2011 at the Glance (will be continued)

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin kembali menuangkan ingatan saya pada kejadian-kejadian yang saya alami selama tahun 2011. Mudah-mudahan ini dapat menjadi motivasi dan pembelajaran bagi saya sendiri untuk menjadi lebih baik dan terus berkarya di tahun 2012.

JANUARI 2011 (YOU’RE GETTING OLD)

Pada bulan ini tepat saya berumur 22 tahun. Sebenarnya semuanya berjalan dengan biasa-biasa saja sampai sekelompok kawan-kawan mengerjai saya sewaktu acara Diklat Aktivis Terpusat (DAT) 2011. Dibelakang panggung, Herry (sang presiden) pura-pura merasa kecewa kepada saya karena saya bercanda sedikit berlebihan kepada dirinya.

Sewaktu Herry maju kedepan untuk memberi sambutan didepan panggung, saya juga ikut dipanggil maju kedepan. Parahnya, didepan beratus-ratus peserta saya di maki-maki. Wah, betapa malunya saya, saya yang waktu itu diamanahi sebagai salah satu mentri koordinator ‘dimarahi’ didepan umum. Untungnya hal itu Cuma skenario belaka.

Tiba-tiba Levina, sekertaris saya (yang sekaligus pembuat skenario ultah saya), muncul dibalik pintu samping bersama kawan-kawan mentri lainnya seraya bernyanyi lagu Happy Birthday to You. Dan semua peserta DAT pun akhirnya juga menyanyikan lagu tersebut. Diam-diam, saya berbalik ke belakang panggung sebentar untuk menghapus mata saya yang berkaca-kaca. Terima kasih semuanya kawan-kawan.

FEBRUARI 2011 (MY FIRST BOOK)

Pada awalnya,saya tidak pernah berpikir untuk membuat sebuah buku. Namun semenjak bertambahnya pengalaman saya mengisi acara LDK di berbagai daerah Indonesia, membuat saya bertekad untuk membuat sebuah buku tentang dakwah kampus. Jika dicermati, ternyata ada banyak permasalahan yang sebenarnya hampir sama dihadapi oleh setiap organisasi dakwah kampus namun belum ada referensi buku yang banyak menjawabnya. Maka saya ingin turut andil dalam hal ini dengan membuat buku.

Impian terbitnya buku saya akhirnya tercapai di bulan ini. Draft buku yang selama ini saya tulis secara konsisten selama 6 bulan berturut-turut akhirnya membuahkan hasil. Dengan bantuan Gamais Press, akhirnya buku yang berjudul “Membumikan Dakwah Kampus” rampung tercetak 1000 eksemplar. Buku ini merupakan buku pertama saya yang saya tulis saat saya masih mahasiswa.

Pada satu minggu awal, buku ini ludes tersebar 500 eksemplar ke seluruh penjuru Indonesia. Di titik inilah saya mulai aktif menjadi pembicara mandiri, tidak lagi atas nama FSLDK, ke beberapa kota di Indonesia. Launching buku pertama ini saya lakukan di Universitas Mulawarman yang berada di pulau kelahiran saya sendiri, pulau Kalimantan.

MARET 2011 (GOODBYE KM ITB)

Bulan ini adalah bulan terakhir sekaligus bulan perpisahan Kabinet KM ITB 2010-2011. Tiba-tiba saya teringat kembali bagaimana Herry mendekati saya dan menawari amanah sebagai seorang mentri sosial politik, sekertaris jendral, hingga mentri koordinator pada kepengurusan dirinya. Terus terang, sebenarnya saya memiliki nol pengalaman dalam dunia politik kampus sehingga saya enggan menerimanya. Namun setelah saya pikir-pikir, tidak ada salahnya jika saya menimba pengalaman yang banyak dari tawaran ini. Akhirnya saya putuskan menerima amanah sebagai seorang mentri koordinator dan otomatis menunda kelulusan saya pada bulan Juli 2010.

Ada banyak kisah suka dan duka di kepengurusan ini. Mulai dari mendemo seorang rektor hingga presiden, bergerak turun membantu korban bencana alam, mengkoordinasikan tiga mentri yang hebat-hebat tapi bawel dibawah saya, hingga memimpin pergerakan pengabdian masyarakat mahasiswa Indonesia, pernah saya rasakan disini.

Beruntung sekali saya mengenal kawan-kawan yang hebat di KM ITB. Penundaan kelulusan satu tahun telah terbayar dengan semakin luasnya jejaring koneksi yang saya miliki dan tentu saja pengalaman dalam memimpin organisasi besar dan berorasi tentunya.

APRIL 2011 (TODAY IS MINE)

“Akhirnya gw lulus juga” begitu hati saya berceloteh. Bulan ini adalah bulan kelulusan saya sebagai seorang sarjana strata satu (S1) dari ITB. Tepat di tanggal 09 April 2011, saya bersama kawan-kawan wisudawan lainnya disumpah  di gedung Sasana Budaya Ganesa (SABUGA). Tidak ada kesedihan di hari itu. Kalaupun ada yang menangis, itu pun adalah tangis bahagia orang tua yang melihat anaknya bisa lulus dari kampus yang katanya terbaik di Indonesia.

Mengawali masuk di Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM) pada tahun 2006, saya bersama 300an mahasiswa lainnya memulai debut kami sebagai seorang “mahasiswa baru” dalam tahap TPB. Setelah tahap TPB berakhir, saya melanjutkan kuliah di teknik perminyakan sesuai dengan impian saya sejak SMA bersama 99 mahasiswa lainnya.

Hingga 5 tahun berlalu, akhirnya saya bisa juga lulus dengan predikat nilai yang baik dibulan April 2011. Terima kasih kepada bapak-ibu saya, adik-adik saya, Tanoto Foundation, IA Gamais Foundation, sobat GAMAIS ITB, kawan-kawan KM ITB, dan teman-teman PATRA yang telah memberikan banyak pengalaman dan bantuan kepada saya hingga kuliah di ITB akhirnya terselesaikan.

MEI 2011 (BACK TO FORUM INDONESIA MUDA)

Saya memang pernah ikut Forum Indonesia Muda (FIM) IX di tahun 2010, namun saya tidak pernah aktif di forum itu pasca acara selesai. Bukannya saya tidak mau berkontribusi, namun amanah sebagai seorang mentri mengharuskan saya kembali ke kampus (selain mengerjakan tugas akhir) sehingga saya tidak bisa aktif terlalu banyak di organisasi luar kampus.

Selang satu tahun berlalu, Forum Indonesia Muda X mulai bergaung dilaksanakan. Saya yang merasa bersalah karena selama satu tahun tidak pernah aktif di forum itu akhirnya cepat-cepat ikut dalam kepanitiaan. Apapun tugasnya akan saya laksanakan. Ternyata eh ternyata, saya ditugaskan untuk langsung terjun menjadi seorang Host di hari pertama FIM bersama seorang sahabat yang bernama Mandira Bienna Elmir.

Disinilah momentum saya mulai aktif menjadi salah satu penggerak forum ini. Alhamdulillah, saya tidak terkena virus “activist post syndrome” yang katanya sering melanda mantan aktivis kampus karena bingung memiliki banyak waktu luang setelah amanahnya di kampus selesai. Hingga sekarang saya masih aktif dan senang berada di lingkungan forum itu.

JUNI 2011 (LET SMILE AT SINGAPORE)

Yang ini benar-benar tidak disangka. Saya beruntung diikutsertakan bersama Pak Dedi Panigoro, Om Fauzie Ikhsan, dan 6 peserta terbaik FIM X (Ibam, Rully, Milan, Tyas, Nunuy, dan Arina) untuk pergi ke Singapura. Saya benar-benar tidak pernah membayangkan bisa bepergian keluar negeri secara gratis dan plus diberi uang saku lagi. Hehe…

Ada banyak kesan yang saya dapat di negeri ini. Yang paling membuat saya tercengang adalah ketika saya mengunjungi National Library of Singapore. Saya melihat ada banyak sekali orang yang bergumul di kursi-kursi samping rak buku disana. Mulai dari muda hingga tua hadir disana dan serius untuk membaca buku yang dipegangnya. Padahal jelas-jelas hari itu adalah hari minggu, hari dimana biasanya orang-orang bersantai.

Selain berkunjung ke National Library, saya bersama kawan-kawan lainnya berkunjung ke Pengadilan Singapura, Rumah Duta Besar Indonesia untuk Singapura, kampus NTU, kampus NUS, dan kebeberapa pengusaha Indonesia yang telah sukses disana. Lalu, kami juga diajak oleh Pak Dedi ke Universal Studio dan melihat-lihat tempat rekreasi yang ada di negeri yang katanya salah satu pusat bisnis benua Asia.

3 thoughts on “2011 at the Glance (will be continued)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s