Jangan pernah lupa bersyukur ketika kita menemukan passion kita. Kenapa? Karena tidak semua manusia diberi “izin Tuhan” untuk menemukannya. Passion bisa membuat orang menjadi gila. Tentu gila yang dimaksud bukan berada pada kondisi pikiran orang yang sinting. Gila yang saya maksud adalah sebuah cara berpikir dan tindakan yang melebihi cara bepikir dan tindakan orang biasa. Mereka bisa saja melakukan hal-hal yang sama seperti orang kebanyakan: melakukan sesuatu seperlunya dan sekena-nya. Tapi mereka memilih jalan yang lain, jalan hidup yang jarang orang lain mau lewati. Kerja keras tanpa paksaan.

Pernahkah kamu menemukan orang yang dengan gilanya mempelajari sesuatu hingga mencapai apa yang dia cari? pernahkah kamu menemukan orang yang dengan gilanya berkeliling mencari investor untuk membiayai bisnisnya? atau pernahkah kamu menemukan orang yang rela tidak tidur untuk mengerjakan sesuatu yang disenanginya? Kalau pernah, berarti kamu telah bertemu dengan salah seorang yang telah diberi izin Tuhan bertemu dengan Passion-nya. Ini bukan masalah mereka gila pekerjaan atau gila waktu. Ini adalah masalah visi yang tidak akan pernah bisa dilihat oleh orang biasa-biasa saja.

Sejarah telah menunjukan bahwa orang-orang yang selalu memiliki passion-lah yang akan jadi penguasa didunia ini. Mari belajar pada salah satu pelakon tersebut. Belum lama ini misalnya, kita dikejutkan oleh seorang warga Cina, Jack Ma, yang menjadi salah satu orang paling kaya di Cina karena Alibaba Group-nya. Sebagai informasi, Alibaba Group adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang e-commerce yang kini dlirik oleh seantero dunia.

Kalau saja kita ulang sedikit masa sulit Jack Ma diawal membangun raksasa perusahaannya, mungkin bisa saja kita termasuk orang-orang yang mengatakan bahwa ide Jack Ma itu adalah omong kosong dimasa lalu. Buat orang-orang yang passion-nya lemah -atau bahkan tidak punya-, mereka tidak akan bisa melihat masa depan yang jelas dibandingkan dengan Jack Ma. Betapa tidak, ada banyak raksasa bisnis yang sudah menjamur dan rasa-rasanya tidak akan mungkin tersaingi diwaktu itu. Untung saja masih ada manusia seperti Jack Ma yang punya passion didalam hidupnya. Visi dan passion dari lelaki kurus ini terekam jelas dalam pidatonya seperti dibawah ini:

jack ma quote

Telah gamblang dia sebutkan bahwa “This change is an opportunity for everyone. Grab this chance”. Perubahan ini adalah kesempatan semua orang, maka genggamlah kesempatan itu. Mungkin semua orang tahu bahwa kesempatan itu ada, tapi tidak semua orang mau menggenggamnya. Ada yang merasa bahwa mereka tidak mampu, ada yang merasa tidak yakin, dan bahkan yang lebih parah adalah orang yang tidak sempat tahu dan baru menyesal dikemudian hari.

Jika kita mau jujur kepada hati sendiri, saya yakin kita pasti punya keinginan terhadap sesuatu. Namun kebanyakan keinginan ini pupus sejak dalam pikiran. Artinya keinginan itu lenyap seiring dengan adanya rutinitas yang membentuk realita berpikir kita. Passion kita tergerus sebelum menjadi tumbuh dan mengakar. Selalu saja ada alasan yang membuat kita menjauhkan “izin Tuhan” bertemu dengan passion kita.

Kebiasaan menunda, kebiasaan menggampangkan sesuatu, kebiasaan melepas kesempatan yang hadir disetiap hari kita. Semua hal itu memupuk sedikit demi sedikit dalam pikiran hingga menjadi penghalang untuk menjemput Passion kita. Persis seperti batu-batu kecil yang secara tidak sadar kita tumpuk hingga akhirnya menjadi tembok buat diri kita sendiri.

Sebagai akhir, saya ingin mengutip kata-kata ekonom Inggris abad ke-19 Nassau William Senior “Menjauhkan diri dari kenikmatan yang bisa kita rasakan atau mendahulukan hasil jauh di masa depan ketimbang saat ini adalah salah satu pemerasan tenaga paling sulit dari keinginan manusia.” Tulisan ini sebenarnya ingin saya tujukan secara khusus pada diri saya sendiri, sebagai pengingat dan pemacu semangat passion saya sendiri. Saya ingin memeras tenaga saat ini untuk mendapatkan hasil masa depan yang lebih baik. Mudah-mudahan tulisan ini juga bisa ditujukan buat teman-teman semua pembaca blog ini juga.

Semoga bermanfaat []

3 thoughts on “Catatan 14: Itukah Passion-mu?

    1. Hmm. Udah ketemu passion kamu sebenarnya belum? Kalau sudah, saya menyarankan untuk putar kemudi sedari muda sekarang. Tapi kalau belum ketemu, mending kita seriusin kuliah kita saat ini. Siapa tau kita saja yang kurang berusaha keras sehingga izin Tuhan atas passion belum kita dapatkan. Semangat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s