Menaikan Kelas Pariwisata Indonesia ke Kelas Dunia

Jika berbicara tentang kepariwisataan dunia, seharusnya Indonesia layak menyandang sebagai salah satu negara pemilik potensi pariwisata terbesar di dunia. Namun ternyata fakta berbicara hal lain. Menurut catatan TheTravel and Tourist Competitiveness Report tahun 2009, ternyata Indonesia hanya berada pada urutan 81 dunia. Negeri ini masih kalah urutan dengan Singapura, Malaysia dan Thailand yang masuk dalam 50 besar dunia.

Tentu kita harus bertanya-tanya mengapa hal demikian bisa terjadi? Indonesia yang memiliki keheterogenan etnis dan budaya, garis pantai yang luas, kaya flora dan fauna, sedemikian banyak pulau indah, dan juga bangunan infrastruktur sejarah level dunia, tentunya sudah menang telak dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Namun mengapa negeri ini masih kalah jauh dari kedua negara tersebut?

Jawabannya adalah karena selama ini pemerintah Indonesia kerap menomorsekiankan sektor pariwisata dalam strategi pembangunan ekonominya. Potensi pariwisata yang sebegitu kayanya, kadangkala harus terbengkalai karena belum menjadi agenda utama dan cenderung dikesampingkan. Pemerintah Indonesia masih dininabobokan oleh hasil eksploitasi SDA dari sektor migas dan pertambangan. Pun demikian potensi pariwisata berbagai daerah yang dipegang langsung oleh Pemda, hingga kini masih dipandang sebelah mata.

Mari ambil satu contoh satu negara yaitu Singapura. Mengapa Singapura mampu mengembangkan sektor pariwisatanya dengan optimal sementara negara lain tidak? Sederhana saja, para pemimpin Singapura memiliki visi pembangunan sektor pariwisata yang kuat sementara pemerintah negara lain tidak.

Selain itu, pembangunan strategi pembangunan ekonomi global Singapura selalu berorientasi pada keunggulan daya saing dan produktivitas lewat pemerintahan yang bersih, masyarakat yang disiplin, mdan industrialisasi oleh tenaga profesional. Maka tidak heran jika dari pembangunan yang komprehensif ini, pariwisata Singapura telah naik kelas menjadi kelas dunia.

Disinilah argumentasi Michael Porter menemukan kebenaran, perbedaan negara maju dan berkembang terletak pada kualitas pemimpinnya, khususnya dalam kemampuan mengoptimalkan utilisasi sumber daya yang dimilikinya.  Selama pemimpin negeri ini tidak memberikan porsi penting untuk membentuk regulasi dan dukungan besar pada penumbuhan investasi potensi pariwisatanya, maka selama itu pula mesin uang raksasa di berbagai tempat Indonesia yang potensial ini akan tertelantarkan menjadi sebuah ‘hidden paradise’ yang tak pernah terekspos.

Pembangunan sektor pariwisata Indonesia baru bisa naik ke pariwisata kelas dunia jika dilakukan perimbangan antara proses pengembangan berbagai infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia berkualitas, penjagaan budaya asli daerah, dan tentu saja sounding yang baik juga ke seantero dunia. Dengan demikian, sektor parwisata yang dibangun akan bertahan lama, sekaligus tidak meninggalkan nuansa orisinalitas Indonesia sebagai negara yang memiliki budaya unik di mata dunia.[]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s