Kuterka Gerimis

Kuterka gerimis mulai gugur
Kaukah yang melintas di antara lensa dan bingkai kacamataku
sambil melepaskan isarat
yang sudah sejak lama kulupakan kuncinya itu
Seperti nanah yang meleleh
dari ujung-ujung jarum jam dinding yang berhimpit ke atas itu
Seperti badai rintik-rintik yang di luar itu

Kuterka gerimis mulai jatuh
Kaukah yang melintas di antara riak dari sepatu kulitku
sambil menyeruakkan tanda
yang akan menjawab bermacam tanyaku
Seperti lampu yang berpijar
dari pelipis atap plafon yang berangsur menggelap 
Seperti malam, malam yang sepi

Karya: Sapardi Joko Darmono (dengan sedikit gubahan)

3 thoughts on “Kuterka Gerimis

  1. Kuterka gerimis mulai gugur
    Kaukah yang melintas di antara layar kaca dan tampilan laptopku
    sambil melepaskan isarat
    yang sudah sejak lama kulupakan kuncinya itu
    Seperti nanah yang meleleh
    dari ujung-ujung jarum jam dinding yang berhimpit ke atas itu
    Seperti badai rintik-rintik yang di luar itu

    Kuterka gerimis mulai luntur
    Kaukah yang melintas di antara aksara dan ujung kataku
    sambil menjawab tanda
    yang sudah lama kubiarkan diam terkubur
    Seperti embun yang terjatuh
    dari ujung-ujung daun yang tertekan ke bawah itu
    Seperti bibir yang terdiam kelu di bilik ragu

    Karya: Sapardi Joko Darmono (dengan sedikit gubahan juga :P)

    *iseng*😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s