Catatan 8: Kebutuhan Hidup Yang Membuat Produktif

Dalam salah satu buku Anthony Robbins yang pernah saya baca, pernah ia sebutkan bahwa sebenarnya manusia itu memiliki 6 kebutuhan utama hidup (Kepastian, Variasi, Merasa Penting, Cinta, Tumbuh, dan Kontribusi). Dan dari enam kebutuhan tadi, empat diantaranya diperuntukan buat diri sendiri dan dua sisanya diperuntukan buat orang lain.

Pada catatan saya kali ini, saya ingin berbagi tentang enam cara pemenuhan kebutuhan tersebut dalam sudut pandang saya sebagai seorang pemuda dan membuat setiap kebutuhan tadi menjadi akselerator agar hidup kita bisa lebih produktif. Sungguh adalah sebuah  kesia-siaan, jika kita tidak mengoptimalkan masa muda kita padahal ada banyak karya yang bisa kita buat. Bener gak?

1. Kepastian

Memang….. bisa jadi semua manusia tahu bahwa setiap yang terjadi besok adalah takdir dari Tuhan. Tapi tetap saja manusia butuh sebuah kepastian, makanya mereka membuat rencana.

Contoh sederhananya begini, seorang siswa SMA memerlukan kepastian mau melakukan apa setelah dia lulus, makanya dia akan berusaha membuat perencanaan setelah lulus SMA. Seorang mahasiswa memerlukan kepastian bahwa dia bisa mengerjakan ujian semester dengan baik, makanya dia merencanakan untuk belajar. Seorang lulusan mahasiswa pun pasti juga ingin sumber finansial pribadinya terjamin tanpa lagi memerlukan bantuan orang tuanya, makanya dia merencanakan untuk bekerja atau berwirausaha. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Jadi kebutuhan terhadap sebuah “kepastian” dapat membuat seseorang membuat perencanaan. Seberapa besar perjuangan dia untuk merealisasikan rencana yang dia buat, maka akan menentukan pula seberapa kadar kesuksesan yang dia inginkan. Jika ada seorang pemuda yang masih galau mau dibawa kemana kehidupannya, maka bisa dipastikan dia belum mengetahui apa yang harus dia perjuangkan dan apa yang harus direncanakan. Mumpung masih muda, yuk lah kita sama-sama membuat peta rencana hidup kita dengan baik. Dan segera laksanakan.

2. Variasi

Variasi kegiatan membuat kehidupan manusia menjadi lebih berwarna. Segala sesuatu yang monoton akan membuat manusia menjadi stres. Jadi jangan biarkan hidup kita terkesan “begitu-begitu saja”. Apalagi jika kita masih muda. Kita masih punya tenaga dan semangat untuk melakukan banyak hal. Tuhan telah menciptakan jiwa dan raga kita secara seimbang agar dapat dikembangkan.

Sesekali, kita harus mencoba mengasah beberapa keahlian diluar keahlian akademik yang tidak banyak diajarkan disekolah atau kampus. Belajar untuk bermain gitar, belajar menulis, belajar berbicara didepan umum, belajar menyetir, belajar berenang, belajar bahasa asing, belajar bela diri, dan belajar dalam hal yang lainnya lagi.

Akan halnya jika berkesempatan, tambahlah juga pengalaman kita dengan melakukan kegiatan journey ke berbagai tempat dan berkegiatan sosial. Dengan demikian, pikiran kita akan selalu segar, kita jadi tahu karakter masyarakat setiap daerah, dan yang pasti kita akan selalu memiliki bahan pembicaraan dengan orang lain.

3. Merasa Penting

I’d imagine the whole world was one big machine. Machines never come with any extra parts, you know. They always come with the exact amount they need. So I figured, if the entire world was one big machine, I couldn’t be an extra part. I had to be here for some reason. (Hugo Cabret)

Kutipan kata diatas saya petik dari film “Hugo” yang saya tonton beberapa hari yang lalu. Ada orang lain yang menganggap kita penting atau tidak, sebenarnya kita ini memiliki peran penting untuk hadir didunia ini. Setiap orang memiliki perannya yang penting didunia ini, persis seperti bagian mesin yang punya fungsinya masing-masing.

Seringkali kita meyakini bahwa peran pengikut itu tidaklah penting dibandingkan peran seorang pemimpin. Makanya tidak jarang kita temukan banyak pemuda yang mengerjakan sesuatu dengan asal-asalan, terkesan sembrono, dan malas-malasan lantaran merasa perannya tidak penting.

Padahal, menjadi seorang pengikut adalah sebuah proses pembelajaran yang paling baik buat kita, sebelum menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang tangguh lahir dari proses pembelajaran yang matang saat menjadi seorang pengikut. Ia selalu detil terhadap hal-hal yang mendasar, namun ia juga bisa menguasai berbagai permasalahan general.

Jadi, menurut saya penting untuk menanamkan rasa “merasa penting” kepada diri kita sendiri, agar bisa optimal dalam setiap pekerjaan kita. Hanya kekecewaan saja yang akan timbul jika kita berharap dan menunggu “dirasa penting” oleh orang lain. Biarkan nanti karya kita sendiri yang berbicara pada orang lain.

4. Cinta

Manusia membutuhkan cinta. Dari hal itulah kita diajarkan untuk tulus, rela berkorban, dan berjuang. Setiap hal yang kita lakukan didunia ini perlu sebuah dorongan. Dan cinta inilah yang menjadi bahan bakar pendorongnya. Kita tidak akan mungkin menemukan cerita ibu yang rela “berdarah-darah” melahirkan seorang bayi atau kisah marinir yang rela mengorbankan diri untuk negaranya tanpa diatasnamakan oleh cinta, yakni cinta pada keluarga dan negaranya.

Terkadang, kita sering lupa dan mengabaikan apa itu cinta. Tak jarang kita dapati, kehidupan ini menjadi sangat gersang karena kita tidak mencintai pada apa yang kita punya, lakukan, dan inginkan. Rasa cinta kita kurang kuat pada apa yang kita impikan. Akibatnya, kita jadi lebih cepat menyerah, suka bermalas-malasan, atau yang paling parah adalah berhenti pada apa yang selama ini kita telah kita perjuangkan.

Padahal, dengan mencintai, kita akan terus-menerus mendapatkan semangat untuk berjuang mencapai apa yang kita cita-citakan. Cintai Tuhan kita, cintai kedua orang tua kita, cintai istri kita, cintai apa yang kita kerjakan, dan cintai impian kita. Dari cinta menjadi cita. Itulah cinta positif yang saya fahami.

5. Tumbuh

Dalam era informasi seperti saat ini, dinamika dunia menjadi lebih cepat daripada apa yang kita kira. Sesaat demi sesaat bumi terus berputar dan merubah kondisi disetiap waktu. Keterbatasan yang terjadi dimasa lampau berangsur-angsur terpecahkan dimasa kini menjadi sebuah kemudahan. Manusia kini bisa memilih apakah hanya menjadi penonton atau menjadi aktor pelaku pada zaman kehidupannya.

Tumbuh dan berkembang merupakan kebutuhan manusia. Di era masa kini manusia bisa memenuhi kebutuhan ini dengan lebih cepat. Sungguh adalah sebuah kerugian, jika kita hanya menjadi penonton bagi manusia-manusia lain yang bisa mengoptimalkan kemudahan yang ada saat ini. Contoh sederhana adalah penggunaan komputer dan internet. Ditangan orang-orang yang mau “bertumbuh”, komputer dapat menghasilkan bisnis besar dan peningkat popularitas di dunia ini. Namun ditangan orang-orang yang hanya menjadi penikmat, komputer tak ubahnya hanya menjadi sebuah alat untuk bermain atau sekedar pemuas kebutuhan saja.

Jangan pernah menunda untuk mengembangkan diri kita. Mumpung masih muda, kita masih punya potensi maksimal untuk melakukan banyak hal. Sediakan slot waktu untuk mencoba berbagai hal yang bisa membuatmu menjadi lebih baik di hari esok. Semakin kita bisa mengembangkan banyak potensi didalam diri kita, maka semakin banyak pula peluang kita untuk berprestasi dan bermanfaat bagi orang lain.

6.Kontribusi

Tak ada yang lebih indah selain dapat bermanfaat bagi orang lain. Percaya atau tidak, jauh dilubuk hati, kita membutuhkan “semangat untuk berkontribusi”. Walaupun dalam keadaan susah atau senang, selalu ada rasa kehangatan dan ketenangan jiwa ketika kita bisa membantu orang lain.

Saya percaya, bahwa membantu orang lain sama dengan membantu diri kita sendiri. Manfaat tidak langsung, bisa jadi terletak pada nilainya. Jika suatu saat kita mendapatkan masalah yang sama, pengalaman kita dalam menolong orang lain bisa jadi modal berharga bagi kita untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Semoga kita dapat menjadi orang yang senantiasa membantu orang lain. Kalau kata Rasulullah, “sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya”.

follow me: @ryanalfiannoor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s