I Dream a Dream

Bukan tanpa alasan aku mengambil satu tahun lagi jatah status kemahasiswaanku. Ada banyak hal yang belum aku rasakan dalam hidup ini. Bagaimana bisa berkeliling Indonesia, menyentuhkan kakiku di tanah Amerika, Dubai, dan Eropa, berkenalan lebih banyak lagi dengan mamang becak hingga bapak-bapak mentri, mendapatkan prestasi, menghasilkan uang sendiri, dan banyak lagi hal lainnya. Gak ada salahnya kan, bermimpi sebuah mimpi?

Pernah tidak kamu membayangkan? Ketika kamu terinspirasi untuk menjadi seorang Habibie, yang dengan kecerdasannya mampu menerbangkannya ke tanah bangsa aria, Jerman. Ketika kamu terinspirasi untuk menjadi seorang Arifin Panigoro, yang dengan ketajaman intuisinya mampu mengagungkan perusahaan Medco-nya hingga keseluruh dunia. Ketika kamu terinspirasi untuk menjadi seorang Fadel Muhammad, yang dengan segala macam pengalamannya mampu menjadikan Gorontalo sebagai kabupaten termaju di Indonesia. Ketika kamu terinspirasi untuk menjadi seorang Pramono Anung, yang dengan kharismatika kepemimpinan di himpunan tambang kampusnya, ia kini menjadi politisi ulung. Atau Ketika kamu terinspirasi untuk menjadi seorang seorang Sukarno, yang dengan radikalisme pemikirannya telah  membawanya pada orang nomor 1 di dalam negeri ini.

Kalau tidak pernah, wah rasanya rugi sekali selama 4 tahun kamu berkuliah di kampus itu. Kalau hanya sekedar dapat IP yang bagus, gengsi, tawaran pekerjaan yang menggiurkan, atau hal lainnya sudah membuatmu puas, maaf sekali, aku harus katakan bahwa kamu merugi. Rugi, karena kamu seharusnya bisa dapat lebih dari itu.

Sekarang aku coba bertanya hal lain lagi. Sudahkah kehidupan akademik rutin selama empat tahun ini membuatmu mengenal siapa dirimu, atau setidaknya mengetahui bagaimana karaktermu? Seharusnya sudah. Sudahkah kegiatan kemahasiswaan sudah pernah menggelitik hatimu untuk bergabung padanya, seraya berbagai bersama dalam kehidupan masyarakat? Seharusnya itu pun sudah. Sudahkah kamu merasakan sensasi keangkeran membaca buku di lantai empat perpustakaan kampusmu? Seharusnya sudah. Sudahkah kamu melihat tujuh keajaiban di area sekitar kampusmu? Seharusnya sudah. Sudahkah kamu mengetahui keberadaan tujuh puluh water tap yang ada dikampusmu? Seharusnya sudah.

Kalau tidak pernah, wah rasanya rugi sekali selama 4 tahun kamu berkuliah di kampus itu. Kalau hanya sekedar memanggul nama besar almamater, dikagumi orang-orang, gengsi,  atau hal lainnya yang membuatmu angkuh, maaf sekali, aku harus katakan lagi bahwakamu merugi. Rugi, karena kamu seharusnya bisa dapat lebih dari itu.

Kampus itu bisa hidup karena ada inovasi didalamnya, integritas para pemangku keputusannya, dedikasi para petinggi institusinya, kenomorsatuan dosen-dosennya, kerendahan hati para pegawainya, organisasi kemahasiswaan didalamnya, keberagaman unit seni dan budayanya, dan tentu saja kamu sendiri. Iya, kamu sendiri sebagai mahasiswanya. Mahasiswa yang menjadi ujung tombak kampus itu agar dapat menorehkan prestasi yang bukan hanya untuk hari ini atau besok. Tetapi buat masa depan.

Kampus itu masih kuat berdiri, dalam rangka bangunan tuanya. Dia masih bisa menghasilkan orang-orang besar lagi dimasa depan. Mampu menciptakan kenangan indah lagi dimasa kini. Dan menjadi saksi bisu sejarah generasi pembangun terdahulu dimasa lampau. Mampu merajutkan kisah dimasa lalu, kini dan masa depan dan menemukan cinta diantaranya? Bisa jadi.

2 thoughts on “I Dream a Dream

  1. Smangat kali pak menko kita ini. Wish that dreams come true.
    because EVERYTHING is Possible, insya Allah!!!

    -yang lagi blog walking ke “my second family”-

  2. Sudahkah dalam 4 tahun kuliah ini kita memahami betul intisari dari pendidikan, yaitu kejujuran? Kejujuran dalam mengerjakan tugas, ketika ujian, ketika datang ke kuliah? Kalau belum, berarti kita sangat rugi..
    Kalau ryan insyaAlloh sudah…

    Blog kamu mantap ryan, inspiratif..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s