Pendahuluan : GAGASAN ANGGOTA MWA WAKIL MAHASISWA 2010-2011

*Oleh : Ryan Alfian Noor TM 06

Tidak terasa, hampir 9 tahun sudah ITB menjadi institusi pendidikan yang memiliki status Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Sejak terjadinya perubahan ini, ITB harus memantapkan dirinya untuk menjadi lebih mandiri dan berotonomi karena terjadi eliminasi peran dan tanggung jawab pemerintah kepada ITB.  Dan sebagai konsekuensi logis lainnya, maka terbentuklah Majelis Wali Amanat yang menjadi organ tertinggi institut, yang mewakili kepentingan pemerintah dan masyarakat, yang bertanggung jawab kepada Menteri dan mengemban tanggung jawab memberdayakan institut dalam menjalankan misi dan mewujudkan visinya. Hal ini telah dijelaskan secara detail melalui Peraturan Pemerintah No. 155 Tahun 2000.

Dari ketentuan itu pula, perwakilan mahasiswa diberikan satu kursi untuk duduk bersama anggota biasa MWA lainnya: perwakilan dari menteri, perwakilan dari daerah provinsi, pimpinan institut, senat akademik, pegawai non akademik, alumni dan masyarakat, dalam rangka melakukan tugas MWA ITB sebagaimana seharusnya. Perwakilan mahasiswa di MWA ITB dipilih dengan mekanisme PEMILU RAYA KM ITB. Mulai tahun 2001 sampai dengan detik ini, KM ITB selalu mengirimkan wakilnya di MWA ITB. Sudah ada sembilan mahasiswa yang pernah menjadi anggota MWA ITB. Tujuh mahasiswa diantaranya merangkap sebagai Presiden Kabinet KM ITB, dan dua lainnya menjadi MWA Wakil Mahasiswa (MWA WM) secara langsung tanpa merangkap sebagai Presiden. MWA WM ITB biasanya dibantu oleh tim sesuai dengan kebutuhannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “wakil” memiliki empat arti. Dan salah satu artinya, wakil memiliki arti “sebagai orang yang dipilih sebagai utusan”. Yang menjadi pertanyaan menarik adalah: Sudahkah MWA WM ITB menjadi seseorang yang dekat dengan mahasiswa? Entah ini pertanyaan retoris atau bukan, tetapi yang pasti sudah semestinya seorang wakil mahasiswa itu harus dengan mahasiswanya itu sendiri, karena dialah nanti yang membuat berbagai aspirasi menjadi satu untuk dibawa ke MWA nanti.

Harus diakui secara jujur, masih banyak mahasiswa ITB yang belum merasakan kebermanfaatan dari adanya MWA WM ITB. Bukan karena tim MWA WM ITB tidak melaksanakan apapun. Tetapi hal ini lebih dititikberatkan pada kompleksnya permasalahan internal tim MWA WM ITB sehingga butuh prioritas tertentu didalam pengerjaannya.

Selama proses regenerasi terjadi, MWA WM ITB beserta timnya terus ditempa dan melakukan pembelajaran. Hingga kini, MWA WM ITB beserta timnya menjadi semakin matang walau masih meraba bentuk utuhnya untuk menjadi sebenar-benarnya “wakil mahasiswa”. Menjadi wakil mahasiswa yang bukan mewakili kepentingannya sendiri, alih-alih mewakili kepentingan mahasiswa. Disini kita tidak hanya berbicara pada kecerdasan dan kelihaian retorika sang wakil mahasiswa. Tetapi yang terpenting adalah sejauh mana sang wakil mahasiswa dapat menarik aspirasi dari semua mahasiswanya dan membawanya secara ilmiah dan akurat ke MWA ITB. Memang perjalanan ini tidaklah mudah. Mulai dari hambatan sumber daya manusia, sistem yang belum stabil, hingga keilmiahan kajian yang berangsur-angsur memiliki jalan terang.

Kebijakan yang dibuat ITB pasti akan berpengaruh baik positif maupun negatif di kehidupan masyarakat, terlebih sebentar lagi ITB akan kembali mengubah status institusinya dari BHMN menuju Badan Hukum Pendidikan (BHP). Perubahan status ini akan berdampak sistemik pada formalitas – legalitas – tata kelola ITB dalam berbagai segi, termasuk segi pendanaan yang menjadi isu yang selalu menghangat di dunia kemahasiswaan dan Negara Indonesia. Disinilah peran MWA WM ITB beserta timnya untuk dapat mengaspirasikan dan mengawasi penentuan kebijakan ITB secara diplomatis agar selalu berpihak pada masyarakat. Untuk itulah, saat ini dibutuhkan pula MWA WM yang memiliki satu paradigma yang sama dengan paradigma memasyarakat menuju kemandirian ITB.

Berdasarkan dari kedua alasan diatas, kelanjutan tugas para tim MWA WM ITB sebelumnya, serta untuk mewujudkan Visi: Satu Dalam Kemandirian, maka tagline yang ingin saya realisasikan dalam satu periode kepengurusan kedepan jika saya nanti menjadi MWA WM ITB adalah :

“Menjadi MWA Wakil Mahasiswa yang lebih Dekat dan Memasyarakat”

One thought on “Pendahuluan : GAGASAN ANGGOTA MWA WAKIL MAHASISWA 2010-2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s