Resensi Buku: Outliers

Malcolm kembali mengguncang paradigma penggemar bukunya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena kejutan dari buku ketiganya yang berjudul Outliers kembali menuai sukses menarik perhatian pembacanya setelah kedua bukunya – Tipping Point dan Blank – juga menjadi The Best Seller di kota New York. Berawal dari tulisan-tulisan didalam blognya, Malcolm akhirnya membukukan tulisannya menjadi suatu buku bercover putih sederhana dengan jumlah halaman 336 halaman dan tentu saja tetap dengan gaya tulisan khasnya yang kaya akan referensi. Kali ini Malcolm mencoba membuat para pembacanya berpikir lebih dari sekali tentang pemaknaan sebuah kesuksesan.

Pertama, mari kita mulai dengan pengertian “Outliers” itu sendiri. Mengutip dari blog pribadinya secara langsung, dia mengatakan bahwa “Outlier” is a scientific term to describe things or phenomena that lie outside normal experience. Arti mudahnya seperti ini, Outliers adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu atau sebuah fenomena yang terjadi diluar kebiasaan yang normal. Jika kita kaitkan dalam ilmu sosiologi manusia, maka manusia bisa dikatakan seorang Outliers ketika ia menjadi seorang individu yang berbeda/unik dibanding individu lainnya. Jadi orang gila maupun orang sukses dapat dikatakan seorang Outliers karena mereka berbeda dari orang kebanyakan. Tapi untuk kali ini, mari kita bahas tentang Outliers yang dikaitkan dengan orang sukses saja.

Didalam bukunya, Malcolm mencoba mengangkat berbagai realita yang telah terjadi dalam kehidupan manusia, di suatu waktu dan tempat tertentu, untuk menjelaskan bagaimana pandangannya tentang konsep Outliers yang ia fahami. Ia mencoba mengaitkan variabel-variabel tidak terikat (uncontrolled variable) yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, yang sayangnya tidak pernah diangkat oleh penulis buku pengembangan diri kebanyakan. Kalau biasanya penulis buku pengembangan diri selalu menonjolkan faktor kecerdasan, kerja keras, serta ambisi sebagai pengantar kisah-kisah orang sukses, maka Malcolm mencoba mengaitkan beberapa variabel tidak terikat kehidupan manusia seperti tanggal lahir, domisi tempat, bahkan ras yang mempengaruhi kesuksesan seseorang.

Jadi menurut dia, kesuksesan ternyata bisa dipengaruhi oleh tanggal lahir, domisi hidup, dan bahkan ras manusia. Kisah sejati tentang sukses benar-benar berbeda dari apa yang biasa kita baca, dan bahkan jika kita ingin memahami bagaimana perjuangan orang-orang, kita harusnya meluangkan waktu luang lebih banyak untuk mengamati apa yang ada disekeliling mereka ketimbang yang terlihat dipermukaan. Maka adalah salah, jika kita bergerak menuju kesuksesan diri kita tanpa mencoba memahami hal-hal yang ada disekitar kita. Bisa jadi, hal-hal disekitar diri kita inilah yang nanti akan mengantarkan kita ke pintu kesuksesan lebih cepat.

Mungkin inilah yang menyebabkan John D. Rockefeller dan Andrew Carniage dapat menjadi dua manusia terkaya Amerika dizamannya, karena mereka mampu memanfaatkan momentum perkembangan industri perminyakan dan mineral besi yang notabene menjadi kebutuhan paling krusial disaat itu. Mungkin ini jugalah yang menyebabkan Bill Joy dan Bill Gates mampu menjadi pioneer terkemuka di bidang hardware dan software didunia teknologi perkomputeran karena mereka pun mampu memanfaatkan momentum perkembangan teknologi yang memang saat itu (bahkan hingga saat ini) mengalami inklinasi yang tidak dapat terbendung lagi. Atau mungkin ini jugalah yang menyebabkan kisah grup musik The Beatles dapat menjadi grup musik legendaris seantero dunia karena mampu memanfaatkan peluang kecenderungan orang-orang Eropa yang saat itu sangat senang dengan aliran musik yang mereka bawakan dan akhirnya album mereka tersebar hingga ke seluruh dunia. Sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah Outliers lainnya. Namun pada dasarnya, semuanya berfokus pada satu benang merah saja, yaitu bahwa mereka yang menjadi seorang Outliers mampu memanfaatkan hal-hal disekitar mereka menjadi sebuah batu loncatan untuk mengakselerasi kesuksesan mereka.

Begitulah kurang lebih buku Malcolm bercerita. Hidup para Outliers (orang-orang yang pencapaian kesukseannya diluar jangkauan normal manusia) mengikuti logika yang asing dan tak terduga. Logika-logika ini dikupas dengan apik oleh Malcolm dalam cetak birunya yang  memikat dan provokatif untuk memaksimalkan potensi manusia yang ingin sukses. Jika dalam Tipping Point, Malcolm berkisah tentang bagaimana cara kita memahami dunia. Dalam Blink, Malcolm berkisah tentang cara kita berpikir tentang berpikir. Maka dalam Outliers, Malcolm akan mengubah paradigma berpikir kita dalam memahami hakikat sejati sebuah kesuksesan.

6 thoughts on “Resensi Buku: Outliers

  1. Ryan, resensi yang anda buat tentang buku Outliers ini menarik. Kebetulan saya menemukan blog anda saat saya sendiri sedang coba membuat resensi buku ini di blog saya.

    Saya mau kutip tulisan anda pada paragram pertama berikut: Outliers kembali menuai sukses menarik perhatian pembacanya setelah kedua bukunya – Tipping Point dan Blank – juga menjadi The Best Seller di kota New York.

    Anda menulis Blank, seharusnya Blink. Setahu saya, Blank adalah buku antitesis yang ditulis seseorang (saya lupa namanya) untuk mengkritik konsep2 yang dijabarkan dalam buku Blink.

    Semoga kesalahan kecil ini bisa diperbaiki agar resensi anda jadi sempurna. Keep on writing..😉

    P.S: Kalo ga salah Gladwell ngeluarin buku baru yang isinya kumpulan artikel2nya selama jadi penulis di The New Yorkers dan Washington Post. Lagi-lagi, saya lupa judulnya. Ahehe..

  2. Yup..bener kang Dipra..saya salah menulis artikel..semoga Gladwell memaafkan saya..memang seharusnya “Blink” bukan “Blank”.hehe..

    kalau melihat blognya..sepertinya buku yang Anda maksud itu berjudul “What the Dog Saw” mungkin..

    look inside in his web..
    http://gladwell.com/dog/index.html

  3. Iya bener itu judulnya!😀
    Kemaren2 sempet liat di Gramed. Pengen beli, tapi ntar deh kalo udah beli The World Without Us. Kebanyakan buku yang pengen dibaca nih! ahehe..

    Trims ya buat link-nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s