Tentang Makna “Suci”

Tahukah kamu kawan, apa maksud dari kesucian? Kesucian dekat dengan kehormatan. Secara maknawi, bisa berkenaan dengan kehormatan fisik maupun kehormatan non-fisik. Namun pada intinya, semua bersatu pada satu  debit paradigma saja. Setiap manusia senang dengan manusia lain yang mampu menjaga kehormatan dirinya.

Sekarang aku coba bertanya? Siapa yang tidak menantikan orang-orang itu. Bangsa ini rusak mental dan otaknya karena tidak menjaga kehormatan negaranya. Mahasiswa rusak karena tidak menjaga kehormatan idealismenya. Laki-laki pun bisa rusak imannya karena tidak menjaga lisan dan kehormatan dirinya sendiri. Pun demikian pula dengan wanita, sama saja.

Seorang guru pernah berkata padaku bahwa, Tuhan pun menyukai kesucian. Makanya kita disuruh bersuci saat mau menghadap langsung pada-Nya. Makanya kita disuruh bertasbih mensucikan diri-Nya. Bagaimanapun juga aku tidak bisa menafikan lagi, bahwa sesuatu yang suci harus aku bayar pula dengan kesucian. Mana mungkin, suci disandingkan dengan kotor, karat, bercak, noktah, atau hal buruk lainnya. Aku menantikan kesucian.



2 thoughts on “Tentang Makna “Suci”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s