Dia, Yang Bernama Ibu

Saat Anda akan pulang dari rumah Ibunda,
pernahkah beliau menyiapkan
banyak oleh-oleh untuk Anda bawa?
Jangan tolak titipan Ibu.

Terimalah dengan ceria dan bawalah pulang.
Saya jamin Anda akan kehilangan Ibunda
seperti saya telah kehilangan Ibunda kecintaan jiwa saya.

Apakah Anda bisa memaafkan diri Anda,jika ternyata itu titipan terakhir beliau?

Kasihlah Ibu, sayangilah Ibu, cintailah Ibu.

Epos: Mario Teguh

2 thoughts on “Dia, Yang Bernama Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s