Empat Tips untuk Percepat Karirmu

Akhirnya, sejak sekian lama tidak menulis, saya kembali lagi kemari..

Dalam pekan ini, saya bertemu beberapa direktur dari perusahaan dan anak usaha BUMN dan perusahaan swasta lainnya untuk membangun networking dan mengembangkan perusahaan yang saya pegang saat ini. Anyway, jika diamati, ternyata umur direktur yang telah saya temui adalah sangat beragam, dalam rentang muda hingga tua.

Kalau sudah tua menjadi direksi, wajar. Karena waktulah yang mengantarkan mereka sampai ke posisi puncak itu. Tapi kalau masih muda sudah mencapai top management, menjadi menarik! apa rahasia mereka bisa ke posisi tersebut dalam waktu yang relatif cepat dibandingkan orang lainnya? Dalam sela-sela perbincangan bisnis saya bersama mereka, saya selipkan pertanyaan tersebut kepada mereka.

Tulisan saya ini tidak berlaku untuk orang-orang yang sudah lahir dari anak pengusaha, karena biasanya mereka sudah “ditakdirkan” akan menjadi penerus usaha keluarga dan tinggal menunggu waktu untuk menjadi seorang direktur. Tulisan ini saya tujukan kepada siapa saja yang punya mimpi besar dan punya semangat kerja keras untuk mencapai cita-cita posisi tersebut.

Akhirnya saya ringkas kedalam poin-poin sebagai berikut; empat tips untuk percepat karirmu:

Qualified

Sudah tentu, posisi puncak akan diisi oleh orang yang akan mengerti ilmunya. Direktur perusahaan obat, tentu harus diisi dengan orang yang berkualifikasi dengan ilmu perobatan. Direktur perusahaan migas, tentu harus berkualifikasi dengan  ilmu perminyakan. Dan juga direktur lainnya, orang tersebut haruslah memiliki kualifikasi dalam bisnis yang dia pegang.

Kualifikasi ini dibangun saat berada dikampus dan lima tahun pertama paska kampus. Peluang untuk mempercepat karirmu adalah dengan membangun kualifikasi keilmuanmu saat dikampus. Masa kampus adalah masa penting untuk menimba ilmu dan mengasah soft skill. Dan masa lima tahun pertama paska kampus adalah masa untuk menguji dan mengasah keilmuanmu. Untuk yang masih galau dalam dunia paska kampus, saya sarankan manfaatkan sekali lima tahun pertamamu untuk merenungi dan bersegera untuk memutuskan kamu ingin menjadi bagaimana dan berkarir seperti apa.

Certified

Dalam kompetisi global seperti saat ini, memiliki IPK yang bagus dan segudang aktivitas organisasi belumlah cukup. Terlebih sekarang lulusan kampus semakin membeludak baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Satu hal yang mungkin bisa menjadi nilai tambah untuk diri kita adalah tersertifikasi. Sertifikasi akan membuat orang lain mengetahui bahwa kita telah memiliki kemampuan standar dalam keilmuan kita. Terlebih sertifikasi tersebut diakui secara internasional.

Sertifikasi yang saya maksud adalah sertifikasi yang masih berkaitan dengan keilmuan kita, bukan sertifikat dalam soft skill (public speaking, leadership, dll). Sertifikasi bisa kita dapatkan dari berbagai lembaga atau kerjasama kampus tempat asal kita. Jika kita masih blank dengan sertifikasi apa yang mau kita ambil, coba lakukan pencarian orang-orang yang berkaitan dengan keilmuan kita di situs linked.com. Disana kita bisa melakukan pengayaan atau membuka persepsi baru terkait dengan sertifikasi apa yang mau kita ambil.

Experienced

Pengalaman. Ini sudah tidak bisa lagi tergantikan oleh yang lain. Pengalaman yang membuat orang lain memiliki kemampuan spesial dalam berkarir. Walaupun pengalaman akan kita dapatkan seiring dengan waktu, tetapi cobalah “mengalokasikan lebih” waktu belajar disaat awal paska kampus kita. Hal ini membuat kita dapat “mencuri” waktu lebih cepat dalam mengejar karir kita. Misalnya, disaat orang lain baru menguasai sesuatu dalam 10 tahun, kita telah menguasai hal tersebut dalam waktu 5 tahun karna kita telah mengalokasikan waktu kita lebih banyak daripada orang lain untuk menguasai keilmuan kita.

Hal lain yang bisa kita lakukan adalah membaca biografi orang-orang yang telah lebih dulu sukses dalam jalur karir kita. Pelajari apa saja yang dia lakukan saat muda, baik dari sisi emosi, teknikal, maupun spiritualnya. Hal ini dapat menjadi pemicu semangat kita untuk mau berjuang lebih untuk mengalokasikan waktu kita untuk mengasah pengalaman kita di waktu muda.

Connected

Salah satu faktor “x” yang dapat mempercepat karir kita adalah hubungan kita dengan orang lain. Makin banyak networking kita kepada orang lain, makin besar peluang karir kita melejit lebih cepat. Mengapa? Networking akan membuat kita mendapatkan first hand information dan membuat prestasi kita dapat meluas diketahui oleh orang lain tanpa kita perlu pamer. Makanya tidak heran, kita bisa menemukan seorang direktur BUMN penerbangan bisa cepat berpindah menjadi direktur perusahaan swasta ritel terbesar Indonesia karena dia telah “terhubung” melalui prestasi yang dimilikinya.

Sejak saat ini, marilah kita bangun networking melalui hal-hal kecil disekitar kita. Jalin silaturahim dengan tetangga rumah kita, relasi kantor kita, relasi organisasi kita, dan relasi sosial kita. Jangan biarkan diri kita terkurung dalam dunia individualis, yang meyakini kesuksesan bisa diraih dengan usaha sendiri. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s