TA..TA..TA..

Wah, setelah dilihat-lihat, ternyata cukup lama blog saya tidak di update. Maafkan saya para pembaca setia blog ini, yang rindu dengan tulisan-tulisan saya (halah, memangnya kamu siapa Ryan?). Hahahaha. Kali ini saya akan menulis lagi kok, jadi tenang saja.

Ok. Jadi ceritanya beberapa minggu lalu saya mengalami perhelatan hebat untuk menyusun kembali rencana hidup kedepan saya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata keasyikan sibuk di sebuah hal, bisa membuat seseorang lupa orientasi hidupnya, karena pada dasarnya setiap manusia itu adalah pelupa. Untung saja, saya punya kawan-kawan baik yang selalu mengingatkan saya jika saya tergelincir pada keasyikan itu. Maka saya katakan: Alhamdulillah.

Bulan Oktober. Iya, bulan Oktober. Jika dipandang dalam kacamata perkuliahan ITB maka bulan ini bisa disebut bulan kebahagiaan bagi para mahasiswa tingkat akhir yang akan diwisuda. Jika dipandang dalam kacamata politik Indonesia, maka bulan ini bisa dikatakan sebagai bulan pencitraan bagi para mentri Indonesia menjelang 1 tahun kepengurusan pak presiden RI, yang biasanya akan melakukan reshuffle pada kabinetnya. Jika dipandang dalam kacamata kehidupan pribadi saya, maka bulan ini bisa dikatakan bulan yang crucial karena TA saya berumur 4 bulan lagi. Sekali lagi ya, TA saya berumur 4 bulan lagi.

Untuk itu, saya mulai memetakan lagi target-target yang harus saya capai hingga april tahun depan mendatang di papan tulis kertas seharga limabelas ribu rupiah yang tertempel didepan meja belajar kamar saya. Selesaikan TA, sukseskan Kabinet KM ITB, Bekerja di Reforminer Institute, ikutan English Community, Gym, Hafalan Qur’an, tentu merupakan agenda yang harus tertera atau menyelip-nyelip diantara bulan yang tersedia. Tapi sekarang saya mau fokus bercerita tentang TA saya saja sekarang.

TA saya akan berusaha mengamati sebuah proses jari-jari investigasi pengurasan sumur minyak yang telah direkahkan secara hidrolik. Hingga saat ini, belum ada studi yang mendetail apakah rekahan hidrolik ini akan mempengaruhi persamaan analitis untuk sumur vertikal biasa yang ada saat ini. Nah, jadi tugas saya ada mensimulasikan permasalahan ini kedalam sebuah model sederhana dan terbatas untuk kemudian dianalisis. Jika terbukti simulasi numeriknya matching terhadap hasil analitisnya, maka TA saya langsung selesai. Tetapi jika terbukti simulasi numeriknya ternyata tidak matching dengan hasil analitisnya, maka saya harus mencari sebuah persamaan modifikasi untuk bisa digunakan pada permasalahan sumur minyak yang telah terekahkan.

Apakah Anda mengerti kawan, dengan penjelasan TA saya tadi? Semoga saja deh, karena saya sudah mencoba menggunakan bahasa sesederhana mungkin. Jujur! Bagi saya pribadi, hal ini sangat menarik untuk dikerjakan karena akan menambah khazanah ilmu pengetahuan tentang dunia petroleum walaupun belumlah sebesar analisis tesis seorang calon master atau disertasi seorang calon doktor. Seorang dosen saya yang bernama Rudi Rubiandini pernah berkata, “karena tugas akhir mahasiswa hanya terjadi sekali dalam hidup Anda, maka buatlah yang terbaik!”. Yap, kata-kata ini masih nyantol dan jadi motivasi di otak saya hingga saat ini.

Siapa yang tahu ketika setelah selesai pengerjaan TA ini,  hasilnya  nanti bisa di paper-kan, kemudian diikutsertakan pada lomba Society of Petroleum Engineer (SPE). Last word…..Mudah-mudahan saja, bulan desember ini sudah bisa sidang TA kalau tidak ada halangan. Amin. Oh iya, saya mau mengumumkan inilah judul TA saya sekarang nih:

Pengaruh Rekah Hidrolik Sumur Vertikal terhadap Analisis Radius Investigasi


One thought on “TA..TA..TA..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s