Catatan 7: Para Penunda Waktu

Sebenarnya kita punya kesempatan berbuat manfaat dalam setiap waktu. Tetapi sayang, banyak dari kita sering menundanya. Entah kita menunda berbuat baik dengan dalih belum siap, atau entah kadangkala kita merasa waktu di dunia masih panjang, sehingga kita lebih memilih menunda-nundanya di esok hari. Yang pasti ada saja kreativitas dari otak ini untuk menjadikan kita sebagai “Penunda Waktu” yang baik.

Seandainya saja kehidupan ini tidak dibatasi oleh dimensi waktu, sebenarnya sah-sah saja jika ada orang yang memilih menunda suatu hal. Namun sayangnya dunia tidak begitu. Setiap saat waktu hidup kita semakin berkurang dan masa hidup kita akan dipertanggungjawabkan diakhirat. Ini adalah keniscayaan yang dirasakan oleh semua mahluk yang ada di alam semesta ini. Semua manusia diberikan waktu yang sama 24 sehari oleh Tuhan. Tinggal manusia saja yang memilih, mau digunakan apa waktu yang diberikan itu.

Misalkan begini. Setiap kita bangun di pagi hari, kita bisa memilih untuk bersegera bangun atau menutup mata kembali. Pada waktu bekerja/berbisnis, kita pun juga bisa memilih: benar-benar mengeluarkan kemampuan terbaik atau bekerja/berbisnis dengan biasa-biasa saja. Pun juga dengan waktu luang. Kita bisa memilih memanfaatkan waktu tersebut untuk bersantai-santai atau kegiatan bermanfaat lain. Semua keputusan ada ditangan kita.

Bisa kita bayangkan, jika kita menghabiskan waktu tidur saja selama 8 jam dalam satu hari kita, maka hal itu equivalen dengan sepertiga waktu kehidupan kita. Misalkan umur seseorang 60 tahun, artinya 20 tahun telah ia habiskan untuk tidur. Dengan demikian, waktu efektif hidupnya hanya tinggal 40 tahun. Di sisa umur ini pun manusia sebenarnya masih bebas untuk memilih mau digunakan apa.

Kita tidak perlu heran mengapa ada orang yang sukses dan ada yang tidak. Semua pasti bersumber pada apa yang mereka lakukan pada waktu yang mereka punya. Dalam satu waktu yang sama, orang-orang sukses menggunakan waktunya untuk banyak mengasah diri dan berusaha mengejar apa yang mereka impikan. Orang-orang gagal sebenarnya juga punya mimpi, tapi mereka lebih banyak menunda atau bahkan selalu mencari alasan untuk tidak bergerak.

Kesuksesan tidak berbanding lurus dengan umur. Kita sebenarnya tidak mesti menunggu sampai tua hingga kesuksesan menghampiri kita. Ada banyak orang di dunia ini yang telah memulai debut sukses dalam usianya yang masih muda. Para orang sukses itu faham benar bagaimana cara mengolah waktu yang mereka punya. Mereka sebenarnya juga punya waktu bersantai dan bercanda, tapi mereka juga selalu punya waktu kapan harus serius dalam berkarya. Jadi terkadang saya sangat heran mengapa masih ada saja pemuda yang berleha-leha, menghabiskan waktu terlalu banyak menonton tv, bermain game, ngobrol berlebihan, dan tidur berlebihan padahal pekerjaannya banyak yang tidak beres.

Penunda Waktu yang baik biasanya juga selalu menjadi penyesal yang baik. Mereka selalu menyesal terhadap waktu yang telah mereka buang karena menunda pekerjaan yang seharusnya tidak mereka tunda. “Duh kenapa saya tidak melakukan ini ya waktu itu”, “Wah seandainya saya banyak mengikuti organisasi waktu masih kuliah”, “Saya menyesal karena tidak mengambil kesempatan itu sewaktu masih luang”, adalah sedikit deretan ungkapan penyesalan para penunda waktu. Ya..penyesalan tetaplah penyesalan, waktu yang telah dilewati pasti tidak akan bisa diulang lagi.

Tapi kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki. Selama kita masih hidup didunia, kita masih punya kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Mau tua atau muda, semua punya kesempatan yang sama dihadapan Tuhan. Yuk segera langkahkan diri ini menjadi lebih baik. Lebih baik menunda kemalasan daripada menunda untuk bergerak. Kita bisa memulainya dari yang kecil dan dari sekarang. Mumpung umur masih ada, mari kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. Sekali lagi, jangan menunda! Bersegeralah!

*Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan diri saya sendiri dan bagi siapa saja yang selalu punya keinginan untuk menjadi lebih baik dimasa hidupnya.

5 thoughts on “Catatan 7: Para Penunda Waktu

  1. thanks for this notes🙂
    prokrastinasi kayaknya memang dah jadi kebiasaanku😦 apalagi saat2 libur kuliah gini…tp thx ya,abis baca catatan ini..rasanya ga mau mau lg buang waktu..tidur trlalu lama,,pa lg nyesal belakangan ^0^

  2. Subahannallah…
    Memang kita kadang tanpa menyadari, sering membuang waktu.. Yang seharusnya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk diri sendiri dan orang lain… Marilah kita bersama-sama mengisi waktu yang tersisa dengan hal yang positif yang diRidhoi Allah SWT…amiiin..

  3. setujuuu. menunda itu memang candu. dan penyesalan selalu datang belakangan. padahal kesempatan kan kadang cuma dateng sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s