Catatan 13: Kekuatan Pengaruh

Social-InfluenceSetelah banyak menulis tentang kecintaan perminyakan, saya mau menulis tentang hal yang umum lagi. Sahabat, saya percaya bahwa setiap orang bisa mengartikan arti pemimpin sesuai dengan pemikiran masing-masing. Dan menurut pakar leadership, sebagian besar orang  mendefinisikan  pemimpin sebagai orang yang bisa mempengaruhi orang lain. Mau bagaimanapun rupa dan karakter orang tersebut, selama bisa membawa pengaruh pada lingkungan sekitar maka ia berpotensi menjadi seorang pemimpin.

Berbicara tentang pengaruh, saya kembali teringat kisah Habibie saat kembali ke Indonesia, ketika ditugaskan oleh Presiden Suharto untuk membangun industri pesawat terbang dalam negeri. Seperti yang kita ketahui, Habibie adalah seorang jenius ahli konstruksi ringan yang diaplikasikan pada pembuatan pesawat terbang. Dalam kehidupan sosialnya, ia tergolong orang yang mampu mentransformasikan semangat dan apa yang ada dipikirannya kepada orang lain.

Menariknya, ternyata tidak semua cendikiawan Indonesia yakin pada gebrakan seorang Habibie. Pasalnya, mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan Habibie adalah hal yang meragukan dan bisa saja menuai kegagalan. Mengapa demikian? mereka menganggap Indonesia harusnya dikembangkan berdasarkan sumber daya agrarisnya. Mereka bahkan bertanya, bagaimana mungkin Indonesia bisa berkembang industri dirgantaranya sementara masih miskin SDM dan teknologinya.

But show must go on…

Dengan bekal “pengaruh” yang ada pada dirinya, Habibie berlari kencang membangun industri penerbangan yang akhirnya dinamai IPTN. Luar biasanya, industri ini menjadikan posisinya sebagai pembuat pesawat disegani dan pertama di Asia Tenggara.  Sejak waktu itulah Indonesia mulai terkenal menjadi negara industri dirgantara dan tentu saja terkenal bersama nama “Habibie” itu sendiri. Kalau boleh saya berterus terang, sebenarnya saya baru tahu nama pak Habibie saat mendengar lagu “kapal terbang” Joshua Suherman sewaktu masih kanak-kanak.. Hehe..

Sejenak kita tinggalkan kisah diatas. Kita beranjak pada kisah yang lain. Pernahkah kita berpikir bahwa Jepang yang hanya memiliki sumber daya alam terbatas dapat menjadi industri mobil dan elektronik teranyar saat ini? Pernahkah kita berpikir bahwa Swiss yang tidak memiliki lahan coklat dinegerinya bisa menjadi industri coklat terbesar di dunia? Mengapa bisa demikian? Semua jawaban itu berada pada pemimpinnya. Pemimpinlah yang melahirkan sebuah pengaruh pada rakyatnya, sehingga rakyatnya percaya bahwa mereka bisa melakukan apa yang pemimpinnya percayai.

Mari kita ke konteks cerita yang lebih kecil lagi. Tidak sedikit orang yang bisa sukses di dunia ini karena dia bisa memimpin dirinya sendiri. Dia memberikan pengaruh positif kepada dirinya sendiri dan dia juga bisa memberikan pengaruh positif juga pada keluarganya. Maka tak heran jika pernah kita temukan dalam satu keluarga punya potensi yang luarbiasa. Ada keluarga hafidz Al Qur’an, keluarga pengusaha, keluarga dokter, keluarga insinyur, dan lainnya. Lagi-lagi semua berpulang pada kekuatan pengaruh dari pemimpinnya.

Kekuatan pengaruh tidak bisa dibeli dengan uang atau sekedar menunggu. Kekuatan pengaruh lahir dari ide segar seseorang yang dipadukan bersama kemampuan bersosialiasi dan kematangan dalam menghadapi masalah. Jadi, mumpung ada kesempatan muda. Perbanyaklah membaca buku, perbanyaklah teman, dan perbanyaklah pengalaman berorganisasi agar kita bisa mengembangkan kekuatan pengaruh kita. Niatkan semuanya untuk beribadah.

Pengaruh yang baik akan membawa kebaikan, dan pengaruh buruk akan membawa keburukan. Yang manakah yang mau kita pilih? []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s