Daun Yang Sendiri

Lalu dia pun mendongkak keatas langit
Pada kerinduan menunggu cahaya
dia membasah dalam dinginnya embun
Berbintik-bintik….
Hijau toska….
Untuk merenungi malam yang sunyi

Di sela-sela ranting dia berpijak
Dia berdiam diri
Merasakan telisik hembusan angin
Bersela-sela disekujur rangka kecilnya
Mengagungkan sang prima causa

Lalu…
Dia menjatuhkan diri
Sambil melambai-lambai
Terjun bebas menuju tanah yang legam
Dia berpesan pada alam sekitarnya
Bahwa kehidupan..ialah sebuah anugerah yang indah

    One thought on “Daun Yang Sendiri

    1. daun yang jatuh tidak pernah membenci angin..

      tidak mempertanyakan takdir yang mempertemukannya pada tanah..

      karena syukur, bukan hanya sekedar kata..

      dan Allah hadiahkan akhir yang sungguh2 indah..
      akhir yang meninggalkan jejak manfaat untuk bumi..
      pada setiap serat yang tersisa..

      daun yang jatuh, sungguh tak pernah membenci angin.

      * nb: toska itu warna langit dan bumi.perpaduan cantik. maka letakkan mimpimu setinggi langit dan kembalilah pada bumi untuk memberikan kemanfaatannya..
      apapun.bahkan lewat hujan*

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s