Melirik PLTN Sebagai Sumber Energi Masa Depan Indonesia

Hingga detik ini, Indonesia masih bergantung pada energi minyak bumi dan gas (migas) sebagai sumber listriknya. Padahal setelah ditelisik lebih dalam, ternyata produksi sumber migas Indonesia semakin menurun dan tidak sebanding dengan kebutuhan dalam negeri. Dampak yang paling bisa kita rasakan adalah pemadaman listrik baik dengan pemberitahuan terlebih dulu maupun tiba-tiba di seantero nusantara ini.

Permasalahan belum selesai sampai disana. Telah diperkirakan sejak lama bahwa permintaan listrik Indonesia tetap tinggi hingga 2025 dan bahkan mencapai beban puncak 54.600 MW pada jalur Jawa-Madura-Bali.  Bila saja kebutuhan ini dipenuhi oleh batu bara sebagai alternatif pengganti energi minyak dan gas, maka diprediksikan pada 2025 akan diperlukan 127 juta ton per tahun atau sekitar 58 persen dari keseluruhan cadangan batu bara Indonesia.

Jika hal ini benar-benar terjadi, maka pekerjaan rumah selanjutnya adalah memikirkan betapa sulitnya mendapatkan batu bara yang cadangannya semakin menipis setiap tahunnya. Selain itu, penggunaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit akan menyebabkan pencemaran udara yang sangat akut. Salah satunya adalah efek rumah kaca atau green house.

Jauh-jauh hari sebelumnya, Rio de Janeiro, USA dan negara negara maju lain telah meneliti sejak lama solusi dari efek “green house” ini. Menurut hasil studi yang berjudul “Impact of Nuclear Energy on U.S. Electric Utility Fuel Use and Atmospheric Emissions: 1973-1995” telah gambling menyebutkan bahwa energi nuklir adalah faktor tunggal yang paling penting di dalam pengurangan emisi karbon sebesar 1.9 milyar metrik ton karbondioksida untuk sektor kelistrikan di USA.

Walhasil, kegiatan penurunan 25% emisi karbon nasional Amerika ini akhirnya diikuti perlahan-lahan oleh beberapa negara lain seperti Belgia, Swedia, dan lain sebagainya. Bahkan negara indutri baru seperti Korea Selatan menggunakan energi nuklir sebesar 36 persen dari kebutuhan listrik nasional.

Kini, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan Indonesia? Sebenarnya kebijakan pasokan energi nasional dari sumber nuklir sebesar dua persen telah dicanangkan pada tahun 2025. Wujud nyatanya adalah pembangunan empat unit PLTN di Semenanjung Muria. PLTN ini akan dimulai konstruksinya pada tahun 2010 dan direncanakan beroperasi pada tahun 2016.

Hal ini diperkuat lagi dengan skenario optimalisasi “energy mix” lewat Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Mix Nasional. Hal ini didasarkan pada pertimbangan  terjaminnya keamanan pasokan energi dalam negeri dan terdukungnya pembangunan yang berkelanjutan. Karenanya kemudian disusunlah sebuah strategi berisi target penggunaan sumber-sumber lain selain minyak, gas, dan batu-bara.

Kekhawatiran akan risiko keselamatan PLTN modern sangatlah berlebihan. Kebanyakan PLTN yang ada dewasa ini tergolong ke dalam teknologi yang telah terbukti beroperasi dengan aman dan selamat. Namun begitu, PLTN yang akan digunakan dalam jangka pendek ke depan akan semakin ditingkatkan teknologinya agar lebih ekonomis dengan keselamatan yang lebih ditingkatkan serta lebih pemaaf  terhadap kemungkinan kekeliruan operator dan kejadian alam. Jenis PLTN ini bahkan telah terbukti beroperasi baik di berbagai negara Asia dan Eropa, dan telah dibuktikan khususnya di PLTN Kashiwazaki Kariwa, Jepang.

Sudah saatnya kita berpikir lebih bijak memandang permasalahan energi ini. Untuk mencukupi kebutuhan listrik suatu negara berpenduduk besar dengan daratan yang terbatas seperti Indonesia diperlukan suatu sumber energi yang ramah lingkungan dan berintensitas tinggi seperti PLTN. Semua negara dengan penduduk besar di dunia telah menggunakannya.

Tanpa eksplorasi baru, cadangan uranium dunia saat ini saja sudah cukup untuk kebutuhan energi hingga 100 tahun lagi. Dengan pengolahan dan pembiakan, bahan bakar nuklir bahkan akan mampu mencukupi kebutuhan energi hingga 3600 tahun ke depan. Indonesia mempunyai potensi besar mengembangkan nuklir sebagai sumber pengobatan maupun energi karena memiliki simpanan bahan baku uranium yang besar, yakni di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. []

.

Pernah di publikasikan di : Seputar Indonesia (12-03-2010)

One thought on “Melirik PLTN Sebagai Sumber Energi Masa Depan Indonesia

  1. hiks…
    no kalimantan plis..enggak mau kaya ‘di negara bekas USSR..yang kena radiasinya..enggak mau kehilangan hutannya yang jadi jaminan hutang Indonesia dan juga paru2 dunia..secara hutan di dunia yang masih tersisa banyak itu cuma di brazil dan kalimantan..hiks..
    enggak rela…

    hue….uranium kan bisa mengalami pengayaan dan bisa mengalami fusi..berarti bisa mengalami rekayasa kan?? hayo?? satu reaksi fusi aja sudah menghasilkan energi yang besar buangetz [saking besarnya] jadi pasti cukuplah tanpa eksplorasi segitunya kalimantan, dll..

    pertanyaan berikutnya adalah..
    sumber daya manusia kita sudah beranikah melakukan itu??
    pemerintah kita sudah sanggupkah melihat visi dalam nuklir?
    masyarakat kita sudah cerdaskah melihat peluang ini??
    sudahkah ada jaminan2 yang mendukung terwujudnya kesempatan ini??seperti jaminan keamanan dan kesehatan..
    oia..catet..bahaya euy sebuah negara punya reaktor pltn..bahkan hanya pltn saja..jika tidak memiliki keamanan yang stabil..bisa2 jadi sasaran bom..nah lho..
    belum lagi protes banyak sekali negara berkenaan dengan pengayaan nuklir..udah liat Iran dengan pengayaan nuklirnya gimana kan??
    dan satu lagi..”omong kosong” ketika melakukan pengayaang nuklir maka hanya untuk energinya saja..buang2 duit dunkz..padahal nuklir sangat potensial juga untuk jadi deterence dan pengembangan ipteknya pasti “nyasar” ke weapon mass destruction..udah liat “kebohongan publik” dari para pemilik reaktor nuklir kan?..
    hiks..
    tapi tetep..iptek mesti imbang sama iman,,,
    semangat lah pokoknya..
    baik buruknya kembali kepada masing2..^_^

    hanya beropini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s