Kisah Indahku di Gamais

Dan beginilah prolog kisah itu dimulai. Entah ada angin apa, tiba-tiba saja aku berhenti di depan stand Gamais pada acara OHU 2006 saat pertama kali aku masuk ITB dulu. Memang aku pernah aktif di rohis SMA. Tapi saat aku lulus SMA, sempat terselip dihati hengkang dari organisasi berbau hal keagamaan. Tapi ternyata Allah masih sayang aku, dan masih memilih aku sebagai salah satu pejuang agamanya. Aku pun segera menuliskan namaku di depan meja yang ditunggui seseorang yang senyumannya khas bernama Muhammad Iqbal, yang nantinya kelak dia menjadi Kepala Departemen MSDA Gamais ITB di tahun selanjutnya.

Keluarbiasaan seorang kader Gamais. Dipercayai atau tidak, aku harus jujur bahwa butuh mental yang kokoh dan fisik yang kuat untuk menyemat amanah seorang kader Gamais. Bermula karir menjadi seorang maganger Departemen MSDA membuat terkadang aku bersama kawan-kawanku harus mengurangi waktu belajar dan tidur untuk rapat rutin, melaksanakan sebuah acara hingga bekerja harian untuk menempel propaganda poster Gamais. Rasanya dakwah itu begitu sepi kalau saja tidak ada Widi, Panji, Gesa, Adi dan beberapa kawan lainnya memberikan warna yang indah di jalan ini. Biarkan nanti kertas-kertas yang tertempel dikampus, lantai sekre yang kita tiduri, komputer sekre yang sering kita pakai (walau sekarang entah dimana), hingga daun-daun berguguran yang menemani kesunyian malam kita, menjadi saksi bisu atas kisah yang telah kita lakukan.

Menjadi Ketua Panitia Penyambutan Mahasiswa Baru dan Ramadhan (PMBR) tahun 2008. Setelah lama bertengger di departemen MSDA yang mengurusi kaderisasi, kini aku harus sedikit membanting setir untuk aktif di sektor Syiar dan Pelayanan Kampus (SPK) yang mengurusi syiar islam di kampus ITB. Saat itu, aku diangkat secara sepihak oleh Kak Yusuf (Kepala Gamais waktu itu) dan Kak Albaz (Kepala Sektor Syiar Gamais waktu itu) tanpa sepengetahuanku. Memang mereka berdua pernah mengajakku dan aku belum mengiyakan, tapi karena memang dasarnya mereka senang untuk mempublikasikan berita-berita yang belum pasti (sepertinya memang disengaja untuk menjebakku), akhirnya mau tidak mau aku terima amanah sebagai Ketua Panita PMBR Gamais tahun 2008 (untung waktu itu aku ikhlas). Mulailah aku bersama beberapa kawan menyusun berbagai rencana dan strategi, hingga akhirnya jadi draft kotor PMBR Gamais 2008.

PMBR Gamais 2008 : Metamorphosis. Together For Transformation. Perekrutan panitia Metamorphosis segera dilaksanakan. Aku masih ingat, waktu itu tercatat sekitar 400-an panitia terdaftar untuk menjadi panitia. Jumlah itu adalah jumlah yang sangat fantastis karena mengingat jumlah ini hampir menyaingi setengah dari jumlah panitia OSKM ITB. Dari sekian banyak itu, mencuatlah beberapa nama kader Gamais 2007 yang menjadi bakal ketua divisi panitia sesuai yang dibutuhkan didalam kepanitiaan. Beberapa nama yang tidak mungkin terlupakan olehku, ada Giovani yang dulu menjadi tangan kananku sebagai Kadiv Publikasi, ada Pambudi yang dulu menjadi Kadiv Booklet Gamais kini telah menjadi Kahim HME, ada Adit yang dulu menjadi Kadiv Dokumentasi kini menjadi Kahim MTM, ada Hasbi yang dulu menjadi Kadiv Training Pengembangan Diri (TPD) kini menjadi Ketua Pemira ITB 2010, ada Reza PH yang dulu menjadi Kadiv Lomba Ramadhan kini menjadi Badan Pengurus Harian Majelis Ta’lim Salman ITB, ada Wahyu yang dulu menjadi Kadiv OHU kini menjadi Ketua LDPS Kamifa, dan juga ada Taufiq yang dulu menjadi Kadiv Tasyakuran Akbar dan Adjie yang dulu menjadi Kadiv Buka Bareng (Bubar) se-ITB kini mereka berdua menjadi Calon Kepala Gamais ITB 2010 dan beberapa ikhwan lainnya yang tak sempat tersebut disini. Tak lupa pula ada Mahya yang menjadi Kadiv Annisaa dengan acaranya yang luar biasa, ada Nisa sebagai sekertaris, Narni sebagai bendahara, Sabrina sebagai koordinator akhwat Divisi OHU (korwat), Yuyut sebagai korwat Divisi Tasyakuran Akbar , Lita sebagai korwat Divisi TPD, Ocha sebagai korwat Divisi Bubar se-ITB, dan beberapa akhwat lainnya juga yang tak sempat tersebut disini. Aku memang tidak bisa memberikan suatu hadiah pada kalian, tapi percayalah bahwa aku sangat mengapresiasi kerja kalian semua. Mulai dari 2000 eksemplar Booklet yang kita kebut dalam waktu 11 jam hingga keberhasilan kita mengumpulkan hampir semua Kahim dalam satu grup nasyid “The Kahims” di panggung yang disaksikan ribuan mahasiswa ITB. Mudah-mudahan acara berlambang Ulat, Kepompong dan Kupu-kupu ini mendapat ruang memori cerita dihati kita semua.

Menjadi Calon Kepala Gamais 2009. Aku tidak menyangka bahwa perjalananku sudah sampai disini. Bersama Panji, Gesa, Ardhesa, Ahmad dan Adi, kami semua mencoba memberikan performa terbaik sebagai seorang calon Kepala (Cakep) Gamais ITB. Ada banyak kisah tersendiri yang tak akan bisa terhapus dengan mudah. Mulai dari berjualan kalkulator di Gasibu (ditambah dengan hilangnya Handphone Sony Ericsson K-530 kesayanganku) hingga bertemu dengan sesepuh-sesepuh Gamais memberikan suatu rasa tersendiri yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sampai akhirnya terpilihlah Panji Prabowo sebagai Kepala Gamais 2009, akhirnya amanah final kami sebagai kader purna Gamais ITB pun akhirnya dimulai. BPH, let’s rock!!

Berkarya di Sektor SPK Gamais ITB bersama Itasika, Fajar, Agung dan Ocha. Ibarat jenjang karir dalam sebuah perusahaan, mungkin menjadi Ketua Sektor SPK Gamais ITB adalah puncak amanahku di Gamais ITB. Bersama korwat yang selalu dapat kuandalkan dan kurepotkan, Itasika, beseta staf-stafku yang setia, Fajar yang pernah mencalonkan diri sebagai Kahim HIMAFI, Agung yang kini menjadi Cakep Gamais tahun ini, dan Ocha yang kini menjadi calon korwat SPK yang baru (dan gosipnya, juga menjadi calon Kasek Annisa), kami semua memulai kisah-kisah perjuangan memberikan syiar islam yang mengakar dan pelayanan terdepan. program-program kerja unggulan telah kami rencanakan. Mulai dari training persiapan kepanitiaan Gamais ITB seperti ESQ, Gamais Peduli, Kajian Islam Terpusat, PMBR (yang belakangan diketuai oleh Agung sendiri), Idul Qurban, telah kami lakukan guna mempersiapkan panitia yang professional. Tidak berakhir pada kesan syiar Gamais yang bersifat acara-acara besar saja, dengan bantuan departemen DSM (dimotori oleh Athar) dan HIK (digerakkan oleh Fajrin) kami mengekspansi pengaruh opini islam dimata publik dengan berbagai media dan juga melakukan penguatan relasi kampus. Seperti makanan yang tak sedap tanpa bumbu, di tubuh SPK pun sering terjadi konflik-konflik yang menjadi bumbu penyedap kisah indahnya. Konflik antar sesama kasek dan korwat, kasek dan staf, kasek dan kadep pernah aku rasakan. Kadang-kadang, aku merasakan masih saja terjadi keteledoranku sebagai kasek karena tidak memberikan teladan yang baik bagi para teman-temanku. Ketidaktepatan waktu, performa yang kurang baik, hingga penguasaan emosional yang terkadang parsial, membuat kehidupan sektorku tidak pernah datar dan senantiasa menempa diriku untuk terus memperbaiki diri. Dengan segala kesederhanaan dan kebanggaan sebesar-besarnya, aku ucapkan terima kasih kepada Itasika, Fajar, Agung, dan Ocha yang telah memberikan kisah suka dan dukanya yang indah selama satu tahun ini.

Dan inilah akhirnya, walaupun berat. Aku sebenarnya tidak mau menutup kisah ini. Namun orang bijak mengatakan bahwa setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Biarlah aku tutup kisah ini dengan bahagia. Terima kasih atas semua bimbingan Allah, teman-teman BPH, dan semua teman-teman SPK. Maafkanlah Ryan yang lemah ini atas segala kekurangannya selama diamanahi sebagai Kasek SPK Gamais 2009. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku bangga bisa menjadi bagian dari kalian semua. Semoga ukhuwah ini tidak terbatas pada tingkat struktural saja, namun dapat menjelma menjadi ukhuwah yang menyemat di hati selamanya, hingga disurga kelak.

***

Entah mengapa aku tidak mampu menahannya..

Mulai tetesan-tetesan air mataku..

Hingga kerutan senyuman bahagiaku..

Saat aku menuliskan kisah ini..

Terima kasih Allah..

Kalau bukan karena ruhul istijabah yang kau berikan..

Maka tidak mungkin aku bisa seperti sekarang..

Terima kasih Kawan..

Aku bangga bisa menjadi bagian dari kalian semua..

Aku bersyukur diberi kesempatan untuk  berjuang bersama kalian..

Dibawah naungan jalan dakwah yang indah ini..

One thought on “Kisah Indahku di Gamais

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s