Membangun Paradigma Baru Pengelolaan Energi Indonesia

Memang permasalahan energi adalah sebuah hal yang tak berujung untuk di artikulasikan, baik oleh di dunia maupun di tanah air sendiri. Di Indonesia, permasalahan energinya bukan hanya berhenti pada permasalahan di sektor hulunya saja. Kini di sektor hilir dan sektor konversi energi pun juga turut menambah peliknya permasalahan sektor yang ‘basah’ ini.

Permasalahan energi populer semisal adanya pembaruan UU Migas, belum adanya payung hukum yang kuat untuk Energi Baru Terbarukan dan  Konversi Energi (EBTKE), pemadaman listrik bergilir dan subsidi BBM merupakan sederet masalah yang menjadi tantangan pengelolaan energi Indonesia kedepannya. Tak pelak lagi, tidak ada cara lain untuk menyelesaikan permasalahan ini secara komprehensif menuju kemandirian energi nasional.

Terhadap permasalahan energi ini, kerap kali fokus penyelesaian yang ditawarkan pemerintah seringkali terbatas pada apa yang muncul sebagai akibat dan gejalanya saja, dan bukan pada akar permasalahannya. Ibarat rumput yang tumbuh kembali karena akarnya masih tertinggal, begitulah analogi permasalahan energi di Indonesia.

Maka kita tidak usah takjub lagi, bahwa rencana Energy Mix Indonesia 2025, dimana didalamnya terdapat renstra penurunan penggunaan energi fosil dan menggantinya dengan EBT, masih terkendala oleh banyak permasalahan energi pendahulunya yang belum selesai.

Sebelum berbicara tentang pengelolaan energi Indonesia lebih lanjut, ada baiknya kita mulai dari mentransformasi paradigma baru terkait dengan hal tadi. Hingga saat ini, masih terdapat paradigma -cara pandang- yang keliru berkaitan dengan pengelolaan energi di Indonesia. Paradigma pertama adalah penganakemasan isu energi fosil (terutama minyak). Paradigma kedua adalah paradigma sumber energi adalah komoditas penghasil devisa negara. Dan paradigma yang terakhir adalah pembangunan infrastruktur energi dan pengembangan energi alternatif yang diserahkan pada mekanisme pasar.

Walaupun semua paradigma diatas tidak pernah ada dalam regulasi energi tertulis Indonesia, namun dalam prakteknya telah terjadi demikian dan sangat jelas terterapkan pada pengelolaan energi ditanah air.

Praktek paradigma pertama bahwa isu migas selalu mendapatkan nomor wahid dalam pengelolaan energi Indonesia, tercermin dalam kisruh UU Migas yang terjadi saat ini. Memang hal ini adalah hal yang sangat wajar karena migas sarat dengan geopolitik internasional. Tetapi berbagai energi alternatif Indonesia seperti batubara, CBM, BBN, panas bumi, dan energi alternatif lainnya pun perlu mendapatkan porsi pembahasan dan perencanaan yang sama mengingat energi alternatif inilah yang akan menjadi pilar energi utama Indonesia menuju kemandirian energi nasional di masa depan.

Praktek paradigma kedua tercakup dalam hal makro pada relatif tingginya ketergantungan penerimaan negara dari sektor energi. Meskipun pada kenyataannya produksi migas saat ini terus melonjak turun terhitung sejak tahun 2000, tetapi kontribusi penerimaannya tetap signifikan karena menyumbang hampir sepertiga dari keseluruhan penerimaan negara.

Lalu, paradigma ketiga terimplementasi lewat lambannya pembangunan infrastruktur energi dan energi alternatif saat ini. Pembangunan infrastruktur listrik, pengembangan BBN, penambahan kilang BBM, perapihan pipa transmisi gas masih sangat minim dari target-target yang ditentukan. Hal ini terjadi karena pemerintah terlalu menyerahkannya pada campur tangan investor.

Maka, dalam rangka membangun kemandirian energi nasional, tentu kita harus meninggalkan paradigma energi lama menuju paradigma baru yang mengutamakan pemenuhan energi dalam negeri. Kemudian, paradigma kedepannya haruslah berorientasi pada penyediaan dan pemanfaatan energi terbarukan sembari meakukan pengefisienan kebutuhan dan penggunaan energi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s