2 Tahun Blog ini

Benar sekali bahwa sebuah catatan akan membawa seorang manusia tetap hidup didalam kematiannya. Maksudnya, segala karya dan pemikirannya tetap abadi dan dapat terus dipelajari oleh generasi-generasi setelahnya. Hari ini kita masih mengenal Muhammad, Isac Newton, Einstein, dan manusia-manusia hebat di zaman kuda gigit besi karena karya-karya mereka didokumentasikan kedalam sebuah tulisan. Luar biasa. Padahal kita tidak pernah bertemu mereka, namun karya mereka seolah memanifestasikan dirinya secara fisik walau hanya dalam alam imajiner di otak kita. Setuju tidak?

Ambil juga contoh tentang Soe Hok Gie. Pria ini adalah salah satu aktivis mahasiswa yang berkiprah di sekitar masa orde lama. Gie menjadi aktivis mahasiswa yang dikenang hingga kini karena dokumentasi-dokumentasi tulisannya. Sebenarnya dia tidak pernah berniat untuk mempublikasikan apa yang ia tulis setiap harinya. Namun pada akhirnya, waktu jualah yang membuat catatan-catatannya dilirik banyak orang, hingga dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul Catatan Seorang Demonstran. Hari ini, Soe Hok Gie memang sudah mati, tapi karyanya masih hidup di negeri kita.

Mengutip sedikit petuah dari Thomas L. Friedman dalam bukunya The World is Flat, dia mengatakan bahwa kemajuan internet seperti saat ini ampuh menjadikan manusia menjadi terkenal dalam waktu sekejap. Dalam konteks ke-Indonesia-an, Raditya Dika membuktikannya. Berawal dari keisengan dan ke-lebay-annya dalam menuliskan keseharian dalam blog pribadinya, kini tulisan Dika didokumentasikan sebagai sebagai buku yang berjudul Kambing Jantan yang memang mengocok perut jika dibaca. Sebenarnya Dika tidak pernah berpikir sampai sejauh ini, namun internetlah yang akhirnya membuatnya jadi begini.

Pengalaman saya pun demikian. Berawal dari keisengan saya menuangkan beberapa gagasan di blog ini, ternyata membuat beberapa pihak tertarik untuk melamar saya menjadi seorang wartawan di majalahnya. Ada juga yang menawari menjadi salah satu peneliti di lembaga konsultan miliknya. Padahal jelas-jelas saya masih seorang mahasiswa (jurusan teknik lagi) dan buta terhadap aturan-aturan baku jurnalistik maupun sastra. Wow, its amazing for me.

Saya tidak tahu bahwa hobi untuk menulis ini akan membawa saya kedalam hal-hal yang tidak pernah saya sangka. Beberapa tulisan saya tentang dakwah kampus juga misalnya, akhirnya kini telah dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul Membumikan Dakwah Kampus. Saya tidak pernah sadar bahwa tulisan-tulisan lepas saya di blog ini bisa menjadi sebuah satu karya yang dicetak dan disebar ke seluruh penjuru Indonesia.

Sebenarnya blog ini dibuat 2 tahun lalu karena keisengan saja. Melihat beberapa kawan membuat, akhirnya saya juga ikut membuat. Namun dalam keberjalannya, saya ketagihan untuk menulis dan terus menulis mengupdate blog ini . Akhirnya jadilah blog ini sebagai tempat untuk menumpahkan apa yang ada di otak saya, cerita keseharian saya, inspirasi dari suatu kejadian, atau bahkan kelabilan hati saya pun juga tercatat disini. Kalau mungkin ada yang jadi pembaca setia blog ini (cie, emang ada ya?…) pasti dia tahu kapan saya sedang senang, kapan saya sedang sedih, kapan saya sedang sibuk, dan kapan saya sedang labil. Biasanya tulisan saya sendiri yang akan berbicara keadaan saya.

Tulisan ini juga iseng loh. Daripada bengong di kereta semalaman menuju Surabaya, saya membuka laptop dan menulis tulisan ini.

 

 

One thought on “2 Tahun Blog ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s