Little Story about Me + 1 Fairy + 3 Angels

Akhirnya mejeng juga gambar ini. Itu foto Ibu dan tiga orang adik saya. Loh mana ayahnya? Ya memang tidak ditampilkan saat ini karena ibu saya memang hanya ingin foto dengan anak-anaknya. Hehehe, peace dad!

One Fairy named Lina Kurniawan (40)..

Ibu saya adalah orang sangat disiplin dan (lumayan) tegas. Sejak kecil saya sudah diajari berbagai macam ‘kerjaan’ yang saya rasa, seharusnya dilakukan oleh seorang anak perempuan (keluarga saya tidak menggunakan pembantu). Mencuci, menyapu, menyetrika, berbelanja, bahkan menggantung pakaian, merupakan hal yang tidak asing buat saya. Dari yang awalnya paksaan usia dini, akhirnya menjadi kebiasaan  dimasa kini. Rupanya saya baru sadar, semua hal yang dibiasakan oleh ibu saya sejak dulu, kini sangat bermanfaat untuk kehidupan kuliah saya sehari-hari (yang notabene harus hidup mandiri). Internalisasi disiplin yang kuat telah membentuk kepribadian saya menjadi lebih teratur.

Kini di usianya yang ke 40 tahun, ibu saya masih tetap cantik (setidaknya menurut saya pribadi). Walau kini masih sibuk mengasuh tiga malaikat kecil saya lainnya, beliau tetap bisa menjadi sahabat dekat saya untuk berbagi suka, duka, dan cinta. Beliau selalu menyediakan waktunya untuk mendengar keluh kesal anaknya yang satu ini. Saat  ini, diam-diam saya selalu merasa tertampar karena belum bisa membalas kebaikan dan kasih sayangnya yang tiada ujungnya. Ibu saya selalu mengingatkan saya dengan apa itu “kejujuran” dan “keberanian”. Dua hal ini menjadi pegangan hidup saya dimanapun posisi dan waktu kaki ini berpijak. Maafkan anakmu ini, yang bisa dia lakukan barulah mencoba menjadi anak yang shaleh dan dikala selesai shalatnya berdoa:

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Three Angels named Kiky (14), Audy (7), Tita (4)

Jarak umur antara saya dan semua adik saya bisa dikatakan agak jauh. Walaupun umur terpaut agak jauh, saya selalu ingin menjadi seorang teladan yang baik bagi adik-adik saya. Bagaimana menjalani kehidupan, bagaimana cara bertutur kata yang baik, bagaimana cara menjadi anak yang baik, selalu coba saya contohkan lewat perbuatan ketika saya pulang kota asal saya. Yang tertua dari kesemua adik saya adalah Kiky (paling kanan foto, yang gayanya menyamping). Dia menjadi panutan terdekat bagi kedua adik saya yang lebih kecil lagi. Kadangkala sering terbesit dipikiran saya, bahwa saya ingin sekali adik saya yang satu ini memiliki akhlak seperti Ayatul Husna seperti yang ada di dalam cerita novel Ketika Cinta Bertasbih. Ia bisa menjaga ibunya sekaligus mendidik adiknya, dikala kakaknya sedang pergi menuntut ilmu di tempat yang jauh dari kota asalnya. Mudah-mudahan saja, seiring dengan waktu Kiky bisa tambah dewasa dan dapat menjadi wanita sholeh kepunyaan Allah yang senantiasa menjaga kehormatan keluarganya.

Adik saya yang kedua bernama Audy (kiri bawah foto, mulut agak manyun-manyun). Entah mengapa, susah sekali mencari wajah fotogenik dirinya. Bahkan ada teman yang mengatakan bahwa wajah adik saya yang ini sangat mengesalkan. Hahaha. Audy yang masih duduk di kelas 1 SD saat ini memiliki banyak kesamaan dengan saya. Dari sikapnya, tutur katanya, cara berpikirnya, mirip dengan saya. Kalau Kiky lebih cenderung kalem dan lebih suka dengan hal yang bersifat fotografis, maka Audy lebih agresif dan suka dengan hal yang berbau hitung-hitungan. Persis waktu saya berusia seperti dia. Mudah-mudahan dengan ‘tangan’ ibu saya, Audy dapat menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya.

Adik saya yang terakhir bernama Tita (kanan bawah foto, yang matanya bundar). Tita adalah korban sasaran bulan-bulanan saya ketika pulang ke kota asal saya. Mudah sekali diganggu, di bully dan di buat menangis. Tampaknya saya senang sekali melihat penderitaan dia yang disebabkan oleh saya (just kidding). Tita adalah adik yang cenderung kalem, senang menggambar, minum susu sambil megang perutnya dan berjoget dengan gaya yang tidak jelas. Dan pipinya yang chubby sering menjadi sasaran tembak tangan saya untuk memegangnya berlama-lama.

Ya begitulah tiga malaikat kecil yang dimiliki keluarga saya. Mudah-mudahan mereka dapat menjadi wanita sholehah yang dapat berbakti kepada orang tuanya dan menjadi pilar kebangkitan umat di masa depan. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s