Catatan 4: Berbicara Mimpi

Dalam Catatan Seorang Engineer saya kali ini, saya ingin berbicara tentang mimpi. Siapa yang tidak tahu mimpi? Mimpi adalah suatu peristiwa khayal yang seolah benar-benar dilakukan oleh manusia didalam pikirannya. Dia hadir bisa secara tidak sengaja atau sengaja. Terjadi tidak sengaja jika kita tidur, dan terjadi secara sengaja jika memang direncanakan oleh manusia. Pembahasan kita kali ini adalah tentang “mimpi” yang memang benar-benar disengaja pengerjaannya. Mimpi ini kadang bisa disebut sebuah pemikiran besar, kadang bisa disebut dengan visi, kadang bisa disebut dengan perencanaan. Mari kita kupas sedikit demi sedikit.

Kita Pasti Bermimpi!

Sekilas terlihat manusia bisa hidup tanpa harus bermimpi. Ada banyak orang di dunia ini yang bisa tumbuh berkembang dan bekeluarga tanpa harus membuat sebuah mimpi-mimpi. Mereka menjalani kehidupannya seperti prinsip air: biarlah terus mengalir tanpa harus diarahkan. Padahal tidak! saat mereka memutuskan kehidupannya seperti air yang mengalir, maka saat itulah mereka memutuskan bermimpi untuk berprinsip seperti itu.

Sebagai contoh, ada orang yang tidak ingin neko-neko dalam berkarir, tidak ingin menjabat apa-apa dalam kehidupan bermasyarakat, dan hanya ingin hidup nyaman di rumah. Sesaat dia telah MEMUTUSKAN tentang hal tadi, maka seketika itu pula sebenarnya ia telah bermimpi mendapati kondisi dia di masa depan seperti demikian. Benar tidak? Mari kita sebut saja orang-orang ini dengan sebutan pemimpi sederhana.

Jadi setiap manusia pasti bermimpi. Yang jadi pertanyaan sekarang, mengapa ada manusia yang menjadi permimpi besar dan pemimpi sederhana? Jawabannya ada 2: kecerdasan dia untuk mengenal dirinya (intrapersonal skill) dan kebutuhan untuk mencapai sesuatu (need of achievement).

Pertama adalah intrapersonal skill. Kecerdasan intrapersonal dikenalkan oleh Prof. Horward Gardner dan menjadi salah satu dari delapan kecerdasan manusia. Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan seorang manusia untuk bisa mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya dengan baik. Adalah sangat berbeda antara orang yang telah mengembangkan kecerdasan intrapersonalnya dengan tidak. Orang yang tahu bahwa dirinya bakat dan minat dirinya tentu akan berbeda dengan orang yang tidak tahu sama sekali bakat dan minatnya. Iya kan? Ketika seseorang telah tahu siapa dirinya, maka dia cenderung untuk memiliki sebuah peta kehidupan yang lebih baik. Singkat kata, ia tahu bahwa dirinya ingin jadi apa dan secara otomatis ia akan lebih mudah untuk membuat sebuah mimpi yang lebih besar.

Yang kedua adalah need of achievement. Maksud dari teori yang dikenalkan oleh Psikolog bernama David McClelland ini adalah sebuah hasrat seorang manusia untuk mencapai sebuah capaian yang memuaskan, menguasai sebuah kemampuan tertentu, dan memiliki standar yang tinggi (wikipedia, red). Kebutuhan ini bisa muncul karena sejak kecil diajarkan untuk menjadi yang terbaik, karena pikiran positif, karena tertantang, atau karena kebanggaan jika mendapatkan kesuksesan. Seseorang yang memiliki kebutuhan untuk mencapai sesuatu cenderung memperbesar impian-impiannya. Dia tidak pernah cepat puas atas apa yang telah dicapainya saat ini. Selesai mengerjakan suatu pekerjaan, ia kerjakan sesuatu yang baru. Begitu seterusnya.

Bermimpilah dan Realisasikan Mimpi Kita!

Kemampuan untuk mengenal diri (intrapersonal skill) membuat hidup kita lebih terarah dan kemampuan untuk mencapai sesuatu (need of achievement) membuat hidup kita menjadi lebih terakselerasi dan efektif. Sebenarnya mau bermimpi sederhana atau besar adalah pilihan kita.

Yang pasti semakin kita bisa mengenal diri kita, maka kita akan lebih mudah membuat mimpi. Sebuah mimpi tidaklah harus saklek harus langsung besar dan mengawang-awang terlalu tinggi. Kita bisa memulai dari impian-impian sederhana terlebih dahulu. Jika mimpi yang satu telah selesai kita buat lagi impian yang lebih besar. Yang penting, kita tahu bahwa kita realistis dan mampu untuk mencapai mimpi itu. Buat apa membuat sebuah mimpi jika kita tahu bahwa tidak mungkin menggapainya. Betul tidak?

Kemampuan untuk mencapai sesuatu adalah bukan bermaksud untuk kesombongan. Saya ingin lebih mengartikan kemampuan ini sebagai bentuk usaha kita yang terbaik dalam menggapai impian kita. Bisa jadi ada banyak manusia di dunia ini yang punya impian yang sama, padahal impian itu terbatas. Misalnya begini, ada banyak orang ingin menjadi presiden, pengusaha, pemimpin perusahaan, atau bahkan memperistri seseorang (hehe..), namun tidak mungkin semua orang bisa mendapatkannya bukan? Hanya orang-orang yang memiliki daya juang yang tangguh saja yang bisa mendapatkannya. Daya juang yang tangguh ini bisa kita dapatkan ketika kita memiliki need of achievement yang baik.

Mimpi tidak mengenal kosakata umur. Tua atau muda bebas untuk bermimpi. Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi dan merealisasikan mimpi kita. Ada banyak orang-orang yang tidak berumur muda lagi namun bisa tetap mencapai mimpinya. Asalkan ada tekad, kemauan, dan takdir dari Allah maka bukan tidak mungkin semua hal bisa terjadi. There is always time to do it right.

Selamat bermimpi! Ups….tapi jangan kelamaan bermimpi, entar ketiduran dan jadi terbawa ke alam mimpi. Segera bangkit dan realisasikan mimpi kita.

7 thoughts on “Catatan 4: Berbicara Mimpi

  1. @kristal violet
    menurut saya, yang paling penting dalam merealisasi mimpi itu adalah bagaimana kesungguhan kita dalam menggapainya. Dia sanggup untuk jatuh bangun, dan mungkin gagal untuk beberapa kali dalam keberjalanannya. Jadi, kita mesti kuatkan endurance kita sesuai dengan mimpi yang kita buat. No pain no gain. Impian sederhana hanya butuh pengorbanan yang tidak seberapa, impian besar butuh pengorbanan yang besar.
    Selamat merealisasikan mimpinya ya.

    @syafiul umam
    Terima kasih. Supaya bisa komitmen dengan mimpi kita, kita harus mencari lingkungan yang mendukung impian2 kita. Ketika kita punya impian menjadi pengusaha sukses, maka bergaullah dengan pengusaha sukses. JIka ingin kuliah di luar negeri, maka bertemanlah dengan orang2 yang sudah pernah kuliah diluar negeri. Jadi kita dapat transfer ilmunya, juga transfer semangatnya.
    Yang kedua, adalah tuliskan. Visualisasikan mimpi kita dengan suatu bentuk tulisan atau gambar. Tempel ditempat yang bisa kita lihat dengan gampang. Di samping tempat tidur, di kamar mandi, di depan pintu, atau ditempat lainnya yang menurut kita strategis. Dengan visualisasi itu, ada semacam gaya tarik (law of attraction) yang membuat kita seolah merasa semakin dekat dengan impian yang kita capai. Seketika itu pula, pasti semangat kita akan terpompa untuk merealisasikan mimpi kita.
    semoga bermanfaat.

  2. hmm..ya =) sepakat. gara2 postingan ini saya jadi terinspirasi buat postingan loh.ha. terima kasih.

    nambahin buat mas syaiful umam ya (padahal nanyanya bukan ke saya.hhe)
    untuk selalu berkomitmen dengan mimpi kita emang ga mudah.memvisualisasikannya seperti yang mas ryan bilang menjadi solusi yang oke untuk penjagaan komitmen.
    sama seperti lingkungan yang punya efek besar. B=f(P,E) >>B:behavior,P:person,E:environment.
    teori sih. tapi nyatanya emang gitu =) jadi cari juga lingkungan yang mendukung^^

    Hmm..ada satu hal lagi yang sering terlupa tapi sangat memegang peranan penting.
    niat.tujuan.
    di saat-saat komitmen kita melemah.motivasi dari diri sendirilah yang akan paling kuat mendorong.dan motivasi terangsang dari tujuan.
    untuk itulah dibutuhkan niat,alasan, dan tujuan yang kuat dan jelas dan tentunya yang menjadikan niatan, alasan, dan tujuan itu ga mudah jatuh.contohnya, kalau kita punya mimpi hafal Al-Qur’an biar bisa jadi pendamping hidup seseorang misalnya, nah kl orangnya udah dapet pendamping hidup yang lain kan jadinya repot tuh..kita bakal kehilangan motivasi dari tujuan kita. hehe..
    menentukan tujuan dan alasan yang kuat dari mimpi kita dan visualisasikan.
    mengulang perkataan mas ryan KUATKAN ENDURANCE dari mimpi2 kita =)

    *kita akan mendapatkan apa yang kita niatkan bukan? =) selamat merealisasikan mimpi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s