Menabur Bibit Enterpreneurship pada Diri Mahasiswa

Memang tidak salah kalau Anies Baswedan pernah mengatakan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh para pengusaha. Bermula dari analisis Ruling Class-nya yang sangat terkenal, Anies mencoba memilah-milah sejarah kepemimpinan Indonesia dari zaman ke zaman.

Ruling Class pertama dimulai oleh kaum cendekiawan yang terdidik pada zaman Belanda lalu di era 1900-an. Mereka muncul dalam kancah kepemimpinan Indonesia dengan semangat persatuan dan kemerdekaan untuk membentuk pilar-pilar dasar Indonesia. Ruling Class berikutnya diestafetkan pada kaum militer yang berdiri tegak antara zaman orde lama dan orde baru. Kepemimpinan Indonesia didominasi oleh rezim militer seperti BKR yang nantinya menjadi cikal bakal terbentuknya TNI beserta sejumlah kecil satuan militer Indonesia lainnya.

Tidak berhenti sampai disitu, Ruling Class kembali bertransformasi untuk menjawab tantangan di zamannya. Tampuk kepemimpinan Indonesia beralih ke tangan para aktivis mahasiswa diera tahun 1960-an. Ruling Class ini masih terus bertahan hingga saat ini, dengan bukti bahwa kita masih dapat menemukan dari sederet banyak pemimpin Indonesia saat ini banyak yang berasal dari aktivis mahasiswa baik itu di intra kampus maupun di ekstra kampus.

Ternyata tidak dapat dihindarkan lagi bahwa Ruling Class akan kembali bertransformasi. Semakin terbukanya era pasar bebas dunia dan berkembangnya isu  globalisasi, memacu para pengusaha untuk menunjukan taringnya di kancah sektor publik untuk mengakomodasi kepentingannya. Dalam arti lain, bisa dikatakan bahwa para pengusaha berusaha menempati posisi-posisi strategis pemerintahan.

Hal ini hampir tepat seperti apa yang telah diramalkan Max Weber, bahwa akan tiba suatu saat dimana kepemimpinan tradisional yang mengacu pada tradisi kepemimpinan absolut zaman feodal, tergantikan oleh kepemimpinan rasional yang lebih fleksibel menghadapi tantangan zaman. Momentum inilah yang disebut oleh Anies Baswedan sebagai era Ruling Class ke-4 : Enterpreneur.

Jadi ada baiknya sekarang kita semua menyadari bahwa pengembangan semangat entrepreneur tidak bisa lagi dipandang sebelah mata saja. Entrepreneurship menjadi sangat penting dikembangkan, mengingat trend kepemimpinan Indonesia masa depan akan diisi oleh berbagai macam pengusaha. Namun kini yang perlu dianalisis lebih dalam adalah bagaimana cara mengembangkannya itu sendiri?

Pada dasarnya, jiwa enterpreneurship adalah sebuah karakter yang tersimpan didalam jiwa manusia. Ia sudah ada dan berada didalam semua jiwa manusia, namun perkembangannya bergantung pada individu itu sendiri. Jika ia mengembangkannya, maka ia akan menjelma menjadi sebuah gerakan entrepreneur yang nyata didalam kehidupan manusia. Jika ia menguburkannya, ia akan selamanya tersimpan didalam jiwanya dan akan mati.

Adalah pertanyaan yang menarik ketika kita bertanya kapankah momentum yang tepat untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship ini. Dari semua kisah kebanyakan perjalanan kesuksesan pengusaha di berbagai di dunia ini, tampaknya dapat ditarik sebuah benang merah bahwa pengembangan jiwa pengusaha mereka itu dimulai sejak mereka menjadi mahasiswa. Momentum mahasiswa menjadi begitu penting karena disana mereka dapat mengaktualiasikan diri mereka sebagai seorang insan cendikia yang memiliki ide segar dengan  kualitas yang sangat tinggi dan membawa semangat perubahan besar. Jika hal tersebut dapat dibalut dalam jiwa entrepreneurship yang kuat maka bukan tidak mungkin buah karyanya bisa bernilai ekonomis dan berdaya guna untuk kehidupan bangsa ini.

Kita patut bersyukur karena dewasa ini ada berbagai upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait yang berjuang menumbuhkan dan memacu pertumbuhan jiwa-jiwa entrepreneurship pada diri mahasiswa. Berbagai macam kompetisi Business Plan dan Pemberian Modal Nyata Usaha yang diselenggarakan oleh baik pihak kampus maupun ekstra kampus turut meningkatkan indeks potensi mahasiswa untuk mengasah jiwa entrepreneurship mereka.

Terakhir, perlu kita fahami bersama bahwa ketika berbicara tentang entrepreneurship artinya kita berbicara tentang ilmu praktis. Jadi, walaupun ilmu ekonomi tidak dapat dilepaskan dari entrepreneurship tapi bukan berarti hanya mahasiswa dari jurusan bisnis, manajemen, atau ilmu ekonomi saja yang punya peluang besar menjadi seorang pengusaha sukses. Ada banyak cerita pengusaha Indonesia yang membuktikan, bahwa seorang scientist ataupun engineer pun mampu menjadi seorang pengusaha yang sangat sukses dalam skala Indonesia atau bahkan skala Asia Tenggara. Mereka tidak menguasai teori ekonomi, namun mereka menguasai praktis dari ekonomi yang terus mereka asah semenjak bangku kuliah. Jadi setiap mahasiswa berhak untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Jangan pernah membatasi diri kita dengan hanya kapabilitas/ core competence yang kita miliki ini saja.

***

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater

Salam Ganesa

Ryan Alfian Noor

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s