My name is Ryan & I’m not a Students Representative of MWA ITB

.: As our case is new, we must think and act anew. [Abraham Lincoln] :.

.

Tengah Februari 2010,

Tiba-tiba saja malam ini aku mengingat kejadian itu. Sekitar tengah februari, Gesa menghampiri dan mengajakku menjadi pasangan Calon MWA Wakil Mahasiswa ITB-nya, yang nantinya akan bersanding bersama beliau yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden KM ITB.  Entah ada angin apa atau sedang kesambet setan, aku heran saja mengapa tiba-tiba saja Gesa mengajak aku yang bukan siapa-siapa ini menjadi partnernya ketika nanti berlaga di pemira KM ITB 2010.

Saat itu aku langsung menyanggupinya dan bergegas membuka cakrawala berpikirku, dengan berdiskusi dan membaca literatur yang dirasa relevan untuk memperkaya wawasanku. Terus terang, semangatku saat itu sudah sangat menggebu-gebu untuk maju karena aku sudah dua kali gagal menjadi pemimpin sebuah organisasi. Kini momentumku telah tiba, untuk menunjukan bahwa aku bisa dan berkompeten melaksanakan amanah yang diminta oleh Gesa menjadi perwakilan mahasiswa kampus ini.

Dengan untaian benang-benang merah kontemplasi yang coba aku sulam dan ikat, akhirnya aku mendapatkan sebuah kesimpulan dan gagasan singkat tentang gerakan apa yang nantinya akan aku usung. Hanya satu hal yang utama dan aku akan bawa, ketika aku nanti menjadi MWA Wakil Mahasiswa ITB bersama Gesa. Aku berjanji untuk berusaha sekuat tenaga untuk mencabut UU BHP dihadapan Mahkamah Konstitusi selama masa baktiku. Itu saja. Selebihnya, aku akan memastikan terlaksananya fungsi dan peranku sebagai seorang wakil mahasiswa yang dekat dan memasyarakat.

Akhir Februari 2010,

Tapi apa mau dikata, seperti angin kencang yang semilir atau air bah yang mengalir begitu saja, tiba-tiba momentum itu harus selesai sebelum waktunya. Ada beberapa kendala teknis yang membuatku dan Gesa harus mundur. Bukannya kami ingin bersikap pengecut atau berkarakter pecundang seperti kata orang kebanyakan. Itu salah sama sekali, karena mereka tidak tahu masalahnya.

Dengan berbagai analisa dan pertimbangan yang cukup panjang dan alot, akhirnya kamu memutuskan untuk mundur dan siap dengan segala preferensi resiko yang pasti akan diterima, baik itu resiko mental maupun resiko akseptansi sosial. Pada awalnya kami tidak ingin memberi tahu alasan kami mundur ke masa kampus secara keseluruhan, namun lambat-laun berita rahasia ini tersebar juga ke seantero kampus dengan sendirinya. Walhasil, semua pihak maklum terhadap kondisi Gesa sang calon presiden, diketahui memiliki penyakit bronkitis yang harus disembuhkan dalam jangka waktu yang tidak sebentar.

Tapi sudahlah, toh aku sudah merelakan dan melupakannya kok. Ada banyak faktor yang membuatku begitu cepat berubah, dan salah satunya adalah SMS seseorang yang sangat mempengaruhi dominasi pikiranku. Kira-kira bunyinya seperti ini : “Belajarlah dari Abraham Lincoln, mungkin memang ini belum menjadi momentummu“. Pesannya memang singkat, namun bisa menciptakan nuansa kebeningan dalam keruhnya jalan berpikirku saat itu.

Ah, terlalu merugi aku kecewa sekarang. Aku masih muda dan aku masih punya banyak jalan yang bisa aku buat sendiri, untuk mencapai apa yang aku cita-citakan. Ini hanyalah sandungan batu kecil dan kesuksesan yang tertunda. Aku percaya suatu saat nanti, Allah pasti akan mengabulkan doaku. Tinggal masalah waktu.

Akhir Maret 2010,

Mari kita kembali ke malam ini lagi. Aku yang bernama Ryan, mengakui bahwa aku bukan seorang Wakil Mahasiswa MWA ITB. Bahkan menjadi calon pun tidak. Namun aku bisa memastikan visi yang aku bawa kini tetap terlaksana dengan baik.  Hari ini, tepatnya tanggal 31 Maret 2010, UU BHP dicabut kembali oleh Mahkamah Konstitusi. Artinya segala ketentuan-ketentuan BHP, untuk sementara akan dibatalkan. Entah ini mimpi atau bukan, tetapi yang pasti aku yakin bahwa inilah hikmah yang Allah berikan padaku. Visi MWA ku telah selesai sebelum waktunya. Terima kasih ya Allah.

Dan kabar menggembirakan lainnya adalah telah terpilih Presiden KM ITB 2010 baru yang bernama Herry Dharmawan PN ITB 2006 dan MWA Wakil Mahasiswa ITB baru yang bernama Ikhsan Abdusyakur EL ITB 2006. Semoga saja mereka dapat mengemban amanah mereka dengan baik dan mencapai apa yang mereka cita-citakan dengan idealisme suci mereka, aku, Gesa dan tentu saja semua mahasiswa ITB pada umumnya.

Awal April 2010,

Akhirnya, inilah sedikit kisah Lembaran Hidup Ryan, yang tercatat di memoriku selama 3,5 tahun berada di ITB.

Gagal menjadi Kepala Gamais ITB tahun 2008

Berhasil menjadi Presiden Alumni Muslim SMAN 1 Balikpapan tahun 2008

Gagal menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB tahun 2009

Berhasil menjadi kandidat delegasi Indonesia di ajang One Young World tahun 2010

Gagal menjadi MWA Wakil Mahasiswa ITB tahun 2010

… [ what’s next? ] …

3 thoughts on “My name is Ryan & I’m not a Students Representative of MWA ITB

  1. Kalau begitu carilah momentum mu sendiri..ke tempat, situasi, dan kondisi dimana seharusnya kamu berada..
    Cepetan Lulus De…mau liat nie..kira2 bakal duluan kamu apa aku ya mencapai mimpi2??
    :p
    mana nie orang yang suka ngaku2 lebih hebat dari aku..??xixixi

  2. Salut deh untuk perjuangan kamu, kesuksesan itu tidak dapat diraih dengan mudah, gagal merupakan makanannya orang sukses, saya yakin dengan kegigihan dan cita-cita yang kamu punya kamu akan menjadi orang besar walaupun itu hanya untuk keluargamu. dan aku berharap bisa lebih dari itu……… terus berkarya, bermanfaatlah untuk keluarga, bangsa dan tentunya Agama Mu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s