Kalau boleh kita berhitung, saya tidak ragu bahwa ada banyak penduduk Indonesia yang memiliki pengetahuan banyak tentang banyak hal. Setiap ada pertanyaan, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks, semuanya bisa dijawab dengan mudah.

Dalam bidang teknologi misalnya, saya sangat kagum dengan banyak politisi dan anggota parlemen yang mengetahui berbagai seluk-beluk permasalahan teknologi bangsa. Mulai dari segi teknis hingga politis mampu dikuak secara detil dengan berbagai retorika-retorikanya. Kendati pun berbagai solusi sudah dibuat, pada akhirnya kita harus bersabar karena kita kekurangan satu hal penting: SDM YANG BERKUALITAS.

Dahulu saya pernah berpikir bahwa dengan mengetahui banyak hal, sudah menjadi syarat yang cukup untuk menjadi “orang hebat”. tapi saya salah besar. Ternyata orang yang hebat itu adalah orang yang memiliki pengetahuan yang banyak dan juga memiliki spesialisasi kompetensi dalam melaksanakan suatu hal. Jika diibaratkan sebuah senjata, orang hebat itu mengetahui dan dapat menggunakan, tidak hanya sekedar tahu.

Pengetahuan itu memang penting, tapi kompetensi juga tidak bisa ditinggalkan. Kompetensi dan pengetahuan dibutuhkan dalam membangun sebuah peradaban. Dalam konteks kenegaraan, tentu kompetensi ini dihubungkan pada beberapa sektor kehidupan negara kita. Negeri ini memiliki banyak sektor kehidupan penting seperti sektor kelautan, pertanian, energi, dan industri. Namun pada kenyataannya kita tidak memiliki keunggulan yang signifikan pada satupun sektor itu.

Pada akhirnya ada banyak sektor yang kita serahkan pengelolaannya kepada pihak asing karena negeri ini belum memiliki orang-orang yang kompeten untuk mengelolanya. Masalah ini sebenarnya bukanlah hal yang baru karena sejak negeri ini merdeka kita telah mengalaminya. Apakah begitu sulitnya menunggu para insinyur Indonesia bisa mengambil sumber daya alamnya sendiri seperti harapan Bung Karno dimasa lampau?

***

Baiklah kita kembali pada hal yang lebih simpel kembali. Fakta didunia ini menyebutkan bahwa kita tidak perlu menunggu tua untuk menjadi hebat. Ini benar-benar fakta yang mencengangkan. Saya terkejut melihat banyak orang-orang hebat yang masih berumur muda. Iya, mereka masih berumur 20 tahunan sama seperti saya sendiri. Percaya atau tidak, silakan lihat disini (30 Richest Young Entrepreneurs). Mereka sangat lihai menggunakan “senjata” mereka dibidangnya masing-masing.

Rupanya, menggeliatnya teknologi dan dukungan lingkungan yang baik dapat mengakselerasi seseorang untuk menjadi hebat. Tidak tanggung-tanggung, mereka tidak hanya meringkas waktu untuk bebas finansial, tapi mereka telah mengukir sebuah kebermanfaatan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Bagaimana dengan Indonesia? Saya seringkali melihat banyak potensi kehebatan pemuda negeri ini sering ditahan hingga akhirnya menjadi usang. Keberadaan kurikulum pendidikan yang kaku dan berkesan “sama rata” pada semua anak wajib sekolah, terkadang menahan atau bahkan menutup potensi-potensi hebat seorang anak diluar mata pelajaran yang ada. Apalagi jika anak tersebut berada dilingkungan keluarga yang cenderung konservatif: “Belajar yang baik, lalu bekerja ditempat yang baik”.

Hal tersebut sebenarnya tidak salah. Namun dalam situasi Indonesia yang membutuhkan banyak orang-orang hebat seperti saat ini, tidak ada alasan untuk menahan berbagai potensi kehebatan hampir 80 juta pemuda Indonesia dibawah umur 35 tahun untuk memaksimalkan kompetensi kita.

Sebagai bagian dari puluhan juta pemuda negeri ini, saya sebenarnya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan juga bagi kawan-kawan semua bahwa jangan sampai sekali-sekali menyia-nyiakan masa muda kita karena setiap dari kita memiliki kompetensi yang bisa kita kembangkan. Jangan pernah menahan kehebatan diri kita sendiri, apalagi kita telah dianugerahi Tuhan sebuah kesempurnaan dalam berpikir dan berkarya.

 If good is not good enough, then Great is a Must!

3 thoughts on “When Great is a Must!

  1. berpikir luas memang penting, namun bila itu dilakukan terus menerus energi kita akan habis, nantinya menjadi amatir di berbagai hal, tidak menjadi ahli di satu bidang pun. ada waktunya kita harus menyempitkan perhatian dan fokus pada satu bidang, menjadi GREAT pada bidang tsb.
    nice article bos!

    1. iya benar afdil. Tanpa ada penguasaan bidang tertentu dalam hidup kita, kita hanya akan menjadi penonton pada cerita masa depan negeri kita sendiri dan dunia.

      Yuk jangan tahan potensi kehebatan kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s