30 under 30: What We can Learn?

2016_30under30_Logo_Horizontal

Recently, Forbes Magazine introduces the inaugural 30 Under 30 List, 300 of the top promising young leaders, daring entrepreneurs and game changers in 10 different sectors. It also inaugurates specially for Asia. Surprisingly, some youth from Indonesia are appearing in there. One of my best friends, Muhammad Alfatih Timur, is so incredibly chosen as one in Social Entrepreneurs. My sincere congratulation upon your election. But to be honest, I really disappointed because no Indonesian are chosen in the Manufacture and Energy Forbes list 2016.

Okay, every year, I always interest to learn more about all elected people in Manufacture and Energy 30 under 30 List especially in Oil and Gas Industry. Due to almost person focus in manufacture sector instead of energy sector, so I cannot take so many learn in Asia 2016 List. So lets move to 30 under 30 United States.

In 30 under 30 US list, I find some inspirational people in Energy Sector especially in oil and gas industry that we can take a lesson. All of them can struggle in hard condition of oil price at the moment. Some people focus on how making a deal and to make efficiency in working in upstream business, some people focus on how to innovate the service in downstream business.

And here are them:

  1. Dakin Sloss, 25 (Founder Tachyus)
    The modern oil and gas industry has equipped every nook and cranny of their operations with sensors. But the voluminous amounts of data, including second-by-second records of temperatures, pressures and flow volumes, generated by this equipment are still not totally understood. Twenty-five-year-old Sloss is building a business around that problem with his software startup Tachyus. His software combines machine learning with physics-based modeling to inform operators how best to engineer their wells—where to drill, how much to drill and using what method. Sloss says the software boosts production about 20% on average, and he has raised $20 million in venture financing. Founded in 2013, Tachyus’ software is already being used on 6,350 wells operating in 13 fields, mostly in California.
  2. Scott Hempy, 23 (Cofounder Filld)
    Filld (his application) is like the Uber for filling up your tank with gas. Just pull up their iPhone app, mark the location of your car, and their truck will come to fill it up. You pay the average price of gas in your hood, plus a $5 filling fee. So far the company has attracted $3.25 million in funding, has 10 employees, and expects to do more than $ 5 million in revenue in the coming year.
  3. Nathan Ganser, 27; Austin Morrell, 26; Chris Saum, 26 (Cofounder MUD Geochemical)
    MUD Geochemical has created an innovative service for oil companies that uses x-ray fluorescence and high-resolution scanning to analyze core samples recovered from oil and gas wells. Their tool and software helps determine the mineral makeup of rock layers, which helps companies determine where to drill and how best to engineer their fracking operations to maximize recovery
  4. Wei Chien, 30  (CEO Observ’s Commodities)
    Observ’s software deciphers the cost of transporting natural gas across North America. It is used by natural gas buyers and traders to gain better insights on market movements. Prior to founding Observ Commodities, Wei was product manager at Genscape and a gas fundamentals analyst at Barclays.
  5. Matthew Owens, 29 (President, Oil and Gas Extraction)
    In 2012 Owens launched Extraction to acquire acreage and drill wells in the Wattenberg field in Colorado. He and his partners have attracted $1 billion in capital to acquire acreage in areas not believed to be economically viable to develop, with the belief that technology would continue to progress to the point of making the economics works. Despite the oil downturn, the company now has more than 100 employees and produces more than 20,000 barrels per day.

You can directly continue to make a learn deeply by see one by one of them (just click the link). Hopefully, we are -as a youth of course- can get an inspiration or more to duplicate and modify all of their ideas to implement in our place. As we know, the problem of energy is a  multi-generational problem. So it’s not impossible that you are the solution.

Retire Young, Retire Rich #kutipan

Saya habis membaca buku Robert Kiyosaki yang berjudul “Retire Young, Retire Rich” yang kurang lebih artinya Pensiun Muda, Pensiun Kaya.  Buku ini bercerita tentang perencanaan pensiun muda seseorang dan merencanakan kekayaan finansialnya sendiri. Ada beberapa kata-kata penting dari dirinya yang ingin saya  sampaikan disini. Kepada yang ingin lebih tahu detil penjelasan dari kata kutipan saya dibawah ini, silakan baca sendiri bukunya ya. Semoga bermanfaat. []

“keuntunganmu dihasilkan ketika kamu membeli, bukan ketika kamu menjual.”

“salah satu sebab orang kaya menjadi semakin kaya adalah karena setelah kamu menemukan formula untuk menjadi kaya, makin mudah untuk menjadi kaya. jika kamu belum pernah menemukan formulanya, menjadi kaya selalu kelihatan sulit dan tetap miskin seolah-olah alamiah.”

“semakin besar jaringan, semakin ekonomis kekuatannya.”

“bukan tugas bos anda untuk menjadikan anda kaya. tugas bos anda adalah membayar anda atas apa yang anda kerjakan, dan merupakan tugas anda untuk menjadikan diri anda kaya di rumah dan dalam waktu luang anda.”

“jika anda ingin pensiun muda dan pensiun kaya, anda perlu bekerja lebih keras dan lebih cepat. uang anda harus melakukan hal yang sama. membiarkan uang anda menganggur di satu tempat adalah seperti memperhatikan tumpukan daun-dau kering musim gugur, menunggu percikan api … percikan api yang akan mengubah daun-daun itu menjadi api unggun.”

“uangmu harus seperti anjing pemburu burung. ia membantumu mencari burung, menangkap burung, kemudian pergi dan menangkap burung lagi untukmu. uang sebagian besar orang bertingkah laku seperti burung yang hanya terbang menjauh.”

“kalau anda bisa bekerja dengan orang yang berbeda anda bisa menjadi kaya melampaui impian anda yang terliar.”

“ada perbedaan yang sangat besar antara karyawan dengan wiraswasta tidak peduli dari industri mana mereka berasal.”

“kalau anda ingin pensiun semuda dan sekaya mungkin, anda perlu memikirkan dunia tanpa gaji. jika dalam realitas, konteks, atau pola pikir anda, anda membutuhkan gaji, kemungkinan anda untuk pensiun muda dan pensiun kaya tipis. ayah kaya sering berkata. orang yang butuh gaji adalah budak uang. kalau kamu ingin bebas kamu tidak boleh butuh gaji atau pekerjaan.”

“saya bekerja untuk membangun aset, yang dilakukan oleh orang kuadran B, atau bekerja keras untuk memperoleh aset, yang dilakukan oleh orang kuadran I. setelah saya memiliki aset, kemudian aset itu bekerja keras untuk memberikan uang kepada saya… tetapi saya tidak akan bekerja hanya untuk uang. saya harus mempunyai aset. itulah sebabnya saya hanya bekerja untuk membangun atau membeli aset… aset yang pada gilirannya akan membuat saya semakin kaya, sementara kerjanya makin sedikit. itulah yang dilakukan orang kaya, sementara orang miskin dan golongan menengah bekerja keras untuk uang lalu membeli liabilitas bukannya berinvestasi di aset.”

“jangan memboroskan waktu dengan berusaha melarikan diri dari perlombaan tikus dengan berinvestasi dalam investasi orang banyak. bangunlah bisnis anda dan berinvestasilah dalam investasi orang kaya… orang-orang yang berinvestasi karena mempunyai masalah kelebihan uang. jangan ber- investasi seperti orang yang kekurangan uang… karena mereka keku- rangan uang, mereka berharap memperoleh uang dari investasi mereka. orang-orang itu tidak pernah mendapat investasi yang terbaik. inves- tasi terbaik hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang kelebihan uang.”

KISAH JENDRAL RYU DAN PENDEKAR NOU (1)

Jadi ini adalah sepenggal cerita dari negeri awan.

Alkisah, hiduplah seorang jendral yang sangat tampan bernama Ryu. Ryu telah bertahun-tahun menjadi orang yang dipercaya oleh Raja untuk memimpin pasukan melawan pasukan semua musuh. Ryu memiliki dedikasi dan disiplin yang tinggi untuk setiap pasukannya. Di setiap harinya, Ryu rela menggerus waktu pribadinya untuk melatih prajurit tanpa ada keluhan sedikitpun. Kadangkala, Ryu tidak ragu untuk langsung turun ke lapangan jika terjadi sebuah masalah kecil atau besar pada prajuritnya. Maka tidaklah heran, jika pasukan Ryu memiliki loyalitas, kekompakan, dan semangat yang tinggi di setiap peperangan.

Suatu hari, Jendral Ryu ditugaskan oleh Raja untuk pergi ke sebuah tempat yang baru bernama Boan Djung untuk membantu warga sekitar melawan musuh. Jendral Ryu segera bergegas membawa sebagian pasukannya ke tempat tersebut laksana anak panah yang telah dilepas oleh sebuah busur. Namun bukan kepalang terkejutnya sang jendral saat sampai disana. Rupanya semua musuh telah luluh lantak tersungkur di tanah beserta kuda-kuda mereka.

Saban turun dari kudanya, Jendral Ryu berlari menghampiri salah satu warga seraya bertanya, siapa yang telah melakukan hal itu semua. Warga itu pun akhirnya kemudian menuturkan dengan panjang lebar tentang kronologis cerita hingga akhirnya kejadian tersebut terjadi.

Rupanya, Ryu baru tahu bahwa di negerinya hidup seorang pendekar hebat. Namanya adalah Pendekar Nou. Jika dilihat dari bekas luka-luka sang musuh, Jendral Ryu menduga bahwa Pendekar Nou adalah ahli pedang yang lihai dan memiliki pasukan yang cukup banyak, dan tentu saja kuat.

Setelah berpamitan dengan warga disana, Jendral Ryu akhirnya pulang ke istana bersama pasukan yang selalu setia berada di belakangnya. Kemudian, Jendral Ryu memberitahukan kepada Raja bahwa tugasnya telah selesai sebelum dia datang kesana. Sebelum Raja sempat bingung, Jendral Ryu melanjutkan kembali tuturan cerita tentang Pendekar Nou beserta pasukannya.

Raja yang baru saja mengetahui hal tersebut tentu merasa sangat senang. Raja tersenyum kepada Jendral Ryu dan bergegas memerintahkan salah satu penasehatnya  untuk segera mencari dan mengundang Pendekar Nou beserta pasukannya ke Istana. Kemudian Raja tersenyum sendiri lagi. Di dalam pikirannya, tersembul sebuah keinginan untuk mengajak Pendekar Nou menjadi seorang Panglima Perang yang mendampingi Jendral Ryu. Tentu perpaduan antara Jendral Ryu dan Pendekar Nou dalam menjaga pertahanan dan keamanan negerinya akan menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi musuh.

Selang beberapa hari undangan itu tersebar, akhirnya Pendekar Nou mengiyakan permintaan raja. Lalu, lewat hari yang telah ditentukan oleh sang penasehat Raja, akhirnya Pendekar Nou beserta pasukannya datang ke istana raja. Rupanya Raja telah menyiapkan berbagai kudapan mewah dan hiburan syair-syair oleh penyair terkenal di seantero negeri itu.

Baru saja Pendekar Nou dan pasukannya masuk, Raja yang tadinya bersikap tenang agak sedikit terperangah. Tapi seterperangah-perangahnya Raja lebih terperangah lagi Jendral Ryu. Jendral Ryu yang sejak daritadi telah berdiri di sebelah kanan kursi raja, terlihat berulang kali memejamkan mata dan sedikit menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya kepada orang yang sedang berada di depannya. Rupanya, Pendekar Nou adalah seorang wanita……

(bersambung)