Membangun Kota Madani Berperadaban

Hakikat pembangunan kota yang baik adalah membangun masyarakat. Sebaik apapun sebuah kota, masyarakatlah yang akan menjadi penentu akan bertahan seberapa lama keutuhan kota tersebut. Untuk membangun kota yang baik, masyarakat harus berpendidikan dan moral yang baik. Dan untuk pembangunan kota yang lebih efektif, masyarakat harus melakukan pembelajaran sejarah masyarakat dunia yang telah berhasil membangun kotanya.

Pun demikian jika berbicara tentang kota madani. Kota madani diadaptasikan dari pembangunan kota madinah. Jika dirujuk pada sejarahnya, kota madinah berhasil membuat sebuah konstitusi dimana didalamnya terdapat produk politik yang terumuskan melalui kesepakatan berbagai unsur pluralisme kultural dalam masyarakat. Dari sini pula muncul sebuah sikap kosmopolit yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang terbuka dan demokratis. Kota madani sering dielu-elukan oleh kota abad 21 saat ini, karena konsep pembangunannya yang holistik, realistik, namun tidak meninggalkan unsur perbedaannya.

Setelah mengetahui sejarah, langkah selanjutnya yang harus difahami adalah modal, proses, dan tujuan pembangunan yang mengarah pada perekonomian yang baik, masyarakat yang baik, dan proses politik yang baik. Semuanya saling bergantung (interdependent) yang disebut oleh Bung Karno dengan masyarakat gotong royong. Jika hal ini benar-benar dapat diaplikasikan, maka pembangunan kota akan dapat menjadi lebih aman, nyaman, tentram, dan efisien.

Menurut World Bank, ada empat pilar modal yang diperlukan sebuah kota agar dapat melaksanakan sebuah proses pembangunan kota yang baik. Empat modal itu adalah modal alami, modal fisik, modal manusia, dan modal sosial. Dan semua modal tadi dipadukan dalam satu indikator yang bernama Gross Domestic Product (GDP). Semakin tinggi GDP sebuah kota, maka semakin produktif dan tumbuh ekonomi kota tersebut.

Untuk membangun kota madani berperadaban, parameter GDP tidaklah cukup. Pandangan ini terlalu sempit. Pembangunan masyarakat juga harus dipadu dengan peningkatan kualitas hidupnya. Dan untuk melakukannya, pemerintah tidak akan bisa melakukannya sendiri. Perlu ada campur tangan masyarakat  didalamnya untuk membantu pemerintah.

Berbicara tentang pemerintah, kota madani memerlukan pemimpin yang bersih jujur, adil, dan profesional untuk mengambil pilihan-pilihan sulit untuk membuat kota yang lebih baik. Pemimpin disini adalah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Koordinasi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat adalah penting. Disinilah mental pemimpin akan diuji, apakah berhasil atau tidak.

Masyarakat yang hidup dalam nuansa kota yang demokratis pun harus aktif mengawasi pembangunan kotanya. Masyarakat harus mengingatkan pemerintahnya dengan cara-cara yang beretika dan bermoral. Hal ini harus didukung dengan peran kaum intelektual, pengusaha, dan media yang memberikan infrmasi yang menunjang kebenaran, kemajuan, dan persatuan.

Dalam bukunya, The Theory of Moral Sentiments (1754), Adam Smith memberikan sebuah argumentasi bahwa pemenuhan kepentingan pribadi (pure self interest) setiap warga harus diimbangi dengan pengendalian diri (self restraint) dari ambisiusitas dirinya. Disinilah fungsi besar pemerintah menjadi pengendalinya. Bukan hanya dengan hukum dan peradilan, namun juga dengan nilai-nilai religiusitas dan budaya luhur masyarakatnya sendiri.

Walaupun pada kenyataannya perekonomian yang baik, masyarakat yang baik, hukum yang baik, dan proses politik yang baik adalah dambaan semua elemen masyarakat yang hidup di kota madani, terkadang semua hal ini sulit tercapai. Ada banyak kasus dilapangan yang membuat satu hal dambaan tadi saling berlawanan dengan hal yang lainnya (trade-off). Untuk itu perlu ada upaya pemerintah dan masyarakat untuk merealisasikan pemerintahan, sektor swasta, dan masyarakat yang baik (good governance, good private sectors, dan good people).

Oleh:

Ryan Alfian Noor

Mentri Koordinator Pengembangan Karakter Kemahasiswaan Kabinet KM ITB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s