Tentang Makna “Putih”

Putih adalah lambang kehidupan. Seringkali kudapati, putih menyapu segala kehitaman hati, putih menghapus kemuramdurjaan wajah, dan putih akan mengganti kegundahan yang ada di jiwa. Lalu juga, putih selalu mencermikan kebersihan sanubari, memantulkan ketenangan, dan hanya mengerti tentang makna kebenaran. Satu yang mesti kita tahu, putih ternyata menyimpan banyak rahasia, bak permata di samudra lepas atau awan yang ada dilangit. Letaknya jauh, namun dia tetap memukau serta sedap dipandang.

Diantara semua warna, putih selalu berbeda. Dia adalah kehangatan karena dia menyingkirkan semua panas yang ada. Dia adalah perpaduan karena dia adalah sumber warna dari warna-warna lainnya. Dan putih adalah kesucian karena bercak atau noktah tak pernah ada pada dirinya. Ada juga yang bilang putih itu adalah cahaya, karena dia tak pernah meminta, tetapi selalu menyapih, memberi, dan menguatkan seperti cahaya yang memancarkan gelombangnya terus-menerus tiada henti.

Putih tak harus bersifat fisik. Terkadang, kita sering mengidentikan putih dengan sebuah perubahan jiwa. Makanya putih selalu ada hadir di antara kita, hadir secara fisik mulai membuka mata dan menutup mata lagi, serta hadir secara spirit sejak kita membuka diri untuk berubah menjadi lebih baik. Putih bisa jadi adalah dirimu, dirinya, atau setiap diri mereka yang selalu membawa kebaikan didalam dirinya.

Tentang putih, kita belajar tentang sebuah perubahan. Dia bagai sebuah sumber kebaikan dan inspirasi. Dia adalah tempat dimana kesalahan berpulang atau tempat menghancurkan dosa. Disini, kita dapat melihat berbagai hal dalam sudut pandang yang lain. Dan disini juga, kita dapat bersandar ketika kita rapuh, galau, atau semacam butuh pemantik untuk membangkitkan semangat kehidupan kembali. Di dalam putih, kita akan selalu tenang dalam melaksanakan kebenaran dan cita-cita.

Jika putih memang selalu ada dalam jagat semesta ini ini, bolehkah aku meminta satu diantara banyak putih? Aku meminta karena aku ingin berubah menjadi lebih baik. Aku meminta karena kuingin hidupku lebih berwarna. Dan aku meminta karena aku membutuhkannya, dan bukan sekedar menginginkannya. Tetapi apakah Engkau akan mengizinkanku meminta satu saja Tuhan? Aku tidak tahu apa warna diriku, tetapi sepertinya aku butuh putih untuk menyempurnakan spektrum jiwa yang ada didalam diriku.

 

3 thoughts on “Tentang Makna “Putih”

  1. Warna putih termasuk warna kesukaan ku,,
    Cuman karena beberapa pertinbangan ku sering tidak menggunakan warna ini terutama dalam berpakaian..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s