Papan Catur Kehidupan

Setelah sekian lama mengenal permainan catur, sedikit demi sedikit aku mulai menuai kefahaman, bahwa ada banyak kisah yang dapat diambil dari sebuah permainan catur dalam kehidupan kita.

Dalam permainan catur kita mengenal banyak karakter, ada pion, ada benteng, ada kuda, ada menteri, ada perdana menteri, dan ada raja. Semua memiliki peran yang tidak dapat diremehkan. Dimanapun posisi karakter tersebut, baik karakter itu sekelas pion ataupun sekelas perdana menteri,  karakter tersebut memiliki posisi yang strategis untuk memenangkan sebuah permainan. Jadi tidak peduli apapun karakternya, setiap karakter memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

Sama seperti kehidupan manusia. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini tidak dapat memilih ia hendak dimana dan bagaimana rupanya masing-masing. Tuhan, sesuai dengan kehendak-Nya telah memberikan sebaik-baiknya kehidupan manusia. Mungkin kita menemukan beberapa manusia yang memiliki kecacatan fisik didalam hidupnya, namun tidak sedikit pula kita menemukan banyak dari mereka yang sukses didalam hidupnya. Mungkin kita pernah menemukan beberapa manusia yang memiliki ekonomi lemah didalam hidupnya, namun tidak sedikit pula kita menemukan banyak kesuksesan terjadi akibat kedisiplinan mereka. Tapi mungkin sesekali juga kita pernah menemukan manusia yang memiliki ekonomi kuat didalam hidupnya, namun tidak sedikit pula kita menemukan bahwa kehidupan mereka hancur akibat kekayaan yang dimilikinya.

Inilah papan catur kehidupan. Setiap manusia telah ditentukan posisinya oleh Tuhan, bahwa kita ditempatkan disini, dengan rezeki segini, dengan jodoh si-ini, dan dengan waktu kematian pada waktu tertentu. Namun tahukah kita, bahwa Tuhan memberikan keleluasaan bagi kita semua untuk memilih jalan hidup kita? Tidak ada larangan untuk manusia untuk berbuat kemungkaran di dunia ini, dan sebaliknya tidak ada juga larangan untuk berbuat kearifan di dunia ini. Sama seperti karakter benteng yang bebas memilih maju lurus kedepan atau lurus kesamping, atau seperti menteri yang boleh miring ke kanan atau kekiri, atau bahkan seperti pion yang boleh berpindah posisi ketika berhasil mengalahkan karakter lain yang ada di diagonal depannya. Semua diserahkan pada manusia itu sendiri. Sekali memutuskan untuk memilih suatu jalan maka manusia tersebut harus siap dengan segala konsekuensinya dan balasan yang akan diterimanya. Memang balasannya tidak akan semuanya terlihat di dunia ini, namun yang pasti aku yakini adalah segala perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan dihari akhir nanti.

“Tuhan tidak sedang bermain dadu”, setidaknya itulah kata-kata Einstein pada saat ia percaya bahwa ada Tuhan yang mengatur segala kehidupan yang ada didunia ini. Benar,  tiada sesuatupun yang terjadi secara kebetulan tanpa adanya sebuah hikmah yang dipersiapkan oleh Tuhan. Makanya aku kadang merasa heran, masih saja ada manusia yang mengalami autisme terhadapa keadaan dirinya, tidak sedikit pula menyalahkan lingkungan atas segala sesuatu yang terjadi pada dirinya, hingga buta terhadap peluang kesuksesan yang ia miliki di depan jalan sana. Tidakkah mereka sadar bahwa pasti ada sebuah hikmah yang dapat mereka ambil?

Kehadiran kita di dunia ini, posisi kita, peran kita, itu bukanlah hal yang patut untuk ditertawakan atau dikasihani. Aku tidak peduli apakah aku ditempatkan menjadi seorang pion, benteng, atau bahkan seorang raja. Yang pasti aku akan segera bergegas untuk mengembangkan segala potensi yang aku punya untuk melakukan perbuatan amal terbaik yang bisa kupersembahkan untuk Tuhanku, sampai suatu saat nafas ini telah berakhir dan akhirnya Tuhan tersenyum padaku seraya berkata “wahai jiwa yang tenang, kini kembalilah pada-Ku”.

***

Terkadang aku menjadi pion. Membangun pertahanan sempurna. Menjaga kekokohan. Aku seringkali berkorban untuk menjaga sesuatu yang aku sayangi. Dan ketika aku berhasil mencapai batas akhir, aku berubah. Berkembang. Bermetamorfosis menjadi apa saja yang kumau. Dan pada saat itu, aku akan memilih menjadi perdana menteri. Akulah simbol pertumbuhan. Menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. Aku tidak terlahir dengan sempurna, namun aku tumbuh untuk menjadi sempurna.

Terkadang aku menjadi benteng. Membongkar segala apa yang menghalangi. Mengacuhkan segala apa yang menghadang. Membuka jalan untuk yang lain. Agar mereka bisa bertahan. Hidup.

Terkadang aku menjadi kuda. Jalanku aneh. Tapi aku lebih suka dikatakan unik. Aku berbeda. Aku bisa melewati segala macam rintangan dengan mudah. Namun jalanku yang berbeda ini membuatku sulit mengatur langkahku. Sehingga seringkali aku tersesat dan terjebak.

Terkadang aku menjadi menteri. Mencari celah. Menusuk. Menjadi mata-mata. Hidup di dalam persembunyian. Penuh kerahasiaan.

Terkadang aku menjadi perdana menteri. Gerakanku sempurna. Semua ruang bisa kujelajahi dengan mudah. Namun aku melakukannya untuk orang lain. Untuk melindungi yang kucintai. Yang harus kujaga. Dan di saat terakhir. Aku harus berkorban untuknya.

Terkadang aku menjadi raja. Aku menjadi yang dicintai. Aku menjadi yang dijaga. Aku menjadi yang dilindungi. Gerakanku amatlah sempit, hanya sepetak demi sepetak. Namun semuanya melindungiku. Karena aku yang memegang kunci.

Siapapun aku, yang aku tahu hanya satu, bahwa aku harus menang.

***

2 thoughts on “Papan Catur Kehidupan

  1. notenya bagus, tapi ratna mau sedikit ralat ya kak.. ^-^
    yang jalannya diagonal, yang kakak sebut “menteri” itu namanya “gajah”, dalam istilah inggris disebut “bishop”. kalo dalam silsilah kerajaan, bishop itu seperti uskup. trus yang kakak sebut “perdana menteri”, itu namanya “menteri” (sama aja sih), dalam istilah inggris disebut “queen”. memang ada sedikit perbedaan antara istilah indonesia dgn FIDE (internasional).

    memang kebanyakan pion akan berpromosi (istilah caturnya) menjadi menteri ketika mencapai petak terjauh. tapi terkadang ada beberapa keadaan tertentu yang membuat pion itu lebih baik menjadi kuda, benteng, atau yang lainnya. dengan alasan:
    1. bisa me-mat-kan raja musuh karena promosi menjadi menteri bukanlah jawaban yang paling benar, atau
    2. menghindari remis, yang artinya keberadaan menteri itu bukannya menambah manfaat tapi menjadi masalah dan kita tidak jadi menang.

    ibrahnya: seringkali kita ingin menjadi yang paling kuat/berpengaruh, tapi sebenarnya bukan kekuatan itu yang dibutuhkan. lebih baik kita mempelajari keadaan sekitar dan menjadi apa yang mereka butuhkan. lebih parah lagi, jangan sampai ketika kita telah menjadi orang yang paling kuat atau berwenang, kita bukannya menjadi solusi, malah menjadi masalah baru.

    allahu’alam bish showab.

    tukeran link ya kak.. sekalian blogwalking. ^-^ syukran.
    http://ratnatalie.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s