Strategi Pasca Kampus Ditengah Kelesuan Industri Migas

praying for oilfield“Harga Minyak Turun!” Mungkin isu inilah yang paling mewarnai -kalau tidak mau dikatakan mengguncang- jagat perminyakan di dunia saat ini. Berbagai efek domino mulai terjadi. Penurunan investasi pengeboran, merger perusahaan migas besar, pelucutan benefit perusahaan, atau yang paling parah adalah penggembosan jumlah karyawan.

Dalam dunia perkariran migas, saya rasa efek penurunan harga minyak ini akan memukul keras psikologi para lulusan baru, terlebih buat mahasiswa akhir yang akan memasuki fase baru didunia pasca kampus: Mencari Kerja. Bagaimana tidak? Perusahaan migas kini mulai mengencangkan ikat pinggang dengan efisiensi sana-sini, memperketat perekrutan karyawan baru, dan pemangkasan benefit tertentu yang mungkin pernah dirasakan oleh karyawan di middle up career level (karir pertengahan).

Tidak jarang juga saya menemukan pertanyaan di akun ask.fm saya yang berisi curhat calon lulusan baru menghadapi tantangan didunia migas saat ini. Memang saya tidak mudah memberikan jawaban yang memuaskan untuk para penanya. Tetapi the show must go on. Tiap generasi punya tantangannya. Ada beberapa strategi yang saya sarankan untu menghadapi situasi industri migas seperti saat ini.

  1. Tetap Tunjukan Prestasi Akademis Terbaik
    Acapkali ketika menghadapi situasi yang buruk, kebanyakan dari kita merasa bahwa situasi ini akan terjadi selamanya. Pemahaman seperti ini akan berlanjut dengan turunnya semangat kita untuk berprestasi dan bahkan menjalani aktivitas kuliah apa adanya. Hal ini akan membahayakan diri kita sendiri.
    Sebenarnya situasi harga minyak turun ini bersifat sementara. Memang kita tidak mengetahui kapan harga minyak akan berubah, tetapi banyak ekonom migas mengatakan harga minyak akan membaik. Dan apakah kita akan menyia-nyiakan waktu belajar kita padahal situasi ini akan berubah?
    Untuk itu, tidak ada alasan untuk tidak menunjukan prestasi akademik terbaik kita. Jangan kendorkan semangat untuk menjadi yang terbaik dikelas. Prestasi kita itu ibarat bekal karir kita didunia pasca kampus. Makin bagus prestasi kita, maka makin besar pula potensi karir cemerlang kita selepas lulus.
  2. Mengambil Kuliah Master
    Terbatasnya lowongan kerja migas saat ini, sebenarnya membuka peluang kita untuk mencoba -kalau tidak terpaksa- untuk mengambil kuliah Master. Beberapa kawan saya bahkan mengatakan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil kuliah lagi sembari menunggu harga minyak kembali membaik.
    Sebenarnya, jika kita lihat orang-orang migas yang berkarir diluar negeri, kebanyakan bergelar master. Jika tidak percaya, cobalah lihat sendiri statistik di linkedin.com. Gelar master tidak hanya dibutuhkan seorang spesialis, tapi juga untuk orang-orang yang masuk ke level manajer.
    Saat ini banyak kampus didunia yang membuka beasiswa program studi tidak hanya terbatas pada teknik. Ada yang membuka program studi terkait dengan Ekonomi Migas, Bisnis Migas, bahkan dunia energi yang lebih umum. Ada banyak pilihan yang bisa kita ambil, untuk mempertajam keahlian kita.
  3. Mulai Berkarir di Perusahaan Migas “Lokal”
    Beberapa lulusan kampus ternama biasanya agak alergi untuk masuk kedalam perusahaan migas “lokal”. Maksud Lokal disini adalah perusahaan migas kecil-menengah, tidak dikenal namanya, dan bergaji kecil. Kebanyakan lulusan tersebut pasti membayangkan bisa masuk perusahaan migas yang bonafide termasuk beragam  fasilitasnya.
    Dalam situasi dunia migas saat ini, terkadang pilihan berkarir di Perusahaan Migas “Lokal” adalah opsi yang tidak buruk. Malahan, bisa jadi pilihan ini bukan pilihan yang bisa dipandang sebelah mata. Mengapa? Banyak perusahaan migas “lokal” yang tidak terpengaruh pada situasi global migas seperti saat ini. Jadi artinya, segala proses bisnisnya tetap berjalan lancar kendati harga migas terus turun. Tidak sedikit juga karyawan-karyawan disana juga mendapatkan benefit yang tidak kalah dengan benefit perusahaan migas besar.
    Diluar itu semua, sebenarnya berkarir di Perusahaan Migas “Lokal” juga memberi kesempatan kita untuk belajar berbagai macam hal yang tidak akan kita dapatkan diperusahaan besar. Kita bisa belajar dunia akuntansi migas, aset, HSE, SCM, SDM, dan dunia lainnya disamping bidang keahlian kita.
    Jika suatu saat kita pindah ke perusahaan yang lebih besar, maka saya yakin pengalaman tersebut akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan karir kita lebih cepat.
  4. Putar Haluan Karir
    Dari semua strategi yang saya berikan, mungkin ini yang paling ekstrim: Putar Haluan Karir. Buat yang tidak berani mencoba, mungkin jangan pernah melakukan hal ini. Tetapi buat orang yang berpikiran terbuka, mungkin hal ini bisa dicoba. Hehe.
    Jika kita melihat trend pekerjaan yang benefitnya setara dengan perminyakan, maka kita memutar haluan karir kita pada dunia konsultan, dunia tambang, atau dunia bank. Bahasan memutar haluan karir ini sendiri sebenarnya tidak bisa dilepaskan dengan passion diri kita. Buat saya, selama kita tetap senang dengan perubahan haluan karir kita, maka bisa dikatakan kita masih berada pada area passion kita. Tidak sedikit kawan-kawan saya yang sukses setelah memutar haluan karir mereka.
    Sebenarnya saya pun termasuk orang yang telah memutar haluan karir saya. Saya berusaha membangun perusahaan saya sendiri dan kembali kedaerah untuk membangun sektor energi daerah tersebut. Alhamdulillah, sampai saat ini saya tidak pernah menyesal dengan pilihan saya.
    Buat siapapun yang memutuskan memutar haluan karir, sebaiknya coba berkonsultasi dulu dengan beberapa kawan, orang tua, dan pasangan agar kita mendapatkan kesimpulan yang terbaik. Ada baiknya, saat memutar haluan karir kita juga memiliki seorang mentor. Mentor akan mengarahkan dan mendidik kita agar dapat terarah dengan baik dalam karir yang kita pilih.

 

One thought on “Strategi Pasca Kampus Ditengah Kelesuan Industri Migas

  1. coba kita liat dari post mas alfian yang ini https://ryanalfiannoor.wordpress.com/2012/08/17/macam-macam-perusahaan-migas/
    ternyata masih banyak peluang kerja di bidang oil&gas, namun dari pengamatan saya kebanyakan teman-teman hanya melihat peluang karir dari internet (seperti jobstr*et dan lin*edin), dan sayang banget kalau sampai putar haluan karir.sebelum putar haluan karir.. mgkin baiknya kita memberikan usaha yang lebih ekstra jika sangat ingin bekerja dibidang oil&gas ini, seperti kirim email (meski tanpa ada bukaan), via post, bahkan langsung melamar tempat yang diinginkan, gak masalah surat gak sampai, ditolak. keberhasilan seseorang bergantung pada usaha dan doa.. (ref:pengalaman)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s