Teruntuk Indonesia-ku

Tidak terasa kini kita telah sampai pada detik-detik dilantiknya Presiden Baru Indonesia beserta jajaran menteri-menterinya. Rasanya berita pesta demokrasi belum habis dengung dan dentingnya di telinga kita semua. Ada sebagian massa berpendapat bahwa pesta demokrasi Indonesia kali ini patut diacungi jempol karena tingkat keamanannya yang relatif terkendali. Namun tidak dapat dipungkiri, sebagian lainnya berpendapat bahwa pesta demokrasi Indonesia ini gagal karena adanya praktek permainan uang dan saling berkampanye hitam terhadap rival-rival politiknya. Tapi sudahlah, waktu itu sudah berlalu, biarkan itu menjadi pelajaran untuk kita semua untuk menjadi dewasa agar kita dapat mengembalikan jati diri bangsa kita sebagai bangsa yang besar dan heterogen in. Marilah kita sambut Wajah Baru Indonesia dengan penuh semangat membangun bangsa ini.

Namun bersamaan dengan peliknya suhu perpolitikan Indonesia, negeri ini kembali dirudung oleh berbagai bencana yang membuat ibu pertiwi menangis lagi. Gempa bumi kembali mengguncang meluluhlantakan sarana dan prasarana. Mulai dari gempa yang terjadi di Sumatra Barat hingga Ujung Kulon beberapa hari yang lalu, tampak menyimpan sebuah selipan pesan yang harus kita petik bersama hikmahnya. Mungkin ada hal salah yang telah kita lakukan sebagai ornamen bangsa ini, entah itu sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang rakyat, atau bahkan sebagai seorang mahasiswa. Semuanya memiliki peran yang besar untuk mengembalikan senyum ibu pertiwi.

Ada tugas-tugas besar yang menanti kita semua dibalik peristiwa ini semua. Dari peristiwa detik-detik pelantikan pemimpin baru dan juga pembangunan kembali infrastruktur negara kita. Sekali lagi, ada tugas besar tersirat didalamnya. Dalam senandung syair-syiar lagunya berjudul “Badai Pasti Berlalu”, Chrisye telah memberikan pelajaran kita semua bahwa segala masa-masa sulit ini pasti ada akhirnya. Jadi tidak ada alasan untuk menyerah untuk terus mengasah kompetensi diri kita sebagai seorang mahasiswa untuk dapat berkarya secara nyata dalam kehidupan kampus maupun pasca kampus sampai bumi pertiwi ini tersenyum kembali.

Sebagai kalimat penutup, terkutip kata-kata Allah didalam kitab-Nya dalam Surah Al Baqarah ayat 286 sebagai motivasi kita bersama untuk jangan terus bersedih sekaligus untuk bersemangat untuk berkarya untuk negeri ini demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, serta mendapatkan kebaikan dari Allah pencipta alam semesta. []


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

—–
Ryan Alfian Noor
Kepala Sektor Syiar dan Pelayanan Kampus GAMAIS ITB 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s