Tentang Makna “Terjaga”

Mendefinisikan sebuah keterjagaan secara awam, adalah sebuah hal yang sulit. Mungkin definisi paling ideal adalah sebuah kekonsistenan melakukan apa yang telah diazamkan didalam jiwa. Kalaupun tidak bisa didekati secara ideal, secara realistis keterjagaan bisa didekati  dengan makna sebuah keistiqamahan. Di sana ada sebuah kesabaran, sebuah harapan, dan sebuah titihan langkah-langkah kecil, yang semuanya bermuara pada tindak-tanduk diri manusia setiap harinya.

Aku percaya, bahwa setiap manusia bisa meneriakan sebuah ejawantah keterjagaan. Bisa jadi bentuknya adalah menjaga barang-barang bawaan mereka, menjaga orang tua dan segala relasi yang mereka sayangi, atau mungkin yang lebih filosofis lagi adalah menjaga apa yang memang mereka harus jaga dari diri mereka sendiri, dan hal-hal lainnya. Tetapi ketika timbul sebuah pertanyaan, sudahkah diri mereka melakukan apa yang sudah mereka teriakan? Suasana menjadi sunyi senyap dan sedikit suara. Ah, tampaknya sulit sekali mencari kebersatuan antara makna dan ejahwanta sebuah keterjagaan.

Tetapi hingga detik ini, aku masih percaya bahwa disuatu tempat nun jauh disana, masih ada orang yang berusaha menjaga dirinya, walaupun tidak banyak. Aku kagum pada dia yang bisa menjaga hati, kemaluan, pandangan, dan parasnya dalam sebuah keanggunan sikap dan ketegasan. Ia selalu mengerat keterjagaannya hingga-hingga terpantul dalam pribadi dirinya. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, bahwa kini aku menantikan dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s