Catatan 9: Sebuah Garasi Mobil

Semua juga tahu fungsi garasi mobil. Tempat ini digunakan untuk menyimpan kendaraan roda empat si pemilik saat tidak dipakai. Selain mobil, didalamnya tersisa beberapa peralatan yang digunakan untuk merawat dan memperbaiki mobil. Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari tempat ini, tapi adakah yang menyangka ada banyak orang besar yang “lahir” dari sebuah garasi mobil?

Ayo kita mulai dari sini. Siapa yang tidak mengenal merek raksasa dunia teknologi semisal “Dell”, “Microsoft”, dan “Apple” didunia ini? Saya rasa, hampir semua dari kita telah mengetahuinya bukan? Walaupun mereka saling berkompetisi dalam dunia bisnis, tapi mereka memiliki sebuah benang merah yang sama: memulai usaha dari sebuah garasi sebuah mobil.

Jika ada yang belum tahu, ternyata Michael Dell memulai bisnisnya dengan menyulap garasi mobil ayahnya menjadi sebuah pabrik komputer kecil-kecilan dengan tabungan 1000 dolarnya. Bill Gates mulai menyihir garasi mobil sang ayah menjadi tatakan yang berisi lempeng elektronik cikal bakal microsoft, dan Steve Jobs dan Wozniak mulai merekayasa garasi mobil ayah tiri Jobs menjadi sebuah kantor untuk menciptakan Macintosh pertama didunia ini.

Lalu, mari kita ke negeri kita sendiri. Bagi yang pernah menemani ibunya untuk belanja kosmetik di pasar atau mall, sepertinya kita tidak asing lagi dengan sebuah merek yang bernama “Martha Tilaar”. Merek kosmetik asli Indonesia ini tidak menjadi favorit hanya dalam waktu semalam. Martha Tilaar (nama pendiri sekaligus merek) memulai usahanya dengan membuka gerai salon digarasi mobil ayahnya tepat dijalan Menteng Jakarta. Dari sini, pelan tapi pasti merek MT menjadi merek yang meroket pesat hingga saat ini. Lagi-lagi, garasi mobil menjadi permulaan kesuksesan dia!

Sahabat sekalian, mungkin tidak semua dari ayah kita memiliki garasi mobil (atau juga mobilnya). Tapi sebenarnya setiap kita semua pasti memiliki “garasi mobil” yang lain. Garasi mobil yang saya maksud disini adalah segala potensi yang ada pada diri dan lingkungan kita yang jika dibangunkan akan menjadi daya ungkit kehidupan kita semua. Sama seperti mereka diatas yang telah berani memulai dan berjuang dengan modal “seadanya”.

Hampir sebagian besar manusia selalu ingin hidupnya bermula dari serba berkecukupan. Saya rasa hal itu tidak salah. Tapi hal ini bisa menjadi hal yang salah jika diri kita mengutuk kebermulaan dari hidup kita.

Kita tidak akan pernah tahu Tuhan akan menaruh posisi awal kita hidup didunia. Ada yang menjadi anak mentri, tapi ada juga yang menjadi anak mantri. Ada yang menjadi anak pejabat, tapi ada juga yang menjadi anak penjahit. Lalu ada juga ada yang menjadi anak pengusaha, tapi ada juga yang menjadi anak guru. Biarpun berbeda-beda, tapi Tuhan tetap adil menyelipkan sebuah “garasi mobil” pada diri mereka semua yang siap dibangunkan.

Bagi mereka yang dititipi kekayaan, mereka dititipi pula “garasi” berupa modal awal untuk berjuang..
Bagi mereka yang dititipi kesederhanaan, mereka dititipi pula “garasi” berupa mental awal pejuang..

“Garasi” modal dan mental memang tidak bisa berdiri sendiri-sendiri untuk bisa mensukseskan seseorang. Keduanya harus bersinergi dan saling menguatkan seiring dengan bertambahnya usia kita. Modal akan membantu kita untuk membangun kesuksesan dan mental akan membantu kita untuk bangkit disaat jatuh. Nah, kalau kita sudah tahu bahwa setiap kita punya garasi, mengapa kita masih membiarkannya tidur? Yuk tanya pada diri kita masing-masing.[]

You’ve got to let go of that stuff from the past because it just doesn’t matter . The only thing that matters is what you choose to be now.

2 thoughts on “Catatan 9: Sebuah Garasi Mobil

  1. Sangat menginspirasi. Terus berkarya mas!

    Banyak orang menjadi pecinta alam untuk menjelajahi alam…
    Padahal bukan itu modal awal seorang penjelajah…
    Bukanlah syal oren dengan badge untuk pergi menjelajah…
    Melainkan sepasang kaki untuk terus melangkah…

  2. Sangat menginspirasi. Terus berkarya mas !

    Banyak orang menjadi pecinta alam untuk menjelajahi alam …
    Padahal bukan itu modal awal seorang penjelajah …
    Bukanlah syal oren dengan badge untuk pergi menjelajah …
    Melainkan mental baja untuk terus melangkah …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s