Unforgottable Edelweiss

Barangkali dialah yang menjadi obat sakit rusukku. Yang hanya bisa aku dapatkan di jurang gunung kokoh. Ah, belum saatnya memetik keindahan itu. Namun sesekali memandang, tidaklah salah kan?

Tiada gunung yang dapat terdaki, kecuali dengan bekal yang cukup. Dan itulah yang kulakukan sekarang. Sambil menatap gunung itu aku ingin berbisik pada(n)ya seraya berkata, biarkan segala sesuatu indah pada waktunya.

Dulu, aku pernah mendengar suatu berita. Bahwa ada pendaki lain yang ingin memetiknya, tetapi entah mengapa ia membatalkannya. Mungkin memang ada sesuatu yang terjadi, tetapi lagi-lagi entahlah, aku juga tidak tahu. Hanya satu yang aku tahu pasti, bahwa edelweiss disana masih suci dan tak tersentuh siapapun. Bahkan ia tetap anggun dalam ketegarannya.

Setiap pendaki mungkin memiliki beberapa persamaan, tetapi perlu diingat, pasti mereka juga memiliki beberapa perbedaan yang membuat mereka berbeda. Jadi, aku dan pendaki lain itu berbeda. Dan sampai kapanpun pasti berbeda. Itu saja.

One thought on “Unforgottable Edelweiss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s