Berinovasi Itu Mudah

Rasulullah s.a.w. bersabda, “Setiap sesuatu punya ciri khas, dan ciri khas seorang mukmin adalah akalnya. – Ihya’ Ulum al-Din (Imam Al Ghazali)

Saya kembali tertegun tentang kemampuan intelektual manusia yang telah diberikan oleh Allah. Hingga detik saat saya menulis tulisan ini, saya masih terkena efek knee-jerk pada inovasi manusia yang terus melaju tanpa henti. Berbicara tentang inovasi adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Mengapa demikian? Karena inovasi adalah dekat dengan dunia mahasiswa yang penuh dengan kumpulan berbagai disiplin ilmu, karena inovasi membuat hidup manusia lebih efektif dan efesien, karena dengan inovasi setiap bangsa dapat menyelesaikan permasalahan negaranya.

Berbicara tentang inovasi, ada baiknya kalau kita mengetahui terlebih dahulu apa itu inovasi. Menurut KBBI, inovasi adalah menampilkan sesuatu yang baru atau memperbaharui sesuatu yang telah ada. Jadi inti dari inovasi adalah ‘menciptakan’ dan ‘modifikasi’. Menciptakan karena inovasi dapat menghasilkan sesuatu dari yang tadinya tidak ada menjadi ada dan modifikasi karena inovasi dapat menjadikan barang yang ada menjadi lebih bernilai tambah. Inovasi bisa bermula dari berbagai hal, tetapi biasanya merupakan irisan dari tiga hal: desakan kebutuhan, kreativitas, dan ilmu pengetahuan. Dengan ketiga hal inilah lahir berbagai macam inovasi fisik maupun non fisik.

Sebutlah pesawat terbang yang merupakan inovasi fisik dari Orville Wright dan Willbur Wright yang menjadi jawaban desakan kebutuhan manusia yang merasa sangat lambat sekali bertransportasi melewati lautan dan daratan. Disana terdapat kreativitas untuk belajar dari burung-burung yang beterbangan dengan mudah di langit, dan disana pula terdapat akumulasi ilmu aeronatika berkenaan dengan inovasi pembuatan pesawat terbang.

Belum sampai berakhir sampai disana, inovasi non fisik pun juga banyak mewarnai sejarah kehidupan manusia. Salah satunya adalah dansa moonwalk yang diperkenalkan raja pop-rock Michael Jackson. Teknik dansa yang memberi ilusi bahwa sang pedansa terlihat sedang ditarik ketika berusaha berjalan. Saat ini, dansa moonwalk menjadi inovasi dansa yang paling dikenali didunia,sebagai warisan non fisik dari sang legendaris dibelantara musik dunia itu.

Sebenarnya  masih banyak lagi inovasi yang telah tertorehkan di dunia ini, baik dalam skala mikro hingga skala makro. Selama kebutuhan manusia masih ada, kreativitas masih bertahan, dan ilmu pengetahuan masih berkembang, pasti inovasi akan selalu hadir dikehidupan manusia.

Dalam padanan kebutuhan manusia, sebenarnya Abraham Maslow telah menjelaskannya dengan gamblang dalam teorinya.  Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Hirarki tersebut adalah: Kebutuhan fisiologis/ dasar, Kebutuhan akan rasa aman dan tentram, Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, Kebutuhan untuk dihargai, Kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Kebutuhan fisiologis/dasar dan kebutuhan rasa aman dan tentram lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan manusia sebagai mahluk individual (independent). Kebutuhan untuk dicintai, disayangi, serta dihargai berfokus pada pemenuhan kebutuhan manusia sebagai mahluk sosial (dependent). Dan pada tingkatan hirarki tertinggi manusia adalah kebutuhan untuk mengaktualiasikan dirinya. Pada tahap ini, sebagai mahluk individu, manusia menginginkan dirinya mendapatkan apresiasi dari orang lain (interdependent).

Dalam padanan kreativitas pun, telah banyak teori-teori yang berkembang didunia ini. Salah satu teori yang saya suka adalah teori Graham Gallas. Didalam bukunya yang berjudul “The Art of Tought”, Gallas menyebutkan bahwa ada 4 tingkatan yang harus dilewati seorang manusia untuk berpikir secara kreatif. Tahapan pertama adalah Tahap Persiapan, yaitu mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data/ informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada orang lain. Tahapan kedua adalah tahap Inkubasi, yaitu tahap pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar. Berikutnya, tahapan ketiga adalah tahap Iluminasi, yaitu tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru. Yang terakhir adalah tahap verifikasi. Pada tahap ini ide atau kreasi baru akan diuji terhadap realitas.

Jadi berpikir kreatif merupakan proses berpikir pengayaan (divergensi pemikiran). Segala belenggu pikiran picik atas realita saat ini diabaikan, dan kita mencoba berpikir dengan metode “thinking out of the box”, mencari kemungkinan-kemungkinan yang ada. Setelah proses berpikir kreatif telah dilaksanakan, segala implementasi idenya harus dikembalikan pada pemikiran kritis sosial yang ada (konvergensi pemikiran). Jika diterima, maka proses kreativitasnya akan  menjadi inovasi yang nyata. Dan jika ditolak, maka proses kreativitasnya akan tertahan pada sebuah draft yang bisa saja di masa yang akan datang dapat diterima oleh komunitas sosialnya.

Dan padanan yang terakhir dalam pencapaian inovasi adalah ilmu pengetahuan. Ilmu artinya menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Dengan ilmu, peradaban manusia berkembang dan bertahan. Perlu diingat, ilmu pengetahuan haruslah objektif, sistematis, metodis, dan universal. Secara umum, bidang keilmuan dibagi menjadi tiga macam: ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu terapan. Ketiga ilmu ini berpadu dalam kehidupan manusia saling sinergi memenuhi kebutuhan dan dasar kreativitas manusia.

Jadi, baik kebutuhan, kreativitas, dan ilmu pengetahuan merupakan tiga komponen utama dari berinovasi. Masih banyaknya kebutuhan yang belum terjawab dalam kehidupan manusia di dunia ini, proses kreativitas yang selalu terbuka lebar, serta ilmu pengetahuan yang terus berkembang tanpa henti membuat inovasi manusia terus ada hingga detik ini. Semakin pandai seorang manusia menggunakan akalnya, maka semakin banyak pula inovasi yang bisa ia hasilkan. Akal yang baik hanya dapat dicapai dengan terus mengasahnya dengan baik. Maka berinovasilah, karena berinovasi itu mudah.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s