan lakukan hal yang sama dengan apa yang telah mereka lakukan untuk menempuh cita-cita itu.

2. Membuat rencana yang salah

Mungkin ditengah perjalanan menuju cita-cita, kita pernah salah merencanakan sesuatu. Namun hal ini tidak boleh kita jadikan sebagai alasan untuk bermalas-malasan atau menyerah ditengah jalan. Rencana yang salah belum tentu benar-benar rencana yang salah. Ada berbagai bentuk hal yang menyebabkan rencana kita menjadi salah. Misalnya :

  • Suatu hal yang kamu rencanakan karena permintaan dari  seseorang
  • Melakukan sesuatu hanya untuk memberikan kesan kepada orang lain
  • Fokus kepada sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya
  • Ikut-ikutan orang lain hanya karena kamu berpikir itu adalah trend yang bagus untuk diikuti

Masih banyak contoh yang lainnya. Namun keempat hal diataslah yang sering terjadi pada seseorang. Jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah ini adalah menemukan kembali rencana-rencana yang benar. Siapkanlah pensil dan kertas, dan mulailah menulis apa saja yang ingin kamu capai dalam hidupmu. Rencanakanlah dengan estimasi waktu yang tepat, jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat. Berikanlah pula kelonggaran-kelonggaran didalam rencana yang kamu buat, agar fleksibelitas rencanamu tidak terkekang.

3. Kekurang-konsistenan/ kesabaran

Mungkin inilah proses yang tersulit dalam menggapai apa yang kita cita-citakan : konsisten dan sabar dalam menapaki langkah-langkahnya. Percayalah kepada saya, terkadang kekurangkonsistenan ini terjadi hanya karena kita belum terbiasa saja melakukan hal yang baru yang mungkin sangat bertentangan dengan kebiasaan kita yang lama. Saya faham bahwa manusia itu cenderung nyaman terhadap status quo pada keadaan lamanya. Namun dalam kamus bermimpi besar, tidak ada kata kenyamanan dalam kekonsistenan.

Kunci terpenting untuk dapat konsisten adalah mulai dengan memaksakan dirimu. Paksa dirimu untuk melakukannya. Sekali lagi Paksa! Paksa! Paksa! Seorang balita tak akan dapat berdiri dengan sendirinya kecuali dia memaksakan dirinya untuk berdiri. Seseorang tidak akan bisa mulai menulis kecuali dia sendiri yang mau memulainya (atau dengan bahasa lainnya : memaksakannya). Banyak hal-hal lainnya yang sebenarnya perlu pemaksaan untuk memulainya. Dan jangan lupa untuk terus bersabar melaksanakan paksaan-paksaan itu.

Percayalah pada saya bahwa paksaan-paksaan inilah yang akan menempa dirimu untuk bisa menjadi konsisten dan mengkarakter didalam dirimu. Jadi tiada lagi kata menunggu semangat/ motivasi diri kita bangkit dengan sendirinya.

4. Tidak memiliki “Langkah selanjutnya

Beberapa orang dapat dengan mudahnya untuk membuat sebuah rencana dan dengan mudahnya pula untuk meninggalkannya. Inilah yang membedakan mana manusia memiliki mimpi jelas, dan mana manusia yang memiliki mimpi nisbi. Seorang manusia yang memiliki mimpi jelas, dia memiliki langkah-langkah yang terestimasi dengan lengkap untuk menggapai apa yang ia impikan. Tidak hanya sampai segitu, bahkan ia mampu mengestimasi dengan jelas kapan waktu tercapainya impiannya itu.

Seorang pemimpi nisbi pun sebenarnya memiliki impian yang besar pula. Namun sayangnya ia tidak pernah mem-break down impian-impiannya dengan jelas dan hanya disimpan didalam pikirannya sebagai angan-angan belaka. Inilah yang membedakan seorang pemimpi jelas dengan pemimpi nisbi. Akibatnya, ia tidak memiliki langkah yang jelas untuk mencapai impiannya tersebut. Akhirnya impiannya itu akan terkikis seiring berjalannya waktu, seperti tulisan diatas pasir pantai yang terkikis perlahan oleh air laut.

5 thoughts on “4 Alasan Kegagalan Rencana Hidup

  1. wow…. saya tersentuh sekali dgn artikel ini… knpa?? karena beda dgn artikel yg lainnya… karna ada 1 kata yg membuat bulu kuduk saya merinding dan membakar semangat saya, yaitu “paksa, paksa, paksa”!! jujur, saya adalah pemalas..tp mempunyai cita2 yg besar…sangat tidak seimbang.. jd, skarang saya akan paksa diri saya untuk melakukan kebiasaan yg lebih baik… Thanks a lot brow…
    “paksa, paksa, paksa” keep fighting!!

  2. subhanalloh..,
    artikelnya bagus bgt,,
    mungkin aku termasuk pemimpi nisbi.,
    alhamdulillah artikel ini memberi banyak masukan untuk diriku.
    makasi banyak ilmunya..,

  3. Hi semua:

    Aku pernah sangat terpuruk dalam hidup ini. Aku tidak bisa bangkit padahal aku ada potensi untuk itu. Dimana letak kesalahannya:
    1. Iya, aku batasi keyakinan ku bahwa aku tidak terpakai lagi di perusahaan karna sudah cukup tua dan kalah dengan yang muda2. Tapi seorang kakak memberikan semangat “kamu masih muda, kamu pasti terpakai”.
    2. Aku melempem. Tapi seorang kakak memaksa aku “layangkan lah lamaran kerja mu ! Hadiri interview nya”

    Apa yang kudapatkan, sekarang aku bekerja lagi.

    Aku pemimpi nisbi. Banyak yang kurencanakan dalam hidup ini. Tapi kadang kuhancurkan sendiri, hancur di tengah jalan. Aku tidak bisa membreakdown / memetakan mimpi itu.
    Sampai sekarang masih… ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s